• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Kelas ix smp bahasa indonesia_nas haryati
 

Kelas ix smp bahasa indonesia_nas haryati

on

  • 47,470 views

 

Statistics

Views

Total Views
47,470
Views on SlideShare
47,468
Embed Views
2

Actions

Likes
7
Downloads
0
Comments
2

2 Embeds 2

http://www.slideshare.net 1
http://pickpdf.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

12 of 2 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Terima kasih telah memperbolehkan saya mengunduh inormasi dalam buku ini
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • saya permisi menggunakan informasi anda
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Kelas ix smp bahasa indonesia_nas haryati Kelas ix smp bahasa indonesia_nas haryati Document Transcript

    • Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang Penulis : Nas Haryati Suhardi Siti Cholisatul Hamidah Leo Idra Ardiana Sumiyadi Ilustrasi, Tata Letak : Direktorat Pembinaan SMP Perancang Kulit : Direktorat Pembinaan SMP Buku ini dikembangkan Direktorat Pembinaan SMP Ukuran Buku : 21 x 30 cm 410 CON Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas IX Edisi 4/Nas Haryati, …[et. al.].-- Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. Vi, 192 hlm.: ilus.; 30 cm. Bibliografi: hlm. 185-186 Indeks. ISBN 1. Bahasa Indonesia-Studi dan Pengajaran I. Judul II. Suhardi III. Hamidah, Siti Cholisatul IV. Ardiana, Leo Idra V. Sumiyadi Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008
    • KATA SAMBUTAN Salah satu upaya untuk melengkapi sumber belajar yang relevan dan bermakna guna meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP), Direktorat Pembinaan SMP mengembangkan buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas VII, kelas VIII, dan kelas IX. Buku pelajaran ini disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi, No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, dan berdasarkan kriteria buku pelajaran yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan. Buku pelajaran ini merupakan penyempurnaan dari bahan ajar kontekstual yang telah dikembangkan Direktorat Pembinaan SMP dalam kaitannya dengan kegiatan proyek peningkatan mutu SMP. Bahan ajar tersebut telah diujicobakan ke sejumlah SMP di provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo sejak tahun 2001. Penyempurnaan bahan ajar menjadi buku pelajaran yang bernuansa pendekatan kontekstual dilakukan oleh para pakar dari beberapa perguruan tinggi, guru, dan instruktur yang berpengalaman di bidangnya. Validasi oleh para pakar dan praktisi serta uji coba empiris ke siswa SMP telah dilakukan guna meningkatkan kesesuaian dan keterbacaan buku pelajaran ini. Buku pelajaran Bahasa Indonesia ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan, dan dinyatakan memenuhi syarat untuk digunakan sebagai buku pelajaran di SMP. Sekolah diharapkan dapat menggunakan buku pelajaran ini dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan kebermaknaan pembelajaran. Pada akhirnya, para siswa diharapkan dapat menguasai semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar secara lebih mendalam, luas serta bermakna, kemudian dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Saran perbaikan untuk penyempurnaan buku pelajaran ini sangat diharapkan. Terimakasih setulus-tulusnya disampaikan kepada para penulis yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku pelajaran ini, baik pada saat awal pengembangan bahan ajar, ujicoba terbatas, maupun penyempurnaan sehingga dapat tersusunnya buku pelajaran ini. Terimakasih dan penghargaan juga disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya penerbitan buku pelajaran ini. Jakarta, Juli 2008 Direktur Pembinaan SMP
    • Petunjuk Penggunaan Buku Buku ini terdiri atas sepuluh unit pelajaran yang terbagi atas dua semester. Tiap semester terdiri atas lima unit pelajaran. Tiap unit pelajaran terdiri atas beberapa subunit yang merupakan penjabaran kompetensi-kompetensi dasar yang terdapat di dalam Standar Isi. Setiap unit pelajaran dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang memayungi kegiatan berbahasa yang dilakukan pada setiap unit pelajaran. Agar dapat menggunakan buku ini dengan baik, kamu harus mempelajarinya bagian demi bagian secara urut mulai unit satu sampai dengan unit sepuluh. Pada awal setiap unit, kamu akan menjumpai uraian tentang kompetensi-kompetensi yang harus kamu pelajari dan manfaatnya disertai dengan petunjuk mengenai bagaimana cara kamu mempelajari kompetensi tersebut. Bacalah dengan baik agar kamu memahami cara mempelajarinya! Di dalam satu unit pelajaran terdapat beberapa kompetensi yang harus kamu pelajari dan aktivitas atau kegiatan sebagai pelatihan. Kegiatan itu mungkin kamu lakukan secara sendiri-sendiri, tetapi mungkin juga harus dilakukan secara kelompok. Ikutilah setiap kegiatan sesuai dengan petunjuk yang ada. Sebaiknya kamu memiliki buku tugas agar kegiatan yang kamu lakukan dapat dicatat di dalam buku tersebut. Hal itu akan dapat memudahkan kamu dan gurumu untuk mengetahui perkembangan hasil belajarmu. Setiap unit pelajaran diakhiri dengan rangkuman, evaluasi, dan refleksi. Setelah selesai mempelajari satu unit pelajaran, kerjakan soal-soal yang ada untuk mengukur keberhasilanmu dalam mempelajari kompetensi-kompetensi yang terdapat di dalam unit tersebut! Setelah itu, kamu harus menyerahkan hasil pekerjaanmu untuk dikoreksi oleh gurumu. Selanjutnya, lakukanlah refleksi dengan merenungkan kembali apa yang telah kamu kuasai atau belum kamu kuasai serta bagaimana kesanmu terhadap pembelajaran yang telah kamu lakukan dengan memperhatikan petunjuk yang terdapat pada bagian refleksi! Jika kamu menemui kata/istilah yang belum kamu pahami, pada akhir buku terdapat takarir (glosarium) dan penjurus (indeks) yang akan memberi petunjuk tentang istilah-istilah yang terdapat pada semua unit pelajaran. Jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut topik yang kamu pelajari, pada bagian akhir buku terdapat daftar pustaka. Carilah buku-buku yang berisi topik yang ingin kamu pelajari lebih lanjut agar pemahamanmu terhadap apa yang kamu pelajari menjadi lebih baik. Selamat berlatih! iv Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Daf t ar I si Kata Pengantar .................................................................................................. iii Petunjuk Penggunaan Buku .......................................................................... iv Daftar Isi ............................................................................................................ v SEMESTER 1 UNIT 1 Jaga Kesehatan, Lestarikan Lingkungan .................................. 1 A. Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif Beberapa Narasumber pada tayangan Televisi/Siaran Radio ........................................ 3 B. Melaporkan Secara Lisan Berbagai Peristiwa dengan Kalimat Jelas ................................................................... 6 C. Membedakan Fakta dan Opini Melalui Kegiatan Membaca Intensif ......................................................................... 10 D. Menuliskan Kembali dengan Bahasanya Sendiri Cerita Pendek yang Pernah Dibaca ............................................ 16 UNIT 2 Manusia dan Etika ........................................................................ 23 A. Mengomentari Pendapat Narasumber dalam Dialog Interaktif pada Tayangan Televisi/Siaran Radio ........ 25 B. Menceritakan Kembali Secara Lisan Isi Cerpen ....................... 28 C. Membaca Memindai dari Indeks ke Teks Buku ...................... 37 D. Menulis Iklan Baris ...................................................................... 39 UNIT 3 Berkorban untuk Orang Lain ....................................................... 45 A. Menemukan Tema dan Pesan Syair yang Diperdengarkan ... 47 B. Memukan Tema, Latar, dan Penokohan pada Cerpen-cerpen dalam Satu Buku Kumpulan Cerpen ......................................... 50 C. Menyunting Karangan Sendiri/Orang Lain ............................ 58 UNIT 4 Indahnya Sebuah Nasihat............................................................. 65 A. Menganalisis Unsur-Unsur Syair yang Diperdengarkan ........ 67 B. Menyanyikan Puisi yang Sudah Dimusikalisasi ...................... 70 C. Meresensi Buku Pengetahuan ...................................................... 74 UNIT 5 Bersedia Menghargai Karya Orang Lain ................................... 81 A. Mengkritik/Memuji Berbagai Karya (Seni atau Produk) dengan Bahasa yang Lugas dan Santun .................................... 83 B. Menganalisis Nilai-Nilai Kehidupan pada Cerpen-cerpen dalam Satu Buku Kumpulan Cerpen .......................................... 85 C. Menulis Cerita Pendek .................................................................. 90 Daftar Isi v
    • SEMESTER 2 UNIT 6 Manfaat Mendengarkan Pidato/khotbah ...................................................... 97 A. Menyimpulkan Pesan Pidato/Ceramah/Khotbah yang Didengar ........... 98 B. Berpidato/Berceramah/Khotbah dengan Intonasi yang Tepat dan Artikulasi serta Volume Suara yang Jelas .............................................. 101 C. Menulis Teks Pidato/Ceramah/Khotbah dengan Sistematika dan Bahasa yang Efektif ........................................................................................... 104 D. Mengidentifikasi Kebiasaan, Adat, Etika yang Terdapat di dalam Buku Novel Angkatan 20-30 ............................................................ 111 UNIT 7 Nilai Moral .......................................................................................................... 119 A. Memberikan Komentar tentang Isi Pidato/Ceramah/Khotbah 120 B. Membahas Pementasan Drama yang Ditulis Siswa ..................................... 122 C. Membandingkan Karakteristik Novel Angkatan 20—30-an ....................... 125 D. Menulis Naskah Drama Berdasarkan Cerpen yang Sudah Dibaca ...................................................................................................... 130 UNIT 8 Kesan dan Keindahan ....................................................................................... 139 A. Menerangkan Sifat Tokoh dalam Kutipan Novel yang Dibacakan ........... 140 B. Menilai Pementasan Drama yang Dilakukan Siswa ..................................... 144 C. Menemukan gagasan dari Beberapa Artikel dan Buku Melalui Kegiatan Membaca Ekstensif ............................................................. 145 D. Menulis Karya Ilmiah Sederhana dengan Menggunakan Berbagai Sumber ............................................................................... ................. 149 UNIT 9 Aktivitas Manusia ............................................................................................. 157 A. Menjelaskan Alur Peristiwa dari Sinopsis Novel yang Dibacakan ........... 158 B. Menyimpulkan Gagasan Utama Suatu Teks dengan Membaca Cepat Kurang Lebih 300 Kata per Menit ................................................................... 160 C. Menulis Surat Pembaca tentang Lingkungan Sekolah ................................. 163 UNIT 10 Remaja dan Masalahnya .................................................................................. 169 A. Menerapkan Prinsip-prinsip Diskusi.............................................................. 170 B. Mengubah Sajian Grafik, Tabel, atau Bagan Menjadi Uraian Melalui Kegiatan Membaca Intensif .............................................................................. 173 C. Menulis Naskah Drama ................................................................................... 176 DAFTAR PUSTAKA …………………………………............……………….................... 185 TAKARIR ……………………………………………………………................................... 187 PENJURUS ……………………………………………................…………….................... 191 vi Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 1 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan smacepiring.files.wordpress.com A. Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif Beberapa Narasumber pada Tayangan Televisi/Siaran Radio B. Melaporkan secara Lisan Berbagai Peristiwa dengan Kalimat Jelas C. Membedakan Fakta dan Opini Melalui Kegiatan Membaca Intensif D. Menuliskan Kembali dengan Kalimat Sendiri Cerita Pendek yang Pernah Dibaca 1 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 1
    • 1 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan Banyak program/acara yang ditayangkan di televisi atau disiarkan di radio. Inti acara-acara itu adalah penyampaian informasi, pendidikan, dan hiburan. Dalam acara dialog, misalnya, sering dibicarakan topik pentingnya kesehatan atau pelestarian lingkungan. Bahkan, kadang-kadang acara semacam itu melibatkan pemirsanya. Dialog dilakukan dengan tujuan menggali informasi dari beberapa narasumber. Sebagai pemirsa, tentu kita harus dapat menyimpulkan isi dialog dengan baik. Sering kita menemukan kejadian atau peristiwa penting atau menarik sehingga kita perlu melaporkan kepada orang lain. Agar laporan tepat, kita perlu menggunakan kalimat-kalimat yang jelas. Suatu saat kita ingin mengajak seseorang untuk melakukan sesuatu. Agar ajakan kita diterima dengan baik kita perlu mengungkapkan fakta dan pendapat. Dalam pembelajaran kali ini, kamu akan dapat menggali informasi dari wawancara di televisi atau radio yang menghadirkan narasumber, membuat laporan dengan menggunakan kalimat- kalimat yang jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda, membedakan fakta dan opini, dan menuliskan kembali dengan kalimat sendiri cerpen yang pernah dibaca. Untuk mempelajari semua itu, kamu perlu melakukan kegiatan sesuai dengan petunjuk yang ada pada tiap kegiatan. Selamat bekerja! 2 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • A. Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif Beberapa Narasumber pada Tayangan Televisi/Siaran Radio Suatu saat kamu ingin mengetahui informasi yang dibicarakan dalam dialog di televisi atau radio. Hal itu tentu tidak mudah kamu lakukan. Di dalam dialog beberapa narasumber biasanya mengemukakan pendapat yang kadang-kadang saling bertentangan. Itu tentu menyulitkan kamu untuk dapat mengambil simpulan isi dialog. Pada bagian ini kamu akan menggali informasi dari dialog interaktif di televisi atau radio yang menghadirkan beberapa narasumber. Aktivitas yang harus kamu lakukan adalah (1) mencatat hal-hal penting dalam dialog di radio atau televisi, (2) menyimpulkan isi dialog, dan (3) menemukan informasi yang tersurat dan tersirat dalam dialog. 1. Mencatat Hal-hal Penting dalam Dialog Interaktif di Radio atau Televisi Kaliinikamuakanberlatihmendengarkan dialog interaktif di televisi atau siaran radio yang menghadirkan beberapa narasumber. Dialog interaktif adalah sejenis wawancara dengan menghadirkan beberapa narasumber untuk membahas topik tertentu dengan melibatkan pemirsa atau pendengar. Pelibatan pemirsa atau pendengar tersebut berupa kesempatan untuk bertanya atau mengemukakan pendapat berkenaan dengan topik yang dibicarakan. Ketika mendengarkan siaran dialog interaktif di televisi atau radio, kamu harus menyimak dengan sungguh-sungguh agar dapat menemukan hal-hal penting dalam dialog tersebut. Arahkan perhatian pada berbagai pendapat yang dikemukakan oleh setiap narasumber. Perhatikan juga pendapat pemirsa/pendengar. Hal itu dimaksudkan agar kamu dapat menangkap pokok-pokok pendapat mereka. Untuk membantu mengingat isi dialog interaktif yang kamu amati/dengarkan, catatlah hal-hal penting yang ada di dalam dialog tersebut! Hal-hal penting tersebut meliputi topik dialog, narasumber, inti pertanyaan dan jawaban narasumber, serta pendapat/komentar pemirsa/pendengar. Selanjutnya, kamu akan berlatih mendengarkan dialog interaktif. Untuk itu, laksanakan tugas berdasarkan petunjuk berikut! a. Berjanjilah dengan teman sekelompokmu untuk menonton acara dialog tertentu di televisi atau radio! Lebih baik jika dialog tersebut bertema kesehatan atau kelestarian lingkungan. b. Sambil mengamati atau mendengarkan, buatlah catatan penting dari isi dialog tersebut dengan menggunakan format berikut! 1 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 3
    • LAPORAN KERJA MENDENGARKAN ACARA DIALOG INTERAKTIF DI TELEVISI/RADIO Nama Siswa : Nama Acara TV/Radio : Waktu Tayang : Nama Stasiun TV/Radio : Pemandu : Penanya : Narasumber : Topik : Keterangan : (Apakah acara dialog itu melibatkan pemirsa?) a. Pertanyaan-pertanyaan Penting yang Diajukan Penanya/Pemandu 1) ..................................................................................................................... 2) ..................................................................................................................... 3) ..................................................................................................................... b. Hal-hal Penting yang Dikemukakan Narasumber 1) ..................................................................................................................... 2) ..................................................................................................................... 3) ..................................................................................................................... c. Hal-hal Penting yang Dikemukakan Pemirsa/Penonton di Studio 1) ..................................................................................................................... 2) ..................................................................................................................... 3) ..................................................................................................................... 2. Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif Kamu sudah mempunyai catatan penting tentang hasil dialog, bukan? Perhatikan kembali isi catatanmu! Kalau dicermati tentunya ada pendapat dari dua atau beberapa pihak yang terlibat dalam dialog interaktif yang pendapatnya saling mendukung. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan beberapa gagasan berbeda, atau bahkan bertentangan. Itu sudah pasti terjadi dalam dialog interaktif yang pesertanya sangat heterogen. Agar informasi dari dialog tersebut lebih bermanfaat, usahakan agar kamu dapat merumuskan simpulan isi dialog! Penyimpulan dapat dilakukan dengan tiga langkah, yaitu sebagai berikut. a. Identifikasi beberapa pendapat yang saling mendukung! b. Identifikasi pula pendapat yang berbeda atau bertentangan! c. Rumuskan simpulan dialog! 4 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Gabungan antara pendapat yang saling mendukung dan pendapat yang bertentangan akan menghasilkan simpulan yang baik. Tugas pendengar dalam menyikapi beragamnya pendapat adalah menyusun simpulan yang didasarkan pada kekuatan argumentasi dari kedua belah pihak. Makin pandai menimbang argumentasi dari pihak-pihak yang berbeda, makin baik simpulan kamu terhadap persoalan yang dibahas. Berdasarkan hasil catatanmu tentang hal-hal penting dalam dialog yang telah kamu dengarkan, buatlah simpulan isi dialog! Setelah itu, buatlah laporan ringkas berdasarkan catatanmu! Kemaslah laporan itu dalam 4—5 paragraf (400—500 kata)! Tempatkan judul di sini! Masalah ................................... saat ini sedang menjadi topik pembicaraan di radio/ TV. Inti pembicaraan itu adalah ................................................................... Dalam sebuah dialog TV/radio, tanggal ....…….., didiskusikan bahwa .................. ......................................... Narasumber menyatakan bahwa ..................................................., dan seterusnya. Beberapa pendapat yang sejalan adalah pendapat ..........................., ........... ............................., dan ............................... yang inti pendapatnya adalah ............................... Sebaliknya, pendapat yang berbeda adalah pendapat ..................................., .......... ........................, .................................. dan ................................ yang inti pendapatnya adalah ..............................., ................................., dan ............................................ Selanjutnya, bentuklah beberapa kelompok! Tiap kelompok 6—7 orang. Setiap kelompok berusaha menuliskan simpulan terbaik terhadap topik dalam dialog interaktif tersebut. Setelah itu, tukarkan hasilnya dengan kelompok lain untuk dinilai dengan menggunakan format penilaian berikut! Selamat bekerja! RUBRIK PENILAIAN PENYIMPULAN ISI DIALOG INTERAKTIF No. Kriteria Penilaian Skor (1, 2, 3, 4, 5) 1 Isi simpulan sesuai dengan pendapat narasumber 2 Simpulan bersifat menyeluruh 3 Simpulan merupakan gabungan pendapat narasumber 4 Simpulan ditulis dengan bahasa yang efektif Skor 1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = cukup 4 = baik 5 = sangat baik 1 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 5
    • 3. Menemukan Informasi yang Tersurat dan Tersirat dalam Dialog Apa yang dimaksud makna yang tersurat dan makna yang tersirat? Untuk memahami hal tersebut, perhatikan kutipan berikut! Ketika sedang bekerja keras mencetak majalah sekolah yang harus segera terbit, tim redaktur bekerja lebih dari 20 jam tanpa berhenti. Komputer dan pencetak (printer) pun mulai sering bermasalah. Lampu monitor sesekali meredup dengan sendirinya. Hasil cetakan sudah mulai kurang tajam. Sudah lebih dari 15 rim kertas A-4 berhasil dicetak. “Tampaknya komputer dan mesin pencetak yang tidak bernyawa saja sudah mulai lelah. Apalagi otak kita yang memiliki syaraf-syaraf,” ujar Pak Thayib, pembina OSIS. Mendengar pernyataan itu, para pengurus majalah tersenyum. Mereka paham terhadap pernyataan Pak Thayib yang disampaikan secara tersirat bahwa kita manusia perlu beristirahat. Kutipan tersebut menggambarkan contoh penggunaan makna tersurat dan makna tersirat dalam dialog. Makna tersuratnya adalah gambaran tentang bagaimana tim redaktur bekerja keras untuk mencetak majalah sekolah sampai-sampai benda tak bernyawa pun mulai lelah. Adapun makna tersiratnya adalah bahwa kita, manusia, perlu beristirahat. Itulah makna tersurat dan makna tersirat. Makna tersurat adalah makna yang secara eksplisit kita temukan di dalam kalimat-kalimat yang tertulis, sedangkan makna tersirat adalah makna implisit yang terkandung di balik makna tersurat. Ketika menonton dialog interaktif di televisi atau mendengarnya di radio, tentu kamu sering menemukan informasi tersirat yang disampaikan para peserta dialog. Untuk dapat menemukan informasi yang tersirat, kamu perlu memahami informasi tersuratnya lebih dahulu karena informasi tersirat ada di balik informasi yang tersurat. Dengarkanlah sebuah dialog interaktif di radio dengan cermat! Setelah kamu melakukan kegiatan mendengarkan dialog, lakukanlah hal-hal berikut! a. Catatlah hal-hal penting dari dialog tersebut! Catat juga informasi yang tersurat dan yang tersirat! b. Informasikan kepada teman-teman sekelasmu catatan yang kamu buat! c. Tanggapilah laporan hasil kerja temanmu itu! B. Melaporkan Secara Lisan Berbagai Peristiwa dengan Kalimat yang Jelas Tugas reporter radio atau televisi adalah melaporkan suatu peristiwa atau kejadian kepada pemirsa atau pendengar. Agar laporan itu tepat, perlu digunakan kalimat-kalimat yang jelas atau kalimat-kalimat yang tidak menimbulkan penafsiran ganda. Nah! Dalam pembelajaran berikut, kamu akan berlatih membuat laporan dengan menggunakan kalimat-kalimat yang jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda. 6 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Aktivitas yang harus kamu lakukan adalah (1) mendeskripsikan kejadian/peristiwa yang akan dilaporkan, (2) melaporkan secara lisan peristiwa yang diamati, dan (3) melaporkan serta menanggapi peristiwa dalam bacaan. 1. Mendeskripsikan Kejadian/Peristiwa yang Akan Dilaporkan Banyak peristiwa di sekitarmu yang dapat kamu amati, terutama peristiwa-peristiwa yang dapat dijadikan sebagai pelajaran atau diambil hikmahnya. Dalam peristiwa tersebut, mungkin kamu juga terlibat di dalamnya, atau mungkin kamu hanya berada di luar peristiwa, tetapi turut menyaksikan kejadiannya. Kalau kamu mengamati suatu peristiwa, tentu ada alasan atau tujuan mengapa kamu perlu mengamati peristiwa tersebut. Misalnya, kamu mengamati jalannya upacara bendera di sekolah. Pengamatan yang kamu lakukan itu, misalnya untuk dijadikan bahan karangan deskripsi atau untuk tujuan yang lain, misalnya sebagai bahan pembuatan laporan. Agar dapat melaporkan suatu kejadian/peristiwa secara baik, kamu harus mengamati objek laporan itu dengan cermat. Setelah itu, hal-hal penting dari peristiwa itu harus dicatat secara lengkap/detil. Agar dapat melaporkan peristiwa dengan baik, berlatihlah dengan melakukan kegiatan berikut! a. Secara perorangan, sambil mengikuti upacara bendera di sekolahmu, amatilah dan catatlah di dalam hati kejadian-kejadian penting yang perlu dicatat selama upacara berlangsung! b. Deskripsikan secara rinci peristiwa/kejadian yang kamu amati! c. Selanjutnya, diskusikan hasil deskripsimu dalam kelompok yang terdiri atas 6 atau 7 orang! d. Buatlah rumusan yang baik untuk dilaporkan di kelas! e. Laporkan hasil kerja kelompokmu di kelas! Coba bandingkan hasilnya dengan hasil kerja kelompok lain! Masih adakah kejadian/peristiwa yang belum kamu deskripsikan? Jika belum, lengkapilah! Jika sudah sempurna, hasil kerja kelompok dapat kamu pajang di kelas. 2. Melaporkan Secara Lisan Peristiwa yang Diamati Agar dapat melaporkan secara lisan peristiwa yang kamu amati, laksanakan kegiatan berdasarkan panduan berikut! a. Bergabunglah kembali dengan anggota kelompokmu! b. Buatlah kerangka laporan tentang jalannya upacara bendera yang kamu amati tersebut! c. Kembangkan menjadi laporan dengan menggunakan kalimat-kalimat yang jelas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda! Kalimat Kemarin saya mengunjungi pabrik lampu terbesar di Surabaya, misalnya, menimbulkan penafsiran ganda. Yang terbesar itu lampunya, atau pabriknya. Kalimat semacam itu dapat disiasati dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan penggunaan tanda hubung: (1) Kemarin saya mengunjungi pabrik-lampu terbesar di Surabaya. (yang terbesar adalah pabriknya) 1 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 7
    • atau (2) Kemarin saya mengunjungi pabrik-lampu-terbesar di Surabaya. (yang terbesar adalah lampunya). Kerjakan tugasmu di dalam buku tugas! d. Setelah penyusunan laporanmu selesai, laporkanlah hasil kerja kelompokmu secara lisan di depan kelas! Tentukan siapa di antara anggota kelompokmu yang akan melaporkan hasil kerja kelompok! e. Hasil kerja kelompok yang sudah dilaporkan dan ditanggapi oleh kelompok lain dapat dipajang di tempat yang disediakan. Berikut adalah contoh kalimat-kalimat pembuka dan penyerta dalam suatu laporan. Contoh: Saya akan melaporkan hasil pengamatan kelompok kami tentang jalannya upacara bendera tanggal ................. Para petugas upacara berasal dari kelas IIA. Yang bertugas sebagai pemimpin upacara adalah Wa Ode Hidayati, sedangkan pembina upacara, Bapak .................................... Dalam amanatnya, ........................ 3. Melaporkan dan Menanggapi Peristiwa dalam Bacaan Untuk meningkatkan kemampuanmu menanggapi suatu peristiwa, bacalah kutipan berikut dan pahamilah peristiwa yang dikemukakan di dalamnya! Setelah kamu memahami peristiwa yang terdapat dalam bacaan tersebut, kemukakan tanggapanmu dengan alasan yang logis! Peresmian Uji Coba Kartu Sehat Penggunaan Kartu Sehat sebagai jaminan pemeliharaan kesehatan bagi keluarga miskin diresmikan uji cobanya secara nasional pada hari Sabtu, 9 April 1994. Dengan kartu tersebut, para keluarga miskin bisa mendapatkan paket layanan cuma-cuma di berbagai sarana pelayanan kesehatan milik pemerintah. Peresmian uji coba Kartu Sehat dilakukan di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung oleh Menteri Kesehatan Sujudi. Hadir pula dalam peristiwa tersebut Menteri Negara Kependudukan/Kepala BAKN, Haryono Suyono, Gubernur Jabar, R. Nuryana, dan Bupati Kabupaten Bandung, H.U. Hatta D. Menteri Kesehatan dalam pidato pembukaannya menyatakan bahwa pada bulan April 1994 Kartu Sehat secara serentak diujicobakan di dua kabupaten terpilih di setiap provinsi di Indonesia. Di Jawa Barat, misalnya,ada dua kabupaten yang menjadi uji coba Kartu Sehat, yaitu Kabupaten Bandung dan Kabupaten Lebak. Pemberian Kartu Sehat menggunakan acuan peta keluarga sejahtera dari kantor Meneg Kependudukan/BKKBN dan peta desa miskin yang dibuat Bappenas. Dari peta keluarga sejahtera sudah dipilih keluarga yang termasuk prasejahtera, sejahtera I, sejahtera II, 8 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • dan sejahtera III plus. Kartu Sehat diberikan kepada keluarga prasejahtera dan sejahtera I yang tinggal di desa tertinggal. Penduduk yang tergolong prasejahtera, antara lain penduduk yang masih tinggal di rumah yang berlantai tanah,kebutuhan makan minimal tiga kali sehari belum terpenuhi, dan tingkat pendidikan sangat rendah. Menurut Menteri Kesehatan, Kartu Sehat ini juga untuk keluarga batih yang tinggal satu rumah, bisa kakek, nenek, paman, atau anak. Singkatnya, orang yang tinggal ikut menjadi tanggungan kepala keluarga. Kartu Sehat akan terus berlaku selama tingkat kehidupan penduduk tidak berubah. Kalau penduduk sudah tidak miskin lagi, Kartu Sehat akan dicabut. Kemudian, penduduk diarahkan untuk mengikuti program jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat, semacam Askes untuk pegawai negeri. Ide Kartu Sehat ini muncul ketika data yang ada menunjukkan bahwa hanya 60 persen penduduk miskin yang mau dan mampu memanfaatkan fasilitas modern. Meskipun ada kemudahan berobat, penduduk miskin sering tidak memanfaatkannya karena penduduk harus mengurus surat keterangan bahwa mereka miskin di RT, RW, kelurahan, dan kecamatan sebelum berobat. Padahal, pengurusan itu semua perlu waktu. Dikutip dari Kompas, 11 April 1994 Untuk menanggapi laporan atau pembicaraan orang lain, kamu perlu menggunakan kalimat yang bervariasi. Dalam pembicaraan sehari-hari pun, tanpa kamu sadari, sebenarnya kalimatmu sudah bervariasi. Kadang-kadang kamu mengunakan kalimat pendek, kadang- kadang menggunakan kalimat-kalimat yang panjang. Kalimat yang panjang itu biasanya merupakan gabungan kalimat yang pendek yang biasanya disebut kalimat majemuk. Dalam pembelajaran ini, kamu akan berlatih menanggapi hasil laporan dengan menggunakan kalimat majemuk. Untuk itu, ikutilah langkah-langkah berikut! a. Dengarkanlah laporan perjalanan suatu rombongan, misalnya jemaah haji, melalui radio atau televisi! b. Bila kamu tidak mendapatkan laporan perjalanan melalui radio atau televisi, manfaatkan cerita temanmu yang pernah bepergian ke tempat lain! c. Tanggapilah laporan itu dengan menggunakan kalimat yang bervariasi, beberapa di antaranya menggunakan kalimat majemuk! d. Tukarkan hasil kerjamu dengan temanmu dan diskusikan kalimat-kalimat yang terdapat dalam hasil kerjamu! e. Laporkan hasil kerjamu dalam diskusi kelas, kemudian tempelkan di tempat yang disediakan! 1 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 9
    • C. Membedakan Fakta dan Opini Melalui Kegiatan Membaca Intensif Di dalam sebuah tulisan/karangan, kadang-kadang penulis mengemukakan pendapat/opini tentang sesuatu. Agar pendapat/opini itu diterima orang lain, perlu diperkuat dengan sejumlah fakta. Sebaliknya, sebagai pembaca, kamu perlu membedakan antara fakta dan opini yang terdapat di dalam tulisan yang kamu baca. Dengan demikian, kamu akan dapat memahami karangan itu dengan baik. Dalam pembelajaran kali ini, kamu akan membedakan fakta dan opini dari tajuk yang kamu baca untuk menyimpulkan isinya. Kegiatan yang harus kamu lakukan adalah (1) mengidentifikasi fakta dan opini dalam teks, dan (2) membedakan fakta dan opini. 1. Mengidentifikasi Fakta dan Opini dalam Teks Ketika kamu berdiskusi tentang satu topik atau pelajaran di kelas, kamu akan berkata, “Menurut teori ini…dan seterusnya, atau menurut saya… dan seterusnya.” Apa yang kamu katakan itu sudah memuat fakta dan pendapat atau opini. Menurut teori ini…dan seterusnya adalah sebuah fakta, sedangkan menurut saya… dan seterusnya adalah opini. Fakta adalah hal/peristiwa yang benar-benar terjadi, adapun opini adalah pendapat yang mungkin masih perlu diuji kebenarannya. Untuk lebih memperluas pemahamanmu tentang fakta dan opini, bacalah cuplikan teks berikut! Pulang Piko menganjurkan orang-orang sedusunnya untuk bekerja gotong royong memperbaiki bendar yang sudah lama tidak cukup mengairi sawah-sawah di desa itu. Walaupun semua penduduk desa sudah menyatakan kesepakatannya, ternyata pada saat mulai bekerja, hanya ada lima orang mengikuti Piko. Dengan tabah ia meneruskan pekerjaan itu. Karena ketekunan itu orang-orang perlahan-lahan menyadari kelalaiannya dan akhirnya menggabungkan diri dengan Piko. Setelah seminggu air bendar pun berlimpah untuk mengairi sawah dan keperluan-keperluan lain. Ia berusaha mengobrak-abrik hati penduduk yang sudah beku dalam kemasabodohan dan keras kepala dengan berpidato panjang habis sembahyang Jumat. Karena baru pulang dari rantau dan mungkin pula karena ia adik kepala kampung, dengan penuh minat dan penghargaan, jemaah menyimak pidato itu. Para orang tua membungkuk-bungkuk dalam-dalam di saf depan, dan tiap sekejap menganguk-angguk takzim. "Di Jakarta, Saudara dan Bapakku sekalian," Kata Piko, "Orang bisa memanfaatkan tanah sejengkal di tepi rel jalan kereta api. Betul-betul dapat disebut sejengkal, Saudara-saudara!" Menggerakkan kedua tangan memberi batas. "Ditanami bayam, bawang, atau kangkung, disirami dengan air yang diangkut seratus meter dari situ. Di sini? Tanah berlimpah, air pun berlimpah dan 10 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • menyembur-nyembur. Tapi tak kita manfaatkan! Sawah sendiri tak cukup untuk memberi makan kita sepanjang tahun. Hanya separo dari hasil normal yang dapat kita kerjakan. Karena apa? Bukan karena kita tak memiliki sumber air, tapi karena sistem irigasinya yang tak benar. Sumber air itu besar, dan jaraknya dari sawah kita hanya sekitar 200 sampai 300 meter, terdengar jelas desah arusnya. Tidakkah kita bodoh dan bebal kalau begitu Saudara-saudara? Apa guna kita sembahyang lima kali sehari dan hadir tiap sembahyang Jumat, mendengar khatib dan mubalig berfatwa? Tiap hari ajaran agama dijejalkan pada kuping kita supaya kita selalu insyaf bahwa dalam berusaha kita harus berpikir. Untuk membedakan kita dengan binatang! Sekarang justru kita sudah mirip binatang! Karena itu, hanya berusaha tanpa berpikir! Kita sudah tumpul memikir, bagaimana cara memasukkan Sungai Batang Kundur itu ke persawahan kita." "Apa akibatnya? Banyak sekali, Saudara-saudara! Pertama sekali hidup kita tak cukup dari bersawah, harus ditambah dengan berhuma. Kita berhuma, berarti hutan kita gunduli terus tiap tahun. Hutan digunduli, cadangan air di musim hujan tak ada lagi, dan air melimpah ruah ke hilir, melanda segalanya. Timbul banjir, menghanyutkan harta benda kita, jalan raya, dan jembatan runtuh. Berikutnya? Jalan raya runtuh, mobil tak datang lagi ke kampung kita. Bahkan kebutuhan kita pun sudah didatangkan, harga-harga jadi mahal. Pergaulan dengan masyarakat ramai pun terhalang. Kampung kita jadi terpencil. Kampung kita jadi sepi. Anak- anak kita jadi gelisah tinggal di kampung, tak melihat hari depan yang cerah. Lebih-lebih yang sedikit pendidikan, merasa kecewa dan membunuh dia untuk terus tinggal di kampung! Mereka pun berduyun-duyun merantau! Di rantau pun mereka tidak mendapat mata pencaharian sebagaimana diharapkan. Di sana ia butuh modal dan keuletan, dan jarang sekali yang berhasil bergulat. Mungkin saja mereka dapat bertahan terus tinggal di kota-kota itu. Tapi asal dapat makan saja. Mereka tak bisa berkembang! Bahkan, mereka menjadi sumber kekalutan pula bagi kota.” "Karena itu Saudara-saudara, kita harus sadar! Kita harus segera memperbaiki sistem irigasi sawah kita sehingga dapat dikembalikan seperti masa Belanda dulu. Habis pidato itu Torkis tampil untuk memberi waktu bagi anggota jemaah memberi sambutan atau reaksi atas pidato Piko. Tak ada seorang pun menyangkal ucapan Piko. Bahkan orang-orang tua berkata, syukur Piko mau menegur mereka. Siapa lagi yang akan melakukan jika bukan seorang di antara keluarga sendiri. Meski ucapan Piko itu sangat pedas bagi mereka, tapi sudah sepantasnya mereka mendapat itu! Ketika timbul keluhan betapa susah mengumpulkan derma, Piko serentak bangkit berkata buat sekarang tak perlu uang; yang perlu semangat dan kemauan bekerja. Dia ajak supaya besok hari Sabtu, semua jemaah pergi ke gunung mencari rotan. Setelah itu membikin kerangka bendungan dari rotan itu. Hari itu juga, dan kalau tak sempat diteruskan satu-dua hari lagi, kerangka itu mereka isi batu beramai-ramai di tengah sungai. Semua anggota jemaah menyatakan setuju, berjanji mereka akan ikut ke gunung. Jemaah pun bubarlah. 1 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 11
    • Besoknya hanya ada lima orang yang menyertai Piko ke gunung. Di antaranya terdapat Torkis, Ja Sangkutan (yang mengerjakan sawah Piko) dan ada pula mertua Piko. Piko berjalan paling depan, tak menyinggung sepatah kata pun tentang Halimah. Diam-diam mereka merambah ke tengah belantara, menariki batang rotan, dan menyeretnya dalam ikatan sebesar paha ke hulu bendar irigasi. Ketika rombongan pekerja itu melintasi jalan raya, di pangkal kampung ada beberapa orang tua berpapasan dengan mereka. Kepada Piko mereka berbata-bata berkata, ada keperluan ke seberang untuk mengurus getah, anak sakit dan harus dibawa ke mantri, dan segala macam. Piko mengangguk dan tersenyum nyengir saja membalas ucapan dalih mereka itu. "Kemarin bicara mereka di surau amat manis-manis! Sekarang mana batang hidungnya?" rutuk Piko di tepi sungai. Torkis berdiri di sebelahnya, diam-diam saja mengusapi peluh dengan kain basahan. Hulu bendar itu di hilir sebuah lubuk panjang melengkung, kelindungan dari landaan air banjir oleh sebuah tebing karang yang tinggi. Dalam air sesungguhnya ada bendungan yang menghempang mencong sampai di seberang sungai. Tapi sudah banyak terban dan bocor. Piko dan kelima kawan menjalin kerangka dari rotan itu, sepanjang 15 meter, keliling 2,5 meter. Waktu asar mereka berhenti, pulang. Besoknya mereka membenamkan kerangka itu di depan bendungan lama. Pekerjaan menanam kerangka agar jangan mengapung dan hanyut amat sukar, harus dihimpit dengan batu besar dari ujung ke ujung. Setelah peletakan kerangka beres dan kukuh, mereka pun mengisi kerangka itu dengan batu-batu kecil sampai penuh. Piko memperhitungkan kalau yang hadir bekerja ada 30 orang, pekerjaan itu dapat selesai dalam tempo dua hari saja. Tapi ternyata mereka hanya berenam selama dua hari itu. Pada hari ketiga Piko membelalak ketika melihat ada lima orang lagi pekerja baru datang, menyeret ikatan rotan. Diam-diam mereka menjalin kerangka baru pula, dan setelah selesai dengan Piko dan lain-lain mereka menanamkan kerangka nomor dua itu ke sebelah ujung kerangka yang telah diisi. Hari keempat datang lagi tambahan sebanyak 10 orang. Pekerjaan mengisi kerangka pun dapat dipercepat sehingga setelah lima hari bekerja air bendar sudah ada tiga kali tinggi sebelumnya. Pekerjaan berikutnya ialah memperbaiki tali bendar ke sawah-sawah. Seminggu kemudian segalanya pun beres, air melimpah-limpah dan menyembur-nyembur di mana-mana. (Wildan Yatim dalam Ajip Rosidi, Ikhtisar Sejarah Sastra 1977: 283—285). 12 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Selanjutnya, bersama temanmu, identifikasilah pernyataan-pernyataan yang tergolong fakta dan opini/pendapat pada teks tersebut! No. Fakta yang ditemukan Opini yang ditemukan 1. Setelah seminggu, air bendar pun Kita harus segera memperbaiki sistem berlimbah untuk mengairi sawah. irigasi sawah kita. 2. 3. 4. 5. Setelah selesai, tukarkanlah pekerjaanmu dengan kelompok lain dan saling mengoreksi! Bacalah kembali teks tersebut jika masih banyak jawabanmu yang salah! 2. Membedakan Fakta dan Opini Untuk berlatih membedakan fakta dan opini, terlebih dulu kamu diajak membaca sebuah teks yang di dalamnya mengandung fakta dan opini. Untuk itu, laksanakan kegiatan berikut! a. Membaca Tajuk Berisi Fakta dan Opini Bacalah tajuk berikut dengan saksama! Longsor di Pacet Korban musibah tanah longsor di Pemandian Air Panas, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, hingga tanggal 13 Desember 2002 telah mencapai 30 orang tewas. Peristiwa ini menambah kepedihan bangsa Indonesia yang seolah-olah tak pernah lepas dari hantaman musibah. Berbagai musibah memang melanda bangsa ini. Tanah longsor, banjir, dan bencana lainnya menimpa beberapa daerah di tanah air. Dalam musibah tanah longsor di Pacet, Mojokerto, pihak Perhutani kepada salah satu stasiunTV swasta yang mewawancarainya mengatakan bahwa dalam musibah itu tidak perlu menyalahkan siapa-siapa. "Sebab", katanya, "musibah di Pacet itu adalah murni musibah alam belaka yang tidak bisa diduga." Dapatkah kita menerima penjelasan demikian itu? Dilihat secara sepintas, musibah tanah longsor di Pemandian Air Panas Pacet adalah murni musibah alam. Datang tiba-tiba, tidak bisa diduga, dan tidak bisa ditolak manusia. Dengan kata lain, peristiwa itu seolah sudah menjadi takdir. Tetapi, menerima begitu saja argumen Perhutani, sama saja dengan kita tidak berterima kasih kepada Tuhan yang sudah memberikan otak dan pikiran agar bisa bernalar sehat, jernih, rasional, dan waras. Memang benar, musibah di Pacet, Mojokerto, itu bencana alam. Tetapi jika kita cermat melihat, mengamati, dan menyimak dengan saksama kawasan hutan lindung Pacet di sekitar Pemandian Air Panas itu, akal sehat kita akan mengatakan bahwa musibah itu akibat ulah 1 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 13
    • manusia juga. Salah satu kelalaian manusia yang menyebabkan terjadinya musibah itu adalah karena mereka melanggar aturan mengenai kawasan hutan lindung. Aturan yang berhubungan dengan kawasan hutan lindung adalah Keppres nomor 32/1990. Dalam Keppres tersebut dikatakan bahwa kawasan hutan lindung yang memiliki kemiringan 45 derajat tidak diperbolehkan ditanam pohon-pohon yang siap tebang. Kawasan Pemandian Pacet adalah kawasan yang sesuai dengan isi Keppres tersebut. Kawasan yang kemiringannya 45 derajat seperti di sekitar Pemandian Pacet tidak boleh ditanami pohon siap tebang karena pohon semacam itu pada saatnya akan ditebang juga. Bila pohon-pohon di sekitar itu ditebang, hutan di sana akan gundul, sedangkan pohon penggantinya memerlukan waktu yang lama untuk menjadi penyangga kawasan dan penahan air di daerah itu. Lalu apa yang terjadi di Pacet? Pohon-pohon yang ditanam di sana sebagian besar adalah pinus, mahoni, dan sejenisnya, yakni pohon yang siap ditebang. Pada saat pohon itu ditebang, kawasan Pacet dengan kemiringan 45 derajat tidak memiliki penyangga untuk menahan atau mencegah longsor. Jadi, sesungguhnya longsor yang meminta korban 30 jiwa tewas sia-sia pada tanggal 11 Desember 2002 itu akibat penggundulan kawasan yang melanggar Keppres nomor 32/1990. Siapa yang melanggarnya tak perlu disebutkan. Pelanggaran lain terhadap Keppres tersebut ialah jarak penanaman pohon siap tebang dari sungai tempat aliran. Menurut Keppres nomor 32/1990 tersebut, sampai radius 32 meter dari aliran sungai dilarang ditanam pohon yang siap tebang. Mengapa? Jika kurang dari radius 32 meter dari sungai ditanami pohon siap tebang dan suatu saat pohon itu ditebang, praktis tak ada penyangga atau penahan air yang datang dari kawasan atas yang memiliki kemiringan 45 derajat. Menurut catatan direktur Walhi Jawa Timur, Syafruddin Ngulma, di kawasan Pemandian Air Panas Pacet malah pada radius 0 meter pun sudah ditanami pohon siap tebang sejenis pinus dan mahoni. Dengan data-data yang dikemukakan di atas, sangatlah naif jika kita mengatakan bahwa musibah tanah longsor Pacet hanya merupakan musibah yang datang tiba-tiba. Musibah itu tidak akan datang tiba-tiba apabila sebelumnya para pengelola kawasan lindung Pacet, Mojokerto, memeliharanya dengan baik. Disadur dari Jawa Pos, 13 Desember 2002 Setelah kamu membaca tajuk tersebut, lakukan kegiatan berikut! 1) Berpasanganlah dengan temanmu untuk mendiskusikan isi tajuk dengan panduan pertanyaan berikut! Pertanyaan: a) Kemukakan topik utama tajuk tersebut! b) Tentukan ide pokok paragraf ke satu tajuk tersebut! c) Musibah tanah longsor di Pacet, Mojokerto merupakan bencana alam yang datang tiba-tiba dan dalam hal ini tidak ada pihak yang salah. Pernyataan ini termuat pada paragraf ke berapa? Siapa yang mengatakan hal itu? 14 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • d) Menurut tajuk tersebut, mengapa musibah Pemandian Air Panas Pacet dapat terjadi? Siapa yang menyimpulkan demikian? e) Tentukan kalimat utama paragraf ke lima tajuk tersebut! f) Tuliskan kembali kerangka bacaan tajuk tersebut! 2) Tukarkan hasil kerja kelompokmu dengan kelompok yang lain agar dapat saling mengoreksi! 3) Laporkan hasil kerjamu dalam diskusi kelas! 4) Berikan tanggapanmu terhadap hasil kerja kelompok yang dilaporkan! b. Membuat Opini berdasarkan Isi Tajuk Setelah kamu mendiskusikan tajuk pada pembelajaran ini, tentu kamu telah memahami isi tajuk tersebut. Bagaimana pendapatmu tentang musibah di Pemandian Air Panas, Pacet, Mojokerto? Tentu kamu juga banyak membaca, mendengar, atau mungkin menyaksikan sendiri, bahkan mungkin juga menjadi sebagian dari korban yang selamat dari suatu musibah. Memang, musibah kadang-kadang tidak dapat dihindari manusia. Tetapi, seringkali terjadinya musibah tersebut adalah akibat perilaku manusia sendiri. Demikian pula, musibah yang dikemukakan dalam tajuk “Longsor di Pacet”. Tentu kamu dapat menilai bagaimana peristiwa tragis itu bisa terjadi. Dalam pembelajaran ini kamu dapat berlatih menyusun pernyataan yang sesuai dengan isi tajuk dan sekaligus menanggapinya secara logis. Tanggapan logis merupakan tanggapan yang didasarkan pada pemikiran sehingga dapat diterima oleh akal. Untuk itu, ikutilah langkah-langkah berikut! 1) Bentuklah kelompok yang beranggotakan 4—5 orang! 2) Bacalah kembali tajuk “Longsor di Pacet”, kemudian bersama kelompokmu buatlah pernyataan yang sesuai dengan isi tajuk tersebut! 3) Buatlah tanggapan logis dari pernyataan-penyataan yang kamu susun! 4) Laporkan hasil kerja kelompokmu dalam diskusi kelas dan mintalah kelompok lain menanggapinya! 5) Pajanglah hasil kerja kelompokmu di tempat yang telah disediakan! Contoh pernyataan dan tanggapan: Pernyataan : Musibah tanah longsor di Pacet menewaskan 30 orang yang sedang mandi di pemandian air panas taman rekreasi itu. Tanggapan : Musibah itu sangat memilukan. Kita perlu mengambil pelajaran dari tragedi tersebut sebab musibah itu merupakan salah satu tanda akibat kerusakan alam oleh ulah manusia. c. Membedakan Kalimat yang Berisi Fakta dan Opini Jika kamu cermati lebih saksama teks yang berjudul "Longsor di Pacet" tersebut, dalam setiap paragrafnya kamu dapat menemukan kalimat-kalimat yang berisi fakta dan opini. Perhatikanlah kalimat-kalimat dari paragraf satu! Ada kalimat yang berisi fakta, misalnya, Korban musibah tanah longsor di Pemandian Air Panas, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, hingga tanggal 13 Desember 2002 telah mencapai 30 orang tewas. Ada pula kalimat 1 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 15
    • yang berisi opini, misalnya, Peristiwa ini menambah kepedihan bangsa Indonesia yang seolah- olah tak pernah lepas dari hantaman musibah. Dalam pembelajaran ini kamu akan berlatih membedakan kalimat yang berisi fakta dan kalimat yang berisi opini. Kerjakanlah sesuai dengan petunjuk berikut! 1) Diskusikan dengan temanmu kalimat yang berisi fakta dan opini! Tentukan pula kalimat yang merupakan kalimat topik dan kalimat yang merupakan kalimat penjelas! 2) Tulislah hasil diskusimu! 3) Cermatilah paragraf-paragraf yang lain dari bacaan tersebut! 4) Tentukan pula kalimat yang berisi opini penulis dan kalimat yang berisi fakta untuk mendukung opini tersebut! 5) Selesaikanlah tugas ini dengan berdiskusi di dalam kelompokmu! D. Menuliskan Kembali dengan Bahasa Sendiri Cerita Pendek yang Pernah Dibaca Menuliskan kembali segala sesuatu yang pernah kamu baca merupakan salah satu perwujudan keterampilan menulis. Keterampilan itu dapat kamu kembangkan dengan banyak membaca, baik membaca teks narasi, persuasi, argumentasi, atau bahkan cerpen. Dengan demikian, kamu pun dapat berlatih menulis dengan cara menuliskan kembali segala sesuatu yang pernah kamu baca. Pada pembelajaran kali ini kamu akan menuliskan kembali dengan bahasa sendiri cerpen yang pernah kamu baca. Aktivitas yang harus kamu lakukan adalah (1) mengidentifikasi alur, tokoh, dan latar cerpen, (2) mengidentifikasi ide pokok cerpen, (3) membuat kerangka cerita berdasarkan cerpen yang dibaca, (4) mengembangkan kerangka cerita menjadi cerita yang utuh, serta (5) menilai dan menyunting hasil penulisan kembali cerpen. 1. Mengidentifikasi Tokoh, Alur, Latar, dan Tema Cerita Agar dapat menuliskan kembali dengan bahasa sendiri cerpen yang dibaca, kamu harus memahami dulu cerpen yang akan kamu tuliskan kembali. Hal itu berarti kamu harus mengidentifikasi tokoh, alur, latar, dan tema cerita tersebut. Untuk itu, bacalah cerpen “Pada Suatu Hari” berikut dengan saksama! Identifikasilah tokoh, alur, latar, dan tema cerpen tersebut! Agar kegiatan ini berjalan efektif, kerjakan sesuai dengan petunjuk berikut! a. Bentuklah kelompok diskusi yang anggotanya berjumlah antara 5—6 orang! b. Tiap anggota kelompok membaca cerpen yang berjudul “Pada Suatu Hari”. c. Secara kelompok jawablah pertanyaan berikut! 1) Siapakah tokoh-tokoh cerita tersebut? 2) Bagaimanakah gambaran watak tokoh? 3) Bagaimana alur ceritanya? 4) Di mana dan kapan peristiwa itu terjadi? 5) Apa tema ceritanya? d. Tiap kelompok harus menuliskan jawabannya dalam buku tugas. e. Laporkan hasil kelompok untuk mendapatkan tanggapan dari kelompok lain! 16 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Pada Suatu Hari (Pipiek Isfiyanti) Hari itu hujan demikian lebat. Aku berdiri dengan tangan kulipat di dada. "Fuh, dingin banget," rutukku. Emang, hujan sore ini sedemikian dahsyatnya. Dan itu tidak masalah seandainya saat ini aku berada di rumah, di depan pesawat televisi sembari menyeruput secangkir coklat hangat. Uh, sedapnya, bayangku sembari menelan air liur. Tapi, ini? Di depan halte bus yang dingin, becek, basah lagi. Sebenarnya salahku juga, sih, mengapa tidak dengerin Mami yang melarang aku berangkat les bahasa Inggris sore ini. "Enggak usah berangkat dululah, Fi, kayaknya mendung segini tebal. Entar sore pasti hujan lebat. Kamu lagi gak enak badan gitu, kok,"kata-kata Mami tadi jadi terngiang dalam benakku. Tapi, aku cuek saja, tetap berangkat les karena memang ini sore jadwal conversation. Dan, aku paling suka itu. "Alah, nggak apa-apa, Mi, kan pulangnya bisa numpang Anjar. Enggak usah susah-susah," balasku pede. Dan kenyataannya? Si Anjar, teman sekelasku yang rumahnya satu jurusan tidak masuk. Yah, dan sore ini, di halte ini, aku meringkuk sendirian. "Eh, Fifi ya?" sebuah suara berat ngagetin aku. Seketika aku melonjak. Dan wow. Tuhan memang Maha Adil. Di depanku sudah berdiri Aryo, cowok keren temen sekelasku. Rambut dan tubuhnya basah karena air hujan. Heran, dalam keadaan begini, Aryo tambah macho saja. Aku gelagepan, tidak tahu mesti bilang apa. Karena Aryo, cowok yang dengan diam-diam kusimpan rapat dalam hatiku menjadi satu obsesi yang tidak tahu kapan hilangnya. Tragisnya, cinta pertama ini terpaksa harus kandas di tengah jalan karena Aryo sudah punya gacoan. Mauris, anak kelas sebelah yang punya segalanya. Cantik, pintar, dan bokapnya the have. Dan, aku mesti menelan kekecewaan ini sendiri, menyimpan rapat dalam hati, menyembunyikannya, bahkan kalau mungkin menghilangkan sama sekali dari memoriku. Dan, aku sedang berusaha untuk itu. "Fi, dari mana?" tanya Aryo kalem. Bah, cowok ini memang punya segala elemen yang membuat cewek kembang kempis, cakep, pintar, ramah, dan baik hati. Pokoknya, hampir sempurna, deh. Hanya satu kekurangannya, dia tidak mau milih aku buat dijadiin ceweknya. Itu aja. "Dari les tadi. Kamu?" jawabku enteng. Aku mencoba menetralkan bak bik buk dalam dadaku. Ya, tidak ada seorang pun yang boleh tahu akan perasaan ini. Tidak seorang pun, termasuk Aryo. Padahal, doi persis satu bangku di belakangku.Aryo juga satu kelompok belajar denganku, sama-sama tim redaksi majalah dinding, bareng di teater sekolah, dan sama-sama pengurus OSIS. "Nih, cari Hidup Matinya Sang Pengarang-nya Toety Heraty," katanya sembari menunjukkan buku hitam dan tebal itu. Aku melonjak, itu buku yang pingin kubeli, tapi belum sempet-sempet juga. "Wah, boleh pinjam nih?" kataku berusaha menetralisasi perasaanku yang semakin tidak menentu ini. Aryo tersenyum, dan di luar dugaan, ia mengangguk. "Boleh, kamu baca aja dulu. Soalnya masih ada buku yang harus kuselesein, kok" katanya ramah. Dan, yang namanya getar di hati ini tidak malah sirna, tapi malah semakin membara. Seperti juga hujan di depanku, tiba-tiba aku menjadi pingin hujan ini tidak bakalan reda supaya hari ini aku lebih lama bersama Aryo. Ya setidaknya hanya hari ini. 1 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 17
    • "Waduh, hujannya miring ke sini Fi, pindah yuk," ajak Aryo sembari menggamit pundakku. Aku terkesiap. Lalu kami berdua mojok di sudut halte. Saat itu rasanya hujan sedemikian berwarna, merah, hijau, biru, dan jingga seperti rasa yang mengaduk-ngaduk hatiku. Ah Aryo, mengapa sih aku mesti suka sama kamu, padahal jelas-jelas kamu pacaran sama Mauris. Tapi, pesonamu itu tidak bakalan sirna hanya gara-gara kamu sudah punya pacar. Dan, aku yakin kok, kalau tidak cuma aku saja yang mimpi, tapi banyak cewek di sekolah yang naksir si Aryo. Dan, hari ini aku ada di sampingnya. Di saat hujan lagi. Berdampingan dengannya. Tentu tidak semua cewek seberuntung aku, selain pacar Aryo tentunya. Aku nikmati betul saat-saat ini, biar sehabis ini aku mungkin tidak pernah lagi merasakan saat-saat seperti ini. Tapi, bagiku saat ini Tuhan lagi ngasih hadiah buatku. Dipertemukannya aku dengan Aryo. Dibiarkannya aku mencoba mereka-reka mimpi sendiri. Biarpun aku tahu semua itu semu. "Hujan mulai reda Fi, kita pulang yuk!" kata Aryo tiba-tiba. Aku gelagapan. Sungguh, kalau boleh aku meminta pada-Mu Tuhan, biarlah hujan hari ini terus turun sampai nanti malam. Bahkan, sampai besok atau sampai satu tahun lagi. Hi........hi .......hi......aku tertawa dalam hati. Konyol sekali. Dan, sekaligus aku rutuki diriku sendiri. Dasar pemimpi. Aryo kembali mengajakku. Dan, aku susuri jalan berdua dengannya hingga kami harus berpisah karena Aryo berbeda jurusan angkota denganku. "Sampai ketemu di sekolah, ya Fi," katanya lembut. Sebenarnya sih kata-kata biasa, kayak kalau si Anjar, si Budi ketua kelas, Rofik, Bagas, dan yang lainnya ngomong ke aku. Tapi herannya, mengapa kalau si Aryo yang ngomong bisa melambungkan anganku. Aku tersenyum dikulum. Payah, jangan sampai Aryo tahu hatiku. Kalau Aryo mengerti, bisa berabe. Aku tidak bakalan lagi leluasa dengannya, seperti hari ini, ya hari ini. Suatu hari sepanjang hidupku. Di mana aku bisa ber-happy-happy, biar hanya sejenak. Setelah itu, toh aku harus kembali ke alam nyata. Bahwa Aryo tidak bakalan suka denganku. Aryo sudah milik Mauris, yang tentu punya lebih segalanya jika dibandingkan denganku. Ya, ya terkadang cinta memang tidak harus dikatakan. Dan, cintaku ini bakal aku simpan dalam hati. Menemani hari-hariku dan semoga bisa menjadi semangatku dalam belajar dan berkarya, seperti selama ini aku lakukan. Berkarya dan berkarya tiada henti. Menulis di majalah remaja tiada henti, bermain teater dengan sungguh-sungguh. Dikutip dari Antologi Cerpen Remaja Bola Salju di Hati Ibu 2. Membuat Kerangka Cerita Berdasarkan Cerpen yang Dibaca Setelah mengidentifikasi unsur cerita yang meliputi tokoh, alur, latar, dan tema cerita berarti kamu telah memahami cerita yang akan kamu tuliskan kembali. Selanjutnya, berdasarkan pemahamanmu terhadap cerpen “Pada Suatu Hari” tersebut, secara individual buatlah kerangka ceritanya. Kerangka cerita memuat urutan pokok-pokok peristiwa yang menunjukkan urutan penyajian peristiwa dalam cerita yang akan kamu tulis. Karena cerpen “Pada Suatu Hari” menjadi dasar penulisan ceritamu, penyusunan kerangka juga harus mengacu pada cerpen itu. 18 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 3. Mengembangkan Kerangka Menjadi Cerita yang Utuh Berikut ini kamu akan berlatih untuk menuliskan kembali cerpen yang kamu baca. Bersama kelompokmu, kamu sudah mengidentifikasi tokoh, alur, latar, dan tema cerita. Kamu juga sudah membuat kerangka cerita. Saatnya kini kamu mengembangkan cerita. Berdasarkan kerangka cerita yang telah kamu buat, buatlah cerita sesuai dengan versimu sendiri! Kamu harus mengembangkan setiap peristiwa dalam kerangka cerita. Ingatlah, kamu harus menuliskan kembali cerpen itu dengan bahasamu sendiri, dengan gayamu sendiri, tetapi tetap pada rambu-rambu cerpen yang asli! Jika perlu, di samping menggunakan narasi, gunakan juga dialog agar cerita menjadi lebih menarik! 4. Menilai dan Menyunting Hasil Penulisan Kembali Cerpen Untuk mengetahui hasil pekerjaanmu, lakukan kegiatan berikut! a. Tukarkanlah cerita yang kamu buat dengan cerita milik temanmu! b. Berikan komentar dengan menunjukkan kelebihan dan kekurangan karya temanmu itu! c. Nilailah berdasarkan rambu-rambu penilaian berikut! Skor Skor No. Aspek Penilaian Maksimal yang Diberikan 1. Pengembangan cerita (tokoh, alur, latar) sesuai 20 dengan cerita yang ditulis kembali. 2. Pengembangan cerita sesuai dengan kerangka 20 cerita yang sudah dibuat. 3. Pengembangan alur cerita menarik dan runtut. 20 4. Penggunaan bahasa sesuai dengan suasana 20 cerita. 5. Penggunaan dialog sesuai dengan keperluan 20 cerita. Jumlah Skor 100 a. Setelah dinilai, kembalikan hasil tulisan temanmu! b. Berdasarkan hasil komentar dan penilaian temanmu, suntinglah cerpen hasil penulisan kembali itu! Perhatikan, mungkin ada bagian-bagian alur yang hilang, ada tokoh-tokoh yang kurang sesuai dengan tokoh dalam cerpen yang asli, atau mungkin bahasanya perlu kamu perbaiki! c. Jika sudah selesai, tempelkan hasil pekerjaanmu di kelas! Biarkan teman-temanmu membacanya. Kamu juga harus melihat hasil kerja temanmu. 1 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 19
    • Rangkuman Pada Unit 1 kamu telah belajar menyimpulkan isi dialog interaktif beberapa narasumber pada tayangan televisi/siaran radio, melaporkan secara lisan berbagai peristiwa dengan kalimat jelas, membedakan fakta dan opini melalui membaca intensif, dan menuliskan kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca. Pada pembelajaran menyimpulkan dialog interaktif beberapa narasumber pada tayangan televisi/siaran radio, kamu telah belajar (1) mencatat hal-hal penting dalam dialog di radio atau televisi, (2) menyimpilkan isi dialog, dan (3) menyatakan informasi yang tersurat dan tersirat dalam dialog. Pada pembelajaran melaporkan secara lisan berbagai peristiwa dengan kalimat yang jelas, kamu telah belajar (1) mendeskripsikan kejadian/peristiwa yang akan dilaporkan, (2) melaporkan secara lisan peristiwa yang diamati, dan (3) melaporkan serta menanggapi peristiwa dalam bacaan. Pada pembelajaran membedakan fakta dan opini melalui membaca intensif, kamu telah belajar (1) mengidentifikasi fakta dan opini dalam teks, serta (2) membedakan fakta dan opini. Pada pembelajaran menuliskan kembali dengan kalimat sendiri cerita pendek yang pernah dibaca, kamu telah belajar (1) mengidentifikasi tokoh, alur, dan latar cerpen, (2) mengidentifikasi ide pokok cerpen, (3) membuat kerangka cerita berdasarkan cerpen yang dibaca, (4) mengembangkan kerangka cerita menjadi cerita yang utuh, dan (5) menilai dan menyunting hasil penulisan kembali cerpen. Evaluasi A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Perhatikan kutipan berikut! Memang benar, musibah di Pecet Mojokerto, itu bencana alam. Akan tetapi, jika kita cermat melihat, mengamati, dan menyimak dengan saksama, kawasan hutan lindung Pacet di sekitar Pemandian Air Panas itu, akal sehat kita akan mengatakan bahwa musibah itu akibat ulah manusia juga. Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah …. A. Penulis setuju bahwa musibah di Pacet terjadi bukan karena kesalahan manusia. B. Penulis berpendapat bahwa musibah di Pacet adalah peristiwa alam. C. Menurut penulis, musibah di Pacet itu tidak bisa dihindari. D. Menurut penulis, manusialah penyebab terjadinya musibah di Pacet. 2. Perhatikan kutipan berikut! Lalu apa yang terjadi di Pacet? Pohon-pohon yang ditanam di sana sebagian besar adalah pinus, mahoni, dan sejenisnya, yakni pohon yang siap tebang. Pada saat pohon itu ditebang, kawasan Pacet dengan kemiringan 45 derajat tidak memiliki penyangga untuk menahan atau mencegah longsor. Jadi, sesungguhnya longsor yang meminta korban 30 jiwa tewas sia-sia pada tanggal 11 Desember 2002 itu akibat penggundulan kawasan yang melanggar Keppres nomnor 32/1990. Siapa yang melanggarnya tak perlu disebutkan. 20 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Yang bukan merupakan fakta adalah …. A. Pohon yang ditanam di Pacet antara lain pinus dan mahoni. B. Siapa yang melanggarnya tak perlu disebutkan. C. Pohon yang ditanam di sana adalah pohon yang siap ditebang. D. Bencana Pacet itu menelan korban 30 jiwa tewas. 3. Kalimat laporan yang tidak jelas karena bermakna ganda adalah … A. Peristiwa kebakaran hutan terbesar itu sempat membuat panik penduduk. B. Kebakaran hutan itu terjadi kemarin malam ketika semua orang tidur nyenyak. C. Puluhan warga berlarian keluar rumah lantaran mendengar dentuman yang sangat keras. D. Banyak warga yang panik melihat kobaran api yang kian membesar. 4. Yang tidak sesuai dengan deskripsi peristiwa yang akan dilaporkan adalah..... A. Peristiwa itu terjadi pada saat para penduduk sedang tidur lelap. B. Menurut saya, peristiwa itu sangat memilukan. C. Penduduk berlarian mencari tempat yang aman. D. Peristiwa bencana alam itu terjadi di kawasan hutan lindung. 5. Perhatikan dialog berikut! Pewawancara : Mengapa penduduk di sini enggan menggunakan air PDAM? Narasumber : Air PDAM banyak mengandung kadar besi. Jika terjadi musim hujan air PDAM berbau. Terlebih lagi jika hujan cukup deras, bau besi cukup menyengat dari air PDAM. Kalau sudah demikian, kami memilih menggunakan air sumur, atau membeli air untuk kebutuhan konsumsi daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Informasi tersirat yang dapat disimpulkan dari jawaban narasumber adalah … A. Penduduk enggan menggunakan air PDAM karena air PDAM warnanya kuning. B. Penduduk lebih memilih menggunakan air sumur daripada air PDAM. C. Menurut narasumber, air sumur lebih sehat daripada air PDAM. D. Penduduk enggan menggunakan air PDAM karena takut kesehatannya terganggu. 6. Perhatikan kutipan cerpen berikut! Piko menganjurkan orang-orang sedusunnya untuk bekerja gotong royong memperbaiki bandar yang sudah lama tidak cukup mengairi sawah-sawah di desa itu. Walaupun semua penduduk desa sudah menyatakan kesepakatannya, ternyata pada saat mulai bekerja hanya ada enam orang yang mengikuti Piko. Dengan tabah ia meneruskan pekerjaan itu. Karena ketekunan itu, orang-orang perlahan-lahan menyadari kelalaiannya dan akhirnya menggabungkan diri dengan Piko. Jika akan menuliskan kembali cerpen tersebut, kamu akan menggambarkan watak Piko sebagai seorang yang …. A. sabar B. pemarah C. bijaksana D. dermawan 1 Jaga Kesehatan dan Lestarikan Lingkungan 21
    • B. Kerjakan tugas berikut! 1. Dengarkan dialog interaktif yang disiarkan melalui radio! Catatlah hal-hal yang penting dari dialog tersebut, kemudian tulislah simpulan isi dialog! Simpulan yang kamu buat hendaknya sesuai dengan pendapat narasumber dan bersifat menyeluruh. Di samping itu, simpulan hendaknya kamu tulis dengan bahasa yang efektif! 2. Pilihlah sebuah cerpen yang kamu sukai! Berdasarkan cerpen yang kamu pilih itu, tulislah sebuah cerpen! Kamu harus menuliskannya dengan bahasa dan gayamu sendiri! Akan tetapi, cerpen yang kamu buat itu pengembangannya harus kamu sesuaikan dengan cerpen yang kamu pilih. Refleksi Setelah berdiskusi, berlatih, dan melaksanakan semua kegiatan dalam pembelajaran ini, cobalah kamu renungkan kembali apa yang telah kamu kuasai dan belum kamu kuasai. Ungkapkan pula kesanmu terhadap pembelajaran yang telah kamu laksanakan. Untuk itu, berikanlah tanda cek (√) pada panduan berikut! No. Pertanyaan Pemandu Ya Tidak 1. Saya dapat menyimpulkan isi dialog interaktif pada tayangan televisi dan siaran radio. 2. Saya dapat menyatakan informasi yang tersirat dalam dialog. 3. Saya senang dapat menemukan informasi penting dari dialog interaktif di TV yang saya saksikan. 4. Saya dapat melaporkan secara lisan peristiwa yang pernah saya jumpai dengan baik. 5. Saya senang dapat melaporkan yang saya jumpai kepada teman- teman saya. 6. Saya dapat menulis cerita pendek berdasarkan cerita pendek yang saya baca. 7. Saya senang dapat menulis cerita pendek. 22 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 2 Manusia dan Etika prasetya.brawijaya.ac A. Mengomentari Pendapat Narasumber dalam Dialog Interaktif pada Tayangan Televisi/Siaran Radio B. Menceriterakan Kembali secara Lisan Isi Cerpen C. Menemukan Informasi yang Diperlukan secara Cepat dan Tepat dari Indeks Buku melalui Kegiatan Membaca Memindai D. Menulis Iklan Baris dengan Bahasa yang Singkat, Padat, dan Jelas 2 Manusia dan Etika 23
    • 2 Manusia dan Etika Di dalam kehidupan sehari-hari, kamu menggunakan bahasa sebagai sarana berkomunikasi. Dalam berkomunikasi, tentu saja kamu harus memperhatikan etika atau kesantunan. Etika berkomunikasi salah satunya tecermin dari penggunaan bahasamu. Penggunaan bahasa yang baik dan santun akan memperlancar komunikasi yang kamu lakukan. Pernahkah kamu menyaksikan tayangan dialog di televisi yang melibatkan pemirsa untuk bertanya atau berkomentar terhadap topik yang dibicarakan? Sebagai pemirsa, kamu dapat juga ikut berpartisipasi. Akan tetapi, tentu saja kamu harus dapat bertanya atau berkomentar secara baik dan menggunakan bahasa secara santun. Ketika selesai membaca cerpen, mungkin saja kamu ingin menceritakan kembali isinya kepada teman-temanmu. Agar mereka dapat memahami cerpen yang kamu baca, kamu harus dapat menceritakan isi cerpen dengan baik. Dapatkah kamu melakukan itu? Pada saat yang lain, mungkin kamu ingin memperoleh informasi penting dari sebuah bacaan secara cepat dan tepat, atau kamu akan menawarkan sesuatu melalui iklan baris. Dapatkah kamu membuatnya? Pada bab ini kamu akan dapat mengomentari dialog interaktif, menceritakan kembali isi cerpen, menemukan informasi melalui membaca memindai, dan menulis iklan baris. Berlatihlah dengan mengikuti petunjuk yang ada. Ingat! Kesungguhan adalah kunci kesuksesan. 24 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • A. Mengomentari Pendapat Narasumber dalam Dialog Interaktif pada Tayangan Televisi atau Siaran Radio Kamu tentu sudah sering menyaksikan dialog interaktif melalui layar televisi, atau mendengarkannya lewat siaran radio. Apa yang menarik bagimu menyaksikan atau mendengarkan orang yang sedang berdialog interaktif itu? Tentu saja banyak yang menarik, bukan? Misalnya, topik yang dibicarakan merupakan masalah yang hangat dan aktual. Dalam kegiatan ini kamu akan melakukan aktivitas berikut: (1) mendengarkan dialog interaktif, (2) mencatat pendapat narasumber, dan (3) mengomentari isi dialog yang kamu dengarkan. 1. Mendengarkan Dialog Interaktif Untuk memperoleh informasi tertentu, biasanya para penyiar radio atau televisi melakukan wawancara dengan tokoh tertentu. Informasi yang digali dari tokoh tersebut merupakan sesuatu yang penting untuk diketahui oleh masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan wawancara disiarkan ke masyarakat luas. Dalam wawancara tersebut kadang- kadang dilibatkan juga penonton atau pendengar. Kegiatan wawancara yang dilakukan untuk memperoleh berbagai informasi yang disiarkan melalui radio atau televisi dengan melibatkan penonton atau pendengar disebut dialog interaktif. Kita dapat memanfaatkan dialog interaktif dari media radio atau televisi tersebut untuk belajar dan memperoleh informasi yang berharga. Bagaimana cara menemukan isi dialog interaktif? Kamu masih ingat, kan? Hal itu sudah kamu pelajari pada pembelajaran Unit 1. Untuk mengetahui isi dialog, kamu harus memperhatikan dan mengikuti secara lengkap dan saksama dialog tersebut sehingga pada akhirnya kamu dapat menyimpulkan isinya. Agar dapat menemukan isi dialog interaktif, laksanakan kegiatan berikut! a. Dengarkan rekaman atau pembacaan dialog berikut yang akan diperdengarkan atau dibacakan oleh gurumu! b. Tutuplah bukumu, dan dengarkan baik-baik! c. Catatlah pokok-pokok isi dialog dalam bukumu! Arindra : "Selain aktor drama, apakah Bapak juga aktif menulis naskah drama? Sri H. : "Ya. Kurang lebih ada 20 judul, di antaranya Pak Polisi, Namaku Siti, Penyair yang Terbunuh, Kuda Liar dari Ruang Gelap, dan Para Pengkhianat." Dzikrna : "Apakah naskah tersebut pernah dipentaskan?" Sri H. : "Tentu saja sebagian naskah tersebut telah dipentaskan dan disutradarai, bahkan dimainkan sendiri." Arindra : "Apakah Bapak juga bermain sinetron?" Sri H. : "Sejak tahun 1981 kurang lebih ada 40 judul sinetron yang pernah saya lakoni." Arindra : "Bagaimana tanggapan Bapak tentang artis sinetron kita sekarang?" 2 Manusia dan Etika 25
    • Sri H. : "Patut disyukuri karena sinetron mampu menyerap tenaga kerja. Menjadi ideal kalau seorang artis menguasai teknik yang baik, jadi mutunya meningkat." Arindra : "Menurut Bapak, bagaimana perkembangan dunia teater sekarang?" Sri H. : "Anak muda sekarang banyak pilihan dalam ekspresi seninya. Teater sedikit yang mengikuti." Arindra : "Bapak juga dikenal sebagai kolektor buku. Mengapa Bapak suka mengoleksi buku?" Sri H. : "Buku adalah ilmu. Peranan buku sangat vital dalam membantu manusia mendapatkan ilmu pengetahuan. Maka tidak mengherankan kalau para intelektual dan cendekiawan sangat suka mengoleksi buku." Arindra : "Bapak juga seorang pelukis. Mengapa Bapak suka melukis?" Sri H. : "Dunia teater dan seni rupa adalah dunia seni yang berlainan dan berbeda, tetapi hal itu justru bagi Bapak saling menginspirasi." Arindra : "Berarti Bapak juga pernah pameran lukisan?" Sri H. : "Ya. Pameran tunggal di Purnabudaya Yogyakarta, tahun 1998, Galeri Kafe Selo tahun 1991, Galeri Ruang Tamu Yogyakarta, dan lain-lain." Arindra : "Menurut Bapak, apa manfaat belajar kesenian bagi anak-anak?" Sri H. : "Berkegiatan kesenian sangat penting dan mendapat banyak manfaat. Anak- anak akan punya kepekaan-kepekaan lebih, jiwanya halus, daya pikir dan ciptanya kreatif, kepekaan sosialnya tinggi, cerdas, dan bisa lebih bisa menata diri sendiri." Sumber: Majalah Yunior Edisi 8, 27 Januari 2008 dengan perubahan seperlunya 2. Mencatat Pendapat Narasumber Setelah mendengarkan dialog tersebut, diskusikan isinya bersama teman sekelompokmu! Catatlah dalam format berikut! Laporkan hasil diskusi di depan kelas untuk dibandingkan dengan hasil kelompok lain! Pewawancara : ......................................................................... Narasumber : ......................................................................... Pendapat Narasumber : ......................................................................... No. Topik Pertanyaan Pendapat Narasumber 1. Artis sinetron ........................................................ 2. Perkembangan teater ........................................................ 3. Kesukaan mengoleksi buku ........................................................ 4. Kesukaan melukis ........................................................ 5. Manfaat belajar kesenian ........................................................ 26 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Simpulan Wawancara : ................................................................................. ................................................................................. 3. Mengomentari Pendapat Narasumber dalam Dialog Interaktif Ketika mengikuti acara dialog interaktif, sebagai pendengar atau pemirsa, kamu dapat berpartisipasi dengan mengomentari pendapat narasumber. Bagaimana caranya? Di dalam mengomentari pendapat, kamu harus memperhatikan hal-hal berikut. a. Pendapat narasumber yang akan dikomentari harus betul-betul dipahami. b. Jika komentar itu berupa kritikan, harus disertai alasan yang logis. c. Berikan komentar dengan menggunakan bahasa yang lugas dan santun! Kali ini kamu akan berlatih mengomentari pendapat narasumber. Untuk itu, kerjakan tugas berikut! a. Bekerjalah dalam kelompokmu! b. Berdasarkan identifikasi tentang pendapat narasumber ( Pak Sri Harjanto) dalam Kegiatan 1, berikan komentar tentang pendapat tersebut! c. Sampaikan komentarmu di hadapan kelompok lain agar anggota kelompok lain dapat memberikan tanggapan atas komentarmu! Sampaikan komentarmu dengan bahasa yang lugas dan santun! 4. Menggunakan Kalimat Langsung dan Tak Langsung Setelah mewawancarai narasumber, biasanya wartawan harus melaporkan hasil wawancaranya dalam bentuk tertulis. Hasil wawancara tersebut dapat ditulis dalam kalimat langsung atau tidak langsung. Coba kalian amati penggalan dialog antara Arindra dan Pak Sri Harjanto berikut! Arindra : "Selain aktor drama, apakah Bapak juga aktif menulis naskah drama?" Sri H. : "Ya. Kurang lebih ada 20 judul, di antaranya Pak Polisi, Namaku Siti, Penyair yang Terbunuh, Kuda Liar dari Ruang Gelap, dan Para Pengkhianat." Kalimat yang diucapkan Pak Sri Harjanto dapat kamu tulis sebagai berikut: a. “ Ya. Kurang lebih ada 20 judul, di antaranya Pak Polisi, Namaku Siti, Penyair yang Terbunuh, Kuda Liar dari Ruang Gelap, dan Para Pengkhianat”, kata Sri Harjanto. b. Sri Harjanto mengatakan bahwa dia telah menulis kurang lebih 20 judul, di antaranya Pak Polisi, Namaku Siti, Penyair yang Terbunuh, Kuda Liar dari Ruang Gelap, dan Para Pengkhianat. Kalimat pertama disebut kalimat langsung, sedangkan kalimat kedua disebut kalimat tidak langsung. Perhatikan juga contoh kalimat langsung dan kalimat tidak langsung berikut! 2 Manusia dan Etika 27
    • Kalimat Langsung: a. Kata Anis, "Pak Noto Sibuk sekali." b. "Bacalah buku ini!" perintah Kepala Sekolah. c. "Anto mungkin tidak datang," terang Mirna. Kalimat Tidak Langsung: a. Anis mengatakan bahwa Pak Noto sibuk sekali. b. Kepala Sekolah memerintahkan agar kita membaca buku ini. c. Mirna menerangkan bahwa mungkin Anto tidak datang. Nah, berdasarkan contoh kalimat tersebut, dapatkah kamu mengidentifikasi ciri kalimat langsung dan kalimat tidak langsung? Dapatkah kamu mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, atau sebaliknya? Untuk mengetahui ciri kalimat langsung dan tidak langsung, kerjakan tugas berikut! a. Amatilah contoh kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dalam contoh! b. Identifikasilah ciri-ciri kalimat langsung dan tidak langsung dan mengisikan dalam format berikut! Kalimat Tidak No. Aspek Kalimat Langsung Langsung 1. Cara pengungkapannya 2. Cara penulisannya 3. Penggunaan kata tugas 4. Penggunaan kata kerja c. Ubahlah teks dialog antara Arindra dengan Pak Sri Harjanto pada Kegiatan 1 dalam bentuk laporan wawancara dengan menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung! B. Menceritakan Kembali secara Lisan Isi Cerpen Keterampilan menceritakan kembali adalah salah satu bentuk keterampilan berbicara. Sebagai salah satu bentuk keterampilan berbicara, keterampilan ini perlu dibina dan dikembangkan. Dengan memiliki keterampilan ini seseorang dapat menyampaikan informasi kepada orang lain dengan tepat. Agar dapat menceritakan kembali secara lisan isi cerpen yang dibaca, aktivitas yang harus kamu lakukan adalah (1) 28 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • mencatat pokok-pokok peristiwa dalam cerita, (2) mencatat hal-hal yang menarik, dan (3) menceritakan kembali isi cerpen dengan tepat. 1. Mencatat Pokok-pokok Peristiwa dalam Cerita yang Dibaca Kamu dapat menceritakan kembali isi cerpen jika cerpen tersebut sudah kamu pahami secara keseluruhan. Pemahaman terhadap cerpen meliputi pemahaman terhadap pokok-pokok peristiwa dalam cerpen tersebut. Pokok-pokok peristiwa adalah garis-garis besar peristiwa atau kejadian yang dialami tokoh di dalam cerita. Pokok-pokok peristiwa dalam cerpen itulah yang kemudian kamu ceritakan secara lisan kepada orang lain. Selamat Tinggal, Renokenongo Ning dan Sri masih saja duduk diam di atas tanggul lumpur yang telah mengeras. Pandangan mereka menyapu sekeliling. Yang terlihat hanya lumpur, lumpur, dan lumpur. Lumpur Lapindo yang telah mengering. Di antara lumpur-lumpur itu terlihat atap-atap rumah yang terbenam lumpur. Sudah setahun lebih lumpur memenuhi desa mereka, desa Renokenongo. Ning dan Sri serta puluhan keluarga lainnya harus mengungsi. Mereka tinggal di tenda-tenda darurat yang dibangun pemerintah daerah. Sekolah mereka juga tenggelam oleh lumpur sehingga mereka saat ini sekolah di sebuah pabrik yang tak terpakai lagi. “Lihat, itu adalah kampung kita, Renokenongo!" Teriak Ning sambil menunjuk ke kejauhan. Sri tersenyum pahit. Mereka adalah dua sahabat sejak kecil karena rumah mereka bertetangga. ”Ya, desa kita yang tercinta. Tempat kita dilahirkan. Sekarang semua tinggal kenangan. Rumah kita sudah tenggelam dalam lumpur. Desa kita sudah hilang ditelan lumpur ...” Ning menjawab dengan haru. Seolah ada kesepakatan, tiba-tiba mereka berdua menggumamkan lagu berjudul ”Desaku”. Suara mereka terdengar sendu, hilang terbawa angin bersama debu-debu lumpur yang mengering. ”Desaku yang kucinta, pujaan hatiku. Tempat ayah dan bunda, dan handai taulanku. Tak mudah kulupakan, tak mudah bercerai. Selalu kurindukan desaku yang permai.” Tak terasa mata mereka basah. Kemarin malam, paman Ning yang tinggal di Solo datang menemui keluarga Ning di tenda pengungsian. Paman Ning bermaksud mengajak keluarga Ning pindah ke Solo. Semula ayah Ning tidak setuju karena sedang menunggu biaya ganti rugi yang akan dibayarkan oleh PT Lapindo Brantas, sebuah perusahaan pengeboran minyak yang bertanggung jawab penuh atas terjadinya musibah lumpur itu. Namun, paman Ning terus membujuk ayah Ning untuk pindah ke Solo, untuk memulai kehidupan yang baru. Sumber: Koran Yunior, 24 Februari 2007 2 Manusia dan Etika 29
    • Nah, apakah kamu sudah memahami isi cerpen tersebut? Jika sudah, coba kalian catat pokok-pokok peristiwa dalam cerpen tersebut sesuai dengan urutan peristiwanya di dalam tabel berikut! Urutan Peristiwa Pokok Peristiwa 1 Ning dan Sri duduk di atas tanggul lumpur. 2 3 4 2. Mencatat Hal-Hal yang Menarik dari Cerpen yang Dibaca Dalam menceritakan kembali isi cerpen, kamu dapat pula mengemukakan hal-hal yang menarik dalam cerpen tersebut. Hal itu dimaksudkan agar orang lain tertarik untuk membacanya. Hal-hal yang menarik dalam cerpen dapat dilihat dari penggunaan bahasanya, isi ceritanya, tokohnya, alurnya, atau unsur-unsur intrinsik lainnya. Hal yang menarik dari cerpen “Selamat Tinggal Reno Kenongo”, misalnya, antara lain terletak pada latarnya. Cerita itu menggambarkan keadaan sebuah desa yang terendam lumpur Lapindo. Suasana itu digambarkan dengan sangat jelas dan menyentuh hati pembaca. Coba, bacalah kembali kutipan cerpen “Selamat Tinggal Reno Kenongo” di atas. Masih adakah unsur lain yang menarik? Diskusikan dengan temanmu! 3. Menceritakan Kembali Isi Cerpen yang Telah Dibaca Menceritakan kembali secara lisan cerpen yang dibaca pada hakikatnya adalah mengisahkan kembali cerita itu kepada orang lain secara lisan. Tujuannya agar mereka memahami dan tertarik pada kisah yang kamu ceritakan. Pada kegiatan yang lalu, kamu sudah berlatih mencatat pokok-pokok peristiwa. Di samping itu, kamu juga sudah berlatih menemukan hal-hal yang menarik dalam cerita. Dua hal itulah yang akan menjadi bahan dalam menceritakan kembali cerpen yang dibaca. Sekarang kamu akan berlatih menceritakan kembali secara lisan isi cerpen. Di dalam menceritakan kembali isi cerpen, kamu harus bercerita dengan lancar, isinya sesuai dengan cerpen yang kamu baca, mengucapkannya dengan lafal dan intonasi yang tepat, serta ekspresif. Agar kegiatan pelatihan ini berjalan efektif, kerjakanlah sesuai dengan petunjuk berikut! a. Bentuklah kelompok diskusi yang anggotanya berjumlah 4—6 orang! b. Tiap-tiap kelompok memilih salah satu cerpen yang tersedia. Bacalah dengan saksama untuk memahami isinya! c. Carilah ungkapan dalam cerpen tersebut! Carilah maknanya dalam kamus bahasa Indonesia kemudian buatlah kalimat sehingga jelas maknanya! Isikan pada format berikut! 30 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • No. Ungkapan Makna Kalimat 1. 2. 3. 4. 5. d. Tentukan hal-hal yang menarik dari cerpen tersebut! No. Hal-hal yang Menarik 1. 2. 3. 4. 5. e. Carilah pokok-pokok peristiwa dalam cerpen tersebut! 1) ..................................................................................................................... 2) ..................................................................................................................... 3) ..................................................................................................................... f. Tiap wakil kelompok menceritakan kembali secara lisan cerpen yang dibaca berdasarkan pokok-pokok cerpen yang sudah dibuat. Ketika menceriterakan kembali, ingatlah, suaramu harus jelas, lafalnya benar, intonasimu harus menarik! Di samping itu, penjiwaannya harus tepat sehingga cerpen yang kamu ceriterakan itu mempunyai daya tarik yang luar biasa bagi teman-temanmu. g. Kelompok yang tidak maju melakukan penilaian dengan format berikut. Kelancaran Ketepatan Intonasi Lafal Ekspresi Jml. No Nama Berbicara Isi (20) (20) (20) (20) Nilai (20) 2 Manusia dan Etika 31
    • Pilihan Cerpen 1 MENJEBAK SI TUKANG SIHIR Abunawas mempunyai burung nuri yang sangat lucu. Baginda Harun Alrasyid ingin memilikinya. "Kalau kau berniat menjualnya, jangan ditawarkan kepada orang lain. Tawarkan saja kepadaku. Berapa pun harganya, aku akan membayarnya," ujar Baginda kepada Abunawas. Abunawas tidak menjawab. Dia hanya mengangguk. Tapi dalam hati, dia berkata, "Mana mungkin aku menjual burung yang tidak berharga ini kepada Baginda." Keesokan paginya, Abunawas datang ke istana. Dia datang dengan membawa burung nuri yang diinginkan Baginda itu. Abunawas tidak ingin menjualnya. Dia ingin memberikan cuma- cuma kepada Baginda. Tapi di pintu gerbang istana, dua orang pengawal menahannya. "Siapa kamu? Ada keperluan apa menghadap Baginda?" hardik kedua pengawal dengan wajah bengis. Rupanya kedua orang pengawal istana tersebut adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Abudahi yang selalu ingin mencelakakan Abunawas. "Aku hendak menyerahkan burung nuri ini kepada Baginda karena Beliau sangat menyukainya," jawab Abunawas. "Tinggal saja burung jelek itu di sini. Biar aku yang menyerahkannya kepada Baginda," ucap salah seorang pengawal. Abunawas pun menurut. Dalam situasi seperti ini, dia tidak mungkin melawan. Tapi suatu saat mereka pasti akan menuai perbuatannya. Oleh kedua pengawal kepercayaan Abudahi, burung nuri Abunawas ditukar dengan burung gereja. Setelah itu, diserahkan kepada Baginda. Perdana Menteri Abudahi yang melihat kejadian itu tersenyum simpul memuji hasil kerja anak buahnya. "Bedebah!" gigi Baginda gemeretak menahan amarah. Dia merasa terhina oleh perbuatan Abunawas. Burung nuri yang diharapkannya, tapi burung gereja yang dikirimkan. Tanpa menunggu waktu, saat itu juga Baginda mendatangi rumah Abunawas. "Abunawas! Kalau kau keberatan menjual burung nuri kepadaku, aku tidak apa-apa. Tapi jangan kau kirim burung gereja ke istana. Itu suatu penghinaan buatku!" kecam Baginda dengan mata memerah menahan amarah. "Begini Baginda," tutur Abunawas mencoba meredakan amarah Baginda. "Istana Baginda telah kemasukan dua orang penyihir yang menjadi penjaga pintu gerbang istana. Kedua orang itu bisa menyihir seekor nuri menjadi seekor burung gereja. Dan hamba yakin, besok kedua orang itu bisa menyihir seekor burung beo menjadi burung nuri. Kalau tidak percaya, tunggulah besok di istana, Baginda akan menyaksikan sendiri betapa hebatnya sihir mereka." Sambil bekata begitu, Abunawas mengelus-elus seekor burung beo yang bertengger di depan jendela rumahnya. Burung beo itulah yang akan dibuat menjebak kedua pengawal bengis istana. Pagi-pagi sekali Abunawas sudah tiba di istana. Dia membawa burung beo di tangannya. Di depan gerbang lagi-lagi dia dicegat pengawal. "Ada perlu apa lagi kau ke sini?" Kedua pengawal kembali menghardik Abunawas. "Sudah kubilang, kau tidak akan bisa bertemu Baginda!" 32 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • "Maaf, kemarin aku keliru. Aku sebenarnya hendak memberikan burung beo ini kepada Baginda. Tapi aku keliru mengambilnya. Baginda pasti marah-marah mendapat kiriman burung nuri itu. Semua orang tahu, Baginda sangat membenci burung nuri. Dia pernah tersesat di hutan hanya gara-gara burung nuri keparat itu. Maafkan aku, aku telah membuat Baginda marah!" bujuk Abunawas seolah-olah cerita itu benar-benar terjadi. "Taruh saja di situ! Biar aku nanti yang akan menyerahkan kepada Baginda!" perintah pengawal istana. Terpengaruh bujukan Abunawas, kedua kaki tangan Abudahi itu pun menukar burung beo dengan nuri. Setelah itu mereka menyerahkannya kepada Baginda. Keduanya bersukaria karena sebentar lagi Abunawas pasti akan mendapat hukuman yang setimpal dari Baginda. Menerima burung nuri dari kedua pengawal istana, Baginda terperangah kaget. Ternyata benar apa yang dikatakan Abunawas. Kedua pengawal ini bisa menyihir alias menggelapkan barang yang bukan haknya. "Ini nurinya. Mana beonya?" sindir Baginda yang langsung membuat wajah kedua pengawal itu pucat pasi. Belum sempat kedua pengawal itu menjawab, Baginda langsung menitahkan perintah yang tak disangka-sangka. "Karena hasil kerja yang sangat bagus, kalian berdua aku beri hadiah hukuman cambuk masing-masing 50 kali." Perdana Menteri Abudahi yang menyaksikan kejadian itu, kini hanya bisa tertunduk lesu. Sumber: Majalah Anak Indonesia Mentari, Edisi Minggu IV, Agustus, 2002 Pilihan Cerpen 2 BAGINDA DILARANG MEROKOK Dulpanjul, pegawai istana, mengeluh pada Abunawas. Dia dilarang merokok oleh Baginda Harun Al-Rasyid. "Daripada buat beli rokok, lebih baik uangnya kau belikan susu buat anak- anakmu,"begitu kata Baginda menasihati Dulpanjul. "Mulai besok, aku tidak mau melihat kau merokok lagi," lanjut Baginda lagi. "Coba bayangkan, Abunawas," keluh Dupanjul, "Baginda melarangku merokok, tapi beliau sendiri juga seorang perokok. Aneh, kan?" "Saya kira tidak!" jawab Abunawas. "Karena daripada buat beli rokok, lebih baik buat beli susu untuk anakmu, kan?" "Iya, benar. Tapi kalau yang menasihati itu kamu, aku mau terima. Karena kau bukan perokok. Tapi kalau Baginda yang melarangku, apa tidak berarti menasihati dirinya sendiri?" "Bukan begitu maksudnya," terang Abunawas. "Kau dilarang merokok karena gajimu memang pas-pasan. Sedang Baginda walau habis berpuluh-puluh batang sehari tidak akan membuatnya melarat. Kau paham maksudku?" 2 Manusia dan Etika 33
    • "Tapi ngomong-ngomong, beranikah kau melarang Baginda merokok sebagaimana kau melarangku?" tantang Dulpanjul. "Mengapa tidak? Aku akan bilang pada Baginda agar tidak merokok. Tapi apa taruhannya?" "Aku akan beri engkau 100 dirham kalau berani melarang Baginda merokok. Tapi sebaliknya, kalau kau tidak berani, kau yang harus bayar 100 dirham. Bagaimana, setuju?" Abunawas mengangguk. Pertanda dia melayani tantangan Dulpanjul. Sepeninggal Dulpanjul, Abunawas langsung mendatangi sekerumunan orang. "Besok aku akan melarang Baginda merokok. Karena merokok itu tidak baik buat kesehatan," ujar Abunawas lantang. "Orang-orang yang berkerumun tentu saja tersenyum melihat ulah Abunawas. Mana mungkin seorang hamba berani melarang kesenangan raja? Tapi Abunawas tidak menghiraukan tanggapan orang-orang yang mencibirnya. Dia lantas mendatangi kerumunan orang lain. Kepada mereka Abunawas mengatakan hal yang sama. Karena banyaknya orang yang diberitahu Abunawas, kabar itu akhirnya sampai juga ke telinga Baginda. Tentu saja Baginda masygul dibuatnya. "Berani betul Abunawas melarangku merokok," batin Baginda dengan geram. "Aku akan panggil dia ke istana." Abunawas pun menghadap Baginda di istana. "Apa betul mulai besok kau akan melarangku merokok? Apa Wewenangmu melarang kesenanganku?" tanya Baginda dengan suara menggelegar. "Siapa bilang begitu, Baginda?" elak Abunawas. 'Kau jangan mungkir! Semua orang di Bagdad mendengar kalau kau sesumbar bisa melarangku menghisap rokok. Apakah kau masih menyangkal, Abunawas? Apakah mereka perlu kupanggil untuk menjadi saksi?" Dicecar dengan pertanyaan seperti itu, Abunawas tidak dapat berkutik lagi. Tapi sesungguhnya hal ini memang dikehendaki Abunawas. "Benar, Baginda," jawab Abunawas dengan raut muka seolah takut. "Mulai besok hamba melarang Baginda merokok. Karena besok 'kan mulai puasa? Kalau Baginda tidak mengindahkan larangan hamba, apakah Baginda sanggup menahan siksaan api neraka?" Mendengar jawaban Abunawas, Baginda seketika tersenyum. Mulai besok memang Baginda tidak akan merokok sampai waktu berbuka puasa tiba. Itu kewajiban agama. Jadi, bukan karena dilarang oleh Abunawas. Tapi, mau tak mau Baginda memuji kecerdasan Abunawas. Dia menyindir secara halus perbuatan Baginda yang melarang Dulpanjul merokok. Padahal, Baginda sendiri tidak bisa memberi contoh yang baik pada anak buahnya. "Ada-ada saja Abunawas ini," batin Baginda sambil geleng-geleng kepala. (Dikutip dari Majalah Anak Indonesia Mentari, Edisi Minggu I, Desember, 2001) 34 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Pilihan Cerpen 3 DUKUN DADAKAN Tidak akan pernah habis akal busuk Abudahi untuk mencelakai Abunawas. Entah apa yang diinginkan oleh Abudahi dengan memfitnah Abunawas kali ini. Siang itu, Abudahi menghadap raja dan mengatakan bahwa Abunawas menjadi dukun dadakan. Tentu saja, raja sangat heran dengan cerita Abudahi. Bahkan sepulang dari menghadap raja, Abudahi terus menceritakan perihal Abunawas kepada semua orang yang dijumpainya. "Abunawas kini menjadi dukun yang perbuatannya ke arah tidak mempercayai Tuhan," kata Abudahi meyakinkan orang. "Dalam waktu singkat rakyat akan membencinya," kata Abudahi dalam hati. Fitnah yang dilontarkan Abudahi disambut dengan gembira oleh orang-orang yang tidak menyukai Abunawas. Maka dengan geram mereka mendatangi Abunawas. Semula Abunawas terkejut. Setelah mendengar dirinya kini terkenal sebagai dukun, ia langsung mencari akal. "Jadi, apa yang kalian minta dariku?' tanya Abunawas pada mereka. Bermacam-macam permintaan diutarakan orang. Ada yang minta kesaktian, kekebalan menjadi gagah, menjadi kaya raya, dan sebagainya. "Tuan Abunawas telah memberi beberapa jimat kepada orang lain. Mengapa kepada kami, tidak?" desak mereka. "Menurut arwah nenek moyang yang masuk ke dalam tubuhku, hanya malam hari jimat-jimat itu boleh kuberikan. Datanglah tengah malam, akan kuberikan jimat-jimat itu pada kalian," kata Abunawas meyakinkan mereka. Orang-orang itu gembira menerima janji Abunawas. Tepat tengah malam, orang-orang itu sudah bebondong-bondong datang. Abunawas duduk bersila di ruang tamu. Satu per satu orang maju menghadap Abunawas yang berlagak dukun, lalu ia menyerahkan batu kerikil hitam. Sebelumnya, Abunawas mengatakan kepada mereka bahwa batu kali itu batu pemberian arwah nenek moyangnya untuk jimat. "Siapa yang mau kaya, cantik, gagah, banyak rejeki, kebal senjata tajam, dan sakti mandraguna maka cukup simpan baik-baik batu hitam yang nanti kubagikan," jelas Abunawas lantang. Dengan gaya yang 'sok dukun beneran', Abunawas benar-benar membuat banyak orang yang datang ke rumahnya percaya. "Nah, hadirin, tidak akan lama lagi akan muncul seseorang yang mengaku dukun pintar selain hamba. Itulah saat yang tepat bagi tuan-tuan untuk memanfaatkan batu jimat pemberian hamba ini," kata Abunawas lagi. "Memanfaatkannya bagaimana, Pak Dukun Abu?" tanya mereka penasaran. "Datangi dia dan lemparkan batu itu padanya. Lalu katakan, apa keinginan kalian. Begini caranya, yang berniat ingin kaya, lemparkan pada dukun itu dan katakan aku ingin kaya raya! Nah, gampang 'kan? Setelah melempar batu itu, kalian akan menjadi kaya raya," jelas Abunawas sambil tersenyum. 2 Manusia dan Etika 35
    • Bergembiralah orang-orang itu. Kerikil hitam di tangan lalu digenggam erat-erat. Sebelum pergi, beberapa orang sempat menyodorkan amplop berisi uang sebagai ucapan terima kasih kepada Abunawas. Tentu saja Abunawas menolaknya. Setelah orang-orang itu pulang, Abunawas terus saja berpikir siapa yang memfitnah dirinya menjadi dukun.Ia mondar-mandir mencari akal untuk menjebak orang yang telah memfitnahnya. "Akan kuberi pelajaran. Barang siapa yang menggali lubang, dia sendiri yang akan terperosok ke dalamnya", kata Abunawas dalam hati. Dari hari ke hari, Abunawas makin terkenal menjadi dukun. Ia selalu dikunjungi banyak orang. Orang-orang yang datang selalu memberi uang padanya. Tentu saja Abunawas menolak sambil mengatakan bahwa bahwa ia selalu mendapat uang sekeranjang setiap harinya. Hamba sekarang kaya raya melebihi raja! Bayangkan, sekeranjang uang emas hamba dapatkan dari pekerjaan hanya menjadi dukun," kata Abunawas kepada setiap orang yang dijumpainya. Perihal Abunawas mendapat sekeranjang emas setiap harinya sampai juga ke telinga Abudahi. Hatinya makin panas. "Kurang ajar! Maksudku memfitnah Abunawas agar dijauhi rakyat dan Baginda Raja, malah menjadi kaya," geram Abudahi dalam hati. Lalu, timbullah pikiran liciknya. "Aku juga bisa melakukannya. Kekayaannya akan kuambil alih," katanya pula. Kemudian, ia memerintahkan orang-orangnya untuk keluar masuk kampung guna menyampaikan kabar bahwa Abudahi menjadi dukun hebat. Mendengar kabar itu, orang-orang yang menyimpan batu-batu jimat pemberian Abunawas langsung bersiap-siap. Ketika Abudahi muncul di halaman rumahnya dengan pakaian ala dukun, datanglah mereka secara berbondong-bondong. Abudahi tampak gembira dan menyambut mereka dengan senyum berkepanjangan. Namun betapa terkejutnya lelaki jahat itu ketika secara bersamaan orang-orang yang datang tersebut mengeluarkan batu-batu hitam dan melemparkannya ke arah Abudahi disertai dengan permintaan. "Aku ingin kaya! Aku ingin kebal! Saya ingin gagah dan tampan!'' teriak mereka. "Ya, ya, ya, ya, ya!'' sahut Abudahi sambil mengelak dari lemparan batu. Ia langsung mengambil langkah seribu dan masuk rumah. Tapi orang-orang itu terus saja melempari rumah Abudahi sambil berteriak-teriak. Setelah puas, orang-orang itu pulang ke rumah masing-masing dengan wajah berbinar. Tinggallah Abudahi yang tidak habis pikir, mengapa orang-orang itu melemparinya. Abunawas yang melihat kejadian itu hanya tersenyum kecut. Ia bukan senang melihat Menteri Abudahi dilempari batu, tapi ia ingin menyadarkan sifat buruk si hitam itu. Sumber: Majalah Anak Indonesia Mentari, Edisi Minggu IV, Februari 2002 36 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • C. Membaca Memindai dari Indeks ke Teks Buku Indeks buku memuat nama atau istilah-istilah khusus yang ada di buku beserta petunjuk halamannya (di halaman berapa nama atau istilah itu ada). Bagaimana cara menemukan informasi secara cepat dari indeks buku? Fokus utama kegiatan ini adalah berlatih membaca memindai (scanning) dari indeks ke teks buku. Adapun urutan aktivitas yang harus kamu lakukan adalah sebagai berikut: (1) mengenali informasi dalam indeks, dan (2) berlatih membaca memindai melalui indeks. 1. Mengenali Informasi dalam Indeks Membaca memindai merupakan kegiatan membaca cepat untuk keperluan menemukan informasi yang diperlukan secara cepat dan tepat dari sebuah teks/buku. Membaca memindai yang sering kamu lakukan adalah membaca kamus, membaca indeks, atau membaca bagian tertentu dari sebuah buku. Kali ini kamu akan belajar membaca memindai melalui kegiatan membaca indeks. Sebelum berlatih, kenali dulu hal-hal yang berhubungan dengan indeks! Amatilah indeks berikut! Contoh 1 Achdiat K. adaptasi, 63, 64, 67-68 Adat Raja-raja Melayu, 60 bahasa standar, 8, 10 denotasi, 48 Dini, N.H., 86 Contoh 2 A B Abdullah, 172 Bal, Mieke 120 lih. juga Luxemburg Abrams, M.H. 49-52, 54, 57, 59-61, Balzac, Honore de 137 120, 151, 156-7, 163-4, 166, 219, Barthes, Roland 100, 104, 114, 133, 137, 282 149 Adorno, Theodor W. 351-2 Baudelaire, Charles 77, 81, 148, 235, 334-5, Adriani, N. 128, 285-6 350 Aeschylus 165, 262 Bausani, Alessandro 113 Agung, Sultan 242 Beardsley, Monroe 133-4, 169, 177 Akustia, Klara 212 Alisjahbana, S. Takdir 52, 115, 359 Sumber: Sastra dan Ilmu Sastra 2 Manusia dan Etika 37
    • Berdasarkan contoh tersebut, diskusikan dengan temanmu hal-hal berikut! a. Apakah indeks itu? b. Bagaimana pengurutan nama dalam indeks? c. Bagaimana pengurutan kata dalam indeks? d. Bagaimanakah pengurutan istilah dalam indeks? e. Apakah fungsi angka yang terdapat pada bagian kanan nama atau istilah dalam indeks? f. Selanjutnya, bandingkan hasil diskusi dengan uraian berikut! Indeks adalah suatu daftar yang memuat kata-kata atau istilah-istilah penting dan nama-nama pengarang yang disebut dalam karangan. Biasanya indeks ditemukan pada bagian akhir buku cetakan. Indeks yang berupa nama yang terdiri atas lebih dari satu kata disusun dengan cara menuliskan nama belakangnya dulu baru disusul nama depannya. Misalnya, Abdul Muis, ditulis Muis, Abdul sehingga urutannya berada pada huruf m. Indeks yang berupa kata disusun dengan mengurutkan kata tersebut sesuai dengan huruf awal kata yang bersangkutan. Indeks yang berupa istilah disusun dengan mengurutkan istilah itu sesuai dengan huruf awal istilah yang bersangkutan. Pada bagian kanan nama, kata, atau istilah di dalam indeks ditulis angka yang menunjukkan nomor halaman tempat nama, kata, atau istilah itu ditemukan. Fungsinya untuk mempermudah mencari keberadaan kata tersebut. Misalnya, di dalam indeks tertulis adaptasi, 7, 23 artinya, istilah adaptasi dapat ditemukan pada halaman 7 dan halaman 23 di dalam buku. Indeks harus disusun secara alfabetis dan disertai nomor halaman. Bagaimana hasilnya? Jika jawabannya belum sesuai, kamu harus memperbaikinya! 2. Berlatih Membaca Memindai Melalui Indeks Agar dapat menemukan kata/istilah penting dalam sebuah buku secara cepat, kamu dapat melakukan kegiatan membaca memindai melalui indeks. Tentu saja hal itu dapat kamu lakukan jika di akhir buku yang kamu baca terdapat daftar indeksnya. Bagaimana caranya? Berlatihlah dengan mengikuti langkah berikut! a. Setiap siswa membawa buku yang berindeks. b. Satu siswa secara acak membaca dan menentukan dua istilah dalam indeks. c. Selanjutnya, buku itu diserahkan kepada pasangannya. d. Pasangannya diminta menemukan halaman yang ada nama atau istilah itu secara cepat dengan langkah berikut: 1) Tentukan istilah yang akan dicari dalam buku tersebut! 2) Carilah istilah itu dalam indeks yang terletak di halaman akhir buku secara alfabetis! 3) Jika sudah kamu temukan, lihat petunjuk nomor halamannya! 4) Bukalah halaman berdasarkan petunjuk nomor halaman yang ada pada indeks! 5) Temukan kata/istilah penting yang kamu cari! 38 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • e. Catat waktu yang diperlukan untuk menemukannya! f. Permainan dilakukan tiga kali secara bergantian. g. Amati waktu yang kamu perlukan, semakin singkat, tetap, atau semakin lama! D. Menulis Iklan Baris Bila membaca koran, kamu pasti tahu betapa gencarnya iklan berbagai produk menggoda konsumen. Apakah kamu juga termasuk salah seorang yang sering terpengaruh oleh iklan? Salah satu iklan yang tampil di koran adalah iklan baris. Iklan baris ditulis dalam bentuk yang agak berbeda dengan iklan biasa karena miskin gambar dan mengandalkan kata-kata yang ditulis singkat (terdiri atas beberapa baris dalam sebuah kolom). Dalam pembelajaran ini kamu akan berlatih untuk lebih memahami iklan baris dan menulisnya. Untuk itu, kegiatan yang akan kamu lakukan adalah (1) mendaftar butir-butir yang akan ditulis dalam iklan baris dan (2) menulis iklan baris dengan bahasa yang efektif. 1. Mendaftar Butir-butir yang Akan Ditulis dalam Iklan Baris Cermati dan bacalah iklan baris berikut! 2 Manusia dan Etika 39
    • Dari contoh iklan tersebut, kamu mengetahui bahwa iklan baris dapat dimanfaatkan untuk menginformasikan atau mempromosikan berbagai hal. Melalui iklan baris, kamu dapat menawarkan rumah, tanah, sepeda motor, mobil, atau jasa. Ketika akan membuat iklan baris, ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu isi iklan dan bentuk iklan. Isi iklan harus sesuai dengan fakta sehingga dapat dibuktikan kebenarannya. Untuk itu, sebelum menulis iklan kamu harus mendaftar dulu butir-butir isinya. Butir-butir isi iklan disesuaikan dengan barang atau jasa yang ditawarkan. Misalnya kamu akan menjual sepeda motor, butir-butir iklannya adalah sebagai berikut: a. kondisi sepeda motor, b. jenis kendaraan, tahun pembuatan, warna, tipe, dll., c. status kepemilikan kendaraan, d. harga yang ditawarkan, dan e. alamat/telepon yang dapat dihubungi. Coba diskusikan dengan teman kelompokmu mengenai butir-butir yang akan diinformasikan dalam iklan baris jika kamu akan menawarkan barang-barang berikut! a. mobil b. rumah c. tanah d. handphone 2. Menulis Iklan Baris dengan Bahasa yang Hemat Setelah kamu mengidentifikasi hal-hal yang ada dalam sebuah iklan baris, tentunya kamu harus menuliskan butir-butir itu ke dalam iklan baris. Bagaimana caranya? Bahasa iklan baris sengaja dibuat singkat. Selain karena keterbatasan tempat di surat kabar, juga karena pertimbangan biaya. Biaya iklan baris ditentukan per milimeter kolom. Artinya, semakin panjang iklan, semakin banyak biayanya. Sebaliknya, bila bahasa iklan hemat, biaya pemasangan iklan pun makin hemat. Untuk menghemat tempat, di dalam iklan baris banyak digunakan singkatan yang tidak lazim dalam karangan lain. Meskipun demikian, singkatan harus dapat dipahami pembaca. Jika tidak, pasti pembaca akan mengabaikan iklan tersebut. Akibatnya, tujuan pemasangan iklan tidak tercapai. Amatilah contoh iklan baris yang menawarkan sepeda motor berikut! Suprafit’05 Htm Tgn1,Istw 6,7 jt. Hub Bkt Permatapuri 25 Smg-tlp.70261503 40 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Dalam contoh tersebut banyak dijumpai singkatan. Akan tetapi, singkatan tersebut mudah kamu pahami, bukan? Singkatan dan kepanjangannya dapat kamu lihat pada tabel berikut! No. Istilah Kepanjangannya 1. ’05 Tahun 2005 2. Htm Hitam 3. Tng1 Tangan pertama 4. Istw Istimewa 5. 6,7 jt Rp6.700.000,00 6. Hub Hubungi 7. Bkt Bukit 8. Tlp Telepon Nah, agar pemahaman dan penguasaanmu tentang iklan baris lebih mendalam, amatilah gambar berikut! Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Tentu kamu dapat mengenal semua gambar tersebut, bukan? Nah, Bagaimana jika kamu akan menawarkan barang-barang tersebut melalui iklan baris? Mampukah kamu menuliskan dalam wujud iklan baris? Sekarang, tugasmu adalah membuat iklan baris berdasarkan gambar tersebut. Untuk melaksanakan tugas itu, perhatikan petunjuk berikut! a. Bagi kelasmu menjadi 7—8 kelompok! b. Pilih salah satu gambar dengan mencabut nomor undian! Jika kelompokmu mendapat nomor 1, berarti kelompokmu bertugas membuat iklan yang berkaitan dengan Gambar 1. c. Tentukan butir-butir yang akan kamu tulis dalam iklan baris! d. Berdasarkan butir-butir itu, buatlah iklan semenarik dan sehemat mungkin! e. Pajanglah hasil kerja kelompokmu pada tempat yang telah disediakan! 2 Manusia dan Etika 41
    • Rangkuman Pada Unit 2 ini kamu telah belajar mengomentari pendapat narasumber, menceritakan kembali secara lisan isi cerpen, menemukan informasi melalui kegiatan membaca memindai, dan menulis iklan baris. Dalam pembelajaran mengomentari pendapat narasumber kamu telah belajar mencatat isi dialog interaktif dan berlatih mengomentari pendapat narasumber. Dalam pembelajaran menceritakan kembali secara lisan isi cerpen, kamu telah belajar mengidentifikasi dan menerangkan maksud ungkapan dalam cerpen, menemukan isi cerpen, dan menemukan hal-hal menarik dalam cerpen, dan berlatih menceritakan kembali secara lisan isi cerpen. Dalam pembelajaran menemukan informasi melalui membaca memindai, kamu telah mempelajari mengenali informasi dalam indeks, berlatih membaca memindai, dan menyimpulkan langkah membaca memindai. Dalam pembelajaran menulis iklan baris, kamu telah belajar mengindetifikasi ciri iklan baris, mendaftar butir-butir yang akan ditulis dalam iklan baris. Evaluasi A. Pilihlah jawaban yang paling tepat di antara A, B,C, atau D. 1. Perhatikan dialog antara Tania dan Ki Joko Edan, salah satu dalang wayang kulit yang terkenal berikut! Tania : “Sebelum mendalang, apakah Ki Joko berlatih dulu?” Ki Joko : “Iya. Hakikat hidup adalah kesel (capek). Hakikat kesel adalah juara. Jadi kalau kalian ingin menjadi juara, harus berani capek, banyak latihan, kerja keras.” Pesan Ki Joko tersebut sesuai dengan ungkapan ... A. Hidup adalah perjuangan. B. Berani berbuat berani bertanggung jawab. C. Sambil menyelam minum air. D. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang kemudian. 2. Perhatikan iklan baris berikut! Bebas banjir: Sktr Soekarno-Hatta. LB 100. LT 150. Fas. Lkp. 024- Iklan baris tersebut menawarkan .... A. rumah B. bangunan C. tanah dan rumah D. tanah dan bangunan 42 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 3. Perhatikan indeks berikut! adaptasi, 6 bazar, 6 denotasi, 4 Angka 6 yang tertulis di belakang kata bazar pada daftar indeks tersebut menunjukkan .... A. nama halaman tempat kata itu dapat ditemukan B. jumlah halaman buku tempat kata ditemukan C. urutan kata pada daftar indeks D. nomor catatan kaki pada buku 4. Tak habis akal bulus Gerhana untuk mencelakai temannya. Ungkapan akal bulus dalam kalimat tersebut bermakna .... A. kebencian B. kelicikan C. kecurangan D. kebohongan 5. Cara memberi komentar terhadap dialog interaktif berikut ini tepat, kecuali .... A. mencela kekurangannya B. memberi alasan yang logis C. menunjukkan kelabihannya D. menggunakan bahasa yang santun 6. Perhatikan kutipan cerpen berikut! Di depanku Arya sudah berdiri, cowok keren teman sekelasku. Rambut dan tubuhnya basah karena air hujan. Heran, dalam keadaan begini Aryo tambah macho saja. Aku gelagapan, tidak tahu mesti bilang apa. Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa tokoh Aku ... pada Aryo. A. cinta B. sayang C. tertarik D. heran B. Kerjakan tugas berikut! 1. Bacalah sebuah cerpen, kemudian ceritakan kembali isi cerpen tersebut di hadapan gurumu! Ingat! Kamu harus menceritakan kembali isi cerpen dengan suara yang jelas, lafal yang benar, intonasi yang menarik, dan ekspresif. 2. Ayahmu ingin mengganti sepeda motornya yang lama dengan yang baru. Ia berpikir untuk menjual motor lama itu melalui iklan baris. Motor yang akan dijual itu adalah Honda Kharisma tahun 2003, atas nama sendiri dan kondisinya sangat istimewa. Ayahmu mematok harga 7 juta rupiah, tetapi dapat ditawar. Buatlah iklan baris untuk menawarkan motor ayahmu! 2 Manusia dan Etika 43
    • Refleksi Setelah kamu berdiskusi, berlatih, dan melaksanakan semua kegiatan dalam pembelajaran ini, cobalah kamu renungkan kembali apa yang telah kamu kuasai dan belum kamu kuasai serta bagaimana kesanmu terhadap pembelajaran yang telah kamu laksanakan dengan memberikan tanda centang (√) pada panduan berikut ini! No. Pertanyaan Pemandu Ya Tidak 1. Saya telah dapat mengomentari pendapat narasumber dalam dialog interaktif. 2. Saya senang mengomentari pendapat narasumber dalam dialog interaktif. 3. Saya dapat mengenali hal-hal yang harus disampaikan dalam kegiatan menceritakan kembali isi cerpen. 4. Saya menceritakan kembali isi cerpen dengan baik. 5. Saya senang menceritakan kembali kepada teman-teman saya cerpen yang sudah saya baca 6. Saya dapat menulis iklan baris dengan baik. 7. Saya bangga dapat menulis iklan baris. 8. Menurut saya, latihan-latihan dalam bab ini mudah diikuti dan membuat saya senang belajar bahasa Indonesia. 44 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 3 Berkorban untuk Orang Lain upload.wikimedia.org A. Menemukan Tema dan Pesan Syair yang Diperdengarkan B. Menemukan Tema, Latar, dan Penokohan pada Cerpen-cerpen dalam Satu Kumpulan Cerpen C. Menyunting Karangan dengan Berpedoman pada Ketepatan Ejaan dan Tanda Baca, Pilihan Kata, dan Keefektifan Kalimat 3 Berkorban untuk Orang Lain 45
    • 3 Berkorban untuk Orang lain Syair merupakan salah satu sastra lama yang mengandung berbagai pesan kehidupan. Demikian juga cerpen, karya sastra yang lahir kemudian, mengandung nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat bagi pembaca. Dengan membaca/mendengarkan syair atau cerpen, kamu tidak hanya memperoleh kesenangan, melainkan secara tidak langsung batin kamu diperkaya dengan berbagai pengalaman hidup. Untuk dapat menemukan pesan dan nilai kehidupan dari karya yang kamu baca, kamu perlu memahami isinya. Pada pembelajaran kali ini, kamu akan dapat menemukan tema dan pesan syair yang diperdengarkan. Kegiatan menemukan tema dan pesan syair yang diperdengarkan tentu tidak semudah menemukan tema dan pesan syair yang dibaca. Mengapa? Karena jika syair itu diperdengarkan berarti kamu hanya dapat mendengarkannya satu kali saja. Adapun jika syair itu berupa tulisan yang dibaca, kamu dapat membacanya berulang-ulang sampai dapat memahami isinya. Untuk itu, kamu harus berlatih dengan sungguh-sungguh. Pada pembelajaran ini kamu juga akan dapat menemukan tema, latar, dan penokohan cerpen. Di samping itu, kamu juga akan belajar menyunting karangan. Siapa tahu, berbekal keterampilan menyunting karangan, kelak kamu dapat menjadi editor pada sebuah penerbitan. Tentu, sangat membanggakan, bukan?Untuk itu, ikutilah kegiatan pembelajaran sesuai dengan petunjuk. 46 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • A. Menemukan Tema dan Pesan Syair yang Diperdengarkan Di kelas VII, kamu telah belajar menulis pantun. Di samping pantun, ada jenis puisi lama yang lain, yaitu syair. Syair biasanya mengandung pesan atau nasihat. Kali ini kamu akan belajar menemukan tema dan pesan syair. Untuk itu, kegiatan yang harus kamu lakukan adalah (1) mengartikan kata-kata sulit/ungkapan dalam syair, (2) menemukan tema dan pesan syair yang dibaca, dan (3) mendengarkan untuk menemukan tema dan pesan syair. 1. Mengartikan Kata-kata Sulit/Ungkapan dalam Syair Pada pembelajaran di kelas VII, kamu telah mengenal pantun. Di samping pantun, ada jenis puisi lama yang lain, yaitu syair. Berbeda dengan pantun, syair merupakan puisi lama yang tiap barisnya terdiri atas empat baris, bersajak a a a a , dan tidak mempunyai sampiran. Sebagaimana karya sastra lama yang lain, syair biasanya berisi nasihat. Perhatikanlah contoh kutipan syair berikut! Contoh 1 SYAIR SAPUTRA Adapun akan Mangkunegara Gundah tiada lagi terkira Belas memandang Raja Putra Semuanya sudah dalam penjara Sungguh ia bersuka-suka Hatinya gundah tiada berketika Sangat pandai menyamarkan duka Tiada rupa memandang muka Jikalau memandang saudaranya Di dalam penjara yang ketiganya Berlinang-linang air matanya Seboleh-bolehnya disamarkannya Daripada ia tiada takutnya Pada Prabu Nata ratu bangsawan Hati yang gundah diliburkan Dibawanya dengan bersesukaan (Dikutip dari Syair Saputra, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud, 1999) 3 Berkorban untuk Orang Lain 47
    • Contoh 2 Wahai Ananda hendaklah ingat Hidup di dunia amatlah singkat Banyakkan amal serta ibadat Supaya selamat dunia akherat Wahai Ananda dengarlah peri Tunangan hidup adalah mati Carilah bekal ketika pagi Supaya tidak menyesal nanti Sumber: Antologi Puisi Lama Nusantara, 2002 Di dalam syair tersebut, terdapat beberapa kata/ungkapan yang perlu dicari artinya, seperti: tiada berketika, seboleh-bolehnya, diliburkan, bersesukaan, peri, tunangan hidup, dan peri. Coba, carilah makna kata –kata dan ungkapan tersebut dengan bantuan kamus bahasa Indonesia! 2. Menemukan Tema dan Pesan Syair yang Dibaca Setiap syair mengandung tema tertentu. Tema adalah gagasan utama yang mendasari syair. Gagasan utama syair dapat ditemukan jika kamu memahami isi syair. Karena “Syair Saputra” merupakan suatu cerita, isi syair baru dapat diketahui setelah membaca syair itu secara utuh. Dengan kata lain, tema syair baru dapat ditemukan setelah mendengarkan/membaca syair secara keseluruhan. Jadi, untuk dapat menangkap tema “Syair Saputra”, kamu harus mendengarkan atau membaca syair itu secara lengkap. Meskipun demikian, dari penggalan syair tersebut kamu dapat menangkap ide dasar atau temanya, yaitu kegundahan/kesedihan hati. Syair, sebagai karya sastra lama di samping mempunyai tema juga mempunyai pesan. Pengarang melalui syairnya sebenarnya ingin menyampaikan sesuatu kepada pembacanya. Sesuatu yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca itulah yang disebut pesan. Pesan yang ingin disampaikan pengarang itu dapat berupa pesan pendidikan, pesan moral, pesan keagamaan, dan sebagainya. Setelah membaca penggalan “Syair Saputra” kamu dapat menemukan pesan sebagai berikut: Jika kamu bersedih, simpanlah dalam hati. Nah, diskusikan dengan teman kelompokmu tema dan pesan syair Contoh 2! Laporkan hasilnya di kelas agar dapat ditanggapi oleh kelompok lain! 3. Mendengarkan untuk Menemukan Tema dan Pesan Syair Langkah menemukan tema dan pesan syair yang dibaca tentulah berbeda dengan langkah menemukan tema dan pesan syair yang diperdengarkan. Jika syair yang akan kamu temukan tema dan pesannya ada di hadapanmu dan dapat kamu baca, tentulah kamu dapat mencermati berulang-ulang kata-kata di dalam syair tersebut. Sebaliknya, 48 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • jika syairnya diperdengarkan, kamu tidak dapat mencermati kata-katanya secara berulang-ulang karena pembacaan syair hanya dapat kamu dengarkan sekali saja. Oleh sebab itu, ketika mendengarkan syair kamu harus betul-betul memusatkan perhatian pada pembacaan syair tersebut agar kamu dapat segera menangkap maksudnya. Berikut ini gurumu akan membacakan syair “Singapura Terbakar” karangan Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi. Tutuplah bukumu dan dengarkanlah baik-baik! Perhatikan kata per kata, baris per baris, dan bait per bait dengan saksama! Setelah itu, tentukanlah tema dan pesan syair tersebut! Tunjukkan dengan alasan dan bukti-bukti yang mendukung! Diskusikan hasilnya dengan teman sekelompokmu! Laporkan hasil kerjamu secara tertulis! Syair Singapura Terbakar (Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi) ... Dengarlah kisah yang sahaya dapati Ketika Singapura dimakan api Asalnya dari rumah tukang besi Dimakannya berkeliling habislah bersi. Orang pun tengah makan minum di rumahnya Ada yang bernyanyi dan memalu rebana Ada yang mengukup kain bajunya Dengan setanggi dan bunga-bunga. Tengah budak-budak bermain kuda api Orang pun berteriak-teriak mengatakan "Api!" Terbitnya dari rumah tukang besi Terkejutlah lemah tangan dan kaki. Apinya bernyala hitamlah warna Rasanya jiwa hilang ke mana-mana Tiada tentu barang yang dijamah Masing-masing pun berlari mendapatkan rumah. Tiadalah dapat ditolong lagi apinya Dimakannya rumah bersuka hatinya Orang pun berlari-lari terlalu ramainya Tetapi masing-masing memeliharakan hartanya. Sumber: Karya Lengkap Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, karangan Amin Sweeney 3 Berkorban untuk Orang Lain 49
    • B. Menemukan Tema, dan Latar, dan Penokohan pada Cerpen-cerpen dalam Satu Buku Kumpulan Cerpen Selain membaca novel, kamu pasti pernah membaca cerpen yang ada dalam buku kumpulan cerpen, majalah, atau surat kabar. Apakah kamu dapat menikmati cerpen tersebut dengan baik? Agar dapat menikmati cerpen tersebut dengan baik, kamu harus memahami tema, latar, dan penokohannya. Jika kamu dapat menikmati dan memahami cerpen yang kamu baca, kamu tergolong siswa yang menyukai sastra. Dalam pembelajaran kali ini, kamu akan (1) menemukan tema, latar, dan penokohan cerpen dan (2) membandingkan beberapa cerpen dengan tema yang sama lalu membuat simpulan. 1. Membaca Cerpen untuk Menemukan Tema, Latar, dan Penokohan Salah satu tujuan membaca cerpen adalah untuk memahami isi cerita. Pemahaman tersebut antara lain meliputi pemahaman tema, latar, dan penokohan cerpen. Tema adalah makna yang dikandung oleh sebuah cerita. Dengan kata lain, tema adalah gagasan dasar yang menopang sebuah cerita. Latar merupakan keterangan tentang tempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita. Adapun penokohan adalah cara yang digunakan pengarang untuk menampilkan tokoh dalam cerita. Untuk dapat memahami isi cerita, tentunya kamu harus membacanya dengan saksama, bukan? Nah, sekarang, bacalah cerpen berikut! HITAM Sabtu, pada pelajaran agama. Bu Efita berkali-kali melihat ke arahku. Aku jadi grogi sendiri. “Alhamdulillah, Ibu senang sekali melihat ada seorang teman kalian yang baru berjilbab. Mari kita doakan sama-sama supaya Nana istiqomah dengan pakaian barunya itu, ya.” Kurasakan darahku mengalir begitu deras, jantungku berdenyut tak karuan. ”Memang bab yang akan kita bahas kali ini adalah mengenai aurat. Setiap pria dan wanita yang sudah baligh memang diwajibkan menutup auratnya, ya… seperti apa yang dilakukan Nana pada hari ini, Ibu ingin tahu siapa yang nanti bakalan menyusulnya”. Bangga rasanya pada keputusan yang berhasil kutentukan sendiri. Aku hijrah! Dengan harapan agar aku bisa lebih menjaga hati dengan jilbab ini, bisa lebih baik, bijaksana, seperti Rita. Memang, tidak semua seperti Bu Efita dan Rita yang saat tadi pagi jauh-jauh kutemui ke kelasnya, dia langsung memeluk aku tanpa lepas-lepas, saking gembiranya. Bahkan kalau kuperhatikan saat ini, rata-rata semua wajah lagi masam. Apalagi si Teo! Cobaan selanjutnya datang setelah pelajaran pertama usai, Nur dengan tampang risihnya menegurku. ”Masya Allah Nana, alhamdulillah sih kamu sudah berhijrah, tapi ya harusnya pikirin dulu matang-matang dong, ah!” serunya. “Udah kok, Nur. Sampai gosong malah,” kutanggapi dengan bercanda. “Sampai gosong? Gosong kayak kulitmu?! Make jilbab ya jangan yang putih kayak gini dong Non, udah tahu pakai pramuka, yaa pakai jilbab warna agak gelap kek biar gak kontras banget 50 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • ama muka!” Sabar… sabar … ! “Hm, Nur, kayaknya kamu deh yang harus mikir matang-matang.” “Hah? Nur bengong tidak mengerti. “Yaah, kalau ngomong coba dipikir dulu matang-matang, sampe gosong kayak kulitku, kalau perlu! Kalau kamu selalu ngomong gak ngenakin kaya gitu aku kasihan, kulitmu sih boleh putih, tapi hati kamu …,” ucapanku sengaja kugantung. Mimik Nur berubah drastis, kaget luar biasa tampaknya. Aku kembali meninggalkan Nur, pergi ke luar kelas, melihat indahnya alam di luar, melepaskan segala beban di hatiku, mumpung Pak Nusyir belum masuk. Rugi aku kalau harus mencerna omongan negatif. Mendingan langsung dimuntahin. Sambil melihat putihnya awan di atas sana, aku mencoba mengulas senyum. “Awan boleh putih, kulitku boleh hitam, tapi hatiku harus diputihkan.” Yang barusan bukannya puisi, melainkan sebuah tekad di hatiku. Sekarang dengan santai aku bisa berkata meniru slogan-slogan iklan di TV. Swear! Kulit hitam? Siapa takuuut!!! Atau, hitam?! Ya nggak masyalah! He… he… Dikutif dari Antologi Cerpen The Story of Jomblo, 2005. Dapatkah kamu menyebutkan tema cerpen tersebut? Jika kamu membacanya dengan teliti, pasti kamu dapat menyebutkan temanya, yaitu keteguhan pendirian. Nana sudah memutuskan untuk memakai jilbab. Keputusannya itu tidak berubah meskipun datang cemoohan dari teman-temannya. Bagaimana latarnya? Peristiwa dalam cerita tersebut terjadi pada hari Sabtu, di sekolah Nana saat ada pelajaran agama. Tokoh utamanya Nana yang digambarkan sebagai anak yang baru saja memakai jilbab. Ia mempunyai pendirian yang teguh. Di samping mendapat pujian dari Bu Efita dan Rita, ia juga mendapat cemoohan dari teman-temannya. Meskipun demikian, ia tetap pada pendiriannya, memakai jilbab. Nah, sekarang kamu sudah mengetahui bagaimana cara menemukan tema, latar, dan penokohan cerita. Selanjutnya, bacalah dengan cermat cerpen berikut! KENANGAN YANG TERTINGGAL Oleh: Gola Gong Ketika rencana pembuatan jalan bebas hambatan itu jadi pembicaraan di surat kabar dan televisi, maka Buyunglah yang paling gelisah di antara seisi rumah. Bagaimana tidak. Proyek jalan tol itu melintasi tanah orang tuanya, tempat padepokan seninya berada. Jika tanah orang tuanya kena gusur, berarti hilang sudah padepokannya, tempat dia belajar kesenian bersama teman-teman sekolahnya. 3 Berkorban untuk Orang Lain 51
    • Tapi, bapak, ibu, dan kedua kakak perempuannya malah menyambut gembira rencana itu. Kelihatannya mereka sedang membayangkan uang ganti rugi yang mencapai puluhan juta. Wah, Bapakku bisa tambah kaya, nanti! Pikir Buyung. Dan kalau Buyung mencoba menentang rencana penggusuran tanah itu, kedua kakaknya pasti menertawakannya dan dengan kompak mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang terlalu mementingkan dirinya sendiri. Egois. Tidak mementingkan orang banyak. “Padepokan Buyung bagaimana, Pak?” Protes Buyung manja. “Padepokan saja yang kamu urusi, Buyung!” kata Bapak agak kesal. Beliau memasukkan tembakau ke pipa cangklongnya. “Kamu kan bisa bikin lagi di tanah Bapak yang lain! Bikin padepokan lagi di sana!” Tanah orang tuanya memang banyak. Warisan turun temurun. Jika tanah tempat padepokannya itu kena proyek jalan tol, maka tanah bapaknya masih bertebaran. Bapaknya memang terkenal dengan sebutan feodal, juragan tanah, karena punya tanah di mana-mana. Bapaknya sangat disegani orang-orang. Tapi, walaupun begitu bapaknya selalu mengelak jika dicalonkan menjadi kepala desa atau yang lebih tinggi dari itu. Misalnya anggota dewan di kabupaten sekalipun. Bapaknya cukup merasa bahagia mengurusi usaha dagang material bangunan sambil mengawasi sawahnya dan sesekali pergi memancing di irigasi. Sebagai anak bungsu Buyung terus merengek tidak mau terima dengan rencana gila itu. Namun bapaknya bilang, untuk pembangunan kita harus mau berkorban. Apalagi untuk kepentingan umum. Buyung tidak bisa berkutik. Ya, dia bisa saja membuat lagi padepokan di tanah yang lain, tapi tak semudah itu! Padepokan seninya sudah dia dirikan sejak SMP. Itu berarti lima tahun yang lalu. Di tanah bapaknya yang berupa pesawahan, di sebuah sudutnya ada kantong kecil berupa hutan kecil yang rimbun dengan pepohonan. Ada jambu air, mangga, jambu batu, pepaya, kedondong, rumpun bambu, dan segerombolan pohon pisang. Dengan seizin bapaknya dibangunlah sebuah gubuk beratapkan daun kelapa dan bangku-bangku dari bambu di halamannya. Ada panggung kecil di tengah-tengahnya, tempat kelompok teater sekolah bermain. Itulah padepokan seninya. Dia menamai padepokannya dengan sebutan ”Padepokan Rumah Seni”. Di padepokan itulah Buyung menyalurkan gairah seninya. Hampir setiap sore ia duduk berangin-angin, melukis para petani, kerbau, lumpur, padi, sungai, irigasi, dan gunung. Setiap malam Minggu, seusai berkumpul dengan kawan-kawan sekolahnya, Buyung menghabiskan malam di padepokan bersama teater sekolahnya; menanak nasi liwet sambil berburu belut dan kodok swike di sawah, atau menyembelih ayam. Pada hari-hari yang hening dan romantis, Buyung membuat puisi dan cerita pendek. Itulah mengapa padepokan ini sangat penting bagi Buyung. Rasanya tak ada yang berharga lagi di muka bumi ini setelah keluarga dan kelompok teaternya selain padepokannya. Hancur dan remuk jiwanya setelah tahu pasti enam bulan lagi segalanya akan dicakar-cakar oleh buldoser. Akan rata dengan bumi dan di atasnya akan dilapisi aspal panas. Akan dilindasi roda-roda gila kendaraan yang menuju daerah wisata di pantai Anyer. Orang-orang Jakartalah yang sebetulnya menuntut jalan tol ini dibuat, karena dengan begitu mereka bisa lebih lancar berwisata ke Anyer. 52 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Berarti Buyung cuma punya sisa waktu enam bulan lagi untuk menghabiskan hari-harinya bersama kelompok teaternya di padepokan. Bersamaan dengan pengumuman hasil ujian akhir sekolahnya. ”Pokoknya, dalam sisa waktu yang sedikit ini, Buyung memilih tinggal di padepokannya saja!” ”Buyung!” ibunya berusaha mencegah. ”Biarin aja, Bu!” kata kakak perempuannya yang nomor dua. Buyung sudah duduk di sadel sepeda gunungnya. Ransel kecil yang penuh dengan perbekalan nemplok di punggungnya. Dia sudah memutuskan untuk mengungsi ke padepokannya, merasakan bagaimana nikmatnya hidup di padepokan. Menjadi orang bebas dan raja kecil bagi dirinya sendiri. ”Buyung kan nggak pergi jauh, Bu,” katanya. ”Cuma beberapa kilo saja dari rumah. Kalau Ibu kangen kan bisa nengok Buyung di padepokan sambil bawa panggang ayam kesukaan Buyung,” si bungsu itu tersenyum menghibur ibunya. ”Itung-itung menikmati hari-hari terakhir padepokan, Bu!” Bapaknya hanya mengangguk saja, membiarkan Buyung dengan pilihannya. Buyung mengayuhkan sepeda gunungnya ke luar kota. Membelok ke jalan perkampungan. Angin sore yang segar dan bau lumpur membuat dadanya lapang. Dia menyeberangi jembatan irigasi. Kini di atas tanah ayahnya sudah dipancang tiang-tiang beton dan kawat berduri. Untuk mencapai padepokannya, Buyung harus menerobos pagar itu. Ini sangat menyiksa batinnya. Dia merasa sudah kehilangan padepokannya saat ini juga. Dikutip dari Antologi Cerpen Pilihan The Story of Jomblo, 2005. Selanjutnya, bergabunglah dengan temanmu yang lain membentuk sebuah kelompok yang terdiri atas 4—5 orang, lalu diskusikanlah hal-hal berikut! a. Dalam cerpen yang berjudul “Kenangan yang Tertinggal” terdapat seorang tokoh utama. Siapakah dia? Deskripsikan tokoh itu secara lengkap! b. Apa permasalahan yang dihadapi oleh tokoh utama? c. Identifikasilah latar cerpen tersebut! d. Sebutkan tema cerpen tersebut disertai alasannya! e. Cocokkah perilaku tokoh cerita tersebut dengan sebagian perilaku masyarakat kita saat ini? Jelaskanlah! f. Bacakan hasil pekerjaan kelompokmu di depan kelas agar dapat ditanggapi oleh kelompok lain! 2. Membandingkan Beberapa Cerpen dan Membuat Simpulan Pada bagian 1, kamu telah membaca kutipan cerpen berjudul “Kenangan yang Tertinggal” dan memahami isinya. Sekarang, kamu akan meluaskan pemahamanmu tentang cerpen dengan membandingkan cerpen tersebut dengan kutipan cerpen berikut. Bacalah dengan saksama, lalu bandingkan isinya! 3 Berkorban untuk Orang Lain 53
    • HANYA KARENA CERITA ITU oleh R.F. Dhonna "Uh, kok mati lagi sih airnya!" gerutu Biya dari dalam kamar mandi. "Gue belum mandi, nih... ." "Nimba di luar aja, Biy," timpalku sekeluar Biya dari kamar mandi. "Hah, nimba? Malem-malem gini?" "Iya, kenapa? Aku aja barusan mbilas piring-piring ini di sumur." "Hiy... ," Biya bergidik. "Makanya, mandi tuh jangan malem-malem. Anak cewek, mandi malem. Nggak baik bagi kesehatan, Biy," nasihatku kemudian. "Suka-suka gue dong... ," balas Biya sambil ngeloyor pergi. Hhh... memang repot. Terlalu sering hujan, malah banjir. Tapi kalau kemarau panjang seperti sekarang, air susah. Dan kekurangan air bagi mahasiswa seperti aku, adalah bencana. Pergi kuliah nggak pake mandi, akan menjadi kebiasaan harian, jadi males masak, dan pengeluaran bulanan jadi membengkak untuk laundry. Padahal sebagai anak kos yang hidup jauh dari orang tua, harus bisa berhemat. Satu hal menarik yang aku syukuri dari fenomena ini, gara-gara krisis air, teman- temanku yang tidak pernah pergi ke masjid dekat tempat kos, jadi sering ke sana. Memang sih, untuk numpang mandi. Tapi lama-kelamaan, mereka pasti ingin salat jamaah di situ juga kan? "Isa... !" Teriak seseorang dari kamarku. "Ya... , aku di dapur.. ," sahutku kemudian. Rupanya Vivi yang memanggilku. "Ada apa, Vi?" Kulihat Vivi ketakutan. "Kamu tidur di kamarku ya, temenin aku." "Lho, Syifa kemana?" Tanyaku sambil melap piring-piring yang sudah bersih. "Kan lagi mudik... ." "Kenapa sih, cerita itu lagi?" Vivi diam. "Vivi, Vivi. Kamu tuh kebanyakan nonton film horor. Makanya, kalo ngerasa penakut, jangan nonton. Apalagi ngerumpiin cerita serem. Nggak usah deh." "Tapi Is, cerita anak-anak kos depan itu bener, asli nggak bohong." "Trus, kamu percaya juga kalo setiap tempat kos itu ada penunggunya? Mending pulang sana, berhenti kuliah sekalian." "Buat ngusir hantu," jawab Vivi pendek. "Oh..," hanya itu yang keluar dari mulutku.Tapi sebenarnya pikiranku kini penuh dengan ketidakmengertian yang ingin aku ungkapkan. "Ya udah, aku masuk dulu ya... ," kutinggalkan Vivi sendiri. Seusai salat maghrib, aku merenung panjang. Kukeluarkan semua keluh kesahku, pada Rabb Yang Maha Tahu segala rahasia di balik kehendak-kehendak-Nya. Kenapa baru saat seperti ini terdengar semarak lantunan ayat suci di tempat ini? Kemana suara-suara itu selama ini? Apakah bacaan Alquran memang hanya untuk mengusir hantu? Padahal di setiap kamar teman-temanku, ada sebuah Alquran di atas meja belajarnya. Apakah itu 54 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • hanya untuk penghias saja, seperti kaligrafi-kaligrafi yang terpajang di rumah-rumah mewah yang di dalamnya tak ditemukan ketenangan batin? Mungkinkah suara ayat-ayat indah ini tetap menggema meskipun cerita hantu itu mereda? Yang lebih aneh lagi, beberapa hari yang lalu teman-temanku heboh memasang kain jampi- jampi di atas pintu kamarnya. Kata mereka, itu dibeli dari seorang kiai yang sakti. Aku kira, semua itu percuma. Toh, tingkah laku mereka masih terpengaruh setan. "Apa sebenarnya keinginan mereka. Apakah mereka menginginkan ketenangan batin? Kenapa mereka tidak mencarinya dengan cara mendekatkan diri kepadaMu, Rabb... ," tangisku. Dan seperti biasa, aku tidak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan mereka sambil mencoba menyadarkan mereka.... *** "Assalamualaikum.... ," ups! Tak ada jawaban. Salamku kalah dengan suara hingar bingar musik. "Lho, Vi, kok nggak ngaji. Padahal ini malam Jumat, kan? Nggak takut lagi nih, sama hantu?" Kutanya Vivi yang sedang asyik bersenandung. "Kan udah ada penangkalnya... ," jawab Vivi pendek. "Oooh... ," lagi-lagi hanya itu yang bisa keluar dari mulutku. Tanda tanyaku terjawab sudah. Seiring meredanya isu hantu itu, mereka kembali kepada kebiasaan lamanya, seperti menyetel musik keras-keras, dan kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Padahal aku telah banyak memetik hikmah dari peristiwa ini, meskipun semua itu bukan karena Allah. Kini, kembali konsentrasi belajarku terganggu, setelah beberapa bulan lamanya aku mendapatkan suasana yang kondusif untuk belajar dengan baik. Tidurku pun sekarang tidak senyenyak tidur Ashabul kahfi lagi. Ingin pindah kos, sementara ini masih susah mencari tempat kos yang murah. Kalau sudah begini, ingin rasanya aku tiupkan kembali isu hantu yang lebih heboh dari kemarin. Tapi... itu sama saja dengan membetikkan dosa pada diriku sendiri. Serba salah. Hhh..., ternyata hanya karena cerita itu.... ** Cerpen 3 Senyum Karyamin Cerpen Ahmad Tohari Si paruh udang kembali melintas cepat dengan suara mencecet. Karyamin tak lagi membencinya karena sadar, burung yang demikian sibuk pasti sedang mencari makan buat anak-anaknya dalam sarang entah di mana. Karyamin membayangkan anak-anak si paruh udang sedang meringkuk lemah dalam sarang yang dibangun dalam tanah di sebuah tebing yang terlindung. Angin kembali bertiup. Daun-daun jati beterbangan dan beberapa di antaranya jatuh ke permukaan sungai. Daun- daun itu selalu saja bergerak menentang arus karena dorongan angin. "Jadi, kamu sungguh tak mau makan, Min?" tanya Saidah ketika melihat Karyamin bangkit. 3 Berkorban untuk Orang Lain 55
    • "Tidak. Kalau kamu tak tahan melihat aku lapar, aku pun tak tega melihat lenganmu habis karena utang-utangku dan kawan-kawan." "Iya Min, iya, tetapi . . . . " Saidah memutus kata-katanya sendiri karena Karyamin sudah berjalan menjauh. Tetapi Saidah masih sempat melihat Karyamin menolehkan kepalanya sambil tersenyum, sambil menelan ludah berulang-ulang. Ada yang mengganjal di tenggorokan yang tak berhasil didorongnya ke dalam. Diperhatikannya Karyamin yang berjalan melalui lorong liar sepanjang tepi sungai. Kawan-kawan Karyamin menyeru-nyeru dengan segala macam seloroh cabul. Tetapi Karyamin hanya sekali berhenti dan menoleh sambil melempar senyum. Sebelum naik meninggalkan pelataran sungai, mata Karyamin menangkap sesuatu yang bergerak pada sebuah ranting yang menggantung di atas air. Oh, si paruh udang. Punggung biru mengkilap, dadanya putih bersih, dan paruhnya merah saga. Tiba - tiba burung itu menukik menyambar ikan kepala timah sehingga air berkecipak. Dengan mangsa diparuhnya, burung itu melesat melintas para pencari batu, naik menghindari rumpun gelangan dan lenyap di balik gerumbul pandan. Ada rasa iri di hati Karyamin terhadap si paruh udang. Tetapi dia hanya bisa tersenyum sambil melihat dua keranjangnya yang kosong. Sesungguhnya Karyamin tidak tahu betul mengapa dia harus pulang. Di rumahnya tak ada sesuatu buat mengusir suara keruyuk dari lambungnya. Istrinya juga tak perlu dikhawatirkan. Oh ya, Karyamin ingat bahwa istrinya memang layak dijadikan alasan buat pulang. Semalaman tadi istrinya tak bisa tidur lantaran bisul di puncak pantatnya. "Oleh karena itu, apa salahnya bila aku pulang buat menemani istriku yang meriang." 56 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Karyamin mencoba berjalan lebih cepat meskipun kadang secara tiba-tiba banyak kunang- kunang menyerbu ke dalam rongga matanya. Setelah melintasi titian Karyamin melihat sebutir buah jambu yang masak. Dia ingin memungutnya, tetapi urung karena pada buah itu terlihat bekas gigitan kampret. Dilihatnya juga buah salak berceceran di tanah di sekitar pohonnya. Karyamin memungut sebuah, digigit, lalu dilemparkannya jauh-jauh. Lidahnya seakan terkena air tuba oleh rasa buah salak yang masih mentah. Dan Karyamin terus berjalan. Telinganya mendenging ketika Karyamin harus menempuh sebuah tanjakan. Tetapi tak mengapa, karena dibalik tanjakan itulah rumahnya. Sebelum habis mendaki tanjakan, Karyamin mendadak berhenti. Dia melihat dua buah sepeda jengki diparkir di halaman rumahnya. Denging dalam telinganya terdengar semakin nyaring. Kunang-kunang di matanya pun semakin banyak. Maka Karyamin sungguh-sungguh berhenti, dan termangu. Dibayangkannya isterinya yang sedang sakit harus menghadapi dua penagih bank harian. Padahal Karyamin tahu, istrinya tidak mampu membayar kewajibannya hari ini, hari esok, hari lusa, dan entah hingga kapan, seperti entah kapan datangnya tengkulak yang telah setengah bulan membawa batunya. Masih dengan seribu kunang-kunang di matanya, Karyamin mulai berpikir apa perlunya dia pulang. Dia merasa pasti tak bisa menolong keadaan, atau setidaknya menolong istrinya yang sedang menghadapi dua penagih bank harian.Maka pelan-pelan Karyamin membalikkan badan, siap kembali turun. Namun di bawah sana Karyamin melihat seorang lelaki dengan baju batik motif tertentu dan berlengan panjang. Kopiahnya yang mulai botak kemerahan meyakinkan Karyamin bahwa lelaki itu adalah Pak Pamong. “Nah, akhirnya kamu ketemu juga, Min. Kucari kau di rumah, tak ada. Di pangkalan batu, tak ada. Kamu mau menghindar, ya?” “Menghindar?” “Ya. Kamu memang mbeling, Min. Di gerumbul ini hanya kamu yang belum berpartisipasi. Hanya kamu yang belum setor uang dana Afrika, dana untuk menolong orang-orang yang kelaparan di sana. Nah, sekarang hari terakhir. Aku tak mau lebih lama kaupersulit.” Karyamin mendengar suara napas sendiri. Samar-samar, Karyamin juga mendengar detak jantung sendiri. Tetapi Karyamin tidak melihat bibir sendiri yang mulai menyungging senyum. Senyum yang sangat baik untuk mewakili kesadaran yang mendalam akan diri sendiri serta situasi yang harus dihadapinya. Sayangnya, Pak Pamong malah menjadi marah oleh senyum Karyamin. “Kamu menghina aku, Min?” ”Tidak, Pak. Sungguh tidak.” Kalau tidak, mengapa kamu tersenyum-senyum? Hayo cepat, mana uang iuranmu?” Kali ini Karyamin tidak hanya tersenyum, melainkan tertawa keras-keras. Demikian keras sehingga mengundang seribu lebah masuk ke telinganya, seribu kunang masuk ke matanya. Lambungnya yang kempong berguncang-guncang dan merapuhkan keseimbangan seluruh tubuhnya. Ketika melihat tubuh Karyamin jatuh terguling ke lembah Pak Pamong berusaha menahannya. Sayang, gagal. Sumber: Kumpulan Cerpen Senyum Karyamin, 1989 3 Berkorban untuk Orang Lain 57
    • Setelah kamu membaca dengan saksama ketiga cerpen tersebut, kerjakan secara berkelompok hal-hal berikut! a. Bandingkanlah latar, penokohan, dan tema ketiga cerpen dengan format sebagai berikut! Kenangan Hanya karena Senyum Unsur yang Tertinggal Cerita Itu Karyamin Tema Latar Penokohan b. Tulislah simpulan dari perbandingan ketiga cerpen tersebut! c. Bacakanlah hasil pekerjaan kelompokmu secara bergantian dengan kelompok lain dan saling menanggapi! C. Menyunting Karangan Sendiri/Orang Lain Sebelum dibaca oleh umum atau diterbitkan, sebuah tulisan yang baik terlebih dahulu harus disunting. Penyuntingan merupakan proses memeriksa kembali sebuah tulisan dan memperbaiki kesalahan- kesalahan yang ada sehingga tulisan tersebut layak untuk dipublikasikan atau dibaca umum. Pada pelajaran kali ini kamu diajak mempelajari salah satu aspek penyuntingan, yaitu menyunting ejaan dan tanda baca, pilihan kata, dan kalimat. Agar pembelajaran berhasil, aktivitas yang harus kamu lakukan adalah (1) menyunting ejaan dan tanda baca, (2) menyunting pilihan kata, dan (3) menyunting kalimat. 1. Menyunting Ejaan dan Tanda Baca Menyunting ejaan dan tanda baca berarti menemukan dan memperbaiki kesalahan ejaan dan tanda baca yang terdapat di dalam sebuah tulisan. Agar dapat memperbaiki ejaan dan tanda baca dalam sebuah tulisan, kamu harus menguasai kaidah-kaidahnya. Untuk dapat menguasai kaidah ejaan dan tanda baca, kamu harus mempelajari buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD), Edisi II Tahun 1988. Di kelas VII dan VIII kaidah-kaidah ejaan dan tanda baca itu sudah kamu pelajari. Dengan demikian, kamu pasti sudah menguasai kaidah ejaan dan tanda baca sesuai dengan pedoman EYD. Meskipun demikian, agar dapat menyunting karangan dengan baik, kamu harus banyak berlatih. Oleh karena itu, kerjakan pelatihan berikut! Baca dan cermati dua teks berikut dengan saksama kemudian kerjakan tugas berikut! 58 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • a. Identifikasilah kesalahan penulisan kata depan, penggunaan huruf kapital, pemakaian tanda koma, tanda titik, dan pemakaian tanda petik yang ada dalam teks! Tulislah pembetulannya dengan format yang ada! b. Gunakan hasil identifikasi itu untuk menuliskan kembali pembetulan teks yang ada! c. Sebagai panduan, pinjam dan bacalah buku Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan Edisi II yang terdapat di perpustakaan sekolah atau milik gurumu! Teks 1 Banyak penyelam dan orang-orang yang gemar menyelam datang ke bunaken. Mereka tidak hanya datang dari seluruh indonesia tetapi juga dari seluruh dunia. Mereka datang karena laut Bunaken mengandung biota laut yang langka dan jarang ditemukan ditempat lain. Panorama bawah laut yang mempesona menjadi pemikat untuk datang ke Bunaken. Untuk mengantisipasi wisatawan yang melancong ketaman laut bunaken pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta menyediakan tempat-tempat penginapan. Berbagai sarana dan pendukung lainnya pun telah disediakan. Salah satu pihak swasta yang turut mengelola paket wisata ke Bunaken adalah nusantara diving centre. Pada tahun 1985 pengelola swasta ini pernah mendapat penghargaan kalpataru karena berperan aktif menyelamatkan kelestarian alam Bunaken. Teks 2 Ikan gurita yang disebut hexapus ini hanya mempunyai enam kaki berarti dua lebih sedikit dari ikan gurita normal yang mempunyai delapan kaki. Angkatan laut Inggris menemukan seekor gurita berkaki enam tersebut dan mengatakan bahwa penemuan itu merupakan penemuan pertama didunia. Menurut para ahli biologi gurita berkaki enam tersebut merupakan kelainan fisik sejak lahir mereka belum menemukan adanya spesies baru bagi gurita berkaki enam ini. Kami telah menggali banyak sumber tentang gurita, dan bertanya banyak pada para pengelola akuarium laut dan tak seorang pun yang pernah menemukan kasus gurita enam kaki, ujar Carey Duckhouse, seorang supervisor dari Blackpool Sealife Centre yang berlokasi dibarat laut Inggris. Sumber: Yunior, Edisi 3. Minggu, 9 Maret 2008 3 Berkorban untuk Orang Lain 59
    • Tabel Identifikasi Kesalahan dan Pembetulannya Kalimat yang Salah No. Jenis Kesalahan Pembetulan Penulisannya 1. Penggunaan huruf kapital 2. Penggunaan tanda koma 3. Penggunaan tanda titik 4. Penggunaan tanda petik 5. Penulisan kata depan 2. Menyunting Pilihan Kata (Diksi) Menyunting pilihan kata (diksi) berarti memperbaiki penggunaan kata dalam suatu teks. Penggunaan kata yang tepat dipengaruhi oleh situasi. Dalam situasi resmi, misalnya dalam tulisan ilmiah, kita dituntut untuk menggunakan kata baku. Sebaliknya, dalam situasi tidak resmi, misalnya dalam percakapan sehari-hari, kita dapat menggunakan kata-kata tidak baku. Coba, perhatikan penggunaan kata baku dan kata tidak baku berikut! Baku Tidak Baku Aku hanya ingin menguji Aku cuma ingin menguji kemampuanmu. kemampuanmu. Kalung yang hilang itu telah Kalung yang hilang itu itu telah diketemukan kemarin. ditemukan kemarin. Sebagai pelatihan, cermati teks berikut! Temukan kesalahan diksinya kemudian tulislah kembali pembetulan teks tersebut! Hati-hati, tubuh gemuk bisa memicu timbulnya berbagai penyakit, misalkan jantung, diabetes, dan hipertensi. Coba bayangin, gimana rasanya kalau kita menderita penyakit kayak gitu. Makanya, kamu jangan sampai kegemukan. Tetapi bagaimana caranya? Kamu harus banyak makan makanan yang mengandung protein dan serat, kayak buah, sayur, atau yogurt. Di samping itu, kamu harus banyak minum air putih. Olahraga secara teratur juga dapat mengurangi kegemukan. 3. Menyunting Kalimat Kalimat yang digunakan dalam sebuah karangan harus efektif. Salah satu ciri kalimat efektif adalah hemat dalam penggunaan kata. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan kata-kata yang dapat menjelaskan kalimat. Penghematan di sini mempunyai arti penghematan kata yang tidak diperlukan sepanjang tidak menyalahi kaidah. 60 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Penghematan itu dapat dilakukan dengan cara menghindarkan penggunaan kata yang bersinonim dalam sebuah kalimat. Perhatikan dua contoh kalimat berikut! 1. Tumbuhan pun juga bernafas seperti manusia. 2. Bunaken adalah merupakan objek wisata yang sangat terkenal dengan keindahan lautnya. Pada kalimat pertama terdapat penggunaan kata pun dan juga. Kedua kata tersebut bersinonim atau bermakna sama. Pada kalimat kedua juga terdapat penggunaan kata adalah dan merupakan. Kedua kata tersebut juga bersinonim. Agar kedua kalimat tersebut efektif, kata yang bersinonim itu hendaknya digunakan salah satu. Jadi, perbaikan kalimat tersebut adalah: 1. a. Tumbuhan pun bernafas seperti manusia. b. Tumbuhan juga bernafas seperti manusia. 2. a. Bunaken adalah objek wisata yang sangat terkenal dengan keindahan lautnya. b. Bunaken merupakan objek wisata yang sangat terkenal dengan keindahan lautnya. Tugasmu adalah menemukan penggunaan kata yang tidak hemat dalam teks berikut dan memperbaikinya. Contoh! Teks 1 Ketika menghadiri pesta ulang tahunku Sherin memakai gaun merah. Begitu kupanggil dengan bergegas ia naik ke atas panggung. Namun tanpa disangka kakinya tersandung. Tak ayal lagi ia terpelanting dan jatuh ke bawah. Kakinya terkilir. Yudi yang kebetulan berada di dekat Sherin terjatuh pula. Kakinya pun terkilir pula. Teks 2 Tumbuhan pemakan daging pun juga mempunyai akar sebagaimana tumbuhan pada umumnya. Namun, karena tanah yang didiami kurang subur, maka mereka mencari tambahan nutrisi dengan memakan serangga. Tumbuhan yang memiliki tabiat "buas" itu seperti misalnya kantung semar. Tumbuhan khas Indonesia ini adalah merupakan pemangsa serangga. Kantung semar yang dalam bahasa Inggris disebut monkey cup, tersebar di kawasan tropis dari Australia hingga Madagaskar. 3 Berkorban untuk Orang Lain 61
    • Rangkuman Pada unit 3 kamu telah belajar menemukan tema dan pesan syair yang diperdengarkan, menemukan tema, latar dan penokohan pada cerpen-cerpan dalam satu kumpulan cerpen, dan menyunting karya sendiri dan orang lain. Dalam pembelajaran menemukan tema dan pesan syair, kamu telah belajar mengartikan kata-kata sulit/ungkapan , membuat parafrase syair, menemukan tema dan pesan syair, dan mendengarkan syair untuk menemukan tema dan pesan. Pada pembelajaran menemukan tema, latar, dan penokohan cerpen pada kumpulan cerpen kamu telah belajar membaca cerpen untuk menemukan tema, penokohan, dan latar serta membandingkan cerpen untuk mengambil kesimpulan. Pada pembelajaran menyunting karya sendiri atau orang lain, kamu telah belajar menyunting ejaan dan tanda baca, diksi, dan kalimat. Evaluasi A. Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat! 1. Perhatikan penggalan syair berikut! Wahai Ananda bijak bestari Tulus ihklas dalam berbudi Berkorban dengan hati yang suci Berbuat kebijakan usah berhenti Syair di atas mengandung pesan utama agar kita .... A. ihklas dalam berkorban B. selalu berbuat kebaikan C. menjadi orang yang bijaksana D. menjadi orang yang berbudi 2. Perhatikan kutipan cerpen berikut! Setelah tiga bulan menjabat komandan peleton, malam-malam aku kerap susah tidur. Makin hari makin banyak hal-hal yang harus kupecahkan. Kebencian padaku di antara anak buahku bertambah menjengkelkan. Menyiksa benar kegentaran akan kemungkinan-kemungkinan buruk. Tidak mustahil aku akan tertembak dari belakang. Siapa tahu di dada atau di punggungku akan bersarang pisau belati. Kadang-kadang aku merasa putus asa. 62 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Sesuai dengan kutipan di atas, tokoh aku mengalami suasana jiwa yang diliputi .... A. kesedihan B. penyesalan C. keresahan D. keragu-raguan 3. Penggunaan tanda koma yang benar terdapat pada kalimat … A. Ibunya sakit, sehingga ia tidak masuk sekolah. B. Atas usul polisi, dokter melakukan autopsi. C. Mereka tidak setuju, karena gagasan itu tidak masuk akal. D. Dia berpendapat, bahwa surat itu tidak penting. 4. Kalimat yang menggunakan kata tidak baku adalah ... A. Barang-barang itu saya beli dengan hasil keringat saya sendiri. B. Melalui tangan-tangan terampil, eceng gondok dibuat tas. C. Banjir kerap terjadi jika musim hujan tiba. D. Selama dua bulan ini terajual sekitar dua ratus sandal. 5. Perhatikan paragraf berikut! (1) Tumbuhan karnifora menyukai tempat berair dan banyak sinar matahari. (2) Mereka memangsa serangga dan hewan kecil seperti lalat, nyamuk, belalang, atau semut. (3) Banyak orang menyukai tumbuhan ini karena mereka ingin melihat cara mereka “memakan” mangsa. (4) Namun, jangan membayangkan tampang mereka seram seperti monster. (5) Tumbuhan ini memiliki bunga cantik dan warna warni dengan aroma wangi sehingga banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias. Paragraf yang tidak padu di atas dapat diperbaiki dengan cara menghilangkan kalimat ke .... A. 2 B. 3 C. 4 D. 5 6. Perhatikan kutipan cerpen berikut! “Dito, kamu kenapa sih, ngomong dong, kalau ada masalah”, pintaku. “Hancur, semua hancur,” jawabnya lirih. “Teng, teng, teng,” tiba-tiba bel tanda masuk berbunyi. “Dit, nanti istirahat kutunggu di belakang kantin,” kataku sambil meninggalkannya empat duduknya. Dialog antara Dito dan Aku tersebut terjadi di ... A. sekolah B. kelas C. kantin sekolah D. halaman sekolah 3 Berkorban untuk Orang Lain 63
    • B. Kerjakan tugas berikut! 1. Suntinglah teks di bawah ini dari segi ejaan, diksi, keefektifan kalimat, dan keterpaduan paragrafnya! Nilon adalah merupakan serat sintetis. Bentuknya memanjang, sehingga digunakan sebagai tali atau dirangkai jadi tekstil. Sekarang nilon juga digunakan sebagai campuran beton untuk membangun gedung bertingkat atau jembatan besar. Penemunya adalah ilmuwan Amerika Serikat Wallace Hume Carothers. 2. Bacalah sebuah cerpen kemudian temukan tema, latar, dan penokohannya, dengan alasan/bukti yang mendukung dan mengisikannya dalam format berikut! Refleksi Setelah berdiskusi, berlatih, dan melaksanakan semua kegiatan dalam pembelajaran ini, cobalah kamu renungkan kembali apa yang telah kamu kuasai dan belum kamu kuasai. Jelaskan kesanmu terhadap pembelajaran yang telah kamu laksanakan dengan memberikan tanda centang (√) pada panduan berikut! No. Pertanyaan Pemandu Ya Tidak 1. Saya dapat menemukan tema dan pesan syair yang saya dengarkan dengan mudah. 2. Saya senang mendengarkan pembacaan syair karena di dalamnya terkandung pesan kebaikan. 3. Saya dapat menjelaskan latar cerita yang saya baca dengan mudah. 4. Saya dapat menemukan penokohan cerita yang saya baca dengan mudah. 5. Saya dapat menemukan tema cerita yang saya baca dengan mudah. 6. Saya senang membaca cerpen karena di dalamnya terkandung pesan yang bermanfaat. 7. Saya dapat menemukan kesalahan penggunaan kata dan kalimat pada karangan yang saya buat. 8. Saya dapat memperbaiki kesalahan penggunaan kata dan kalimat pada karangan yang saya buat. 64 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 4 Indahnya Sebuah Nasihat A. Menganalisis Unsur-Unsur Syair yang Diperdengarkan B. Menyanyikan Puisi yang Sudah Dimusikalisasi dengan Berpedoman pada Kesesuaian Isi Puisi dan Suasana/ Irama yang Dibangun C. Meresensi Buku Pengetahuan 4 Indahnya Sebuah Nasihat 65
    • 4 Indahnya Sebuah Nasihat Pada masa lalu, orang menggunakan karya sastra sebagai sarana untuk memberi nasihat. Kamu tentu ingat peribahasa ini, “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Sebuah ungkapan bahasa yang indah untuk mengingatkan bahwa kesenangan itu akan diperoleh setelah bersusah payah. Pada masa kini, karya sastra pun dapat dijadikan sarana untuk memberi nasihat. Banyak karya sastra, termasuk puisi, yang mengandung nasihat. Karena itu, alangkah indahnya jika kamu dapat mengambil hikmah dari karya sastra yang kamu baca. Salah satu jenis karya sastra yang mengandung nasihat adalah puisi. Puisi, baik lama maupun modern, sarat dengan nilai yang dapat diambil hikmahnya. Pada pembelajaran ini kamu akan mempelajari keduanya, mendengarkan pembacaan syair untuk menganalisis unsur- unsurnya dan menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi. Tentu sangat menyenangkan, bukan? Apalagi jika kamu di samping menyukai sastra juga menyukai musik, kamu dapat menyalurkan bakatmu dengan menggabungkan musik dan puisi dalam musikalisasi puisi. Pada bagian ini kamu juga akan belajar meresensi buku pengetahuan. Dengan kemampuan meresensi buku, kalian akan dapat memberi timbangan buku yang dapat dimuat di majalah atau surat kabar. Ketekunan dan kesungguhan dalam berlatih akan menjadi kunci kesuksesanmu. Selamat belajar! 66 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • A. Menganalisis Unsur-unsur Syair yang Diperdengarkan Tentu kamu pernah mengenal syair, tetapi apakah kamu pernah mendengarkan bagaimana pembacaan syair. Sebagai salah satu bentuk puisi lama, pembacaan syair jarang dilakukan. Nah, dalam pembelajaran ini kamu akan mendengarkan pembacaan syair dan menganalis unsur-unsurnya. Aktivitas yang harus kamu lakukan adalah (1) menemukan unsur-unsur syair dan (2) mendengarkan syair untuk menemukan unsur-unsurnya. 1. Menemukan Unsur-unsur Syair Pada pembelajaran Unit 3 kamu telah berlatih menemukan tema dan pesan syair yang diperdengarkan. Untuk menemukan tema dan pesan syair yang diperdengarkan, kamu harus mendengarkan pembacaan syair itu dengan cermat. Kamu harus memahami kata demi kata, baris demi baris, dan bait demi bait dari syair yang kamu dengarkan agar dapat memahami isi syair. Dari pemahaman terhadap isi syair itulah kamu dapat menyimpulkan tema dan pesan syair. Pada pembelajaran kali ini, kamu akan berlatih menganalisis unsur-unsur syair yang diperdengarkan. Unsur syair itu meliputi unsur bentuk dan unsur isi. Unsur bentuk syair meliputi bentuk fisik syair (jumlah suku kata tiap baris, jumlah baris tiap bait, persajakan, hubungan antarbaris dalam satu bait) dan isi syair meliputi apa yang dikandung dalam unsur bentuk (yaitu tema dan pesan). Kamu pasti pernah juga mendengar istilah syair. Syair berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata sya’ara yang berarti menembang (bertembang); bersyair berarti mengarang syair. Oleh karena syair berasal dari bahasa Arab, tidak mengherankan apabila banyak kata-kata Arab yang masuk ke dalam syair yang sudah ada di Indonesia. Selain itu, tidak mengherankan pula apabila isi syair banyak bersinggungan dengan masalah keagamaan, khususnya Agama Islam. Barangkali kamu pernah mendengarkan M.H. Ainun Najib bersyair (Jw.: syiiran) dengan Kiai Kangjeng, di antaranya yang berbunyi sebagai berikut. TOMBO ATI Allohumma shalli wa salim 'ala, Sayyidina wa maulana muhammadin, 'Adada ma fi 'ilmillahi sholatan, Daimatan bi dawami mughiladhi. Tombo ati iku lima ing wernane, Kaping pisan maca Qur'an lan maknane, Kaping pindho dzikir wengi ingkang suwe, Kaping telu weteng ira ingkang luwe. Kaping pate solat wengi lakonana, Kaping lima wong kang sholeh kumpulana, Salah sawijine sapa bisa ngelakoni, Insya Alloh Gusti Pangeran ngijabahi. 4 Indahnya Sebuah Nasihat 67
    • Terjemahan syair berbahasa Jawa tersebut sebagai berikut. OBAT HATI Allohumma shalli wa salaim 'ala, Sayyidina wa maulana muhammadin, 'Adada ma fi 'ilmillahi sholatan, Daimatan bi dawami mughiladhi. Obat hati itu ada lima perkara Yang pertama baca Qur'an dan maknanya Yang kedua dzikir malam tidak alpa, Yang ketiga seringkali berpuasa. Yang keempat sholat malam laksanakan, Yang kelima orang soleh jadi teman, Salah satunya kamu bisa melakukan, Insya Allah akan diridhoi Tuhan Berdasarkan syair yang dilantunkan oleh Kiai Kanjeng seperti yang diperdengarkan tadi, selanjutnya tentukan bentuk fisik syair secara berkelompok! Hasilnya tuliskan pada tabel berikut! Tabel Hasil Pengamatan terhadap Bentuk Fisik Syair No. Aspek yang Diamati Hasil Pengamatan 1. Jumlah baris setiap bait 2. Jumlah suku kata setiap baris 3. Persajakan 4. Hubungan antarbaris dalam satu bait 2. Mendengarkan Syair untuk Menganalisis Unsur-Unsurnya Pujangga zaman dahulu banyak menghasilkan syair. Pujangga itu di antaranya Tulis Sutan Sati, Hamzah Fansuri, dan sebagainya. Berikut ini gurumu akan membacakan cuplikan syair yang ditulis oleh pujangga lama yang terkenal, Hamzah Fansuri yang berjudul Syair Perahu. Tutuplah bukumu! Dengarkan dengan saksama agar kamu dapat memahami unsur-unsurnya! 68 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Syair Perahu Inilah gerangan suatu madah, Mengarangkan syair terlalu indah, Membutuhi jalan tempat berpindah, Di sanalah iktikad diperbetuli sudah. Ialah perahu tamsil tubuhmu, Wahai muda, kenali dirimu, Tiadalah berapa lama hidupmu, Ke akhirat juga kekal hidupmu. Hai muda arif budiman, Hasilkan kemudi dengan pedoman, Alat perahumu jua kerjakan, Itulah jalan membetuli insan. Perteguh jua alat perahumu, Hasilkan bekal air dan kayu, Dayung pengayuh taruh di situ, Supaya laju perahumu itu. Sudahlah hasil kayu dan air, Angkatlah pula sauh dan layar, Pada beras janganlah taksir, Niscaya sempurna jalan yang kabir. Hamzah Fansuri Sesudah diperdengarkan syair tadi, kerjakan latihan berikut! a. Berdiskusilah secara berkelompok (setiap kelompok terdiri dari antara 3--4 orang)! b. Tentukan unsur-unsur pembentuk syair, baik unsur fisik maupun unsur isi, sesuai dengan yang kamu dengar! c. Nilailah hasilnya dengan rubrik berikut! Kelompok: …………… No. Aspek yang Diberi Skor Skor Maksimal Skor Siswa 1. Penentuan jumlah baris setiap bait 25 2. Penentuan jumlah suku kata/kata 25 setiap baris 4 Indahnya Sebuah Nasihat 69
    • 3. Penentuan persajakan, terutama 25 persajakan akhir 4. Penentuan hubungan antarbaris 25 dalam satu bait 5. Penentuan tema syair 25 6. Penentuan pesan syair 25 Jumlah skor 100 B. Menyanyikan Puisi yang Dimusikalisasi Puisi adalah bentuk sastra yang memperhatikan pilihan kata dan kepaduan bunyi. Sebuah puisi, jika dibacakan dengan indah dan penuh penghayatan, merupakan sebuah penampilan seni yang menarik. Untuk menjadikan pembacaan puisi lebih ekspresif dan menarik, pembacaan puisi dapat dikemas dalam bentuk musikalisasi puisi. Musikalisasi puisi merupakan kegiatan pembacaan puisi dengan cara dilagukan, diberi irama, atau diiringi musik yang sesuai dengan isi puisi. Musikalisasi dapat membantu membangun suasana dan imajinasi kita dalam mengapresiasi puisi. Dalam pelajaran kali ini, kamu akan berlatih membuat sebuah musikalisasi puisi sederhana yang dapat ditampilkan. Kegiatan yang harus kamu lakukan adalah (1) menikmati musikalisasi puisi, (2) memilih puisi yang akan dimusikalisasi, (3) memahami puisi yang akan dimusikalisasi, (4) menentukan irama yang sesuai dengan suasana puisi, (5) menampilkan musikalisasi puisi, dan (6) menilai musikalisasi puisi. 1. Menikmati Musikalisasi Puisi Pernahkah kamu mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade atau Bimbo? Lirik lagu yang mereka nyanyikan terasa sangat puitis. Lirik-lirik lagu tersebut pada dasarnya adalah puisi yang dimusikalisasi atau disajikan dalam bentuk lagu yang memiliki irama. Bahkan, lirik-lirik lagu Bimbo ada yang ditulis oleh Taufik Ismail, salah seorang penyair ternama Indonesia. Mari kita nikmati lirik-lirik lagu itu! Putarlah salah satu lagu Ebiet G. Ade! (Kamu dapat meminta guru untuk memutarkan lagu itu di kelas). Dengar dan cobalah ikut bernyanyi! Kamu dapat juga menyanyikan lagu “Tuhan” karya Taufik Ismail yang dipopulerkan oleh Trio Bimbo. Sambil bernyanyi, simaklah syair lagunya. Berikut adalah teks syair lagu “Tuhan”. 70 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Tuhan Oleh: Trio Bimbo Tuhan, tempat aku berteduh Di mana aku mengeluh Dengan segala keluh Tuhan, Tuhan yang Maha Esa Tempat aku memuja Dengan segala doa Aku jauh Engkau jauh Aku dekat Engkau dekat Hati adalah cermin Tempat pahala dan dosa berpadu Setelah kamu mendengarkan atau menyanyikan lagu tersebut, kemukakanlah pendapatmu tentang irama lagu itu. Apakah iramanya sesuai dengan suasana dan isi lirik lagunya? Bagaimana pula tentang suasana perasaanmu dan imajinasi yang kamu bayangkan ketika mendengarkan lagu itu? Selanjutnya, cobalah syair lagu tadi kamu baca sebagaimana kamu membaca puisi dengan diiringi alat musik tertentu, misalnya gitar, piano, atau gamelan! Mintalah kelompokmu untuk mendengarkan dan memberi masukan apabila ada lafal atau intonasi yang kurang tepat saat membawakan puisi tersebut! 2. Memilih Puisi yang Akan Dimusikalisasi Sebenarnya semua puisi bisa dimusikalisasi. Akan tetapi, sebaiknya kamu memilih puisi-puisi yang sederhana, yang syairnya mudah diucapkan agar mudah dinyanyikan. Berikut ini salah satu contoh puisi sederhana yang dapat dimusikalisasi. Tuhan Karya: Hasbiono K. Kauberi aku mata untuk melihat Kauberi aku telinga untuk mendengar Kauberi aku kaki untuk berjalan Kauberi aku akal untuk berpikir Tuhan, Kini aku telah melihat bumiMu Kini aku telah mendengar kata-kataMu Kini aku telah berjalan menyelusuri bumiMu Dan telah kupikirkan semua tujuanMu 4 Indahnya Sebuah Nasihat 71
    • Alangkah munafiknya diri ini Bila tak bersyukur padaMu Alangkah berdosanya hati ini Bila keangkuhan ada pada diriku Oh, Tuhan Maafkan hambaMu Pilihlah puisi yang sederhana yang mudah untuk dilagukan atau diiringi musik! Caranya, pilihlah beberapa puisi kemudian diskusikan dengan kelompokmu, dengan guru bahasa Indonesia, atau guru kesenian untuk menentukan puisi yang paling cocok untuk dimusikalisasi! 3. Memahami Isi Puisi yang akan Dimusikalisasi Setelah menentukan puisi yang akan dimusikalisasi, kamu harus mampu memahami isi puisi dengan tepat agar irama lagu yang dipilih sesuai dengan isi puisi. Untuk itu, lakukanlah kegiatan ini secara berkelompok (setiap kelompok anggotanya 5--7 orang)! a. Diskusikan dengan kelompokmu isi puisi tersebut! b. Tuliskanlah hasil diskusimu! c. Laporkanlah di depan kelas! d. Untuk memahami isi puisi itu, kamu dapat berpedoman pada pertanyaan berikut. 1) Apa tema puisi itu? 2) Suasana bagaimanakah yang menjiwai puisi itu? 3) Hal apakah yang ingin dikemukakan pengarang melalui puisi itu? 4) Adakah bunyi vokal atau konsonan yang dominan dalam puisi itu? 5) Kata-kata apakah di dalam puisi itu yang menurutmu sulit untuk dipahami? Cobalah lihat maknanya dalam kamus bahasa Indonesia! 4. Menentukan Irama yang Sesuai dengan Suasana Puisi Dengan bantuan guru musikmu, tentukanlah nada, irama, dan tempo yang sesuai dengan isi dan suasana puisi! Dengan demikian, akan tercipta perpaduan bunyi yang indah antara puisi dan alat musik yang mengiringi. Jika di antara anggota kelompokmu ada yang dapat menciptakan lagu, mintalah dia menciptakan lagu untuk puisi yang sudah kamu pilih. Manfaatkanlah alat-alat musik sederhana yang ada di sekitarmu seperti gitar, harmonika, atau seruling! Bila tidak ada alat musik, kamu dapat menyanyikan secara acapela (bernyanyi tanpa musik). 72 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 5. Menampilkan Musikalisasi Puisi Setelah semuanya disiapkan tampilkanlah musikalisasi puisi di depan kelas! Dalam penampilan musikalisasi, unsur terpenting yang harus diperhatikan adalah kejelasan vokal dan penghayatanmu (ekspresi) saat menyanyikan puisi tersebut. Yang diutamakan tetap isi larik-larik puisi. Musik menjadi pendukung yang harus senada dengan isi puisi. Kegiatan ini adalah sebuah kerja kelompok sehingga setiap anggota kelompok harus berperan aktif. Vokalis boleh lebih dari satu asalkan padu. Mintalah bimbingan guru kesenianmu atau kakak-kakakmu yang dapat bermain musik! Pentaskanlah musikalisasi itu di depan kelas! 6. Menilai Musikalisasi Puisi Secara berkelompok, buatlah format pengamatan dan penilaian untuk penampilan musikalisasi puisi! Akan tetapi, jika kesulitan menentukan aspek-aspek penilaiannya, kamu dapat menggunakan penilaian berikut. No. Aspek yang Dinilai Skor Maksimal Skor Siswa 1. Keselarasan isi puisi dengan irama musik Irama musik selaras dengan isi puisi. 5 Irama musik kurang selaras dengan isi puisi. 3 Irama puisi tidak selaras dengan isi puisi. 1 2. Intonasi Irama tekanan dan jeda bervariasi sesuai 5 dengan isi puisi. Irama tekanan dan jeda kurang bervariasi. 3 Irama tekanan dan jeda tidak bervariasi. 1 3. Pelafalan Ucapan jelas dan tidak terjadi kesalahan 5 pengucapan. Ucapan jelas tetapi terjadi beberapa 3 kesalahan pengucapan. Ucapan tidak jelas dan banyak terjadi kesalahan pengucapan. 1 4 Indahnya Sebuah Nasihat 73
    • 4. Penampilan Ekspresif dan gerak tubuh sesuai 5 dengan isi puisi serta tidak grogi. Ekspresif dan gerak tubuh sesuai dengan isi puisi tetapi grogi. 3 Tidak ekspresif, gerak tubuh dibuat- buat dan tidak sesuai dengan isi puisi serta grogi. 1 Setelah itu, hitunglah nilai akhirnya dengan rumus: JUMLAH SKOR SISWA NILAI AKHIR (NA) : ————————————— X 100 = ........... JUMLAH SKOR MAKSIMAL Ketika kelompokmu menampilkan musikalisasi di depan kelas, mintalah kelompok lain untuk mengamati, menilai, dan memberikan masukan untuk perbaikan berdasarkan format yang telah disepakati! Sebaliknya, ketika kelompok lain menampilkan karyanya, kamu pun melakukan hal yang sama. Selanjutnya, semua kelompok di kelas dapat bergabung dan berdiskusi untuk merencanakan pembuatan pentas musikalisasi yang lebih besar. Kemudian tampilkanlah musakalisasi tersebut pada acara kesenian sekolah atau daerah! Selamat berlatih! C. Meresensi Buku Pengetahuan Sebagai siswa, kamu pasti banyak memiliki dan atau membaca buku. Pernahkah kamu membaca buku lalu memberi pertimbangan atau ulasan mengenai buku itu dengan mengemukakan kelebihan dan kekurangannya secara objektif? Jika ya, berarti kamu telah melakukan kegiatan meresensi buku. 74 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan meresensi buku, antara lain untuk belajar menuangkan gagasan, berlatih menilai baik buruknya isi buku, atau membuat rangkuman. Melalui pembelajaran kali ini kamu diharapkan dapat menulis resensi. Aktivitas belajar yang harus kamu lakukan adalah (1) mengidentifikasi bagian-bagian resensi (2) menentukan identitas buku, (3) menulis rangkuman isi buku, (4) mengemukakan kelebihan dan kekurangan buku, (5) menulis resensi secara lengkap, dan (6) menilai hasil resensi. 1. Mengidentifikasi Bagian-bagian Resensi Di bawah ini contoh resensi buku, yang dihasilkan oleh seseorang perensensi. Bacalah dengan cermat! SEKOLAH SUDAH MATI Judul Buku : Sekolah itu Candu Penulis : Roem Topatimasang Penerbit : Insist Press Yogyakarta Cetakan : Pertama, Juli 2007 Jumlah halaman : 178 halaman Buku ini dapat digolongkan sebagai bacaan yang unik. Pembaca diajak berkelana untuk melihat suatu peristiwa pada tahun 2222. Perjalanan itu dipandu oleh tokoh bernama Sukardal. Ia adalah seorang petani. Tanpa sengaja ia menemukan satu naskah tua di museum Bank Naskah Nasional. Naskah itu dikategorikan sebagai bacaan terlarang. Hal itu membuat Sukardal penasaran. Apalagi judul naskah itu tak asing baginya, yakni: Sekolah. Melalui buku ini kita diajak untuk bertanya, “Apakah benar sekolah adalah satu-satunya sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa? Pertanyaan ini ditujukan kepada kita semua. Pada bab pertama diceritakan tentang asal usul sekolah. Bab selanjutnya memberi tahu bahwa ternyata ada sekolah yang tidak punya daftar mata pelajaran wajib, tidak melaksanakan ujian kolektif. Murid-muridnya pun bebas memilih apa yang akan mereka pelajari. Buku setebal 178 halaman ini mengangkat masalah yang aktual. Sebuah buku yang cerdas, tetapi tidak terkesan menggurui. Buku ini ringan dan dapat dijadikan bacaan waktu senggang. Bahasa yang digunakan komunikatif. Namun, cover buku yang sengaja didesain dengan penampilan klasik naskah tua mengesankan sebagai bacaan yang berat. Terlepas dari kekurangannya, buku ini patut dibaca oleh berbagai kalangan. Bahkan dapat menjadi referensi pengetahuan bagi siswa, mahasiswa, atau pelajar pada umumnya. Sumber: Disadur dari Bulaksumur Pos, 4 Desember 2007 4 Indahnya Sebuah Nasihat 75
    • Berdasarkan teks tersebut, isilah tabel mengenai bagian-bagian resensi berikut! No. Bagian Resensi Ada Tidak Sebutkan 1. Judul resensi 2. Judul buku 3. Identitas buku 4. Rangkuman isi buku 5. Kelebihan buku 6. Kekurangan buku 7. Pendapat penulis resensi 2. Menentukan Buku yang Akan Diresensi Langkah pertama yang harus kamu lakukan dalam meresensi buku adalah menentukan buku yang akan diresensi. Buku yang layak diresensi adalah buku yang memenuhi syarat sebagai berikut: a. terbitan baru, misalnya kalau saat ini tahun 2008, carilah buku yang diterbitkan tahun 2008, jangan buku yang diterbitkan tahun-tahun sebelumnya, b. berisi hal-hal yang aktual atau hangat dibicarakan saat kamu akan meresensi, c. berkualitas baik, dan d. belum pernah diresensi oleh orang lain. Berdasarkan kriteria penentuan buku yang akan diresensi tersebut, tentukan sebuah buku ilmu pengetahuan untuk diresensi! Kamu dapat memilih buku yang ada diperpustakaan, atau buku yang kamu miliki sendiri. Diskusikan buku hasil pilihanmu itu dengan teman kelompokmu untuk menentukan tepat tidaknya buku tersebut diresensi! 3 Menuliskan Identitas Buku Identitas buku yang harus kamu tuliskan meliputi judul buku, penulis, penerbit, kota tempat terbit, tahun terbit, dan berapa jumlah halamannya. Misalnya, Judul Buku : Sekolah itu Candu Penulis : Roem Topatimasang Penerbit : Insist Press Yogyakarta Cetakan : Pertama, Juli 2007 Jumlah halaman : 178 halaman Amatilah buku yang sudah kamu pilih untuk diresensi! Selanjutnya, tulislah identitas buku tersebut secara lengkap! 76 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 4. Menulis Rangkuman Isi Buku Untuk mendapatkan gambaran mengenai isi buku, kamu perlu merangkum isi buku. Agar dapat merangkum isi buku, kamu harus membaca buku itu dengan cermat untuk memahami isinya. Meskipun pendek, rangkuman harus bersifat menyeluruh. Artinya, rangkuman itu harus mencerminkan garis besar isi buku secara keseluruhan. Amatilah kembali contoh resensi buku yang berjudul "Sekolah Sudah Mati" pada kegiatan 1! Temukan bagian yang berisi rangkuman buku! Berdasarkan contoh rangkuman itu, buatlah rangkuman buku yang telah kamu siapkan untuk diresensi! 5. Mengemukakan Kelebihan dan Kekurangan Buku Setelah merangkum isi buku, yang harus kamu lakukan adalah mengemukakan kelebihan dan kekurangan buku. Itu berarti bahwa kamu harus menilai buku tersebut. Dalam penilaian itu kamu dapat memberikan tanggapan pribadi terhadap buku yang kamu resensi. Meskipun demikian, penilaian terhadap buku itu harus dilakukan secara jujur dan objektif. Amatilah kembali contoh resensi buku yang berjudul "Sekolah Sudah Mati" pada kegiatan C.1! Temukan bagian yang berisi ungkapan mengenai kelebihan dan kekurangan buku, serta tanggapan pribadi penulis resensi! Selanjutnya, tuliskan kelebihan dan kekurangan buku yang akan kamu resensi, dan kemukakan tanggapanmu terhadap buku tersebut! 6. Menulis Resensi secara Lengkap Setelah memperoleh data yang lengkap mengenai aspek-aspek yang harus ditulis dalam resensi, tulislah resensi secara utuh! Caranya, kamu tinggal menggabungkan data yang telah kamu peroleh ke dalam sebuah tulisan yang padu. Usahakan agar tulisan itu enak dibaca. Jangan lupa untuk memberi rekomendasi atas kelayakan buku itu untuk dibaca. 7. Menilai Hasil Resensi Setelah resensi selesai kamu buat, tukarkan hasil resensimu dengan teman sebangkumu untuk dinilai dengan menggunakan rubrik berikut! Nama Penulis Resensi : ........................ Kelas : ........................ No. Aspek yang Dinilai Skor Maksimum Skor Siswa 1. Komposisi yang terdapat di dalam hasil resensi sesuai dengan komposisi resensi 20 pada umumnya. 4 Indahnya Sebuah Nasihat 77
    • 2. Tingkat kekohesifan yang terdapat di 10 dalam hasil resensi 3. Tingkat kekoherenan/keruntutan kalimat- 20 kalimat yang terdapat di dalam resensi 4. Tepat tidaknya struktur frase dan kalimat dalam kaitannya dengan kaidah bahasa 10 Indonesia 5. Tepat tidaknya pilihan dan variasi 10 penggunaan kosa kata 6. Tepat tidaknya penulisan huruf, kata, dan 10 kalimat. 7. Tepat tidaknya penerapan tanda-tanda baca seperti titik, titik dua, titik koma, 10 koma, tanda seru, tanda tanya, dan sebagainya. 8. Lengkap tidaknya komponen-komponen 10 hasil resensi. Jumlah Skor Maksimal 100 Rangkuman Pada unit 4, kamu telah belajar menganalisi unsur syair yang diperdengarkan, menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi, dan meresensi buku pengetahuan. Pada pembelajaran menganalisis unsur syair yang diperdengarkan, kamu telah belajar menemukan unsur-unsur syair dan mendengarkan syair untuk menemukan unsur-unsurnya. Pada pembelajaran menyanyikan puisi yang sudah dimusikalisasi kamu telah belajar menikmati musikalisasi dan menampilkan musikalisasi. Pada pembelajaran meresensi buku pengetahuan, kamu telah belajar mengidentifikasi bagian-bagian resensi, menulis resensi, dan menyunting resensi. 78 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Evaluasi A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Perhatikan larik puisi berikut! Cemara berderai sampai jauh Terasa hari jadi akanmalam Ada beberapa dahan di tingkap merapuh Dipukul angin terpendam Jika bait puisi tersebut dimusikalisasi, musik yang cocok untuk mengiringi puisi itu adalah musik yang menunjukkan suasana .... A. riang C. syahdu B. hening D. haru 2. Perhatikan kutipan syair berikut ! Degan kemendur bertemulah sudah Segera bermadah dengan menyembah Guru berkata tunduk tengadah Aminah mati teranglah sudah Syair di atas berisi .... A. nasihat C. sindiran B. kisah D. teka-teki 3. Jika akan meresensi buku, kamu harus mencantumkkan hal-hal berikut, kecuali .... A. identitas buku C. tanggapan penulis resensi B. rangkuman isi buku D. daftar pustaka 4. Perhatikan kutipan resensi berikut ! Kisah mengagumkan mengenai mengenai Mozart ini dapat kita baca dengan nyaman melalui buku Siapakah Wofgang Amadeus Mozart? Yang belum lama ini terbit. Kutipan tersebut merupakan bagian resensi yang berisi penjelasan tentang .... A. kelebihan buku C. tanggapan penulis resensi B. rangkuman buku D. kelemahan buku 5. Salah satu unsur syair yang membedakannya dengan puisi adalah .... A. jumlah baris tiap bait B. persajakan akhirnya C. isi pesannya D. jumlah kata tiap baris 6. Yang seharusnya tidak dilakukan penulis resensi adalah .... A. memasukkan tanggapan pribadi B. membandingkan mutu buku dengan buku lain yang terbit sebelumnya C. menggunakan judul buku sebagai judul resensi D. menuliskan identitas buku secara lengkap 4 Indahnya Sebuah Nasihat 79
    • B. Kerjakan tugas berikut! 1. Carilah sebuah buku yang kamu sukai di perpustakaan sekolah! Buatlah resensi untuk buku tersebut melalui langkah-langkah membuat resensi yang telah kamu pelajari! 2. Buatlah kelompok beranggota 5 sampai 6 orang. Pilihlah satu buah puisi yang sudah dimusikalisasi. Tampilkanlah musikalisasi puisi yang sudah kamu persiapkan di hadapan teman-temanmu agar dapat dinilai oleh gurumu. Di dalam melakukan kegiatan musikalisasi puisi kamu harus memperhatikan intonasi, pelafalan, dan penampilan, dan kesesuaian isi puisi dengan musiknya. Refleksi Setelah kamu berdiskusi, berlatih, dan melaksanakan semua kegiatan dalam pembelajaran ini, cobalah kamu renungkan kembali apa yang telah kamu kuasai dan belum kamu kuasai serta bagaimana kesanmu terhadap pembelajaran yang telah kamu laksanakan dengan memberikan tanda cek (√) pada panduan berikut! No Pertanyaan Pemandu Ya Tidak 1. Saya telah memahami unsur-unsur syair. 2. Saya dapat menemukan unsur syair yang diperdengarkan. 3. Saya senang mendengarkan pembacaan syair bersama teman- teman. 4. Saya dapat membuat musikalisasi puisi. 5. Saya bangga dapat menampilkan musikalisasi puisi bersama teman sekelompok. 6. Saya ingin menampilkan musikalisasi puisi bersama teman- teman dalam pentas akhir tahun nanti. 7. Saya dapat mengenali bagian-bagian resensi. 8. Saya memahami bahwa sebelum meresensi buku pengetahuan, saya harus membaca buku yang akan diresensi dengan cermat agar dapat merangkum dan memberi penilaian. 9 Saya senang dapat memberikan komentar tentang kelebihan dan kekurangan kelompok lain dalam menulis resensi buku. 10. Menurut saya, latihan-latihan dalam bab ini mudah diikuti dan membuat saya senang belajar bahasa Indonesia. 80 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 5 Bersedia Menghargai Karya Orang Lain www.kutaikartanegara.com A. Mengkritik/Memuji Berbagai Karya (Seni atau Produk) dengan Bahasa yang Lugas dan Santun B. Menganalisis Nilai-nilai Kehidupan pada Cerpen- cerpen dalam Satu Buku Kumpulan Cerpen C. Menulis Cerita Pendek Bertolak dari Peristiwa yang Pernah Dialami 5 Bersedia Menghargai Karya Orang Lain 81
    • 5 Bersedia Menghargai Karya Orang Lain 82 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • A. Mengkritik/Memuji Berbagai Karya (Seni atau Produk) dengan Bahasa yang Lugas dan Santun 1. Menentukan Aspek yang Akan Dikritik/Dipuji Mengkritik adalah kegiatan memberikan tanggapan disertai dengan uraian dan pertimbangan kekurangan dan keunggulan suatu karya. Oleh karena itu, sebelum mengkritik kamu harus menentukan kekurangan dan keunggulannya. Agar dapat menentukan kekurangan dan keunggulan karya itu, kamu harus memperhatikan secara mendalam hal yang akan dikritik. Sebagai contoh, guru memberi tugas untuk menulis sebuah paragraf. Temanmu telah berhasil membuatnya. Hasilnya sebagai berikut. Kata orang, menulis perlu bakat. Benar juga, tapi nggak selalu begitu. Bakat diperlukan kalau kita memilih jenis tulisan tertentu, seperti sastra. Tapi kalau jenis tulisan lain, semua orang bisa. Jadi jangan ragu-ragu untuk belajar menulis. Setelah mengamati tulisan temanmu, kamu ingin memberikan kritikan atau pujian atas hasil karya tersebut. Sebelumnya, tentu kamu harus mengamati objek yang dikritik. Setelah itu, kamu harus menentukan aspek apanya yang akan dipuji atau dikritik. Dalam hasil karya yang berupa paragraf tadi, misalnya, yang dapat dikritik adalah penggunaan ejaan dan tanda bacanya, pilihan katanya, keefektifan kalimatnya, dan kepaduan paragrafnya. 2. Menentukan Kekurangan dan Keunggulan Karya Agar dapat memberikan tanggapan dengan baik, kamu harus menentukan dulu kekurangan dan kelebihan karya temanmu. Penentuan kekurangan dan kelebihan paragraf yang ditulis temanmu itu sebaiknya didasarkan atas data dan fakta yang akurat. Untuk itu, kamu harus mengetahui objek/masalah apa yang akan dikritik. Selanjutnya, kamu harus mencari sumber bahan/teori untuk menentukan kekurangan dan kelebihan hal yang akan dikritik. 5 Bersedia Menghargai Karya Orang Lain 83
    • Dari hasil karya temanmu tadi, kamu mengetahui bahwa objek yang akan dikritik adalah satu paragraf yang telah ditulis temanmu. Teori yang dapat kamu gunakan untuk menentukan kekurangan dan kelebihan karya temanmu adalah ciri-ciri paragraf yang baik. Berdasarkan hal itu, kamu dapat menentukan kekurangan dan kelebihannya sebagai berikut. a. Kekurangan: 1) terdapat kesalahan diksi, yaitu penggunaan kata nggak 2) terdapat kesalahan ejaan, yaitu penggunaan tanda koma b. Kelebihan: 1) struktur kalimatnya benar 2) memenuhi syarat kesatuan 3) memenuhi syarat kepaduan 3. Mengkritik/Memuji dengan Bahasa yang Lugas dan Santun Berdasarkan identifikasi terhadap kekurangan dan kelebihan hal yang akan dikritik, kamu dapat menyampaikan kritik. Penyampaian kritik dapat disajikan secara lisan maupun tertulis. Penyampaian kritik hendaknya disertai alternatif atau jalan tengah jika yang dikritik tidak sesuai dengan teori. Jangan lupa pula untuk memberikan simpulannya. Dalam mengkritik/memuji, kamu harus berhati- hati, jangan sampai temanmu tersinggung! Kamu harus memilih cara yang paling tepat dan sopan untuk menyampaikannya. Apabila kritikanmu disertai dengan alasan yang logis, menggunakan bahasa yang baik, lugas, tegas, dan santun, pasti temanmu akan dapat menerimanya dengan baik. Dari hasil paragraf yang ditulis temanmu tersebut, misalnya, kamu dapat memberikan tanggapan sebagai berikut. Paragraf yang dibuat teman saya itu sudah memenuhi sebagian syarat paragraf yang baik. Di dalam paragraf itu hanya terdapat satu pikiran pikiran pokok. Tidak ada kalimat yang sumbang. Jadi, sudah memenuhi syarat kesatuan. Paragraf itu juga sudah memenuhi syarat kepaduan karena kalimat-kalimat yang ada dalam paragraf tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain. Dilihat dari aspek kalimatnya, terdapat kesalahan diksi dan kesalahan penggunaan tanda baca. Pada kalimat pertama paragraf tersebut terdapat kata nggak. Kata tersebut tidak baku, yang baku adalah tidak. Pada kalimat terakhir, terdapat kesalahan penggunaan tanda koma. Setelah kata jadi, seharusnya diberi tanda koma karena menurut kaidah, sesudah kata/ungkapan penghubung antarkalimat harus diberi tanda koma. Jadi, alternatif pembetulan paragraf itu adalah sebagai berikut: 84 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Kata orang, menulis perlu bakat. Benar juga, tetapi tidak selalu begitu. Bakat diperlukan kalau kita memilih jenis tulisan tertentu, seperti sastra. Akan tetapi, kalau jenis tulisan lain, semua orang bisa. Jadi, jangan ragu-ragu untuk belajar menulis. Kamu telah mencermati contoh cara mengkritik suatu karya yang berupa paragraf. Nah, sekarang kamu akan mengkritik karya berupa pantun. Untuk itu, ikutilah langkah-langkah berikut! a. Amatilah hasil karya temanmu yang berupa pantun berikut! Jalan-jalan ke tugu monas Sampai di puncak liftnya mati Bau badan tidaklah enak Karena sehari tidak mandi b. Tentukan aspek-aspek yang akan dikritik! c. Identifikasilah kekurangan dan kelebihannya! Untuk dapat menemukan kekurangan dan kelebihan karya temanmu itu, ingatlah kembali ciri-ciri pantun yang sudah kamu pelajari pada kelas VII! d. Berdasarkan identifikasi tersebut, secara bergiliran sampaikanlah kritik/pujian secara lisan dengan bahasa yang lugas dan santun! B. Menganalisis Nilai-nilai Kehidupan pada Cerpen-cerpen dalam Satu Buku Kumpulan Cerpen 1. Membaca Cerpen untuk Menemukan Nilai-nilai Kehidupan Pada pembelajaran Unit 3, kamu telah mengidentifikasi tema, latar, dan penokohan kutipan cerpen “Kenangan yang Tertinggal”. Dari identifikasi tersebut kamu menemukan bahwa cerita tersebut mengisahkan masalah pengorbanan. Buyung harus berkorban untuk kepentingan orang banyak. Dikisahkan bahwa Buyung mempunyai sebuah padepokan seni. Padepokan itu sudah sejak lama dirintisnya. Akan tetapi, padepokan yang sudah merupakan bagian hidupnya itu harus digusur lantaran terkena proyek pembangunan jalan tol. Sebetulnya Buyung merasa keberatan untuk melepaskan padepokannya. Akan tetapi, ayahnya menasihati agar dia merelakannya demi kepentingan umum. Perhatikan kutipan berikut. 5 Bersedia Menghargai Karya Orang Lain 85
    • Sebagai anak bungsu Buyung terus merengek tidak mau terima dengan rencana gila itu. Namun bapaknya bilang, untuk pembangunan kita harus mau berkorban. Apalagi untuk kepentingan umum. Buyung tidak bisa berkutik. Ya, dia bisa saja membuat lagi padepokan di tanah yang lain, tapi tak semudah itu! Dari kutipan tersebut kamu dapat menyimpulkan bahwa kita harus rela berkorban demi kepentingan orang banyak. Itulah salah satu nilai kehidupan yang dapat diambil dari kutipan cerpen“Kenangan yang Tertinggal”. Nilai kehidupan dalam cerpen adalah sifat-sifat tokoh yang dapat diteladani, atau hal-hal penting yang bermanfaat bagi kehidupan. Nah, sekarang bacalah dengan saksama cerpen berikut untuk dapat menemukan nilai kehidupan yang ada di dalamnya! PENULIS TERKENAL Oleh: Jazimah al Muhyi “Lihatlah aku, Reka sang penulis hebat! Penulis terkenal!” Senyum Reka lenyap. Gadis bermuka oval yang sedang semangat menatap lekat posenya dalam foto berukuran kartu pos itu menoleh ke arah suara yang mengomentari ucapannya. Suara berat yang agak serak. Dugaannya tak salah. Mas Reki, kakak sulungnya. “Dasar sirik!” Spontan Reka membulatkan mulut, menggembungkan pipi dan sekaligus membelalakkan mata. Reki membalas pelototan perempuannya dengan tatapan geli. ”Gitu aja marah. Kan memang baru calon. Kamu belum punya buku, kan?” ”Awas, ya, berani komentar macem-macem lagi, ntar Reka bilangin ke Mama. Biar nanti nggak dikasih uang saku!” ”Walah, katanya penulis hebat. Gitu aja kok laporan ke Mama. Itu namanya manja.” ”Biarin! Ayo, ngatain apa lagi? Mau Reka cubit?” ”Ampun, Ndoro Ayu. Ampuun …” Reki menunduk-nundukkan kepala. Cubitan Reka terkenal sangat perih di kulit. Reki pasti bisa membalas … tapoi, apa ya pantas? Dia kan lebih tua delapan tahun. Reka masih SMP, sementara Reki sudah kuliah tingkat akhir. Reka memang sudah lama memendam keinginannya untuk jadi penulis. Penulis cerita yang hebat. Penulis terkenal! Dia berpikir, senang juga kalau jadi penulis. Banyak teman, banyak penggemar, banyak yang akan antri meminta tanda tangan atau berfoto bersama. Artis plus, itulah pendapatnya tentang seorang penulis. Plus, karena selain menjadi terkenal dan banyak penggemar, seorang penulis itu dipandangnya sebagai 86 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • sosok yang cerdas dan berwawasan luas. Reki sering mengingatkan, “Bukan itu tujuan jadi penulis, Reka.” “Lalu apa?” “Mengajarkan kebaikan, menghibur orang lain, menumbuhkan semangat baca, juga memperbaiki moral bangsa.” “Itu juga tujuan Reka, Cuma gak sempat terucap. Emangnya, apa setiap niat harus diteriakkan dengan lantang biar seluruh dunia dengar?” He he he. Dasar Reka! Pagi itu cerah ceria. Seperti senyum Reka yang rekah seperti bunga mawar merah. “Mas Reki, apa ya nama pena yang paling cocok untukku?” Reka berjalan mondar-mandir di depan kakaknya sambil memain-mainkan balpoint di tangan kanan. Dengan tangan kiri yang diletakkan di belakang, gaya Reka benar-benar mirip guru yang sedang mengawasi murid-muridnya mengerjakan ulangan. “Nama pena?” “Iya. Namanya harus keren, mudah diingat, punya makna yang hebat dan marketable alias disukai pasar.” Mulut Reki spontan berdecak. “Wuih … tahu teori begituan, dari mana?” Dari bacaan dong. Aku kan penulis hebat, harus rajin baca.” Reka mengubah cara berjalannya. Sekarang mengambil gaya guru yang sedang menerangkan. Ballpoint- nya menunjuk-nunjuk Reki. ”Kan baru calon.” Reka memandang kakaknya dengan kesal. Dicubitnya lengan kakaknya. ”Ayo, berani meledek lagi, kuberi cubitan maut.” Reki langsung berteriak kesakitan, pasang muka memelas sembari memohon- mohon, ”Ampuni Kanda, Adindaku tercinta.” ”Sudah, tak usah obral rayuan gombal. Gimana dengan nama penaku?” ”Bagaimana kalau nama belakang diikuti nama ayah, jadinya … Reka Sutardi!” ”Aku gak mau. Nama ayah gak keren!” Sore baru saja datang, ketika Reka yang membawa selembar kertas duduk di samping Reki yang sedang serius membaca majalah olahraga. ”Mas, ini nih, biodata yang baru saja kubuat. Dibaca ya, trus dikritisi.” ”Ini biodata untuk apa? Kok prestasi menang menggambar waktu TK juga kamu tulis?” “Ya biodata untuk bukuku, Mas. Gimana, sih.” Reki mengerutkan kening. “Bukannya prestasi yang berkaitan ama menulis saja yang perlu kamu cantumkan?” “Nggak apa-apa kan, malah lebih bagus, biar pembaca bisa merasa lebih dekat denganku.” 5 Bersedia Menghargai Karya Orang Lain 87
    • “Oh, begitu, ya.” Reki pun memilih untuk mengalah kemudian meneruskan membaca biodata yang dibuat Reka. Baru beberapa kalimat, tiba-tiba Reki teringat sesuatu. “Eh, ngomong-omong, tulisan- tulisanmu sudah dimuat di berapa media sih, kok sudah mau dibukukan?” “Eng … belum satu pun.” Reki terkejut juga mendengar jawaban adiknya. Namun ada pemikiran lain muncul di otaknya. Mungkin Reka Cuma belum mujur. “Padahal kamu sudah nulis banyak, ya? Kamu sudah menulis berapa cerpen? Puisi? Atau novel? Mau gak kalau Mas bantuin cari penerbit? Bawa sini tulisan-tulisanmu biar Mas Reki lihat.” Reka menjawab lirih, terlihat malu-malu. ”Aku kan belum menulis satu pun.” “Haaa!!!” Kali ini keterkejutan itu memuncak. Reki melongo selebar-lebarnya. ”Jadi, kemarin-kemarin ribut-ribut bikin foto close up, terus bikin nama pena, membuat biodata … untuk apa?” Reka merengut. ”Untuk persiapan, dong. Kalau tiba-tiba Reka harus punya buku dan belum punya foto, nama pena ama biodata yang oke bisa-bisa para penggemar Reka kabur dan tidak tertarik lagi. Trus kalau sekali nulis langsung menang lomba trus diwawancarai ama banyak wartawan … gimana hayo?” Reki spontan menepuk keningnya sembari menggeleng-gelengkan kepala. Reki bingung sendiri. Proses untuk menjadi penulis, setahu Reki adalah dengan banyak membaca, menulis, lalu mengirim ke berbagai media, di samping terus mengikuti lomba-lomba penulisan. Sementara Reka? Memangnya selama ini Reka baca buku panduan menjadi penulis hebat yang mana, ya? Meski dengan lemas dan semangat mendukung, Reka yang sudah menguap habis, Reki masih sempat juga memberi nasihat. “Untuk jadi penulis, kamu harus menulis yang banyak dong, Reka.” “Beres, Mas. Itu sih wajib, ntar juga Reka kerjain.” Sumber: Nadia dkk. The Story of Jomblo. 2005 dengan perubahan seperlunya Setelah kamu membaca dengan saksama cerpen tersebut, kerjakan secara berkelompok ( beranggotakan 5-6 orang) hal-hal berikut! a. Pahamilah jalan cerita cerpen tersebut! b. Deskripsikan watak tokoh utamanya! c. Tentukan temanya disertai alasannya! d. Tunjukkan nilai-nilai kehidupan yang ada di dalam cerpen tersebut dengan bukti yang mendukung dan mengisikannya dalam format berikut! 88 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Aspek Nilai Positif Nilai Negatif Bukti Watak tokoh Perilaku tokoh Budaya masyarkat 2. Membandingkan Nilai Kehidupan dalam Cerpen dengan Nilai Kehidupan Siswa Bacalah kembali cerpen “Kenangan yang Tertinggal” pada pembelajaran Unit 3. Bagaimana sikap dan perilaku Buyung yang tergambar dalam cerpen tersebut? Bagaimana juga sikap dan perilaku ayah serta ibu dan kakak Buyung? Coba amati kehidupan di sekelilingmu, adakah orang yang mempunyai sikap dan perilaku seperti Buyung, dan ayah ibunya dalam cerpen “Rumah yang Tertinggal” tersebut? Ada, bukan? Ya, ada orang yang egois yang mementingkan diri sendiri seperti sikap Buyung yang enggan melepas padepokannya untuk kepentingan pembuatan jalan tol. Sebaliknya, ada orang yang rela berkorban untuk kepentingan umum. Nah, berdasarkan hasil analisismu terhadap nilai kehidupan di dalam cerpen “Penulis Terkenal”, bandingkanlah temuanmu itu dengan kehidupan yang ada di sekelilingmu! 3. Menyimpulkan Nilai Kehidupan dalam Cerpen yang Dapat Menjadi Teladan Siswa Setelah kamu membaca cerpen “Penulis Terkenal”, diskusikan dalam kelompokmu nilai-nilai yang dapat diteladani yang terdapat dalam cerpen tersebut! Laporkan di kelas dan bandingkan dengan kelompok lain. Isikan hasil diskusimu dalam format berikut! Nilai kehidupan dalam Diteladani Ditinggalkan Alasan cerpen 5 Bersedia Menghargai Karya Orang Lain 89
    • C. Menulis Cerita Pendek 1. Mendata Peristiwa yang Pernah Dialami Kamu tentu pernah mengalami peristiwa yang sangat mengesankan dan sulit dilupakan. Peristiwa tersebut berkesan mungkin karena sangat menyedihkan, misalnya, dimarahi guru karena lupa mengerjakan PR. Bisa juga karena sangat menyenangkan, misalnya, mendapat juara umum dalam lomba baca puisi. Atau, mungkin juga karena sangat mengharukan, misalnya bertemu dengan sahabat setelah lama berpisah. Bahkan, mungkin juga karena sangat menggelikan, atau menegangkan. Nah, ingat-ingatlah kembali beberapa peristiwa yang sangat mengesankan tersebut! Setelah itu, tulislah peristiwa mengesankan yang pernah kamu alami tersebut dalam tabel berikut! No. Butir Peristiwa Deskripsi Peristiwa 1. Menyenangkan a. Menjadi juara umum dalam lomba baca puisi b. 2. Mengharukan a. Bertemu sahabat lama b. 3. Menyedihkan 4. Menggelikan 5. dst. 2. Menentukan Alur Cerita Pada kegiatan 1 kamu telah mendata berbagai peristiwa mengesankan yang pernah kamu alami. Tugasmu sekarang adalah memilih dan mengembangkan salah satu peristiwa dari beberapa peristiwa yang sudah kamu data. Untuk itu, kerjakan langkah berikut. a. Dari data peristiwa yang sudah kamu tulis, tentukan satu peristiwa paling mengesankan yang akan kamu kembangkan menjadi sebuah cerita, misalnya bertemu dengan sahabat lama. 90 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • b. Dari peristiwa yang kamu pilih, tentukan pokok-pokok peristiwa yang akan kamu kembangkan menjadi sebuah cerita. c. Buatlah kerangka ceritanya. Urutkan pokok-pokok peristiwa tersebut sesuai dengan urutan cerita yang akan kamu paparkan. Kamu dapat mengurutkan peristiwa-peristiwa itu sesuai dengan urutan waktu terjadi peristiwa. Atau, kamu dapat mulai dari peristiwa yang terjadi paling akhir, baru kemudian disusul dengan peristiwa yang terjadi sebelumnya. d. Tukarkan hasilnya dengan teman sebangkumu untuk memperoleh masukan tentang urutan peristiwa yang telah kamu buat! 3. Menggunakan Majas Perbandingan Majas adalah bahasa kias, bahasa indah yang dipergunakan untuk meningkatkan efek tertentu dengan jalan memperkenalkan serta memperbandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang umum. Coba, kamu perhatikan kutipan cerpen “Selamat Tinggal Renokenongo” yang telah kamu pelajari sebelumnya. Sri tersenyum pahit. Mereka adalah dua sahabat sejak kecil, karena rumah mereka bertetangga. “Ya, desa kita yang tercinta. Tempat kita dilahirkan. Sekarang semua tinggal kenangan. Rumah kita sudah tenggelam dalam lumpur. Desa kita sudah hilang ditelan lumpur ...” Ning menjawab dengan haru. Di dalam kutipan tersebut terdapat kalimat: Desa kita sudah hilang ditelan lumpur. Lumpur adalah benda mati, tapi dia diperbandingkan/dikiaskan dengan manusia yang dapat melakukan perbuatan menelan. Itulah contoh majas. Majas dapat digunakan dalam bahasa lisan atau bahasa tulis. Dalam bahasa lisan, misalnya pada waktu berpidato untuk mempengaruhi pendengar. Dalam bahasa tulis, misalnya ketika membuat puisi atau cerpen. Ada berbagai macam majas yang dapat kamu gunakan untuk mengefektifkan pembicaraan. Tetapi, kali ini kalian hanya akan mempelajari majas perbandingan. Majas perbandingan dibagi menjadi perumpamaan, metafora, dan personifikasi. Perumpamaan adalah perbandingan antara dua hal yang pada hakikatnya berlainan dan yang sengaja kita anggap sama. Perbandingan itu secara eksplisit dijelaskan dengan pemakaian kata: seperti, bak, ibarat, umpama, bak, laksana. Misalnya, terdapat pada kalimat berikut: Rambutnya lebat seperti hutan Priangan. Rambut yang tebal/lebat dibandingkan dengan hutan Priangan dengan menggunakan kata pembanding seperti. 5 Bersedia Menghargai Karya Orang Lain 91
    • Metafora adalah bahasa kiasan yang dipakai untuk melukiskan sesuatu dengan perbandingan secara langsung. Jadi, tidak menggunakan kata pembanding. Misalnya, Cinta ibu adalah lautan tak bertepi. Cinta ibu yang tidak terbatas dibandingkan dengan lautan, tetapi tidak menggunakan kata pembanding. Jadi, perbandingannya bersifat implisit. Personifikasi adalah bahasa kiasan yang mempersamakan benda dengan manusia, benda-benda mati dibuat dapat berbuat, berpikir , dan sebagainya seperti manusia. Personifikasi membuat hidup lukisan, di samping itu memberi kejelasan paparan, memberikan bayangan angan yang konkret. Personifikasi banyak digunakan penyair dari dulu sampai sekarang. Misalnya, Cahaya yang menyelinap dari sela-sela gubug itu tak sanggup menembus pekat asap pembakaran sampah. Yang dapat melalukan perbuatan menyelinap adalah manusia. Akan tetapi, pada kalimat tersebut yang melakukan perbuatan menyelinap adalah cahaya, benda mati. Nah, tugas kalian adalah mencari majas perbandingan yang ada di dalam sebuah cerpen. Caranya, ikutilah petunjuk berikut: a. Berkelompoklah dengan temanmu! Tiap kelompok beranggota 5-6 orang. b. Pilihlah sebuah cerita, novel atau cerpen! c. Temukan kalimat-kalimat yang menggunakan pemajasan dalam cerita tersebut! d. Setelah itu, kelompokkan ke dalam tiga jenis majas dalam tabel berikut! No. Jenis Majas Kalimat Majas Arti 1. Perumpamaan 2. Metafora 3. Personifikasi 4. Menulis Cerita Pendek dari Peristiwa yang Pernah Dialami Dari kegiatan 1 dan 2, kamu telah berhasil membuat kerangka cerita. Selanjutnya, kembangkan kerangka cerita tersebut menjadi sebuah cerita yang utuh dengan memperhatikan hal-hal berikut! 1. Kembangkan cerita menurut urutan peristiwa yang telah kamu susun! 2. Gunakan bahasa yang sesuai dengan peristiwa yang diceritakan! 3. Gunakan minimal tiga majas! 4. Agar ceritamu menarik, sisipilah dengan dialog atau percakapan antartokoh! 5. Beri judul yang menarik! 92 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 5. Menilai Cerita Pendek Teman Cerita pendek yang kamu susun akan dinilai oleh temanmu. Untuk itu, tukarkanlah cerita pendekmu dengan teman sebangku! Selanjutnya, nilailah naskah cerpen temanmu tersebut dengan menggunakan rubrik penilaian berikut! No. Pertanyaan Pemandu Ya Tidak Penjelasan 1. Apakah peristiwa dipaparkan secara jelas dan runtut? 2. Apakah watak sudah digambarkan secara jelas? 3. Apakah ada kesesuaian antara judul dengan isi cerpen? 4. Apakah pemakaian kata mendukung hal yang akan diungkapkan? 5. Apakah penggunaan majas tepat? 6. Apakah dialog mendukung perwatakan tokoh? Rangkuman Pada unit 5, kamu telah belajar mengkritik/memuji karya dengan bahasa yang lugas dan santun, menganalisis nilai-nilai kehidupan pada cerpen-cerpen dalam satu kumpulan cerpen, dan menulis cerita pendek bertolak dari peristiwa yang dialami. Pada pembelajaran mengkritik/menuji karya orang lain kamu telah belajar menantukan kekurangan dan kelebihan karya, dan mengkritik dan memuji hasil karya orang lain dengan bahasa yang lugasa dan santun. Pada pembelajaran menganalisis nilai-nilai kehidupan pada cerpen-cerpen dalam satu buku kumpulan cerpen, kamu telah belajar membaca cerpen untuk menemukan nilai-nilai kehidupan, membandingkan nilai kehidupan dalam cerpen dengan nilai kehidupan sehari-hari, dan menyimpulkan nilai kehidupan dalam cerpen yang dapat menjadi teladan 5 Bersedia Menghargai Karya Orang Lain 93
    • Evaluasi A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Manakah cara mengkritik yang kurang baik? A. Dikupas berdasarkan data dan fakta B. Tanggapan berupa penilaian yang subjektif B. Dise rtai alternatif pemecahannya C. Menggunakan bahasa yang sopan 2. Dalam mengkritik atau memuji hasil karya temanmu, langkah yang harus kamu lakukan sesudah menyampaikan kekurangan karya temanmu adalah .... A. memberikan simpulan B. mencarikan sumber bahan C. memberikan pujian D. memberikan jalan keluar 3. Tina baru saja membacakan puisi pada acara perpisahan sekolah. Manakah di antara kritikan atau pujian yang ditujukan kepada Tina di bawah ini yang paling baik? A. Menurut saya, penampilan Tina bagus. Mungkin karena ia membacakan puisi di hadapan teman-temannya sendiri. B. Semalam Tina tampil bagus sekali. Teknik vokalnya mantap, penghayatannya bagus, dan ekspresif. C. Lumayan, tapi pembacaanya kurang mendukung suasana puisi. Seharusnya ia membawakannya dengan penuh semangat karena puisi yang dibaca adalah puisi perjuangan. D. Menurut pendapat saya, penampilan Tina patut diacungi jempol. Hebat! 4. Perhatikan kutipan cerita berikut! Ayahku duduk di ujung meja. Tiga kakakku berdampingan di sebelah kirinya. Berturut-turut adalah aku, ibuku, lalu seorang kakaku yang lain. Pada waktu makan, seperti biasanya kami tidak banyak bicara. Kata ibuku, makanan harus dinikmati dengan diam. Kalau orang terlalu cerewet pada waktu makan, itu berarti tidak menghormati makanan yang ada di depannya. Padahal, makanan adalah karunia Tuhan. Dan itu harus dihormati. Juga menurut ibuku, makanan harus dikunyah dengan lambat tetapi sebanyak kesanggupan kita. Tanpa suara dan dengan mulut tertutup. Tata cara makan yang baik yang dapat diambil dari kutipan cerita di atas adalah .... A. Tidak tergesa-gesa B. tidak banyak bicara 94 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • C. tidak terlalu banyak D. dengan mulut tertutup 5. Peristiwa sehari-hari yang kurang sesuai menjadi bahan menulis cerpen adalah peristiwa yang .... A mengharukan B. diingat dengan baik C. dapat menjadi pelajaran D. tidak mengandung konflik 6. Air muka Sukri kembali muram, seperti awan mendung yang bergerak-gerak cepat menutupi bulan purnama. Kalimat di atas mengandung majas .... A. perumpamaan B. metafora C. personifikasi D. pengiasan B. Kerjakan tugas berikut! 1. Pilihlah salah satu peristiwa menarik yang pernah kamu alami! Tulislah menjadi sebuah cerpen sesuai dengan langkah-langkah membuat cerpen yang telah kamu pelajari! Ingat, cerita yang kamu tulis hendaknya menarik dari segi tema, urutan peristiwa, dan penggunaan bahasanya! 2. Bacalah cerpen yang berjudul “Pada Suatu Hari” karya Pipik Isfiyati yang terdapat pada Unit 1 A hal. 17! Sebutkan pesan-pesan yang ada di dalam cerpen tersebut dengan alasan/bukti yang mendukung! 3. Pilihlah salah satu peristiwa menarik yang pernah kamu alami! Tulislah menjadi sebuah cerpen sesuai dengan langkah-langkah membuat cerpen yang telah kamu pelajari! Ingat, cerita yang kamu tulis hendaknya menarik dari segi tema, urutan peristiwa, dan penggunaan bahasanya! Refleksi Setelah berdiskusi, berlatih, dan melaksanakan semua kegiatan dalam pembelajaran ini, cobalah kamu renungkan kembali apa yang telah kamu kuasai dan belum kamu kuasai serta bagaimana kesanmu terhadap pembelajaran yang telah kamu laksanakan dengan memberikan tanda cek (√) pada panduan berikut! 5 Bersedia Menghargai Karya Orang Lain 95
    • No Pertanyaan Pemandu Ya Tidak 1. Saya telah mengetahui cara mengkritik hasil karya orang lain agar tidak menyinggung perasaan. 2. Saya dapat memuji dan mengkritik hasil karya orang lain dengan bahasa yang lugas dan santun. 3. Saya bangga dapat memuji dan mengkritik hasil karya orang lain dengan baik. 4. Saya dapat menemukan nilai-nilai kehidupan dalam cerpen yang bermanfaat bagi saya. 5. Saya senang membaca cerpen karena dengan membaca cerpen saya akan memperbaiki diri saya menjadi lebih baik. 6. Saya dapat menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi yang mengesankan. 7. Saya senang dapat menuliskan pengalaman pribadi yang tak terlupakan dalam sebuah cerpen. 96 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 6 Manfaat Mendengarkan Pidato/Khotbah www.indonesiamission-ny.com A. Menyimpulkan Pesan Pidato/Ceramah/Khotbah yang Didengar B. Berpidato/Berceramah/Berkhotbah dengan Intonasi yang Tepat dan Artikulasi serta Volume Suara yang Jelas C. Menulis Teks Pidato/Ceramah/ Khotbah dengan Sistematika dan Bahasa yang Efektif D. Mengidentifikasi Kebiasaan, Adat, Etika yang Terdapat dalam Buku 6 Manfaat Mendengarkan Pidato/khotbah 97
    • 6 Manfaat Mendengarkan Pidato/Khotbah Dalam kehidupan sehari-hari kamu tentu pernah pendengarkan pidato/khotbah, baik di sekolah maupun di masyarakat. Ketika mendengarkan pidato/khotbah tentu saja kamu ingin mengetahui isi pidato/khotbah dan menyimpulkan isinya. Untuk mencapai tujuan tersebut, kamu dapat mengikuti kegiatan belajar pada pembelajaran ini, yakni (1) menyimpulkan pidato/ceramah/khotbah, (2) berpidato dengan lafal dan intonasi yang tepat, dan (3) menulis taks pidato/ceramah. A. Mampu Menyimpulkam Pesan Pidato/Ceramah/Khotbah yang Didengar Pernahkah kamu mendengarkan pidato, ceramah, atau khotbah? Ketika mendengarkan pidato, ceramah, atau khotbah, tentu saja kamu ingin mengetahui isinya, bahkan kamu juga ingin menyimpulkan pesan yang ada di dalamnya. Bagaimana menentukan pokok-pokok isinya secara efektif, menyimpulkan pesan isinya secara tepat dari pidato/ceramah/khotbah yang kamu dengarkan? Pada kegiatan ini kamu akan berlatih menentukan pokok-pokok isi dan menyimpulkan isi pesan pidato, ceramah, atau khotbah. 1. Menemukan Hal-hal Pokok dalam Pidato/Ceramah/ Khotbah Pidato adalah berbicara monolog di depan orang banyak atau publik dalam sistuasi dan tujuan tertentu. Ada berbagai contoh pidato, misalnya pidato Kepala Dinas P dan K DIY. Cobalah tulis beberapa hal pokok yang terdapat dalam cuplikan pidato berikut. 98 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Cuplikan Pidato Kepala Dinas P dan K DIY (dengan modifikasi) Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh Pertama-tama kami panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sekalian sehingga pada kesempatan ini kita dapat bersama-sama berkumpul dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Bapak/Ibu guru yang saya hormati dan anak-anak sekalian yang berbahagia. Dalam memperingati Hari Anak Nasional kali ini, perlu kita renungkan kembali apa yang telah tersirat dalam GBHN tentang Pembinaan Anak dan Remaja, bahwa pembinaan anak sebagai generasi penerus bangsa harus dilakukan sedini mungkin di lingkungan keluarga dan pembinaan tersebut harus dimulai sejak anak masih dalam kandungan ibu, masa bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja, melalui peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, peningkatan mutu gizi, peletakan dasar-dasar kepribadian, kecerdasan, dan sosial, penumbuhan kesadaran akan hidup sehat, pembiasaan awal dalam berperilaku kehidupan beragama dan berbudi luhur, serta peningkatan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Oleh karena itu, sudah selayaknya apabila anak menjadi pusat perhatian dalam pembangunan bangsa dan diarahkan untuk menumbuhkembangkan kesehatan jasmani, rohani, dan sikap sosialnya secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Dengan demikian, mereka akan dapat menjadi warga negara dan anggota masyarakat yang berkesanggupan untuk mencapai tingkat kehidupan yang layak, sehat, bahagia, serta sejahtera lahir dan batin dalam masyarakat yang aktif membangun. Bapak/Ibu guru dan anak-anak yang berbahagia. Untuk mewujudkan cita-cita menyejahterakan anak Indonesia, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia pada acara peringatan Hari Anak Nasional, perlu diupayakan dan diwujudkan agar hak-hak anak, baik dari aspek kelangsungan hidup maupun perkembangan dan perlindungan anak sebagai tunas bangsa dapat dipenuhi sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945. Harus kita akui bahwa selama ini perhatian pemerintah terhadap pembangunan sektor pendidikan cukup besar. Hal ini antara lain telah dicanangkan Program Wajib Belajar 9 Tahun, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menyongsong pembangunan jangka panjang dan kehidupan global. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kegiatan pembinaan anak secara terencana, terarah, terpadu, dan berkesinambungan sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia Indonesia secara keseluruhan. Untuk itu, saya berpesan kepada anak-anakku tercinta. Belajarlah dengan tekun, disiplin, kreatif, dan tumbuhkan rasa percaya diri dan sikap hidup mandiri yang nantinya di masa mendatang kalian menjadi harapan untuk menerima estafet kepemimpinan bangsa tercinta ini. 6 Manfaat Mendengarkan Pidato/khotbah 99
    • Di samping itu, saya harapkan pula kepada semua Bapak/Ibu guru agar selalu perperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang saling Asih-Asah-Asuh untuk mengantar anak menghadapi era globalisasi agar mereka memiliki ketangguhan dan kemandirian. Akhirnya, dengan peringatan Hari Anak Nasional, dengan tema “Saya Anak Indonesia“ dan subtema “Anak Indonesia Sehat dan Bahagia” diharapkan agar masyarakat dan para orang tua dapat memberikan kesempatan pada setiap anak untuk hidup sehat, bahagia, bergembira, dan menikmati keberadaannya sebagai seorang anak yang memiliki masa depan yang lebih cerah. Semoga Tuhan yang Maha Esa memberkahi kita semua. Amin. Wabilahitaufikwalhidayah, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Setelah kamu mencatat hal-hal pokok yang terdapat dalam pidato tersebut, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini! (1) Dalam peristiwa apa pidato itu disampaikan ? (2) Siapakah yang menjadi sasaran pidato itu ? (3) Kapan pidato itu dilakukan ? (4) Menurutmu apakah harapan Kepala Dinas dalam pidatonya tersebut ? (5) Diskusikan dalam kelompok topik pidato tersebut! (6) Setujukah kamu dengan isi pidato itu, berilah alasannya! 2. Menyimpulkan Pesan Pidato/ Ceramah/ Khotbah Pidato merupakan salah satu jenis komunikasi lisan yang bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada pihak lain. Untuk itu apabila mendengarkan pidato, kamu harus mampu menyimpulkan isi pesan yang terkandung dalam pidato. Pesan itu ada yang dinyatakan secara langsung. Ada pula pesan yang dinyatakan secara tidak langsung. Pesan yang dinyatakan secara langsung misalnya dalam bentuk ajakan, imbauan. Sebaliknya, pesan yang tak langsung umumnya tersirat dalam setiap pernyataan. Untuk itu, cobalah kamu berlatih untuk menemukan pesan pidato dari Kepala Dinas tersebut dengan menjawab beberapa pertanyaan beriku ini. (1) Dalam peristiwa apa pidato itu dilakukan? (2) Apakah tujuan pidato tersebut? (3) Simpulkan isi pesan setiap paragraf pada pidato tersebut! (4) Apakah ada pesan yang merupakan ajakan ? Uraikan dengan jelas ! (5) Pesan apakah yang patut kita ikuti ? (6) Diskusikan dengan kelompokmu, apa pesan umum yang dapat disimpulkan dari isi pidato tersebut! (7) Buatlah ringkasan isi pidato tersebut! 100 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • B. Berpidato/Berceramah/Berkhotbah dengan Intonasi yang Tepat dan Artikulasi serta Volume Suara yang Jelas dan Tepat Ketika kamu akan berpidato/berceramah/berkhotbah, kamu perlu menyiapkan garis besar isinya. Selain itu, kondisi fisik kamu harus sehat. Bagaimana menyiapkan garis besar materi pidato/ ceramah/ khotbah dan menyampaikannya dengan intonasi yang benar dan volume yang jelas? Pada bagian ini kamu akan berlatih menyusun garis besar isi pidato/ceramah/khotbah dan menyampaikannya dengan intonasi yang benar dan artikulasi yang jelas di depan teman-teman kamu. 1. Menyusun Garis Besar Kerangka Pidato/Ceramah/Khotbah Sebelum berpidato, terlebih dahulu kita membuat rancangan isi pidato. Rancangan itu akan teratur apabila kita mau menuliskan bagain-bagian teks pidato secara cermat dan sistematis. Apabila kita mengamati secara cermat teks pidato tersebut, kita akan mendapatkan bagian-bagian naskah pidato. Secara umum naskah pidato terdiri atas tiga bagian utama, yaitu pendahuluan, isi dan penutup. Untuk itu, sebaiknya kita mengetahui dahulu peristiwa yang melingkupi pidato. Apabila peristiwa yang melatarbelakangi pidato adalah ulang tahun, kamu dapat menyusun bagian naskah pidato seperti berikut. Pidato Ulang Tahun Pembukaan Poin utama : mengajak dan memberi selamat Salam : kepada para tamu undangan, semua yang hadir Isi Alasan perayaan : Penjelasan singkat mengapa perayaan ulang tahun diadakan Masa lampau : Pembeberan singkat riwayat hidup orang yang sedang berulang tahun. Berikan pengalaman yang unik untuk menyegarkan suasana Harapan : Harapan akan hidup yang lebih baik Penutup : Ungkapan batin orang yang berulang tahun ajakan kepada semua hadirin untuk memberi selamat bagi orang yang berulang tahun Sebagai latihan, cobalah kamu bergabung dengan kelompokmu dan tentukan persoalan yang mungkin dapat diungkapkan dalam topik pidato berikut ini. Setiap topik pidato dikerjakan satu kelompok. Jangan lupa tentukan dulu komponen-komponennya! Selanjutnya susunlah garis besar persoalan sesuai dengan urutannya! (1) Perpisahan dengan kakak kelasmu (2) Menyambut siswa baru (3) Membuka acara pertemuan antarsiswa (4) Sebagai ketua panitia memberi sambutan dalam acara malam kesenian 6 Manfaat Mendengarkan Pidato/khotbah 101
    • 2. Berpidato/Berceramah/Berkhotbah dengan Intonasi yang Tepat dan Artikulasi serta Volume Suara yang Jelas dan Tepat Pidato akan dapat berhasil dengan baik apabila dipersiapkan dengan matang. Akan tetapi terkadang kamu tidak cukup waktu untuk mempersiapkan naskah pidatonya. Pada saat yang demikian kamu harus dapat mengetahui keinginan dari pihak yang meminta kamu berpidato. Dengan demikian kamu dapat dengan cepat memperoleh gambaran persoalan yang harus kamu kemukakan dalam pidato. Apabila kamu mempunyai waktu yang cukup, kamu harus mempersiapkan naskah pidato. Setelah naskah pidato disusun, hendaknya kamu dapat memahami isi pidatomu dengan baik. Dengan cara ini kamu tidak harus membaca naskah pidato secara lengkap atau menghafal semua kata yang ada di dalam naskah pidatomu. Kamu cukup menulis garis besar persoalannya. Dengan demikian, kamu dapat leluasa menjelaskan isi pidatomu tanpa keluar dari pokok persoalan. Sebelum kamu menulis sendiri naskah pidato, cobalah kalian pahami isi teks pidato berikut. Selanjutnya kamu dan kelompokmu bermain peran. Salah satu temanmu berperan sebagai wakil siswa kelas IX dan teman yang lain sebagai pendengar. Cobalah secara bergantian . Bapak kepala sekolah yang saya hormati. Bapak /Ibu Guru yang saya hormati. Para undangan yang saya muliakan, dan para siswa SMP Negeri 2 Surabaya yang saya cintai. Assalamualaikum wr. wb. Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Hanya dengan rahmat-Nya semata, pada hari ini kita dapat melaksanakan acara pelepasan siswa-siswa kelas 3 SMP Negeri 2 Surabaya tahun 2008. Tak lupa saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mewakili teman-teman kelas IX yang akan meninggalkan sekolah ini. Tidak terasa tiga tahun telah berlalu. Suka dan duka telah kami alami di sekolah ini. Hari ini, tanggal 12 Juli 2008, kita mengadakan perpisahan kelas IX. Acara ini sangat bermakna bagi kami para siswa kelas 3 yang akan meninggalkan sekolah yang kami cintai ini. Pada kesempatan yang baik inilah kami atas nama teman-teman mengucapkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah membimbing kami menyelesaikan satu tahap jenjang pendidikan di sekolah ini. Mudah-mudahan ilmu yang telah Bapak Ibu berikan kepada kami bermanfaat bagi kami semua. Demikian juga, kami mengucapkan terima kasih kepada orang tua kami yang telah ikhlas membimbing dan membesarkan kami sehingga kami dapat mendapat pendidikan yang utuh. Selain itu, pada kesempatan ini, kami juga mohon maaf dari pada kesalahan yang kami perbuat kepada Bapak dan Ibu Guru. Kami yakin kesalahan itu tak terhitung. Kami tahu kekecewaan sering Bapak Ibu alami karena perbuatan kami. Untuk itu semua, sekali lagi kami mohon maaf. 102 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Kami tahu perjalanan kami masih panjang. Onak dan duri akan banyak kami lewati dalam perjalanan kami selanjutnya. Untuk itu, kami berharap doa dari Bapak Ibu Guru semuanya, agar kami dapat menapaki bagian-bagian hidup kami pada sekolahan yang lebih tinggi dengan selamat. Kami ingin mewujudkan cita-cita kami dengan iringan doa para Ibu dan Bapak Guru serta doa orang tua kami. Kepada teman-teman yang saya cintai…. Marilah kita jaga nama baik daripada sekolah kita ini sampai ke tingkat yang lebih tinggi. Mari kita jaga nama baik sekolah kita ini dengan berprestasi yang lebih baik. Kebersamaan kita selama tiga tahun ini sangat bermakna bagi kita. Mudah-mudahan tidak cuma begitu saja setelah berpisah. Demikianlah hal-hal yang dapat kami sampaikan pada acara perpisahan ini. Apabila ada tutur kata yang tidak benar atau bahkan menyinggung perasaan hadirin, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamualaikum w.w., Agar pidato kamu lebih baik, mintalah teman lain dalam satu kelompok untuk memberi penilaian atas pidatomu. Gunakanlah rambu-rambu penilaian berikut ini. Angka 1 menunjukkan ketidakmampuan dalam berpidato, sedangkan angka 5 menunjukkan kemampuan tertinggi dalam berpidato. Lingkarilah angka yang sesuai dengan hasil pengamatan temanmu! Skor No. Aspek yang Dinilai Ket. 1 2 3 4 5 1 Ketepatan pengucapan kata 2 Keselarasan hubungan isi antarbagian pidato 3 Kesesuaian ekspresi dengan pesan yang diungkapkan 4 Kelancaran dalam mengucapkan kalimat-kalimat 5 Kesesuaian intonasi dengan isi pesan yang diungkapkan 6 Gaya Pengucapan Total Skor Keterangan: 1 = tidak tepat 2 = kurang tepat 3 = agak tepat 4 = tepat 5 = sangat tepat 6 Manfaat Mendengarkan Pidato/khotbah 103
    • C. Menulis Teks Pidato/Ceramah/Khotbah dengan Sistematika dan Bahasa yang Efektif Ketika kamu diminta oleh guru atau orang lain untuk berpidato/berceramah/berkhotbah, kamu perlu memilih tema yang sesuai. Atas dasar tema itulah kamu dapat merumuskan judul, menyusun kerangka, dan mengembangkannya menjadi teks pidato/ceramah/khotbah. Bagaimanakah agar kamu dapat memilih tema, menyusun kerangka, dan mengembangkannya menjadi teks pidato/ceramah/ khotbah yang baik? Pada bagian ini kamu akan belajar dan berlatih memilih tema, menyusun kerangka, dan menuliskannya menjadi sebuah teks pidato/ceramah/khotbah yang baik. 1. Menentukan Tema Pidato/Ceramah/ Khotbah Sebenarnya pidato tidaklah harus tampil tanpa teks. Kamu dapat berpidato memakai naskah. Untuk menyusun naskah pidato yang baik hendaknya kamu memperhatikan beberapa langkah penyusunan pidato. Pertama, menentukan topik yang akan dibicarakan. Kedua, merumuskan tujuan kamu berpidato. Ketiga, mengenali pendengar. Keempat mengumpulkan infomasi yang berkaitan dengan isi pidatomu. Kelima, menyortir informasi yang tidak diperlukan. Keenam, memahami informasi yang telah kamu kumpulkan. Cobalah kamu berusaha untuk mengaitkan informasi yang satu dengan informasi lainnya. Ketujuh, merancang teks pidato. Informasi yang telah kamu kumpulkan, kamu susun berdasarkan susunan teks pidato yang terdiri atas pembukaan, isi, dan penutup. Kedelapan, mencermati naskah secara umum. Setelah kamu membaca naskah pidato dari wakil siswa kelas IX tersebut tentunya kamu sudah dapat menentukan isi dan tema pidato di atas. Berikut ini cobalah kamu jelaskan beberapa butir pertanyaan yang sesuai dengan naskah pidato tersebut! (1) Menurutmu apa tujuan naskah pidato tersebut? (2) Jelaskan secara singkat isi pidato itu? (3) Buatlah garis besar persoalan yang dibicarakan pada pidato tersebut! (4) Tandailah naskah pidato itu mana yang termasuk salam pembuka, isi, dan penutup. (5) Diskusikan dengan teman kelompokmu tema pidato tersebut. (6) Berilah penjelasan singkat isi dari bagian pembukaan, isi, dan penutup pidato tersebut. Untuk memberikan penilaian hasil kerja siswa dapat digunakan rubrik penilaian sebagai berikut. Kelompok: ................. No. Aspek yang Diberi Skor Nilai Maksimal Keterangan 1 Ketepatan penentuan tujuan pidato 25 2 Ketepatan dalam menyimpulkan isi 25 pidato 104 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 3 Ketepatan dalam menyusun garis besar 25 isi pidato 4 Ketepatan menentukan tema 25 Jumlah skor 100 2. Menyusun Kerangka Pidato/Ceramah/ Khotbah Seperti dikemukakan pada bagian sebelumnya bahwa secara umum pidato terbagi atas tiga bagian, yaitu pembukaan, isi, dan penutup. Bagian pembukaan dapat berisi sapaan dan salam dan pujian kepada Tuhan. Bagian isi berupa deskripsi pesan yang ingin disampaikan, sedangkan penutup berisi simpulan dan ucapan terima kasih pada pihak lain. Sebagai latihan perhatikan pidato berikut ini. Pidato Ketua OSIS saat Acara Perpisahan dengan Para Siswa Kelas IX Assalamualaikum w.w., Yang terhormat Kepala SMPN 1 Waru, Sidoarjo yang saya hormati para guru dan komite sekolah, yang saya cintai teman-teman dan para undangan yang berbahagia, Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang Mahakuasa karena berkat rahmat dan hidayah-Nya pada malam ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat. Malam ini merupakan malam yang membahagiakan sekaligus mengharukan karena pada malam ini kita merayakan kelulusan para siswa kelas IX sekaligus melepas meraka untuk menapak ke depan dan meretas jalan tuk mencapai cita-cita mereka. Pada saat yang berbahagia ini, izinkanlah saya selaku Ketua OSIS menyampaikan beberapa pesan kepada mereka. “Kakak- kakak kelas yang kucintai, berat rasanya hati kami melepas langkah kakimu. Bertahun bersama terasa sekejap saja. Banyak duka, canda, dan bahagia bergelut dengan kita. Akan tetapi, kami sadar bahwa jalan yang harus kalian tempuh masih panjang, masih banyak pula portal yang menghadang. Tetapi kami yakin bahwa kalian akan mampu membuka portal-portal itu dengan kunci-kunci yang telah kaugenggan dan kaudapatkan di SMPN 1 Waru ini. Kami doakan semoga kunci itu menjadi kunci sakti yang dapat membantu meretas jalan kehidupanmu menuju muara yang penuh warna kehidupan, keihklasan, ketakwaan, kesusksesan, dan kebahagiaan.” Semoga Allah SWT selalu menjaga langkah kalian dalam-mencapai asa serta senantiasa menganugerahkan rahmat kecendekiaan, kesantunan, dan kesehatan. Amin. Wassalamualikum w.w., 6 Manfaat Mendengarkan Pidato/khotbah 105
    • Setelah kamu amati contoh sambutan tersebut, diskusikanlah dengan teman sebangkumu pidato atau sambutan tersebut! (1) Tentukanlah topik pidato tersebut! (2) Tentukan tujuan naskah pidato tersebut! (3) Susunlah persoalan yang dibicakan dalam naskah pidato tersebut! (4) Menurutmu bagaimanakah sistimatika naskah pidato tersebut? (5) Buatlah kerangka pidato tersebut berdasarkan naskah pidatonya! Untuk memberikan penilaian hasil kerja siswa dapat digunakan rubrik penilaian sebagai berikut. Kelompok: ................. Nilai No. Aspek yang Diberi Skor Keterangan Maksimal 1 Ketepatan penentuan tujuan pidato 15 2 Ketepatan dalam menyimpulkan isi pidato 20 3 Ketepatan dalam menyusun garis besar isi pidato 25 4 Ketepatan dalam mengelompokkan komponen 15 naskah pidato 5 Kesesuaian kerangka pidato dengan naskah pidato 25 Jumlah skor 100 3. Mengembangkan Kerangka Menjadi Teks Pidato/Ceramah/Khotbah dengan Memperhatikan Sistematika yang Baik Setelah menyusun garis besar persoalan, berikanlah kepada kelompok lain untuk mendapat masukan. Pertimbangkan masukan dan saran dari kelompok lain untuk memperbaikinya. Selanjutnya, berdasarkan urutan garis besar persoalan itu susunlah dalam bentuk naskah pidato. Sebelum kalian mengembangkan kerangka karangan pidato, perhatikanlah beberapa hal yang berkaitan dengan bagian pidato. Itu sangat penting bagi kalian agar kalian mempunyai gambaran yang jelas arah pengembangannnya. Apabila kita mengamati secara cermat pidato tersebut, kita akan mendapatkan bagian-bagian naskah pidato. Secara umum, naskah pidato terdiri atas tiga bagian utama, yaitu pendahuluan, isi dan penutup. Secara khusus bagian-bagian itu dapat kita lihat berikut ini. a. Sapaan dalam Pidato Contoh sapaan yang mandiri Teman-teman yang saya cintai Para pengurus OSIS yang berbahagia 106 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Contoh Sapaan yang diurutkan Yang saya hormati, Bapak Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bapak Kepala Sekolah dan Bapak/Ibu Guru SMP Negeri 8 Jakarta, Bapak/Ibu Komite Sekolah, dan Bapak/Ibu Wali Siswa, serta anak-anakku, para siswa kelas 3 yang berbahagia, yang sebentar lagi akan meninggalkan sekolah ini untuk melanjutkan studi di jenjang sekolah yang lebih tinggi. Umumnya sapaan ini dilakukan saat akan memulai pidato. Sapaan yang digunakan bergantung dari orang yang akan disapa. Apabila pendengar bersifat homogen kita dapat menyapa dengan satu kali sapaan. Sebaliknya, apabila yang disapa lebih dari satu, urutkan dari jabatan yang lebih tinggi, atau orang yang dinggap lebih dihormati baru kemudian pada pendengar secara umum. Berikut contoh beberapa penggunaan sapaan. b. Membuka Pidato Setelah memberi salam kepada hadirin, akan diteruskan dengan membuka pidato. Pada umumnya pembuka pidato berupa ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berikut contoh ungkapan pembuka pidato. 1. Marilah kita panjatkan puji dan Syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan perkenan-Nya kita dapat hadir pada upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional, tanggal 2 Mei 2008. 2. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya karena rahmat-Nya kita bisa hadir di dalam ruangan yang cukup bersejarah ini dalam keadaan sehat walafiat. c. Penjabaran Isi Pada saat menjabarkan isi pidato, kita tidak hanya menjelaskan apa yang ingin kita jelaskan. Terkadang kita juga meminta maaf, mengucapkan terima kasih, atau memuji. Berikut ini beberapa contoh tentang hal tersebut. 1) Penjelasan kesan terhadap peristiwa 1. Kami tahu, perjalanan kami masih panjang. Onak dan duri akan banyak kami lewati dalam perjalanan kami selanjutnya. Untuk itu, kami berharap doa dari Bapak Ibu Guru semuanya, agar kami dapat menapaki bagian-bagian hidup kami pada sekolah yang lebih tinggi dengan selamat. 6 Manfaat Mendengarkan Pidato/khotbah 107
    • 2. Sebagaimana Saudara ketahui jabatan adalah amanah, kepercayaan dan kehormatan. Junjung tinggi amanah, kepercayaan dan kehormatan yang telah diberikan oleh negara kepada saudara. Di sisi lain, jabatan adalah tugas dan pengabdian, laksanakan tugas dengan pengabdian itu sebaik-baiknya, dengan berbuat yang terbaik dalam setiap pelaksanaan tugas yang Saudara emban 2) Ucapan terima kasih dalam pidato 1. Pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah membimbing kami. Bapak Ibu Guru telah menuntun tangan-tangan mungil kami menapaki bagian perjalanan hidup kami di sekolah menengah pertama ini. 2. Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para investor, khususnya investor otomotif di bawah naungan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, dan PT Yamaha Motor Manufacturing West Java, yang telah meningkatkan peranannya dalam pembangunan industri dan peningkatan ketersediaan lapangan kerja 3) Memohon maaf dalam pidato Sebagai wakil dari kelas III, kami mohon maaf atas kesalahan yang kami perbuat kepada Bapak dan Ibu Guru. Kami yakin kesalahan itu tidak terhitung. Kami tahu kekecewaan sering Bapak Ibu alami karena perbuatan kami. Untuk itu semua, sekali lagi kami mohon maaf. 4) Ajakan 1. Mari mulai sekarang kita menjadi bangsa yang hemat energi, kita kembangkan alternatif energi, bukan hanya yang bersumber dari fosil, tapi dari sumber pertanian, perkebunan dan lain-lain. Kita perlu mengembangkan kebijakan energi yang tepat, yang ramah lingkungan, yang memeluangkan masa depan generasi kita. 2. Saya mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT. karena hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini untuk bersama-sama meresmikan beroperasinya PT Yamaha Motor Manufacturing West Java. 108 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 5) Penghargaan Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh direksi dan jajaran PT Yamaha Motor. Mudah-mudahan dengan peresmian pabrik yang baru ini, perusahaan akan mampu memberikan sumbangan bagi pembangunan ekonomi nasional dan bagi penyediaan tenaga kerja yang lebih luas lagi. d. Menutup pidato Demikianlah hal-hal yang dapat kami sampaikan pada acara perpisahan ini. Apabila ada kata yang tidak benar atau bahkan menyinggung perasaan hadirin, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Setelah kalian mengetahui bagian pidato secara nyata, cobalah kalian kembangkan kerangka karangan berikut ini menjadi sebuah teks pidato! Kerangka Pidato Laporan Kegiatan Acara Seminar (Acara ini dihadiri oleh kepala sekolah, pembicara, dewan guru, dan siswa) 1. Sapaan 2. Salam 3. Tujuan Kegiatan 4. Jenis Kegiatan 5. Peserta 6. Harapan 7. Penutup 4. Menyunting Teks Pidato/Ceramah/Khotbah yang Ditulisnya Naskah pidato yang telah dibuat sebelum dibacakan di depan publik, sebaiknya terlebih dahulu disunting. Tahap penyuntingan ini mencakup dua hal, yaitu penyuntingan bahasa dan penyuntingan isi. Penyuntingan bahasa mencakup tata kalimat, ejaan, dan ketepatan makna. Sekarang, perhatikan pidato berikut ini, lalu lakukanlah penyuntingan naskah! Bapak kepala sekolah yang saya hormati. Bapak /Ibu Guru yang saya hormati. Para undangan yang saya muliakan, dan para siswa SMP Negeri 2 Surabaya yang saya cintai. Assalamualaikum wr. wb. Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Hanya dengan rahmat-Nya semata, pada hari ini kita dapat melaksanakan 6 Manfaat Mendengarkan Pidato/khotbah 109
    • acara pelepasan siswa-siswa kelas 3 SMP Negeri 2 Surabaya tahun 2008. Tak lupa saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mewakili teman-teman kelas IX yang akan meninggalkan sekolah ini. Tidak terasa tiga tahun telah berlalu. Suka dan duka telah kami alami di sekolah ini. Hari ini, tanggal 12 Juli 2008, kita mengadakan perpisahan kelas IX. Acara ini sangat bermakna bagi kami para siswa kelas 3 yang akan meninggalkan sekolah yang kami cintai ini. Pada kesempatan yang baik inilah kami atas nama teman-teman mengucapkan rasa terima kasih yang sedalam- dalamnya kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah membimbing kami menyelesaikan satu tahap jenjang pendidikan di sekolah ini. Mudah-mudahan ilmu yang telah Bapak Ibu berikan kepada kami bermanfaat bagi kami semua. Demikian juga, kami mengucapkan terima kasih kepada orang tua kami yang telah ikhlas membimbing dan membesarkan kami sehingga kami dapat mendapat pendidikan yang utuh. Selain itu, pada kesempatan ini, kami juga mohon maaf dari pada kesalahan yang kami perbuat kepada Bapak dan Ibu Guru. Kami yakin kesalahan itu tak terhitung. Kami tahu kekecewaan sering Bapak Ibu alami karena perbuatan kami. Untuk itu semua, sekali lagi kami mohon maaf. Kami tahu perjalanan kami masih panjang. Onak dan duri akan banyak kami lewati dalam perjalanan kami selanjutnya. Untuk itu, kami berharap doa dari Bapak Ibu Guru semuanya, agar kami dapat menapaki bagian-bagian hidup kami pada sekolahan yang lebih tinggi dengan selamat. Kami ingin mewujudkan cita-cita kami dengan iringan doa para Ibu dan Bapak Guru serta doa orang tua kami. Kepada teman-teman yang saya cintai…. Marilah kita jaga nama baik daripada sekolah kita ini sampai ke tingkat yang lebih tinggi. Mari kita jaga nama baik sekolah kita ini dengan berprestasi yang lebih baik. Kebersamaan kita selama tiga tahun ini sangat bermakna bagi kita. Mudah-mudahan tidak cuma begitu saja setelah berpisah. Demikianlah hal-hal yang dapat kami sampaikan pada acara perpisahan ini. Apabila ada tutur kata yang tidak benar atau bahkan menyinggung perasaan hadirin, saya mohon maaf yang sebesar- besarnya. Wassalamualaikum w.w., Setelah kalian membaca naskah pidato tersebut jawablah pertanyaan berikut ini! (1) Adakah kalimat yang salah? Sebutkan! (2) Adakah kesalahan penulisan kata? Sebutkan! (3) Adakah kesalahan penggunaan tanda baca? (4) Adakah penggunaan kata yang tidak tepat? (5) Buatlah perbaikan naskah berdasarkan kesalahan yang kamu temukan dalam naskah pidato tersebut! 110 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • D. Mengidentifikasi Kebiasaan, Adat, Etika yang Terdapat di dalam Buku Novel Angkatan 20-an dan 30-an Novel merupakan salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa dan bersifat fiktif. Oleh sebab itu, novel sering disebut prosa fiksi. Novel ditulis atas dasar imajinasi pengarang terhadap kehidupan, baik kehidupan pada masa silam, sekarang, maupun yang akan datang. Dengan demikian, dalam novel dapat tercermin kebiasaan, adat, dan etika kehidupan dalam masyarakat. Bagaimanakah mendata kebiasaan, adat, dan etika kehidupan yang terdapat dalam sebuah novel? Pada subkegiatan belajar ini kamu akan berlatih mendata kebiasaan, adat, dan etika yang tercermin dalam novel, serta mengaitkannya dengan kehidupan masa kini. 1. Mendata Kebiasaan, Adat, Etika di dalam Novel Penerbit Balai Pustaka adalah pelopor dalam menerbitkan karya sastra Indonesia tahun 1920-an. Oleh karena itu, karya sastra yang lahir pada tahun itu disebut Angkatan Balai Pustaka. Hasil karya pada saat itu sampai sekarang ini masih dikenal, misalnya novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli. Karya sastra Angkatan Balai Pustaka lainnya dapat kamu lihat berikut. Karya Marah Rusli Karya Merari Siregar Siti Nurbaya Azab dan Sengasara La Hami Cinta dan Hawa Nafsu Karya Abdul Muis Karya Sutan Takdir Alisjahbana Salah Asuhan Tak Putus Dirudung Malang Pertemuan Jodoh Dia yang Tak Kunjung Padam Anak Perawan di Sarang Penyamun Karya sastra yang ditulis oleh seseorang pengarang biasanya menggambarkan keadaan masyarakatnya di tempat karya itu ditulisnya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa karya sastra ditulis tidak terlepas dari kondisi dan situasi masyarakatnya. Karya sastra yang ditulis antara tahun 1920-1930 biasanya dihasilkan oleh pengarang-pengarang dari daerah Sumatera, khususnya pengarang yang lahir dan hidup di Sumatera Barat. Untuk itu, tidak mengherankan apabila isi yang terdapat di dalam karya sastra tahun-tahun itu menggambarkan kehidupan masyarakat Minang, yaitu kehidupan yang berupa kebiasaan, adat istiadat, etika, dan sebagainya. Perhatikanlah cuplikan Marah Rusli novel Siti Nurbaya berikut ini. Pengarang novel Siti Nurbaya 6 Manfaat Mendengarkan Pidato/khotbah 111
    • Cuplikan novel Siti Nurbaya "Alimah, tjoba ambil rokokku dari dalam badjuku!" kata Ahmad Maulana. Alimah segera berdiri mengambil rokok itu dan memberi¬kannja kepada ajahnja. "Sekarang makanlah kamu sekalian!” kata Ahmad Maulana pula, sambil membakar rokoknja. Alimah Clan Nurbaja mendekatlah kesana, lalu makan bersama-sama dengan Fatimah. "Sebenarnja pikiranku, sekali-kali tiada setudju dengan adat beristeri banjak; karena terlebih banjak kedjahatannja dari pada kebaikannja,” kata Ahmad Maulana, sambil termenung mengembuskan asap rokoknja. "Banjak ketjelakaannja jang sudah kudengar dan banjak sengsaranja, jang sudah kulihat dengan mata kepalaku sendiri.” "Ja, tetapi sudah adat kita begitu; bagaimana hendak diubah? Daiam agama kitapun tiada dilarang laki-laki beristeri lebih dari seorang. Bila kita beranak laki-laki, alangkah malunja kita, walaupun kita bukan orang berbangsa tinggi sekalipun bila anak, kita itu hanja seorang sadja isterinja; sebagai orang jang tak laku kepada perempuan,” djawab Fatimah. "Djadi aku ini tak laku kepada perempuan, sebab isteriku hanja engkau seorang? Engkau tiadakah malu pula Alimah, sebab ajalunu tak laku kepada perempuan lain?” tanja Ahmad Maulana kepada anaknja, seraja tersenjum. Alimah tiada mendjawab pertanjaan ajahnja ini, melainkan tunduk kemalu-maluan. "Rupanja mak mudamu ini, suka kepada laki-laki jang berlsteri banjak, Nurbaja; sebab itu baiklah kaupinangkan aku perempuan barang selusin lagi. Kalau tiada, is nanti minta surat tjerai kepadaku, sebab malu kepada orang, suaminja tak laku kepada perempuan,” kata Ahmad Maulana pula. Nurbaja pun tiada berani mendjawab olok-olok itu hanja tersenjum, karena dilihatnja mak mudanja merengut. "Suatu lagi jang tak baik,” kata Ahmad Maulana, sedang senjumnja hilang dari bibirnja, "perkawinan itu dipandang se¬bagai perniagaan. Dinegeri lain, perempuan jang didjual kepada laki-laki, artinja si laki-laki harus memberi uang kepada si perempuan; akan tetapi disini, laki-laki dibeli oleh perempuan, sebab perempuan memberi uang kepada laki-laki. Oleh sebab adat jang sedemikian, laki-laki dan perempuan hanja diperhu¬bungkan oleh tali uang sadja atau karena keinginan kepada keturunan jang baik; sekali-sekali tidak dipertalikan oleh tjinta kasih sajang. Itulah sebabnja Mali silaturahim antara suami dan isteri mudah putus, sehingga lekas bertjerai kedua mereka. Setelah kalian membaca cuplikan novel tersebut jawablah pertanyaan berikut ini! (1) Sebutkan adat istiadat yang tergambar dalam cuplikan novel tersebut! (2) Menurutmu, bagaimana adat yang ada di dalam kutipan novel Siti Nurbaya itu? (3) Menurutmu, apakah adat yang kamu kemukakan sama dengan adat yang ada di daerahmu? 2. Mengaitkan Isi Novel dengan Kehidupan Masa Kini Novel sebagai karya sastra tidak terlepas dari adat istiadat dan nilai yang berlaku di masyarakat. Oleh karena itu, novel dapat merupakan cermin atau gambaran masyarakat yang melatarinya. Bahkan, nilai yang terkandung dalam karya sastra lama masih berlaku pada masyarakat sekarang ini. Cobalah kalian baca cuplikan novel Siti Nurbaya berikut ini. 112 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Cuplikan novel Siti Nurbaya “Nurbaja, sekali-kali aku tiada berniat hendak memaksa engkau. Djika tak sudi engkau, sudahlah; tak mengapa. Biarlah harta jang masih ada ini hilang ataupun aku masuk pendjara sekalipun, asal djangan bertambah-tambah pula dukatjitamu. Pada pikiranku tiadalah akan sampai dipendjarakannja aku; mungkin masih boleh ia dibudjuk. Sesungguhnja aku terlebih suka mati dari pada memaksa engkau kawin dengan orang jang tiada kausukai; dan djika aku tiada ingat akan engkau dan tiada takut akan Tuhanku, nistjaja telah lama tak ada lagi aku dalam dunia ini. Tetapi engkaulah jang mendjadi alanganku. Bagaimanakah halmu kelak, bila aku tak ada lagi? Siapakah jang akan memeliharamu?” Ketika itu berlinang-linanglah pula air mata ajahku dipipinja. Sesungguhnja harta benda itu tiada berguna bagitu, djika engkau tiada ada. Apa jang akan kubela? Tanggunganku jang lain tak ada dan ibumupun telah lama meninggal dunia. Pikiran kepadamulah jang membangkitkan hatiku hendak berniaga, mentjari keuntungan jang banjak, supaja engkau kelak djangan susah dalam kehidupanmu. Tiada lain jang kuingini dan kuamalkan serta kupohonkan kepada Rabbal’alamin, melainkan kesenangan dan kesentosaanmulah kelak, bila aku telah berpulang. Sekarang engkau tak suka pada orang itu, sudahlah! Kewadjib.anku telah kudjalankan, supaja djangan engkau menjesali aku pula kelak. Sekarafig marilah kita nanti segala kehendak Tuhan dengan tawakal dan menjerah!” Mendengar budjukan ajahku ini, barulah dapat aku mengeluarkan suara lalu bertanja: "Tidakkah tjukup untuk pembajar utang itu, kalau sekalian barang hamba djual dengan rumah ini dan tanah ajah? Karena hamba lebih suka miskin dari pada djadi isteri Datuk Meringgih.” "Tanah tak laku, sebab tak ada orang jang hendak membelinja dan harga barang-barangmu dengan rumah ini tentulah tak lebih dari enam tudjuh ribu rupiah. Dimana ditjari jang lain dengan bunga uang utang itu? Tetapi sudahlah, djangan kaupikirkan lagi perkara itu senangkanlah hatimu, dan kita tunggulah apa jang akan datang.” Semalam-malaman itu tak dapat aku memedjamkan mataku barang sekedjappun; menangispun tak dapat pula, sebagai kehabisan air mata. Sungguhpun mataku terbuka, tetapi tak dapat aku berpikir apa-apa; adalah sebagai otakku telah lelah. Oleh sebab itu berbaringlah lalu semalam-malaman itu dengan mata jang terbuka dan pikiran jang katjau-balau. Halku adalah seperti orang jang tiada chabarkan dirinja, antara bangun dengan tidur, antara hidup dengan mati. Berbagai-bagai penglihatan dan perasaan jang memberi takut dan dahsjat hatiku, datang ajahku tiada berkata apa- apa, melainkan datang memeluk aku, sambil bertanja: "Benarkah katamu itu?” Seperti suatu perkakas mengangguklah aku; karena mengeluarkan perkataan tak dapat lagi. Ajahku tiada berkata apa-apa, melainkan datang memeluk aku, sambil bertanja: "Benarkah katamu itu?” Seperti suatu perkakas mengangguklah aku; karena mengeluarkan perkataan tak dapat lagi goda. Dikatakan bermimpi, mataku terbuka, dikatakan djaga, pikiranku tiada hendak menurut kemauanku. Inilah agaknja jang disebut orang bermimpi dalam bangun. Setelah menjingsinglah fadjar disebelah timur dan berkokoklah ajam berbalas-balasan, barulah sadar aku akan diriku dan njatalah kepada hari telah subuh, lalu keluarlah aku membasahi kepalaku jang masih panas, sebagai besi menjala. Kemudian aku mandi akan menjegarkan tubuhku. Sesudah mandi, barulah agak dapat aku berfikir dengan benar. Tatkala ingatlah pula 6 Manfaat Mendengarkan Pidato/khotbah 113
    • aku akan halku, ketjutlah kembali hatiku dan berdebar-debarlah djantungku serta gemetar sendi tulangku, karena sebentar lagi akan djatuhlah hukumanku atau hukuman ajahku. Bila aku tiada diterkamnja, nistjaja ajahkulah jang akan disiksanja, binatang Was itu. Tiada berapa lama kemudian dari pada itu, sesungguhnja datanglah Datuk Meringgih dengan dua orang Belanda. Setelah naik kerumahku dengan tiada duduk lagi, ia bertanja kepada ajahku: "Bagaimana ?” "Tak dapat kubajar utang itu," djawab ajahku, "dan anakku tak dapat pula kuberikan kepadamu.” Tatkala mendengar perkataan ajahku ini, merentaklah ia dengan marahnja, lalu berkata: "Djika demikian, tanggunglah olehmu!” lalu diserahkannja perkara itu kepada pegawai Belanda, jang datang bersama-sama dengan dia. Seorang dari pada tuan ini berkata, sambil mendekati ajahku: "Walaupun dengan sedih hati, tetapi terpaksa hamba akan membawa tuan kedalam pendjara, atas kemauan Datuk Meringgih.” Dan hamba terpaksa pula menjita rumah dan sekalian harta tuan hamba,” kata pegawai jang lain. Ajahku tiada dapat menjahut apa-apa lain dari pada: "Lakukan kewadjiban tuan-tuan!” Tatkala kulihat ajahku akan dibawa kedalam pendjara, sebagai seorang pendjahat jang bersalah besar, gelaplah mataku dan hilanglah pikiranku dan dengan tiada kuketahui, keluarlah aku, lalu berteriak: "Djangan dipendjarakan ajahku! Biarlah aku djadi isteri Datuk Meringgih!” Mendengar perkataanku itu, tersenjumlah Datuk Meringgih dengan senjum, jang pada penglihatanku, sebagai senjum seekor harimau jang hendak menerkam mangsanja, dan terbajanglah sukatjitanja dan berahi serta hawa nafsu hewan kepada matanja. Sehingga terpaksa aku menutup mataku. Sesudah kamu baca novel tersebut, kerjakanlah hal-hal berikut ini! (1) Identifikasilah karakter tokoh-tokohnya! (2) Deskripsikan secara singkat latarnya! (3) Nilai-nilai kehidupan apa saja yang terdapat di dalamnya? (4) Bagaimana hubungan antara nilai kehidupan yang terdapat di dalam novel itu dengan kehidupan nyata sekarang? Rangkuman Pada pembelajaran unit 6 bagian A kamu telah belajar bagaimana menentukan pokok- pokok isi dan menyimpulkan pesan dari pidato/ ceramah/khotbah yang kamu dengarkan. Untuk membuat pokok-pokok isi pidato/ceramah/khotbah, kamu perlu menyimak secara sungguh-sungguh dari bagian awal sampai akhir, dengan menuliskan jawaban atas pertanyaan apa temanya, apa tujuannya, apa isi bagian awal, apa saja isi uraiannya, dan apa isi simpulannya. Sementara itu, untuk membuat simpulan pesan pidato/ceramah/khotbah, kamu perlu menulis jawaban atas pertanyaan siapa penceramahnya, kapan dan di mana kegiatan itu dilakukan, apa isi pokoknya, apa manfaatnya, bagaimana urutan isinya, dan bagaimana penyampaiannya. 114 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Pada pembelajaran unit 6 bagian B kamu telah belajar bagaimana menyusun kerangka atau garis besar isi pidato/ceramah/khotbah dan berlatih menyampaikan pidato tersebut di depan teman-teman kamu. Untuk membuat garis besar isi pidato/ceramah/khotbah, kamu perlu lebih dahulu memahami tema dan judul/topik yang kamu siapkan. Pada umumnya teks pidato terdiri atas bagian-bagian pendahuluan, isi/uraian, dan penutup. Sebelum meyusun teks pidato, sebaiknya kamu memahami peristiwa yang melingkupi pidato, waktu dan tempat pidato, serta khalayak yang akan mendengarkannya. Setelah teks pidato kamu selesai ditulis, sebaiknya kamu membaca kembali teks tersebut dan mencoba berlatih berpidato di depan teman-teman kamu. Dalam berlatih berpidato, hendaknya kamu meminta bantuan teman atau orang lain untuk memberikan penilaian, baik tentang isi maupun penampilanmu. Atas dasar komentar dari teman atau orang lain itulah, kamu dapat belajar lebih banyak untuk mempersiapkan diri tampil dalam forum yang sesungguhnya. Pada pembelajaran unit 6 bagian C kamu telah belajar bagaimana menentukan tema, menyusun kerangka, mengembangkan kerangka menjadi teks, dan menyunting teks pidato/ ceramah/khotbah. Untuk menyusun kerangka pidato ada tahapan yang perlu diperhatikan, yakni menentukan topik, menentukan tujuan, mengidentifikasi persoalan yang akan diuraikan, dan menyusun persoalan yang teridentifikasi sesuai dengan sistematika pidato. Untuk menyusun kerangka menjadi teks pidato ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni menentukan topik yang akan dibicarakan, merumuskan tujuan pidato, mengenali pendengar, mengumpulkan informasi yang terkait dengan isi pidato, memahami informasi yang tidak diperlukan, memahami informasi yang telah dikumpulkan, merancang teks pidato, dan mencermati naskah secara keseluruhan. Secara umum, naskah pidato terdiri atas tiga bagian utama, yakni bagian pendahuluan, bagian isi, dan bagian penutup. Secara rinci, teks pidato terdiri atas empat komponen, yakni (1) sapaan dalam pidato, (2) pembuka pidato, (3) penjabaran isi (penjelasan kesan peristiwa, ucapan terima kasih, permohonan maaf, ajakan, dan penghargaan), dan (4) penutup pidato. Naskah pidato yang telah dibuat, sebelum disampaikan di depan khalayak, sebaiknya disunting lebih dahulu. Penyuntingan tersebut mencakup dua hal, yakni (1) penyuntingan bahasa (tata kalimat, ejaan, ketepatan makna) dan (2) penyuntingan isi (kesesuaian isi dengan tema, tujuan, dan permasalahannya). Pada pembelajaran unit 6 bagian D kamu telah belajar tentang kebiasaan, adat, etika yang terdapat dalam karya sastra pada tahun 1920-1930-an. Karya sastra yang terbit pada masa itu disebut karya sastra Angkatan Balai Pustaka. Di samping itu terdapat pula nama Balai Pustaka yang merupakan nama penerbit yang menjadi pelopor dalam menerbitkan karya sastra Indonesia tahun 1920-an. Karya sastra yang ditulis oleh seorang pengarang biasanya menggambarkan keadaan masyarakat di tempat karya itu ditulisnya sehingga karya sastra yang ditulis tidak terlepas dari situasi dan kondisi masyarakatnya. Karya sastra yang lahir pada sekitar tahun 1920-an dan 1930-an pada umumnya ditulis oleh pengarang yang berasal dari daerah Sumatera, khususnya Minangkabau, Sumatra Barat. Oleh sebab itu, karya sastra yang muncul sekitar tahun tersebut menggambarkan kehidupan Minang, yakni berupa kebiasaan, adat istiadat, etika, budaya, dsb. Novel sebagai salah satu jenis karya sastra merupakan cerminan masyarakat yang melatarinya. Dengan demikian, nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra masih berlaku pula pada zaman yang berbeda. 6 Manfaat Mendengarkan Pidato/khotbah 115
    • Evaluasi A. Jawablah soal latihan berikut dengan memilih salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Ketika kamu berpidato di depan Bapak dan Ibu guru di sekolahmu, kata-kata pembuka yang tepat yang kamu ucapkan adalah .... A. Halo, Bapak dan Ibu semua B. Bapak dan Ibu yang saya hormati, C. Bapak dan Ibu semuanya, D. Selamat datang Bapak dan Ibu, 2. Jika kamu memberikan sambutan mewakili teman-temanmu kelas 3 dalam rangka perpisahan dengan guru-guru dan adik kelasmu, kata ganti yang tepat digunakan adalah .... A. saya B. aku C. kami D. kita 3. Kata-kata yang pantas kamu ucapkan ketika kamu memberikan sambutan dalam acara ulang tahun temanmu adalah .... A. Semoga kamu sehat selalu B. Semoga kamu dapat juara C. Semoga kamu dapat teman baik D. Semoga kamu dapat uang banyak 4. Jika kamu akan berpidato di sekolahmu dalam rangka ulang ahun sekolah, hal yang tidak perlu dilakukan sebelumnya adalah .... A. mengenali tempat, waktu, dan pendengarnya B. beristirahat (tidur) selama sepuluh jam C. menulis garis besar atau teks pidato D. berlatih pidato dengan teknik bermain peran 5. Ketika kamu mengakhiri sambutan mewakili teman-teman kelasmu, kalimat yang pantas kamu ucapkan adalah .... A. Kami mohon maaf karena hanya inilah yang kami siapkan. B. Sebenarnya banyak yang ingin kami sampaikan, tapi sudah saja. C. Tidak banyak yang dapat kami sampaikan, maaf saja ya. D. Demikianlah hal-hal yang dapat kami sampaikan dan jika ada kesalahan kami mohon maaf. 6. Pernyataan ajakan “Marilah mulai saat ini kita tingkatkan produktivitas karya tulis untuk mengisi majalah yang akan kita terbitkan bulan yang akan datang.” Kalimat pernyataan tersebut merupakan komponen pidato yang disampaikan pada .... 116 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • A. bagian penutup pidato B. bagian pendahuluan pidato C. bagian penjabaran isi pidato D. bagian salam pembuka pidato B. Jawablah pertanyaan/soal berikut secara singkat dan jelas! 1. Ketika kamu mendengarkan khotbah dengan tujuan untuk membuat garis besar isi khotbah, pertanyaan apa saja yang perlu kamu carikan jawaban dari khotbah yang kamu dengarkan? 2. Jika kamu diminta oleh gurumu untuk memberikan ceramah di depan teman-teman sekolahmu dalam rangka ulang tahun OSIS dengan tipik “Pembinaan Mental Keagmaan di Sekolah”, jelaskan apa saja yang perlu kamu siapkan dan kamu lakukan agar pelaksanaan ceramahmu berhasil dengan baik! 3. Tulislah beberapa kalimat yang mencerminkan pernyataan untuk mengakhiri/menutup pidato dalam rangka peringatan “Hari Ulang Tahun Sekolahmu”. Refleksi Setelah berdiskusi, berlatih, dan melaksanakan semua kegiatan dalam pembelajaran ini, cobalah kamu renungkan kembali apa yang telah kamu kuasai dan belum kamu kuasai. Jelaskan kesanmu terhadap pembelajaran yang telah kamu laksanakan dengan memberikan tanda centang (√) pada panduan berikut! No Pernyataan Pemandu Ya Tidak 1 Saya telah memahami ciri penting komunikasi lisan dalam bentuk pidato/ceramah/khotbah. 2 Saya dapat mengahargai kelebihan penyampaian isi pidato/ ceramah/khotbah orang lain. 3 Saya merasa senang mendengarkan pidato/ceramah/ khotbah. 4 Saya dapat menulis hal-hal pokok yang terdapat dalam pidato/ceramah/khotbah. 5 Saya dapat menyimpulkan isi dan pesan pidato/ceramah/ khotbah yang saya dengarkan. 6 Saya selalu menyunting naskah pidato yang saya buat, sebelum saya sampaikan di depan hadirin. 7 Saya telah memahami bagian-bagian pokok yang ada dalam naskah pidato. 6 Manfaat Mendengarkan Pidato/khotbah 117
    • 8 Saya telah memahami berbagai model berpidato. 9 Saya berani dan dapat berpidato di depan teman-teman saya. 10 Saya senang dapat memberikan komentar tentang kelebihan dan kekurangan pengampaian isi pidato orang lain. 11 Saya dapat mengikuti kegiatan belajar pada bab ini dengan biak. 12 Menurut saya, latihan-latihan dalam subbab ini mudah diikuti dan membuat saya senang dan bergairah belajar bahasa Indonesia. 118 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 7 Nilai Moral upload.wikimedia.com mage59.webshots.com A. Memberi Komentar tentang Isi Pidato/Ceramah/ Khotbah B. Membahas Pementasan Drama yang Ditulis Siswa C. Membandingkan Karakteristik Novel Angkatan 20-an dan 30-an D. Menulis Naskah Drama Berdasarkan Cerpen yang Sudah Dibaca 7 Nilai Moral 119
    • 7 Nilai Moral Ketika selesai mendengarkan pidato/ceramah/khotbah, kamu tentu saja ingin memberikan komentas, baik isi maupun cara penyampaiannya. Agar dapat melakukan hal tersebut, kamu perlu belajar tentang cara menentukan pokok-pokok isi pidato, cara menyampaikan komentar, dan santun bahasa dalam memberikan komentar. Di samping itu, dalam pembelajaran ini kamu juga akan belajar tentang sastra, khususnya mengenai drama, pementasan drama, dan karakteristik novel yang terbit pada masa Angkatan Tahun 1930-an. A. Memberi Komentar tentang Isi Pidato/Ceramah/Khotbah Sebagai umat beragama kita tentunya telah sering mendengarkan khotbah yang menyerukan tuntunan kepada kita. Bagaimana menentukan isi pesan secara efektif dalam mendengarkan khotbah? Pada kegiatan belajar ini kamu akan berlatih mengenali ciri pesan, menentukan isi pesan, dan berlatih memberikan komentar dengan alasan yang logis dan bahasa yang santun tentang isi khotbah. 1. Mengenali Ciri Pesan Tentunya dalam kehidupanmu kamu sering mendapat pesan/nasihat yang dapat saja terselip dalam pidato/ceramah/khotbah. Dari siapa saja kamu mendapat pesan/ nasihat? Amati pesan berikut! 120 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Jangan berdua-duaan! Karena itu berbahaya. Jaga diri baik-baik! Jangan mudah tergoda kenikmatan sesaat tetapi menghancurkan dunia akhirat! Hati-hatilah memilih teman! Teman bisa membuat kamu jadi baik atau malah menjerumuskan. Tuhan saja mau memaafkan kesalahan hambanya betapa pun besarnya kesalahan itu. Mengapa kita manusia tidak mau memaafkan? Belajar dengan SKS (sistem kebut semalam) tidak banyak berguna. Mana bisa satu malam dapat mencerna semua materi? Bisa-bisa malah sakit waktu ujian. Cintailah cinta agar hidup lebih bermakna! Jangan main api, bisa terbakar nanti! Pergi ke dunia lepas anakku sayang Pergi ke hidup bebas Selama angin masih buritan dan matahari pagi menyinar daun-daunan dalam rimba padang hijau Diskusikan dengan temanmu hal-hal berikut! a. Apa saja isi nasihat/pesan yang ada dalam contoh tersebut? b. Dari contoh tersebut, kelompokkan pesan yang bersifat langsung dan pesan yang bersifat tidak langsung! c. Jelaskan ciri pesan yang bersifat langsung/tidak langsung ditinjau dari bentuk bahasanya! d. Jelaskan ciri pesan/nasihat yang bersifat tidak langsung ditinjau dari bentuk bahasanya! 2. Menentukan Isi Pesan Khotbah Tentukanlah isi pesan yang disampaikan dalam khotbah yang kamu dengar! Untuk mempermudah, tulislah hal-hal penting dalam khotbah yang mendukung isi pesan tersebut! 7 Nilai Moral 121
    • Contoh pesan: Bentuk pesan: ajakan dan alasan Marilah kita jauhi obat-obatan terlarang! Agama jelas mengharamkan setiap yang memabukkan. Mengapa dilarang? Karena semua itu jelas akan menghancurkan kehidupan manusia. Marilah kita berusaha untuk terus berjalan di jalan Allah! Allah menyukai orang-orang yang takwa. Allah lebih menyukai lagi anak remaja yang bertakwa. Mengapa remaja yang bertakwa lebih dicintai Allah? Karena bertakwa pada masa remaja banyak rintangan Berjalan di atas tuntuna moral ibarat menggenggam bara. Hati-hatilah melewati masa remaja. Hanya dengan mendekat kepada Tuhan penciptamu kamu akan selamat. 3. Memberikan Komentar Isi Khotbah dengan Alasan Logis dan Bahasa yang Santun Berilah komentar tentang isi khotbah yang kamu dengarkan dari rekaman yang disajikan gurumu! Selanjutnya, lakukanlah diskusi kelas dengan bantuan gurumu untuk memberi komentar khotbah dengan alasan yang logis dan bahasa yang santun! Untuk mengecek kebenaran komentarmu, rekaman khotbah dapat diputar kembali. Siswa yang dapat menangkap isi pesan secara tepat dan dapat memberi komentar dengan alasan yang logis dan bahasa yang santun diminta menceritakan proses yang dia lakukan dalam menyimak tadi. Sebaliknya, siswa yang belum dapat menyimak dengan baik akan terus meningkatkan kemampuannya dengan cara menyimak yang lebih benar. B. Membahas Pementasan Drama yang Ditulis Siswa Sebelum mementaskan sebuah fragmen atau drama, kita perlu menelaah naskah yang akan dipentaskan untuk memahami isinya dan untuk menentukan apakah naskah atau teks tersebut cocok dipentaskan atau tidak. Setelah itu, kita dapat mengaitkan teks tersebut dengan pementasannya sehingga dapat ditentukan hal-hal yang dibahas terkait dengan pementasannya. Dalam pembelajaran ini kamu akan berlatih menentukan hal-hal yang perlu dibahas dalam pementasan suatu drama dan membahas pementasan tersebut melalui diskusi. 1. Mencermati Naskah Drama Mementaskan fragmen atau drama memerlukan kesungguhan dan kemauan keras. Kamu harus sanggup bekerja keras dengan disiplin yang tinggi. Banyak hal yang harus dilakukan untuk suatu pementasan, betapa pun sederhananya pementasan tersebut. Dalam kegiatan ini kamu akan berlatih mendiskusikan dan membuat catatan untuk pementasan fragmen. Untuk itu, cermatilah naskah drama berikut ini! 122 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Belajar Para pelaku: 1. Raras 2. Bu Yani/Ibu Raras 3. Arya/ adik Raras Pentas menggambarkan ruang tengah sebuah rumah yang sederhana. Di situ tersedia meja besar dan cursi yang berfungsi sebagai meja makan sekaligus sebagai meja belajar. Suasana tenang dengan sinar lampu yang cukup terang. Tampak Raras dan Arya duduk di kursi sambil membaca buku pelajaran. Ibu Yani juga ikut membaca buku. Suasana hening karena msing- masing sibuk dengan pekerjaannya. 01. Bu Yani : (Menatap Raras). Ingin melanjutkan ke SMA mana, Nak? 02. Raras : Kalau bisa ke SMA 6, Bu! 03. Arya : Mengapa tidak pilih SMA 5, Kak? 04. Raras : Saingannya berat. SMA 6 juga bagus. 05. Bu Yani : (tersenyum sambil menutup buku) SMA 6 juga berat loh saingannya! Tapi, tidak apa-apa, Ibu setuju dan mendoakanmu! 06. Raras : (tersenyum, mendekat mencium pipi Bu Yani) Terima kasih, Bu. Semoga doa Ibu makbul. 07. Arya : Jika diterima di SMA 6, traktir ya, Kak! 08. _______: ________________________ dan seterusnya. Bagaimana pendapatmu terhadap cuplikan drama di atas? Apa bedanya teks drama dengan cerita lain, misalnya: cerpen? Untuk semakin memperluas wawasanmu tentang drama dan sebagai sarana pelatihan, ikutilah langkah-langkah berikut! a. Bentuklah kelompok yang setiap kelompok terdiri atas 5—6 orang! b. Usahakan setiap kelompok terdapat anggota pria dan wanita (hindari pengelompokan yang homogen, misalnya semua anggota pria atau sebaliknya!) c. Carilah teks drama yang ada di perpustakaan! d. Diskusikan dalam kelompokmu naskah (teks) drama tersebut dan buatlah catatan- catatan yang diperlukan tentang isi naskah tersebut termasuk layak tidaknya naskah itu dipentaskan di kelas. Kelayakan itu dapat dilihat dari sisi isi cerita, setting, dan kemungkinan pergerakan pemain! e. Tukarkan hasil kerja kelompokmu kepada kelompok lain dan mintalah mereka mengoreksi dari segi bahasa, kelengkapan isi, dan cara penulisannya! f. Laporkan hasil kerja kelompokmu di muka kelas! 7 Nilai Moral 123
    • Catatan tentang Naskah Judul Naskah : ................................................................................................... Penulis : ................................................................................................... Tokoh : ................................................................................................... Tema cerita : ................................................................................................... Nilai pendidikan dalam cerita : ................................................................................................... ................................................................................................... Kelayakan untuk dipentaskan : ................................................................................................... Alasan : ................................................................................................... 2. Hal-hal yang Terkait dengan Pementasan Drama Naskah yang layak untuk dipentaskan di kelas dapat dilatihkan untuk dipentaskan. Pada saat pementasan, kamu dapat melihat kesesuaian naskah dengan hasil pementasan, termasuk improvisasi para pemainnya. Untuk lebih mendalami pementasan drama, diskusikan dan jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan anggota kelompokmu! Tuliskan jawabanmu dalam buku LKS! a. Bagaimanakah kesesuaian naskah dengan pementasannya? Adakah improvisasi yang mendukung? b. Bagaimanakah kelancaran dialog para pemain? c. Apakah konflik yang terjadi dalam drama tersebut? d. Bagaimanakah penjiwaan para pemain? e. Bagaimanakah tata panggung, tata rias, kostum, tata suara, tata cahaya? f. Dialog-dialog manakah yang seharusnya diucapkan dengan nada tinggi dan dialog- dialog mana yang diucapkan dengan nada datar? g. Bagaimanakah pengaturan posisi pemain (bloking), pergerakan pemain (moving), dan keluar masuknya pemain di panggung! h. ………………………………………………………………….. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat kamu kembangkan dan kamu gunakan sebagai bahan diskusi kelompok untuk melihat hal-hal yang terkait dengan pementasan drama. 3. Membahas Pementasan Drama Melalui Diskusi Tentu kamu pernah menonton pementasan drama atau mungkin kamu termasuk salah seorang yang mempunyai hobi bermain drama. Pementasan drama tidak hanya dapat disaksikan di panggung-panggung terbuka atau dalam gedung tertutup, tetapi dapat juga melalui layar televisi. Menonton drama memang mengasyikkan, bukan? Apalagi ikut menjadi pemain drama, lebih membanggakan lagi. Untuk menambah pengalamanmu tentang drama, bacalah kembali teks fragmen dalam pembelajaran yang lalu, kemudian pentaskan cerita tersebut di muka kelas dengan langkah-langkah berikut! 124 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • a. Berpasanganlah dengan teman di dekatmu dan diskusikan tentang cara mementaskan cerita tersebut! b. Berbagi peranlah bersama dengan temanmu dan demonstrasikan di muka kelas! c. Buatlah undian untuk menentukan giliran setiap kelompok yang akan tampil memerankan cerita tersebut! d. Tentukan hal-hal yang dibahas terkait dengan pementasan drama! e. Diskusikanlah pementasan drama itu, khususnya untuk melihat kelebihan dan kekurangan pementasannya! Gunakanlah rambu pengamatan berikut ini! Kesesuaian Yang Diamati Sesuai Tidak Sesuai 1. Penghayatan a. Tokoh .... b. Tokoh .... c. Tokoh .... 2. Kelancaran Dialog 3. Tata panggung 4. Tata rias 5. Kostum 6. ... C. Membandingkan Karakteristik Novel Angkatan 20-an dan 30-an Membaca karya sastra novel angkatan 20-an dan 30-an sering terasa sangat mengasyikkan. Kadang-kadang seseorang dapat hanyut dan tenggelam dalam alur cerita yang dibacanya. Hal itu sering terjadi bila pembaca menaruh empati kepada tokoh dalam cerita. Membaca karya sastra sesungguhnya tidak sekadar menikmati keasyikan ceritanya, tetapi yang lebih penting adalah dapat memetik manfaat dari cerita tersebut. Dalam pembelajaran ini, kamu akan berlatih mengidentifikasi dan membandingkan karakteristik novel angkatan 20-an dan 30-an. 1. Membaca Novel Angkatan 20-an dan 30-an Membaca karya sastra seperti novel memang menyenangkan. Sebuah karya sastra yang baik tidak hanya dapat menyenangkan bagi pembaca, tetapi juga mengandung berbagai nilai yang berguna, misalnya nilai budaya, agama, dan nilai-nilai kemanusiaan lainnya. Roman atau novel yang terkenal seperti Siti Nurbaya karangan Marah Rusli dari angkatan 20-an dan Layar terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana (STA) dari angkatan 30-an kaya akan nilai-nilai budaya. Pernahkah kamu membaca novel-novel tersebut atau salah satu di antaranya? Kalau belum pernah, carilah buku-buku tersebut di perpustakaan dan bacalah! 7 Nilai Moral 125
    • Agar kita dapat menangkap nilai-nilai dalam karya sastra, kita harus membacanya secara intensif. Membaca intensif karya sastra telah kamu lakukan sejak kelas satu, misalnya untuk mengungkapkan pelaku dan wataknya dalam cerpen (cerita pendek). Pada pembelajaran di kelas dua, juga ada membaca intensif, misalnya untuk menjelaskan unsur intrinsik novel anak-anak. Bacalah dengan baik cuplikan cerita berikut! Di beranda rumah, Maria dan Tuti disapa oleh ayah mereka yang duduk siap berpakaian stelan, membaca menghadapi meja yang penuh tumpukan koran, “Siapakah anak muda yang mengantarkan engkau berdua itu, mengapa tidak diajak naik?” “Entah, kami tiada tahu benar,” jawab Maria, “tetapi rupanya seorang studen Sekolah Tabib Tinggi. Kami bertemu dengan dia tadi di akuarium dan dari sana kami pulang bersama-sama.” R. Wiriaatmaja menundukkan kepalanya pula, membaca korannya. Perkataan anaknya itu tiada sedikit jua pun janggal terdengar kepadanya. Ia biasa memberikan kebebasan sebesar-besarnya kepada anaknya. Sebagai seorang yang besar dalam didikan cara lama, tetapi tiada menutup matanya kepada perubahan yang berlangsung setiap hari dalam pergaulan, kabur-kabur terasa kepadanya, bahwa telah demikianlah kehendak jaman. Dan ia tiada hendak melawan kehendak jaman, meskipun ia tiada mengeti sepenuh-penuhnya kehendak jaman itu. Antara dirinya dengan anaknya ada terentang suatu tabir yang halus dan tiada nyata kelihatan kepadanya. Terutama sekali payah ia hendak mengaji sikap dan pendirian Tuti yang lain benar nampak kepadanya dari Maria. Apakah gunanya ia sebagai perempuan siang- malam membuang tenaga dan waktu untuk perkumpulan, rapat di sini, rapat di sana, berpidato di sini, berpidato di sana? Apakah gunanya buku yang sebanyak itu bersusun dalam lemarinya, seperdua dari gajinya menjadi kertas saja? Dan sampai sekarang belum dapat ia menduga mengapa Tuti dahulu memutuskan pertunangannya dengan Hambali, putra Bupati Serang, yang pasti akan menggantikan kedudukan ayahnya di kemudian hari. Sering ia mencoba berbicara dengan Tuti untuk mengetahui kata hatinya, tetapi hal itu sedikit tak menjadi terang baginya: ia tiada mengerti apa tujuan ucapan Tuti yang mengatakan, bahwa tiap-tiap manusia harus menjalankan penghidupannya sendiri, sesuai dengan deburan jantungnya, bahwa perempuan pun harus mencari bahagianya dengan jalan menghidupkan sukmanya. Memaksa anaknya itu menurut kehendaknya tiada sampai hatinya, apalagi sejak berpulang istrinya dua tahun yang lalu. Dengan tiada insyafnya, dalam dua tahun yang akhir ini sejak Tuti mengurus rumah dan dirinya, perlahan-lahan tumbuh dalam hatinya sesuatu perasaan hormat kepada kekerasan hati dan ketepatan pendirian anaknya yang tua itu. Meskipun banyak ia tiada mengerti perbuatan dan kegemarannya, tetapi suatu rasa harus diakuinya: segala isi rumahnya beres sejak diselenggarakan oleh Tuti, jauh lebih beres dan rapi dari ketika mendiang istrinya masih hidup. Dan hal itu mendamaikan hatinya sebagai ayah terhadap kepada berbagai- bagai pekerti dan perbuatan anaknya itu yang tiada sesuai dengan pikirannya. Dalam hati kecilnya timbul suatu perasaan percaya, yang lahir oleh perasaan tiada kuasa untuk menunjukkan yang lebih baik, “Tuti tentu tahu sendiri, apa yang baik bagi dirinya!” Dari: Layar Terkembang, hlm. 15-16. 126 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Dengan membaca secara intensif, tentu saja kamu akan dapat mengungkapkan atau menceritakan isi cuplikan novel tersebut dengan kata-katamu sendiri. Untuk mengukur pemahamanmu terhadap cuplikan novel di atas, kerjakan tugas di bawah ini dengan langkah-langkah sebagai berikut! a. Bentuklah kelompok diskusi yang beranggotakan 3—4 orang! b. Usahakan setiap kelompok terdapat anggota pria dan wanita! c. Ungkapkanlah sifat/watak tokoh-tokoh dalam cuplikan cerita tersebut dan berikan ulasan! d. Tukarkanlah hasil kerja kelompokmu dengan kelompok lain yang terdekat dan mintalah komentar tentang hasil kerja kelompokmu! e. Tentukanlah wakil kelompokmu untuk membacakan hasil kerja kelompokmu di depan kelas! f. Bacakanlah hasil kerja kelompokmu di depan kelas! g. Pajanglah hasil kerja kelompokmu di tempat yang telah disediakan! h. Bacalah hasil kerja kelompok-kelompok lain secara silang dan berikan komentarmu terhadap hasil kerja kelompok tersebut! Agar kamu dapat bekerja dengan baik, gunakan format panduan kerja berikut ini! Format Identifikasi Sifat/Watak Tokoh No. Nama Tokoh Sifat/watak Penjelasan yang menyimpulkan hal itu 1. ..................... ................ ..................................................................... ..... ..................... ................ ..................................................................... ..... ..................... ................ ..................................................................... ..... ..................... ................ ..................................................................... 2. Mengungkapkan Perasaan dan Pola Pikir Tokoh dalam Novel Dengan membaca novel, kita dapat mengenal tokoh-tokohnya. Dalam pembelajaran yang lalu, kamu sudah mengungkapkan sebagian dari tokoh-tokoh dalam novel Layar Terkembang, meskipun lewat cuplikan cerita. Dengan memahami isi novel dengan membaca intensif, kita tidak hanya dapat mengenal sifat atau watak tokoh-tokohnya, tetapi kita juga akan dapat mengungkapkan pola pikir dan perasaan para tokoh tersebut. Tentu beberapa tokoh yang kamu temukan dalam cerita tersebut mempunyai pola pikir dan perasaan yang berbeda-beda, sesuai dengan peristiwa yang dialaminya. Hal itu tergambar dari sikap dan perilaku tiap-tiap tokoh. Cobalah kamu ungkapkan perasaan dan pola pikir tokoh dalam cerita ”Layar Terkembang” (cuplikan cerita disajikan setelah ini) melalui langkah-langkah berikut! a. Bentuklah kelompok diskusi yang setiap kelompok terdiri atas 3—4 orang! b. Bacalah dan diskusikan dalam kelompokmu tentang perasaan dan pola pikir tokoh dalam cuplikan cerita berikut! c. Berilah alasan tentang pendapatmu tersebut! 7 Nilai Moral 127
    • d. Tukarkan hasil kerja kelompokmu dengan kelompok lain dan mintalah mereka agar membaca dan memberikan saran atau komentar tentang hasil kerja kelompokmu! e. Laporkan hasil kerja kelompokmu dengan membacakan secara nyaring di depan kelas dan mintalah kelompok lain untuk menanggapinya! f. Pajanglah hasil kerja kelompokmu di tempat yang disediakan! 3. Mengidentifikasi Karakteristik Novel Angkatan 20-an dan 30-an Dalam pembelajaran ini, kamu diajak mengidentifikasi karakteristik novel yang dapat saja tecermin dari kebiasaan, etika, atau moral tokoh. Dalam cerita, hal itu dapat atau dramatik (penjelasan karakteristik secara tidak langsung). Perhatikan cuplikan novel berikut! Cuplikan Novel Layar Terkembang Tuti terus mengetik lagi. Beberapa lamanya berdetik-detik dan berderes-deres mesin tulis kena tangannya yang halus. Tetapi, tiba-tiba ia terhenti pula dan tangannya dibenamkannya ke dalam rambutnya selaku orang putus asa. Berderes dilihatnya kertas pada mesin tulis itu dan dikerumukkannya ke dalam keranjang sampah di bawah meja tulisnya. Ia tidak dapat menahan dirinya lagi. Kepalanya panas dan kuat terasa olehnya urat keningnya memukul. Ia pun berdiri dan berjalan mondar mandir di dalam kamarnya itu. Sekaliannya sempit kelihatan olehnya. Seluruh isi kamar itu selaku mati belaka. Alangkah kosong rasa hatinya! Tetapi, ia tak tahu, tak dapat tahu apa yang dihasratkannya. Lemari buku yang bersusunkan buku-buku yang setiap hari menjadi teman karibnya itu, pada waktu itu seperti memusuhinya dan tiadalah terkata benci hatinya melihatnya. Nafasnya menjadi sesak dan bergegas-gegaslah ia pergi ke belakang. Di kamar mandi kepalanya dibasahinya sampai dingin terasa olehnya. Waktu ia masuk ke rumah kembali, ia bersua dengan ayahnya yang sudah sembahyang Isya. Orang tua itu menyapa mengapa ia membasahi kepalanya, tetapi pertanyaan itu tidak didengarnya. Tiba di dalam kamarnya kembali dipadamkannya lampu, sebab ia tidak dapat melihat mesin tulis dan tumpukan kertas di atas mejanya itu lagi. Ia pun merebahkan dirinya di tepi tempat tidur dan ditutupnya matanya hendak menyenangkan hati dan pikirannya. Sekejap sesungguhnya berhasil usahanya itu. Tetapi, tiada berapa lama antaranya pikirannya telah mulai berjalan pula tiada terhambat-hambat. Ia teringat akan pidato-pidato yang gembira di Sala, nampak kepadanya teman- temannya yang sepikiran dengan dia dalam perjuangan untuk memperbaiki kedudukan perempuan. Terlihat-lihat olehnya, bagaimana ia dianjung-anjung orang, setelah mengucapkan pidatonya yang berapi-api. Ia mendapat kepercayaan kongres sepenuhnya. Pikirannya diperhatikan orang benar- benar dan jaranglah usulnya yang tiada diterima. Maka, bangkitlah kembali kepercayaannya akan dirinya memikirkan kelebihannya dari perempuan-perempuan lain. Di tengah-tengah mengawang dalam pelamunan tentang kecakapannya dan kelebihannya dari perempuan-perempuan lain, pedih rasanya tiba-tiba mencambuk pikirannya akan perselisihannya dengan Maria. Ia tidak mengerti akan perangai adiknya. Heran ia bahwa sampai demikian 128 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • perempuan dapat tetambat akan laki-laki. Maria bukan Maria lagi, ia telah menjadi bayang-bayang Yusuf. Tidak, ia tidak akan menghambakan dirinya kepada laki-laki serupa itu. Percintaan harus berdasar atas dasar yang nyata; sama-sama menghargai. Perempuan tidak harus mengikat hati laki-laki oleh karena penyerahannya yang tiada bertimbang dan bertangguh lagi. Perempuan tiada boleh memudahkan dirinya. Ia harus tahu di mana watas haknya terlanggar dan sampai ke mana ia harus minta dihormati dari pihak yang lain. Kalau tidak demikian perempuan senantiasa akan mejadi permainan laki-laki. Dan, daripada menjadi serupa itu, baginya baiklah ia tiada bersuami seumur hidup…. Agar kamu dapat melaksanakan tugas ini dengan baik, berikut diberikan format pengerjaannya. Gunakan format ini dengan baik dan kerjakan dalam LKS! Format Analisis Perasaan dan Pola Pikir Tokoh Tokoh 1 : .................................................................................................... Perasaan : .................................................................................................... Pola Pikir : .................................................................................................... Alasan : .................................................................................................... Tokoh 2 : .................................................................................................... dst. .................................................................................................... 4. Membandingkan Karakteristik Novel Angkatan 20-an dan 30an Setelah membaca sebuah novel atau karya sastra lainnya, kita dapat mengetahui isinya, misalnya bagaimana jalan ceritanya, apa yang dialami oleh tokoh-tokohnya, bagaimana watak tokoh-tokoh tersebut, dan sebagainya. Sebagian kecil dari isi novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana sudah kamu ungkapkan melalui pembahasan cuplikan ceritanya. Namun, hanya dengan membaca cuplikan ceritanya, kita tidak mungkin dapat menangkap nilai-nilai yang bermanfaat dari cerita itu secara lengkap. Oleh karena itu, bacalah novel-novel Indonesia yang banyak dianjurkan dalam pelajaran, misalnya novel Angkatan 20-an Siti Nurbaya karya Marah Rusli! Agar kamu dapat mengembangkan minat bacamu dan mampu membandingkan novel Angkatan 20-an dan 30-an dengan baik, kerjakan tugas di bawah ini dengan langkah-langkah sebagai berikut! a. Bentuklah kelompok gemar membaca sastra yang anggotanya terdiri atas 6—7 orang! Usahakan agar setiap kelompok ada pria dan wanita! b. Kunjungilah perpustakaan sekolah atau perpustakaan wilayah yang ada di daerahmu, pilihlah salah satu novel dari Angkatan 20 dan satu novel dari Angkatan 30! c. Bacalah dua novel tersebut dan diskusikan dalam kelompok belajarmu! d. Secara individu, kemukakan isi dan simpulkan karakteristik tiap-tiap novel itu! Untuk itu gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut! 7 Nilai Moral 129
    • 1) Siapakah tokoh-tokoh dalam cerita itu? 2) Peristiwa apa saja yang dialami tokoh-tokoh tersebut? 3) Bagaimana jalan ceritanya? 4) Bagaimana watak tokoh-tokoh tersebut? 5) Apa yang menarik dalam cerita itu?, 6) Bagaimanan karakteristik novel itu? e. Diskusikan isi novel yang kamu baca dengan kelompokmu di kelas dan ceritakan kembali isi novel tersebut sebagai ringkasan ceritanya, kemudian isilah tabel di bawah ini! f. Untuk memudahkan kerjamu, gunakan format kerja di bawah ini! Kerjakan tugas ini dalam buku tugas! Format Perbandingan Karakteristik Novel Komponen Novel Angkatan 20 Novel Angkatan 30 Judul Pengarang Penerbit Ringkasan isi Tema Tokoh 1 a. Sifat b. Perasaan c. Pola Pikir Tokoh 2 dst. Latar Nilai Budaya Karakteristik D. Menulis Naskah Drama Berdasarkan Cerpen yang Sudah Dibaca Sebuah naskah drama biasanya berisi kumpulan dialog dari para pelaku yang akan diperankan. Hal inilah yang membedakan naskah drama dengan bentuk karya sastra yang lain, misalnya cerpen. Dialog-dialog dalam naskah drama dikemas dengan mengikuti kaidah penulisan yang berlaku dalam naskah drama yang pada dasarnya merupakan tiruan dialog yang hidup. Dalam karya sastra lainnya, seperti cerpen dan novel, kita juga dapat menemukan dialog para tokoh, tetapi dialog tersebut masih merupakan rangkaian dari cerita keseluruhan yang bersifat naratif. Pada pelajaran kali ini kita akan berlatih menulis naskah drama sederhana berdasarkan uraian dan dialog dalam sebuah novel. 130 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 1. Mengidentifikasi Gaya Penulisan Cerpen dan Drama Pernahkah kamu membaca novel atau cerpen? Novel atau cerpen apa yang kamu baca? Masih ingatkah tokoh-tokohnya? Bagaimana watak tokoh-tokohnya? Adakah dialog-dialog dari tokoh-tokoh itu yang berkesan bagi kamu? Berikut ini disajikan sebuah kutipan cerpen, bacalah dengan saksama! KENANGAN YANG TERTINGGAL Oleh: Gola Gong Ketika rencana pembuatan jalan bebas hambatan itu jadi pembicaraan di surat kabar dan televisi, maka Buyunglah yang paling gelisah di antara seisi rumah. Bagaimana tidak. Proyek jalan tol itu melintasi tanah orang tuanya, tempat padepokan seninya berada. Jika tanah orang tuanya kena gusur, berarti hilang sudah padepokannya, tempat dia belajar kesenian bersama teman-teman sekolahnya. Tapi, bapak, ibu, dan kedua kakak perempuannya malah menyambut gembira rencana itu. Kelihatannya mereka sedang membayangkan uang ganti rugi yang mencapai puluhan juta. Wah, Bapakku bisa tambah kaya, nanti! Pikir Buyung. Dan kalau Buyung mencoba menentang rencana penggusuran tanah itu, kedua kakaknya pasti menertawakannya dan dengan kompak mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang terlalu mementingkan dirinya sendiri. Egois. Tidak mementingkan orang banyak. “Padepokan Buyung bagaimana, Pak?” Protes Buyung manja. “Padepokan saja yang kamu urusi, Buyung!” kata Bapak agak kesal. Beliau memasukkan tembakau ke pipa cangklongnya. “Kamu kan bisa bikin lagi di tanah Bapak yang lain! Bikin padepokan lagi di sana!” Tanah orang tuanya memang banyak. Warisan turun temurun. Jika tanah tempat padepokannya itu kena proyek jalan tol, maka tanah bapaknya masih bertebaran. Bapaknya memang terkenal dengan sebutan feodal, juragan tanah, karena punya tanah di mana-mana. Bapaknya sangat disegani orang-orang. Tapi, walaupun begitu bapaknya selalu mengelak jika dicalonkan menjadi kepala desa atau yang lebih tinggi dari itu. Misalnya anggota dewan di kabupaten sekalipun. Bapaknya cukup merasa bahagia mengurusi usaha dagang material bangunan sambil mengawasi sawahnya dan sesekali pergi memancing di irigasi. Sebagai anak bungsu Buyung terus merengek tidak mau terima dengan rencana gila itu. Namun bapaknya bilang, untuk pembangunan kita harus mau berkorban. Apalagi untuk kepentingan umum. Buyung tidak bisa berkutik. Ya, dia bisa saja membuat lagi padepokan di tanah yang lain, tapi tak semudah itu! Padepokan seninya sudah dia dirikan sejak SMP. Itu berarti lima tahun yang lalu. Di tanah bapaknya yang berupa pesawahan, di sebuah sudutnya ada kantong kecil berupa hutan kecil yang rimbun dengan pepohonan. Ada jambu air, mangga, jambu batu, pepaya, kedondong, rumpun bambu, dan segerombolan pohon pisang. Dengan seizin bapaknya dibangunlah sebuah gubuk beratapkan daun kelapa dan bangku-bangku dari bambu di halamannya. Ada panggung 7 Nilai Moral 131
    • kecil di tengah-tengahnya, tempat kelompok teater sekolah bermain. Itulah padepokan seninya. Dia menamai padepokannya dengan sebutan ”Padepokan Rumah Seni”. Di padepokan itulah Buyung menyalurkan gairah seninya. Hampir setiap sore ia duduk berangin-angin, melukis para petani, kerbau, lumpur, padi, sungai, irigasi, dan gunung. Setiap malam Minggu, seusai berkumpul dengan kawan-kawan sekolahnya, Buyung menghabiskan malam di padepokan bersama teater sekolahnya; menanak nasi liwet sambil berburu belut dan kodok swike di sawah, atau menyembelih ayam. Pada hari-hari yang hening dan romantis, Buyung membuat puisi dan cerita pendek. Itulah mengapa padepokan ini sangat penting bagi Buyung. Rasanya tak ada yang berharga lagi di muka bumi ini setelah keluarga dan kelompok teaternya selain padepokannya. Hancur dan remuk jiwanya setelah tahu pasti enam bulan lagi segalanya akan dicakar-cakar oleh buldoser. Akan rata dengan bumi dan di atasnya akan dilapisi aspal panas. Akan dilindasi roda-roda gila kendaraan yang menuju daerah wisata di pantai Anyer. Orang-orang Jakartalah yang sebetulnya menuntut jalan tol ini dibuat, karena dengan begitu mereka bisa lebih lancar berwisata ke Anyer. Berarti Buyung cuma punya sisa waktu enam bulan lagi untuk menghabiskan hari-harinya bersama kelompok teaternya di padepokan. Bersamaan dengan pengumuman hasil ujian akhir sekolahnya. ”Pokoknya, dalam sisa waktu yang sedikit ini, Buyung memilih tinggal di padepokannya saja!” ”Buyung!” ibunya berusaha mencegah. ”Biarin aja, Bu!” kata kakak perempuannya yang nomor dua. Buyung sudah duduk di sadel sepeda gunungnya. Ransel kecil yang penuh dengan perbekalan nemplok di punggungnya. Dia sudah memutuskan untuk mengungsi ke padepokannya, merasakan bagaimana nikmatnya hidup di padepokan. Menjadi orang bebas dan raja kecil bagi dirinya sendiri. ”Buyung kan nggak pergi jauh, Bu,” katanya. ”Cuma beberapa kilo saja dari rumah. Kalau Ibu kangen kan bisa nengok Buyung di padepokan sambil bawa panggang ayam kesukaan Buyung,” si bungsu itu tersenyum menghibur ibunya. ”Itung-itung menikmati hari-hari terakhir padepokan, Bu!” Bapaknya hanya mengangguk saja, membiarkan Buyung dengan pilihannya. Buyung mengayuhkan sepeda gunungnya ke luar kota. Membelok ke jalan perkampungan. Angin sore yang segar dan bau lumpur membuat dadanya lapang. Dia menyeberangi jembatan irigasi. Kini di atas tanah ayahnya sudah dipancang tiang-tiang beton dan kawat berduri. Untuk mencapai padepokannya, Buyung harus menerobos pagar itu. Ini sangat menyiksa batinnya. Dia merasa sudah kehilangan padepokannya saat ini juga. Dikutip dari Antologi Cerpen Pilihan The Story of Jomblo, 2005. 132 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Bandingkanlah cuplikan cerpen tersebut dengan cuplikan drama berikut! Kenangan yang Tertinggal Para Pelaku: 1. Buyung 2. Ayah 3. Ibu Pentas menggambarkan suasana ruang depan sebuah rumah di pinggiran kota. Di tengah ruangan terdapat seperangkat kursi tamu. Tepat di atasnya tergantung sebuah lampu antik yang sudah mulai menyala karena hari menjelang malam. Ayah duduk di kursi tamu sambil mengisap rokok melalui pipa cangklongnya. Ibu duduk di kursi berseberangan dengan Ayah. Buyung duduk bersebelahan dengan Ibu. 01. Buyung : Padepokan Buyung bagaimana, Pak? 02. Ayah : ( agak kesal) Padepokan saja yang kamu urusi, Buyung! Kamu kan bisa bikin lagi di tanah Bapak yang lain! 03. Ibu : (dengan sabar) Iya. Tanah Bapakmu kan cukup banyak. Pilih saja salah satu, mana yang kamu sukai! 04. Buyung : Em … Tapi… , kan tidak semudah itu, Bu? (mendekati Ibu) 05.Ibu : Tidak semudah itu, bagaimana? 06. Buyung : (berkata dengan manja) Iya, Bu. Padepokan itu kan sudah menjadi bagian hidup Buyung. Masak mau ditinggal begitu saja? 07. Bapak : Buyung, untuk pembangunan kita harus berkorban. Apalagi, untuk kepentingan umum! 08. Buyung : …………………………………….. 09. Bapak : ……………………………………………………… Catatan : Yang berada dalam kurung bukan dialog, melainkan tindakan (acting) yang harus dilakukan para pelaku. Setelah kamu membaca dua bentuk karya sastra itu (cerpen dan drama), cobalah kamu identifikasi perbedaan gaya penulisan cerpen dan drama. Kerjakan di buku buku tugasmu sesuai dengan format berikut! Gaya Penulisan Cerpen Gaya Penulisan Drama 7 Nilai Moral 133
    • 2. Mengidentikasi Pokok-pokok Cerita Diskusikan secara berkelompok kutipan cerpen di atas! Identifikasilah pokok- pokok cerita lewat pertanyaan: Siapa saja tokoh yang terlibat dalam kutipan cerpen itu? Apa topik yang dibicarakan? Kapan pembicaraan itu berlangsung? Di mana pembicaraan itu berlangsung? Bagaimanakah jalan ceritanya? Tuliskan hasil diskusi kelompokmu dalam format seperti bedrikut ini! Tokoh-tokoh dalam cerita : ___________________________________________ Topik pembicaraan para tokoh : ___________________________________________ Waktu pembicaraan berlangsung pada : ___________________________________________ Tempat pembicaraan : ___________________________________________ Setelah tugas tersebut selesai kamu kerjakan, tentukan pula isi dialog yang diucapkan setiap tokoh berdasarkan kutipan cerpen tersebut! Tuliskan hasil diskusi kelompokmu tentang isi dialog setiap tokoh itu dalam format berikut! Format Analisis Isi Dialog Nama Tokoh No. Isi Dialog Masir 1. “Bibi cerewet, Mak!” 2. “Tidak usah ke rumah bibi,Yah.” 3. ....................................................... .............. .......... ....................................................... 3. Menulis Naskah Drama Berdasarkan Cerpen yang Dibaca dan Menyuntingnya Dari kegiatan tersebut, kamu sudah dapat mengidentifikasi perbedaan gaya penulisan cerpen dengan drama serta telah dapat mengidentifikasi pokok-pokok cerita. Selanjutnya, teruskanlah penulisan naskah drama lanjutan dari contoh di atas berdasarkan tokoh, topik, setting, dan isi dialog yang ada dalam kutipan cerpen! Kerjakan tugas ini dalam buku tugasmu! Untuk menambah kemampuanmu dalam menulis naskah drama, lakukan kegiatan berikut! a. Buatlah kelompok baru atau bergabung kembali dengan kelompokmu ketika mengerjakan tugas di atas! b. Carilah sebuah cerpen atau novel! c. Baca dan diskusikan cerpen atau novel itu dengan saksama untuk mengetahui nama- nama tokoh, topik, latar tempat, setting waktu, alur, letak klimaks dan lain-lain yang ada dalam cerpen atau novel itu! d. Tulislah sebuah naskah drama berdasarkan cerpen atau novel yang kamu pilih seperti kegiatan yang baru kamu lakukan! 134 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • e. Setelah selesai, suntinglah tulisan itu dengan cara menukarkan hasil kerja kelompokmu dengan kelompok lainnya! f. Diskusikan hasil suntingan kelompok lain kemudian perbaikilah hasil tulisanmu berdasarkan hasil suntingan dri kelompok lain! g. Kumpulkan naskah drama yang sudah kamu tulis untuk dimintakan masukan dari guru atau ahli drama yang ada di kotamu! Rangkuman Pada pembelajaran unit 7 bagian A kamu sudah belajar memberikan komentar, mengenali isi pesan, dan menentukan isi pesan pidato/ceramah/khotbah yang kamu dengarkan. Pesan dalam pidato dapat disampaikan secara langsung dan tidak langsung. Pesan langsung biasanya berupa ajakan, permintaan, atau imbauan, sedangkan pesan tidak langsung tersirat pada pernyataan yang disampaikan pembicara. Atas dasar pengenalan terhada pesan dan isi pidato itulah kamu akan dapat memberikan komentar terhadap isi pidato. Komentar tersebut harus disampaikan secara logis dan dengan bahasa yang santun. Pada pembelajaran unit 7 bagian B kamu sudah belajar tentang pementasan drama. Sebelum mementaskan sebuah fragmen atau drama, kita perlu menelaah naskah yang akan dipentaskan. Penelaahan tersebut bertujuan untuk memahami isinya dan menentukan apakah naskah tersebut cocok dipentaskan atau tidak. Setelah itu, barulah kita dapat mengaitkan teks tersebut dengan pementasannya sehingga dapat ditentukan hal-hal yang akan dibahas. Hal-hal yang perlu ditelaah terkait dengan pementasan drama, antara lain (1) kesesuaian naskah dengan pementasannya, (2) kelancaran dialog para pelaku, (3) konflik yang terjadi dalam drama, (4) penjiwaan para pemain, (5) tata panggung, tata rias, tata suara, tata cahaya, kostum, (6) pengaturan posisi para pemain, gerakan pemain, keluar masuknya pemain, dan (7) berbagai jenis nada dialog. Pada pembelajaran unit 7 bagian C kamu sudah belajar tentang karya-karta sastra yang lahir tahun 1920-1930-an. Membaca karya sastra novel/roman yang lahir sekitar tahun tersebut memang mengasyikkan. Bahkan, bukan hanya dapat menyenangkan pembaca, melainkan sangat bermanfaat karena dalam novel pada masa itu banyak terkandung nilai- nilai sosial dan budaya yang masih sesuai dengan kehidupan sekarang, misalnya Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana (STA). Dengan membaca novel secara intensif, pembaca akan dapat mengenal sifat atau watak tokoh-tokohnya. Bahkan, pembaca juga dapat memahami pola pikir dan perasaan para tokoh dalam novel. Hal-hal tersebut dapat diambil hikmahnya dalam kehidupam bermasyarakat saat ini. Pada pembelajaran unit 7 bagian D kamu sudah belajar tentang penulisan drama. Drama perupakan salah satu jenis karya sastra prosa yang berbentuk dialog. Inilah yang merupakan karakteristik pembeda dengan jenis karya sastra yang lain, seperti novel dan cerpen. Hakikatnya, penulisan naskah drama merupakan tiruan dialog yang hidup. Dialog-dialog dalam drama membentuk rangkaian peristiwa yang dikemukakan secara naratif. Dalam novel sering pula terdapat dialog, tetapi dialog dalam novel tidak membentuk rangkaian narasi. Dalam drama dan novel sama-sama terdapat pelaku yang memerankan tokoh tertentu, selain keduanya juga memiliki unsur cerita, seperti tema, latar, dan alur cerita. Oleh 7 Nilai Moral 135
    • sebab itu, dalam penulisan naskah drama harus diperhatikan unsur-unsur pokoknya, yakni tema, dialog, setting, plot, pelaku, penokohan, dan konflik dalam cerita. Evaluasi A. Jawablah soal-soal latihan berikut dengan memilih salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Jika teman kamu menyatakan “Cintailah cinta agar hidup lebih bermakna!”, pesan yang terkandung dalam pernyataan tersebut adalah .... A. permintaan B. perintah C. petunjuk D. nasihat 2. “Belajar dengan sistem kebut semalam (SKS) tidak banyak berguna.” Pernyataan ini mengandung pesan yang bersifat .... A. tidak langsung B. tidak nyata C. terus terang D. langsung 3. “Jangan melewati gang licin ini, nanti kamu dapat jatuh!” Hal ini mengandung pesan yang bersifat .... A. tidak langsung B. tidak nyata C. terus terang D. langsung 4. Komentar terhadap isi pidato yang berbunyi “Isi pidato orang itu sangat buruk, seperti kentut kuda.” menunjukkan penggunaan bahasa .... A. tidak baku B. tidak bermakna C. tidak santun D. tidak benar 5. Karya sastra yang lahir sekitar tahun 1930-an sering disebut .... A. Angkatan Pujangga Baru B. Angkatan Pujangga Lama C. Angkatan Balai Pustaka D. Angkatan Orde Baru 6. Karya-karya sastra (novel) berikut yang tergolong karya sastra Angkatan Pujangga Baru, adalah .... A. Siti Nurbaya B. Azab dan Sengsara 136 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • C. Belenggu D. Layar Terkembang 7. Salah satu karakteristik yang membedakan naskah drama dengan novel dan cerpen adalah .... A. adanya dialog antara tokoh B. adanya konflik dalam cerita C. adanya alur cerita D. adanya latas cerita 8. Tokoh utama yang berperan secara negatif (melawan/menentang) dalam keseluruhan naskah drama disebut tokoh .... A. poligonis B. protagonis C. ekagonis D. antagonis B. Jawablah pertanyaan berikut secara singkat dan jelas! 1. Jika kamu menyampaikan komentar terhadap isi pidato temanmu di sekolah, jelaskan bagaimana bahasa yang kamu gunakan dan berikan contoh dalam beberapa kalimat! 2. Tunjukkan nilai-nilai yang terkandung dalam novel dan drama yang pernah kamu baca dan jelaskan perbedaan pokok antara kedua karya sastra tersebut! Refleksi Setelah kamu melaksanakan semua kegiatan dalam pembelajaran ini, cobalah kamu renungkan kembali apa yang telah dan belum kamu kuasai serta bagaimana kesanmu terhadap pembelajaran yang kamu lakukan, dengan memberikan tanda centang (√) pada kotak YA atau TIDAK atas dasar pernyataan panduan berikut ini! No. Pernyataan Pemandu Ya Tidak 1 Saya dapat mengenali ragam bahasa yang digunakan teman ketika berpidato. 2 Saya dapat membedakan antara bahasa santun dan tidak santun dalam penyampaian komentar terhadap isi pidato orang lain. 3 Saya dapat menyebutkan tujuh komponen penting yang perlu disiapkan dalam pementasan drama. 7 Nilai Moral 137
    • 4 Saya telah memahami karakteristik karya sastra pada masa “Angkatan Balai Pustaka” dan masa “Angkatan Pujangga Baru”. 5 Dengan membaca karya sastra novel secara intensif, saya dapat mengenali pola pikir dan perasaan tokoh cerita. 6 Saya telah mengenali karakteristik karya sastra drama. 7 Saya dapat menentukan perbedaan karya sastra drama dengan karya sastra novel atau cerpen. 8 Saya dapat menyebutkan dan menjelaskan unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam sebuah naskah drama yang saya baca. 9 Saya dapat mengenali nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra drama yang saya baca. 10 Saya senang dapat mengambil hikmah membaca karya-karya sastra drama. 11 Saya dapat mengikuti kegiatan belajar pada bab ini dengan baik. 12 Menurut saya, latihan-latihan dalam bab ini mudah diikuti dan membuat saya senang dan bergairah belajar bahasa dan sastra Indonesia. 138 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 8 Kesan dan Keindahan www.maranatha A. Menerangkan Sifat Tokoh dalam Kutipan Novel yang Dibacakan B. Menilai Pementasan Drama yang Dilakukan Siswa C. Menemukan Gagasan dari Beberapa Artikel dan Buku Melalui Kegiatan Membaca Ekstensif D. Menulis Karya Ilmiah Sederhana dengan Menggunakan Berbagai Sumber 8 Kesan dan Keindahan 139
    • 8 Kesan dan Keindahan Ketika seseorang membaca karya sastra atau menyaksikan pementasan drama, tentu saja ia ingin memehami dan memperoleh kesan tertentu. Agar hal tersebut dapat kamu miliki, ikutilah kegiatan belajar pada pembelajaran ini, antara lain cara menentukan watak tokoh, cara menilai pementasan drama. Selain itu, dalam pembelajaran ini kamu akan belajar tentang cara menemukan gagasan dalam artikel dan menulis karya ilmiah sederhana. A. Menerangkan Sifat Tokoh dalam Kutipan Novel yang Dibacakan Menikmati karya sastra dengan membaca dalam hati seperti membaca cerpen pada waktu senggang tentu sudah pernah kamu lakukan. Mendengarkan atau menonton pembacaan puisi dalam suatu pertunjukan tentu sudah pernah kamu alami. Namun, mendengarkan atau menonton pembacaan novel atau cerpen dalam suatu acara mungkin belum pernah atau jarang kamu lakukan. Memang, perlombaan atau pertunjukan baca novel tidak sesering pementasan baca puisi. Dalam pembelajaran ini, kamu akan berlatih mendengarkan dan menilai pembacaan cuplikan cerita, misalnya penggalan novel atau cerpen. 1. Mendengarkan Pembacaan Cuplikan Cerita Kamu sudah pernah mendengarkan pembacaan puisi, cerpen, atau novel, bukan? Apa yang segera kamu rasakan dalam mendengarkan pembacaan puisi, cerpen, atau novel? Pertama-tama yang kamu rasakan tentu keindahannya. Hal ini berbeda dengan pembacaan karya yang lain karena puisi, cerpen, dan novel merupakan karya sastra. Membaca sastra yang disuarakan seperti itu disebut membaca indah. Dalam membaca indah, kemerduan suara bukan satu-satunya ukuran. Membaca indah memang memerlukan corak suara yang bagus, tetapi lebih dari itu, pembaca harus mampu menghayati isi karya sastra yang dibacanya. Dengan menghayati isi karya sastra itu, pembaca sastra akan mampu menempatkan intonasi, ekspresi, irama, tempo, suasana, dan nada dengan tepat sesuai dengan cerita. Demikian pula, orang yang mendengarkan pembacaan karya sastra. Agar dapat mendengarkan dan menghayati 140 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • pembacaan karya sastra dengan baik, pendengar harus mempunyai kepekaan terhadap keindahan suara, ketepatan intonasi, ekspresi, irama, tempo, suasana, dan sebagainya. Dalam pembelajaran ini kamu akan dilatih untuk mendengarkan pembacaan karya sastra, khususnya prosa fiksi (cerpen atau novel). Agar kamu mempunyai kepekaan terhadap unsur penentu keindahan pembacaan karya sastra, untuk itu, lakukanlah kegiatan berikut ini! a. Bentuklah kelompok yang beranggotakan 3—4 orang! b. Suruhlah salah seorang temanmu untuk membaca cuplikan cerita berikut ini, yang lain menutup buku ini! c. Bersama kelompokmu, nilailah pembacaan cuplikan cerita tersebut dengan menggunakan format yang disediakan! d. Tukarkan kasil penilaianmu dengan teman lain dalam kelompok untuk perbandingan! e. Kemukakan alasan bila terjadi perbedaan nilai (nilai tidak harus sama)! f. Laporkan hasil penilaian kelompokmu di muka kelas! g. Berikan tanggapan dan komentar secara lisan terhadap pembacaan cuplikan cerita tersebut! Cuplikan Cerita BAUSUKU Karya: Agus S. Malma Perempuan bernama Yusin itu duduk selonjor di bangku kayu di samping gubuknya, menunggu. Dipangkuannya, bocah berkulit kusam adalah anaknya, pulas tidur. Yusin mengelus rambut dan memandangi wajah bocah usia delapan tahun itu, terbenak hari-hari puluhan tahun hidupnya di perkampungan belakang pasar sayur. Malam dingin dan gelap. Cahaya yang menyelinap dari sela-sela gubug yang berdiri tak beraturan itu tak sanggup menembus pekat asap pembakaran sampah yang habis tersiram hujan. Becek. Air menggenang di mana-mana. Parit kecil yang berkelok di samping gang sempit menebarkan aroma sayur busuk. Kaleng bekas menumpuk berbaur dengan serpihan kardus dan sampah plastik. Seekor nyamuk hinggap di ruas tengah ibu jari kaki Yusin. Menghisap darah lewat pori kulit sambil nungging. Dengan susah, Yusin mengusir makhluk bermulut lancip itu. Ia tidak berani menepuknya karena takut bocah di pangkuannya terjaga. Sudah beberapa hari ini, bocah itu tidak mau tidur di dalam gubug. ”Di luar dingin. Banyak nyamuk!” kata Yusin pada anaknya pada saat pertama kali minta dipangku di luar malam-malam. Malam di perkampungan dekat pasar di musim hujan memang dingin dan penuh nyamuk. Tapi tidak bagi anak lelaki Yusin. Ia akan memandang ibunya dengan tatapan seakan tak pernah 8 Kesan dan Keindahan 141
    • mengenal kasih sayang kalau permintaannya tidak segera dituruti. Daripada terganggu perasaan berdosa karena tidak mengajarkan pengertian yang khas diberikan orang tua pada anaknya, Yusin selalu menuruti kemauan anaknya…. Kalau malam sudah larut dan bocahnya sudah lelap, barulah Yusin membopongnya masuk gubug. *** Perkampungan tanpa nama selain nama pasar sayur di depannya itu berpenghuni tetap anak-anak dan perempuan semata. Lelaki dewasa tak pernah ada yang tinggal lama di situ. Paling-paling mereka datang untuk memenuhi hasrat pada salah satu penghuni kampung yang genit mengerlingkan matanya di pasar siang-siang. Dan tak ada bedanya bagi Yusin yang duduk di luar atau tidur di dalam gubug. Sama-sama dingin dan bernyamuk. Juga sama-sama sunyi dan intaikan semua kemungkinan. Yusin menekan dahi anaknya dengan telunjuk. Pelan. Darah meleleh. Bangkai seekor nyamuk menempel di ujung telunjuk Yusin. Ia mengusap-usapkannya pada dinding gubug. Bocah di pangkuannya mengerang. Terbangun. ”Ssst …” bisik Yusin sambil membelai rambut anaknya. Lembut. Angin malam membawa kembali anak Yusin ke alam mimpi. Malam larut, terdengar anjing melolong dari rumah-rumah yang jauh dari tempat Yusin duduk bersambut cericit tikus di sekitar gubug. Perempuan itu mengantuk. Matanya terpejam-pejam. Sesekali mulutnya terbuka lebar. Menguap. Dirasanya letih mendera sekujur tubuh. Ratusan kilogram sayur ia gendong siang tadi. Naik turun truk, keluar masuk pasar. Nafas demi nafas, kepala Yusin tertunduk. Lehernya menekuk, ujung dagunya menempel dada. Dari bibirnya terdengar decapan. Ia menahan liur. Ketika dahinya mengantuk hidung bocah di pangkuannya, ia terjaga. Mengucek-ucek mata. Segera saja ia pegangi leher anaknya dengan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya menyelinap ke bawah paha satu-satunya lelaki yang masih ia cintai itu dan membopongnya masuk. Dibaringkanya anak itu di sebuah bale beralas kardus, diselimutinya dengan kain batik coklat kusam sebelum ia sendiri berbaring miring berbantal lipatan tangan dengan kaki ditekuk. Ia melindungi anaknya, bahkan ketika nyenyak. Api senthir bergoyang tertiup angin. Asapnya hitam jadi jelaga. Sepi. Hanya guntingan koran di dinding. Ada juga gambar pahlawan anak berbaju besi warna hitam membawa pedang. *** Ternyata parit kecil yang mengalir dari pasar sayur itu kental airnya. Seperti bubur. Aromanya bawang, cabai, kubis, dan segala macam sayur. Tapi busuk. Waktu sarapan perempuan– perempuan mengerumuni penjual nasi bungkus lauk teri dan bihun. Anak-anak berkulit kusam mbekisik jongkok buang hajat di parit, beberapa di antaranya belekan, selebihnya gudik. Yusin membeli dua bungkus nasi dan satu pisang goreng. Anaknya belum bangun. Ia sarapan sendiri, pisang goreng dan bungkus nasi yang satunya ia letakkan di meja yang semalam ada senthirnya. Buru-buru ia tinggalkan gubuk dan anaknya. Ia tak kuat menahan hajat sejak bangun tidur tadi. Seperti biasa, ia mandi di pancuran pojok pasar. Di sanalah Yusin dan perempuan- permpuan belakang pasar membersihkan diri sebelum dan sesudah berkintal-kintal sayuran mereka gendong. Selesai mandi, Yusin bergabung dengan teman perempuan-perempuannya di pintu masuk pasar. Ngobrol ngalor ngidul sambil cekikikan. Akrab. Satu dua orang memekik ketika centeng 142 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • pasar lewat dan tangannya menggamit pantat atau apa saja bagian tubuh mereka sekedar unjuk kuasa pagi-pagi. Tapi cibiran perempuan-perempuan itu membuat centeng pasar yang tubuhnya penuh tato tak sanggup ngakak bangga. Ia cuma cengengesan menahan perasaan nggak enak. Hambar. Sebuah pick up L300 masuk. Baknya penuh bawang merah segar ikatan. Di samping sopir, duduk perempuan gemuk bermake up tebal memegang tas tenteng bertuliskan nama toko emas. Juragan bawang. Tiga orang teman Yusin yang datang paling pagi bergegas naik setelah menyapa perempuan di samping sopir. Yusin dan teman-temannya meneruskan obrolan. Centeng pasar datang lagi. Ia meminta empat orang untuk menaikkan karung-karung berisi cabai merah ke atas Fuso yang parkir di dalam pasar sejak semalam. ”Buat pasar induk!” kata centeng pasar ketika salah seorang bertanya. Basa-basi. Siang naik, begitu pun kesibukan di pasar. Truk-truk datang dari jauh dan pergi sampai jauh. Membawa hasil bumi dari dan ke pulau seberang. Saling tukar. Juragan, centeng mengejar anak- anak yang dengan terampil menjumput butiran bawang dari tumpukannya. Ada yang dibentak bahkan ditempeleng. Entah supaya apa. Sopir truk bercanda dengan pelayan warung sementara kernetnya mendengkur kelelahan di jok. Sumpah serapah berhamburan di mulut lelaki berlepotan oli yang sibuk di kolong truk yang parkir di belakang truk yang kernetnya sedang mendengkur. Seorang tukang becak mengelap wajah dan lehernya dengan handuk kecil setelah melahap sarapan bubur kacang ijo. Di tangannya terselip sebatang rokok. *** Agar penilaianmu terhadap pembacaan cerita oleh temanmu tadi dapat kamu lakukan dengan baik, gunakan rubrik penilaian seperti berikut yang terdapat dalam buku tugas! Rubrik Penilaian Pembacaan Cerita No. Unsur yang Dinilai Amat Bagus Bagus Cukup Kurang 1 Intonasi 2 Irama 3 Nada 4 Tempo 5 Pemenggalan kalimat (jeda) 2. Menentukan Tokoh dan Sifatnya Tentu kamu telah memiliki kepekaan dalam mendengarkan pembacaan karya sastra. Dalam kegiatan pembelajaran yang lalu, kamu telah mendengarkan dan mencoba memberikan penilaian terhadap pembacaan cuplikan cerita. Sekarang kamu akan berlatih menentukan tokoh dan sifat tokoh. Baca kembali cuplikan cerita yang lalu dan tentukan siapa saja tokohnya dan bagaimana sifat tokoh? 8 Kesan dan Keindahan 143
    • Untuk lebih mendalami isi cupikan cerita tersebut dan menjelaskan sifat tokoh, kerjakan tugas di bawah ini dengan langkah-langkah berikut! a. Berkelompoklah kembali sesuai dengan pembagian waktu mendengarkan pembacaan cuplikan cerita! b. Bacalah dengan saksama dan diskusikan dalam kelompokmu tentang isi cerita tersebut! c. Tentukan tokoh-tokoh yang ada! d. Tentukan sifat-sifat tokoh dan berilah buktinya berdasarkan kata atau kalimat yang ada! Pakailah format berikut ini! Nama Tokoh Sifat Tokoh Bukti (Kata/ Kalimat dari Cerita) e. Laporkan hasil kerja kelompokmu dan mintalah kelompok lain untuk menanggapinya! f. Kerjakan tugas ini dalam buku tugas! B. Menilai Pementasan Drama yang Dilakukan Siswa Pada dasarnya setiap manusia memiliki jiwa seni. Jiwa seni dapat disuburkan dengan menonton berbagai pertunjukan seni. Pada kegiatan ini kamu bersama kelompokmu akan menonton pementasan drama dari teman-temanmu. Berlatihlah untuk menentukan unsur-unsur yang dinilai dalam pementasan drama dan berlatih menilai pementasan drama itu. Pementasan teater dengan latar 144 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 1. Menentukan Unsur-unsur Pementasan Drama Pementasan drama pada dasarnya merupakan perwujudan dari skenario drama. Perwujudan ini merujuk kepada unsur-unsur pementasan drama. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat kamu kembangkan untuk menentukan unsur-unsur pementasan drama. a. Ekspresi fisik dan psikis tokoh (penjiwaan karakter) b. Ekspersi verbal (kelancaran dan kesesuaian dialog) c. Setting (tata panggung, tata rias, kostum, tata suara, tata cahaya) d. Pergerakan pemain (pengaturan posisi, keluar masuknya pemain) Akan tetapi, unsur-unsur pementasan itu seharusnya disesuaikan dengan situasi dan kondisi, misalnya pementasan di sekolahmu tidak harus berupa pertunjukan yang ideal seperti pementasan drama yang sesungguhnya. Hal ini tentu bergantung pada kebutuhan, untuk apa pertunjukan itu kamu lakukan. Apabila pertunjukan kamu lakukan untuk acara hari ulang tahun sekolah misalnya, pertunjukan itu harus lengkap termasuk penggunaan lampu (lighting). Akan tetapi, untuk pelajaran di dalam kelas, pertunjukan yang kamu lakukan tentu tidak seideal itu. 2. Menilai Pementasan Drama Menilai pementasan drama dapat dilakukan dengan berdiskusi sebelumnya. Setelah unsur-unsur yang akan dinilai disepakati. Lakukankah langkah-langkah berikut! a. Berkelompoklah! b. Berilah komentar drama yang telah kalian tonton berdasarkan hal-hal berikut! 1) Bagaimana mengimprovisasikan gerak, ekspresi fisik dan psikis sesuai dengan watak tokoh yang digambarkan dalam naskah drama? 2) Apakah intonasi dialog yang ditampilkan sesuai dengan isi drama dan sesuai dengan suasana yang digambarkan? 3) Apakah dialog-dialog antarpelaku dilakukan secara lancar sesuai dengan isi naskah? 4) Apakah latar (setting) yang ditampilkan sesuai dengan peristiwa yang digambarkan? 5) Apakah pergerakan pemain lancar dan pemain tampak menguasai panggung? 6) Laporkan hasil kerja kelompokmu dan mintalah kelompok lain untuk menanggapinya! 7) Kerjakan tugas ini dalam LKS! C. Menemukan Gagasan dari Beberapa Artikel dan Buku Melalui Kegiatan Membaca Ekstensif Jika kamu akan membaca sebuah artikel/buku, langkah pertama adalah mengenali sekilas artikel/ buku itu. Tujuannya agar kamu memiliki gambaran umum tentang isi buku, sebelum membacanya secara teliti. Hal itu dilakukan dengan cara mencermati halaman judul, membuka daftar isi, membaca kata pengantar, halaman sampul belakang, dan membaca sekilas beberapa bagian halaman dalam. Dalam subbagian ini kamu akan berlatih membaca garis besar informasi dengan membaca sekilas. 8 Kesan dan Keindahan 145
    • 1. Menemukan Gagasan Bacalah secara sekilas wacana berikut, kemudian buatlah beberapa catatan penting dari wacana tersebut secara berkelompok untuk menentukan gagasannya! Pertama, bacalah dengan cepat bacaan yang berjudul Simulasi Pemilu yang Menguatkan Keyakinan berikut! Caranya, ikuti langkah berikut! a. Tempatkan pandangan mata agak masuk ke dalam pada setiap awal baris! Bukan tepat di huruf pertama. b. Gerakkan mata ke samping kanan dengan cepat, meloncat-loncat dalam dua sampai tiga kata! Jangan membaca kata demi kata! c. Temukan kata-kata kuncinya! Pahami maksud kalimatnya! Loncatilah bagian-bagian yang tak penting! d. Tentukanlah gagasannya! Berkelompoklah tiga-tiga! Bacalah secara sekilas sendiri-sendiri, lalu temukan hal- hal penting yang perlu dicatat! Kemukakan dalam kelompok! Simulasi Pemilu yang Menguatkan Keyakinan Tiada jalan mundur bagi pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung. Yang ada, maju terus karena hajat demokrasi itu bisa dilaksanakan di Indonesia. Optimisme itulah yang semakin bersemi ketika simulasi mengenai pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung sukses dilaksanakan kemarin. Simulasi itu diselenggarakan Centre for Electoral Reform (Cetro) dan melibatkan lebih dari 1000 pelajar kelas satu dari tujuh SMU di Jakarta. Simulasi itu memang sengaja melibatkan pelajar SMU kelas satu. Merekalah yang pada 2004 nanti untuk pertama kali memiliki hak suara. Jadi, sekali berenang dua pulau terlampaui.Yaitu, selain melakukan simulasi, juga memperkenalkan sistem pemilihan yang baru kepada pemilih pemula. Dalam simulasi itu, setiap kandidat presiden memaparkan programnya lengkap dengan janji-janjinya bila terpilih. Lalu, diadakan debat publik menampilkan sesama kandidat. Kepada rakyat yang berhak memilih diberi pula kesempatan mengajukan pertanyaan langsung kepada sang calon presiden . Akhirnya, tibalah saatnya mencoblos. Kesimpulan, pemilihan presiden dan wakil peresiden secara langsung dapat dilaksanakan pada 2004. Sebuah kesimpulan yang penting, bahkan sangat penting, di tengah keraguan yang disembunyikan bahwa pemilihan presiden secara langsung belum waktunya dilaksanakan di Indonesia. Alasannya pun bermacam-macam, dari yang sangat praktis hingga yang terdengar mulia, tetapi merendahkan rakyat. Alasan sangat praktis, misalnya, tidak cukup waktu persiapan, terlebih karena undang-undangnya pun hingga sekarang belum beres. Alasan mulia, tetapi merendahkan, contohnya, bahwa rakyat negeri ini belum siap menghadapi pemilihan presiden 146 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • secara langsung. Bahkan dibuat-buat agar seram, bahwa pemilihan presiden secara langsung potensial menimbulkan konflik di level masyarakat, di tingkat akar rumput. Apa pun alasannya, ada kecenderungan diam-diam di kalangan elite partai politik untuk menunda pelaksanaan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung. Caranya, sengaja atau tidak sengaja memperlambat penyelesaian undang-undang politik yang diperlukan. Kalangan DPR tampak berleha-leha, hidup tanpa produktifitas. Memilih presiden dan wakil presiden secara langsung memang bukan perkara yang menyenangkan bagi elite partai. Sebab, tidak ada lagi ruang bagi dagang sapi, untuk bagi-bagi kursi. Juga, tidak ada lagi peluang untuk menjadi king maker yang menentukan bukan mereka, melainkan rakyat yang memiliki hak suara. Maka, dari sudut apa pun pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung jelas tidak menguntungkan, terutama bagi partai yang sedang berkuasa. Dari sudut money politicpun semakin mahal dan semakin sulit untuk membeli jutaan suara di masyarakat dibanding hanya membeli ratusan suara di MPR. Semakin gampang untuk dibongkar, sebab kian banyak mulut yang disuap semakin banyak pula yang bocor. Simulasi yang dilakukan Cetro bukanlah simulasi yang sempurna. Ia juga bukan replika dari kenyataan yang sesungguhnya. Tetapi, dari sudut moral politik, simulasi itu berhasil menguatkan kembali keyakinan bahwa pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung merupakan obat yang sehat bagi lahirnya pemimpin baru bangsa ini. Dikutip dari Media Indonesia, 18 November 2002 Setelah kamu membaca, isilah format yang terdapat dalam buku tugas seperti format berikut! Diskusikan antarkelompok. No. Catatan-catatan penting dari wacana 1. ............................................................................................................................. 2. ............................................................................................................................. 3. ............................................................................................................................. 4. ............................................................................................................................. 5. ............................................................................................................................. 6. ............................................................................................................................. 7. ............................................................................................................................. 8. ............................................................................................................................. Setelah kamu membuat catatan penting dari teks Simulasi Pemilu yang Menguatkan Keyakinan, lakukanlah kegiatan berikut! a. Sampaikanlah hasil catatanmu itu secara lisan di depan kelas! b. Pada saat teman kamu dari kelompok lain menginformasikan hal-hal penting dari wacana, buatlah catatan untuk merangkum informasi-infomasi yang disampaikannya! 8 Kesan dan Keindahan 147
    • c. Bandingkanlah hasil catatanmu dengan catatan teman lain! d. Kemukakanlah pendapatmu mengenai perbandingan hasil catatan itu! Hal-hal penting yang dicatat kelompok lain! Nama kelompok Hal-hal Penting 1. ............................. a. ...................................................... b. ...................................................... 2. ............................. a. ...................................................... b. ...................................................... 3. ............................. a. ...................................................... b. ...................................................... Informasi tentang hal-hal penting dalam wacana telah kamu tuliskan dan kamu diskusikan dengan teman-temanmu. Dari informasi yang telah kamu dengar, tentu kamu dapat menentukan gagasan penulis. Tentukanlah gagasan dari wacana tersebut! Kerjakanlah secara berkelompok! 2. Mengutip Pernyataan dari Artikel atau Buku Mengutip pernyataan dari artikel atau buku merupakan salah satu indikator penting dalam karya ilmiah. Artikel atau buku itu disebut sebagai rujukan kepustakaan. Rujukan kepustakaan dapat dipakai sebagai satu di antara indikator untuk menunjukkan seberapa jauh wawasan penulis (Kisyani-Laksono, 1992). Rujukan kepustakaan pada hakikatnya berfungsi memudahkan pembaca melihat sumber dokumen yang digunakan penulis. Yang perlu dikenali penulis dalam membuat rujukan kepustakaan antara lain bahwa setiap sumber rujukan sekurang-kurangnya memiliki unsur-unsur kepustakaan: nama pengarang, judul tulisan, tempat dan tahun terbit, nama penerbit. Dalam isi, rujukan kepustakaan berwujud catatan pustaka, adapun di bagian akhir berwujud daftar pustaka. Catatan pustaka yang ada dalam isi suatu karya ilmiah harus terdapat dalam daftar pustaka, demikian juga sebaliknya. Catatan pustaka, seperti halnya daftar pustaka, sebaiknya mencantumkan rujukan mutakhir yang tecermin dari angka tahunnya. Walaupun demikian, rujukan lama dapat juga digunakan dengan pertimbangan tertentu. Bahkan, beberapa tulisan sejarah, misalnya, mewajibkan adanya bahan rujukan bertahun lama. Contoh: Harsojo (1998:23) mengatakan bahwa .... ”Nilai surat sebagai sarana komunikasi terletak pada mudah tidaknya surat itu dipahami pembaca” (Kisyani-Laksono, l998: 33). Setelah kamu mempelajari bagian ini, bacalah artikel atau buku, kemudian buatlah dua kutipan dari bacaan itu! 148 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • D. Menulis Karya Ilmiah Sederhana dengan Menggunakan Berbagai Sumber Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting. Dengan menguasai keterampilan tersebut, kamu dapat menuangkan apa yang kamu pikirkan dalam bentuk tulisan. Selain itu, kamu juga dapat mengemukakan gagasan dan argumentasi kamu dalam bentuk tulisan yang sederhana sehingga dapat dibaca orang lain. Dalam pembelajaran ini, kamu akan berlatih menulis karya ilmiah sederhana dengan menggunakan berbagai sumber acuan dan teori untuk mendukung pendapat dan argumentasi kamu. 1. Mengamati Gambar dan Mengemukakan Pendapat dan Argumentasi Bila kita membaca, menonton televisi, atau menyaksikan keadaan lingkungan di sekitar, sering kita melihat keadaan lingkungan yang sangat memprihatinkan. Misalnya, penggundulan hutan, rusaknya terumbu karang, rumah-rumah kumuh, sampah, bencana banjir dan sebagainya. Melihat itu semua, tentu ada sesuatu yang ingin kita ungkapkan secara tertulis. Mungkin ide, pendapat, atau pemecahan masalah! Nah, itu semua dapat kita tulis. Amatilah gambar berikut! Kesan apa yang kamu peroleh? Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Dengan mengamati gambar di atas tentu kamu dapat mengidentifikasi apa yang dilukiskan dalam gambar tersebut. Kemukakan pendapatmu tentang keadaan lingkungan yang dilukiskan pada gambar tersebut! Diskusikan dengan teman di dekatmu tentang apa yang terjadi dalam gambar itu! Tuliskan pendapat yang disertai alasan (argumen) mengenai keadaan lingkungan yang terdapat dalam gambar tersebut dalam bentuk kalimat! Tuliskan pendapatmu pada kolom yang tersedia dalam buku tugas secara berurutan! Berikut ini adalah model kolomnya. Pendapat/Argumen Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3 Pertama Kedua Ketiga Simpulan 8 Kesan dan Keindahan 149
    • 2. Menentukan Sistematika Karya Ilmiah Sebelum kamu menyusun sebuah karya ilmiah, terlebih dahulu kamu harus mengetahui sistematika dan menyusun kerangkanya. Secara garis besar sistematika karya ilmiah minimal terdiri atas pendahuluan, isi, penutup, dan daftar pustaka. Adapun fungsi kerangka karangan adalah sebagai pemandu pada saat kamu akan menyusun sebuah karangan yang utuh. Untuk dapat menyusun kerangka karangan perhatikan langkah-langkah berikut! a. Tentukan topik! Kemaslah judul itu dalam pernyataan yang menarik! b. Gunakan buku sumber untuk mendukung pendapat atau argumenmu dari berbagai sumber (majalah, koran, buku pelajaran, buku bacaan, atau pendapat orang) c. Identifikasilah hal-hal yang mendukung masalah yang akan kamu bahas! d. Klasifikasikan masalah tersebut secara berurutan! e. Susunlah sebuah kerangka karangan! Untuk memudahkan kamu dalam menyusun kerangka karangan, perhatikan contoh sistematika dan kerangka karangan berikut! No. Sistematika Kerangka Karangan 1 Topik Penebangan Hutan 2 Pembuka I. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2 Permasalahan 1.3 Tujuan Penulisan 1.4 …………………. 1.6 …………………. 3 Isi II. Penyebab Penebangan Hutan 2.1 …………………. 2.2 …………………. 2.3 …………………. III. Akibat Penebangan Hutan 3.1 ………………… 3.2 ………………… IV. Cara Mengatasi Masalah Penebangan Hutan 4.1 …………………. 4.2 ………………….. 4 Penutup V. Simpulan 150 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 3. Menuliskan Catatan Pustaka dan Daftar Pustaka sebagai Rujukan Kerangka karangan yang sudah kamu susun pada kegiatan sebelumnya, tentu akan kamu tindak lanjuti dengan mengembangkannya menjadi karangan yang utuh. Agar kamu dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut menjadi karangan yang baik, gunakanlah buku sumber dan bacaan lain yang telah kamu sediakan untuk menguatkan pendapat dan argumentasimu! Buku sumber dan bacaan lain akan dicantumkan dalam catatan pustaka dan daftar pustaka. Berikut ini adalah contoh catatan pustaka dan daftar pustaka. a. Contoh Catatan Pustaka (yang dicetak tebal) Dalam penulisan catatan pustaka, hal yang perlu ditulis adalah nama penulis (jika nama lebih dari satu kata, ditulis kata yang terakhir), tahun terbitan, dan nomor halaman. Ketiga hal tersebut ditulis di antara kurung kecil. Antara nama dan tahun terbitan diberi tanda koma (,) dan antara tahun terbitan dan nomor halaman diberi tanda titik dua (: ). Perhatikan penulisan contoh catatan pustaka berikut (yang ditulis tebal). Pada awal abad XX, Karesidenan Besuki adalah daerah penerima transmigrasi. Menurut Poesponegoro (1990: 101), pada tahun 1920¾1930 kenaikannya tidak kurang dari 32,9 per seribu jiwa. Pada tahun 1845, penduduk Madura yang ada di Karesidenan Besuki ada sekitar 90% dari jumlah seluruh penduduk (Tjiptoatmodjo, 1983: 279). Kemudian, tahun 1930 diperkirakan hanya 45% dari pendukung budaya dan bahasa Madura yang berdiam di pulau asal. Pada tahun yang sama, 97,8% penduduk Kabupaten Panarukan (Situbondo) dan 98,2% penduduk Kabupaten Bondowoso--keduanya termasuk dalam Karesidenan Basuki--berasal dari Madura (Poesponegoro dan Soekmono,1990:115). b. Contoh Penulisan Daftar Pustaka Urutan dan komponen yang perlu ditulis dalam penulisan daftar pustaka adalah (1) nama penulis buku, (2) angka tahun terbitan, (3) judul buku, (4) nama kota penerbitan buku, dan (5) nama penerbit. Perhatikan contoh berikut. Di antara komponen tersebut digunakan tanda titik (.), kecuali antara kota penerbitan dan nama penerbit dipakai tanda titik dua (:). Arifin, E. Zaenal dan Farid Hadi. 1993. Seribu Satu Kesalahan Berbahasa. Jakarta: Akademika Pressindo. Kisyani-Laksono. 1992. ”Teknik Penulisan Karya Ilmiah” dalam Media Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, 58 (Januari 1992, XIV). Surabaya: IKIP Surabaya. Latief, A. (ed). 2001. Bahan Penyuluhan Bahasa Indonesia: Ejaan. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Moeliono, Anton M. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta: Gramedia. ______. 1991. Santun Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 8 Kesan dan Keindahan 151
    • ______. (ed). 2001a. Bahan Penyuluhan Bahasa Indonesia: Bentuk dan Pilihan Kata. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. ______. (ed). 2001b. Bahan Penyuluhan Bahasa Indonesia: Tata Istilah. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. Rakhmat, Jalaludin. 1996. ”Komunikasi dan Perubahan Politik di Indonesia”. dalam Yudi Latif dan Idi Subandy (ed). Bahasa dan Kekuasaan: Politik Wacana di Panggung Orde Baru. Jakarta: Mizan. Suparno, 1999. ”Langkah-Langkah Penulisan Artikel Ilmiah”. Makalah Pelatihan Penulisan Artikel Bagi Peneliti/Penulis Potensial. Malang: JIP IKIP Malang. Sudjiman, Panuti dan Dendy Sugono. 1992. Petunjuk Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Kelompok 24 Perbanas. 4. Menulis Karya Ilmiah Sederhana dan Menyuntingnya Setelah kamu mempelajari contoh sistematika dan kerangka karangan, kamu pasti dapat menjadikan kerangka karangan itu menjadi karangan argumentasi yang utuh. Kerjakanlah! Jika kamu memilih topik lain, silakan! Tentu kamu dapat menyusun bentuk kerangka karangan yang lain. Bersama teman di dekatmu buatlah kerangka karangan dengan tema penyelamatan lingkungan! Penulisan sumber rujukan berupa catatan pustaka dan daftar pustaka seperti contoh di atas merupakan hal penting yang harus ada dalam karya tulis ilmiah. Dalam kegiatan ini kamu diminta mengembangkan kerangka karanganmu menjadi karangan yang utuh! Kerjakan tugas ini dalam buku tugas! Selanjutnya cobalah menyunting secara berpasangan! Gunakan bahasa secara baik dan benar! Pilihan kosakata harus digunakan secara tepat dan cermat! Gunakan ejaan dan tanda yang tepat! Perbaikilah tulisanmu berdasarkan hasil suntingan, kemudian terbitkanlah di majalah dinding! Rangkuman Pada kegiatan belajar unit 8 subbagian A kamu telah belajar membaca indah tentang karya sastra (puisi, cerpen, novel). Ketika kamu mendengarkan pembacaan karya sastra, pertama kali yang kamu rasakan tentu keindahannya. Membaca karya sastra yang disuarakan secara indah itulah yang disebut membaca indah. Dalam membaca indah, kemerduan dan kebagusan suara bukan ukuran satu-satunya, melainkan lebih dari itu, pembaca harus menghayati tema dan isi karya sastra sehingga pembaca dapat menempatkan intonasi, ekspresi, irama, tempo, suara, dan nada dengan tepat sesuai dengan tema dan isi karya 152 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • sastra. Dengan menghayati tema, isi, alur, latar cerita, pembaca akan dapat menentukan pelaku-pelaku yang menjadi tokoh cerita. Bahkan, pembaca akan dapat mengidentifikasi sifat-sifat pada setiap tokoh cerita. Pada kegiatan belajar unit 8 subbagian B kamu telah belajar tentang pementasan drama. Pementasan drama merupakan perwujudan dari skenario drama yang merujuk pada unsur- unsur pementasan. Untuk menentukan unsur-unsur pementasan drama, seseorang dapat mengidentifikasinya atas dasar beberapa komponen pokok, yakni ekspresi fisik dan psikis tokoh, ekspresi verbal, setting, dan pergerakan pemain. Namun, penentuan unsur-unsur pementasan drama perlu memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. Atas dasar unsur- unsur pementasan drama itulah, penilaian terhadap pementasan drama dapat dilakukan. Pada kegiatan belajar unit 8 subbagian C, kamu telah belajar menemukan ide pokok dalam bacaan. Untuk menemukan gagasan atau ide pokok bacaan, seseorang dapat melakukannya dengan membaca ekstensif. Hal tersebut dapat dilakukan dengan membaca cepat, caranya (1) pusatkan perhatian pada bacaan, (2) pandangan mata agak ke dalam, bukan awal baris, (3) gerakan mata ke kanan secara meloncat, jangan kata demi kata, (4) temukan kata kuncinya, (5) pahami paksud kalimat-kalimatnya, (6) loncati kalimat yang tidak penting, (7) tentukan gagasannya. Dalam bacaan sering dijumpai kutipan pendapat orang lain. Jika seseorang mengutip pendapat orang lain, ia harus mencantumkan sumber pustakanya. Oleh sebab itu, penulis harus mengetahui cara menuliskan catatan sumber pustaka dan daftar pustaka di dalam tulisannya. Pada kegiatan belajar unit 8 subbagian D kamu telah belajar cara menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan dan cara menyunting sebuah tulisan. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai. Dengan menguasai keterampilan ini seseorang dapat menuangkan apa pun yang dipikirkan ke dalam bentuk tulisan. Selain itu, penulis juga dapat mengemukakan gagasan dan argumentasinya dalam bentuk tulisan yang sederhana sehingga dapat dibaca orang lain. Jika penulis mengutip pendapat orang lain, ia wajib menuliskan sumber pustakanya, baik dalam catatan pustaka maupun dalam daftar pustaka. Jika seseorang telah menyelesaikan sebuah tulisan ilmian, ia harus menyuntingnya terlebih dahulu, sebelum dipresentasikan atau diterbitkan. Hal yang perlu disunting adalah penggunaan bahasa (ejaan, pilihan kata, bentuk kata, dan kalimat) dan kesesuaian antara isi, masalah, tema, dan judulnya. Evaluasi A. Jawablah soal latihan berikut dengan memilih salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Ketika kamu mendengarkan pembacaan karya sastra, hal yang kamu rasakan pertama kali adalah .... 8 Kesan dan Keindahan 153
    • A. kejelasan suara B. keindahan pembacaan C. keras lemahnya ekspresi D. ketepatan penafsiran 2. Pada waktu kamu mementaskan sebuah drama, sesungguhnya kamu telah melakukan .... A. pemenuhan acara sekolah B. pelampiasan keinginan C. pengekspresian kepuasan batin D. perwujudan skenario drama 3. Dalam pementasan drama, hal-hal berikut yang tidak tergolong setting adalah .... A. tata posisi pemain B. tata panggung C. tata lampu D. tata kostum 4. Unsur-unsur pementasan drama di sekolah tidak harus secara ideal. Untuk itu, kita harus mempertimbangkan .... A. idealisme para pemain drama B. situasi, kondisi, dan tujuan pementasan C. kebebasan imajinasi para pelaku D. kedalaman apresiasi para pemain 5. Penulisan catatan sumber yang berada dalam teks berikut ini benar, kecuali .... A. ... (Ramlan, 1995: 13). B. Sartono berpendapat bahwa ... (2006: 25). C. Sutrisna (1997) berpandangan bahwa ... (1997: 17). D. Menurut pendapat Sutardi (2005:22) bahwa .... 6. Penulisan daftar pustaka berikut benar, kecuali .... A. Arifin, E. Zaenal dan Farid Hadi. 1993. Seribu Satu Kesalahan Berbahasa. Jakarta: Akademika Pressindo. B. Kisyani-Laksono. 1992. ”Teknik Penulisan Karya Ilmiah”. dalam Media Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, 58 (Januari 1992, XIV). Surabaya: IKIP Surabaya. C. Latief, A. (ed). 2001. “Bahan Penyuluhan Bahasa Indonesia:Ejaan”. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional. D. Moeliono, Anton M. Kembara Bahasa. 1989. PT Gramedia. Jakarta. 154 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • B. Kerjakan tugas berikut! 1. Buatlah sebuah kerangka karangan dengan topik “Kebersihan Pangkal Kesehatan”! 2. Untuk mengembangkan topik “Kebersihan Pangkal Kesehatan”! carilah sumber rujukan buku yang membicarakan topik tersebut, kemudian tulislah buku-buku rujukan tersebut dalam wujud daftar pustaka. Refleksi Setelah kamu melaksanakan semua kegiatan dalam pembelajaran ini, cobalah kamu renungkan kembali apa yang telah dan belum kamu kuasai serta bagaimana kesanmu terhadap pembelajaran yang kamu lakukan, dengan memberikan tanda centang (√) pada kotak YA atau TIDAK atas dasar pernyataan panduan berikut ini! No. Pernyataan Pemandu Ya Tidak 1 Saya telah memahami perbedaan dan persamaan antara cerpen, novel, dan drama. 2 Saya dapat mengenali nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra cerpen, novel, drama yang saya baca. 3 Saya dapat menyebutkan unsur-unsur penting dalam pementasan drama. 4 Saya dapat mengenali nilai-nilai yang terkandung dalam naskah drama yang akan saya pentaskan. 5 Saya telah memahami perbedaan antara membaca intensif dan membaca ekstensif. 6 Saya mengetahui alasan mengapa catatan sumber pustaka itu bersifat wajib jika seseorang mengutip pendapat orang lain. 7 Saya senang dapat mengambil hikmah dan manfaat dalam kegiatan membaca ekstensif. 8 Kesan dan Keindahan 155
    • 8 Saya telah memahami perbedaan antara tulisan ilmiah dan nonilmiah. 9 Saya dapat menulis catatan sumber pustaka dan daftar pustaka dengan benar jika saya menulis karya ilmiah. 10 Saya senang dapat mengambil hikmah dalam kegiatan menulis karya ilmiah. 11 Saya dapat mengikuti kegiatan belajar pada bab ini dengan baik. 12 Menurut saya, latihan-latihan dalam bab ini mudah diikuti dan membuat saya senang dan bergairah belajar bahasa dan sastra Indonesia. 156 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 9 Aktivitas Manusia mctav.blog.lemonde.com A. Menjelaskan Alur Peristiwa dari Sinopsis Novel yang Dibacakan B. Menyimpulkan Gagasan Utama Suatu Teks dengan Membaca Cepat Kurang Lebih 300 Kata per Menit C. Menulis Surat Pembaca tentang Lingkungan Sekolah 9 Aktivitas Manusia 157
    • 9 Aktivitas Manusia A. Menjelaskan Alur Peristiwa dari Sinopsis Novel yang Dibacakan Mendengarkan pembacaan novel atau sinopsis tentu terasa asyik, apalagi jika pembaca dapat membacakannya dengan ekspresif dan menjiwai tokoh-tokoh dan ceritanya. Jika kita mendengarkan dengan cermat, tentu kita akan dapat menangkap berbagai hal, salah satunya adalah alur peristiwa. Dalam pembelajaran ini, kamu akan berlatih mendengarkan dan mengidentifikasi alur peritiwa dari pembacaan sinopsis novel atau roman. 1. Mendengarkan Pembacaan Sinopsis Novel Sebelum kamu mendengarkan sinopsis novel, suasana di kelasmu perlu tenang dulu. Setelah itu, tutuplah buku ini dan kamu akan mendengarkan salah satu temanmu yang akan membacakan sinopsis sebuah novel. Perhatikanlah pembacaannya dengan saksama! 158 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Salah Pilih oleh Nur Sutan Iskandar Seorang anak laki-laki keturunan bangsawan di Sungaui Batang (Minangkabau) bernama Asri, sejak kecil sudah tidak mempunyai ayah lagi. Ia diasuh ibunya yang bernama Mariati. Asri juga tinggal bersama dengan Asnah, seorang gadis yatim piatu dari keluarga jauhnya, yang telah diangkat anak oleh Mariati walaupun Asnah keturunan orang kebanyakan. Hubungan Asnah dan Asri seperti kakak dan adik. Asri tidak pernah berpisah dengan Asnah. Mereka baru berpisah tatkala Asri melanjutkan sekolah ke MULO Jakarta, sekolah lanjutan pertama pada zaman Belanda. Setelah Asri menamatkan sekolahnya, ia kembali ke rumah dan hubungan batin antara dia dan Asnah berubah menjadi hubungan antara pemuda remaja. Mereka saling mencintai, hanya saja mereka tidak berani berterus terang menyatakan perasaannya itu. Tetapi malang bagi mereka karena Asri dinikahkan dengan gadis pilihan ibunya yang bernama Saniah, anak seorang bangsawan—Rangkayo Saleah—yang juga tinggal di negeri itu. Saniah bersifat angkuh dan tidak suka bergaul dengan orang kebanyakan. Setelah menikah, Saniah tinggal di rumah Asri bersama Asnah dan ibunya. Pernikahan mereka tidak mendatangkan kebahagiaan karena Asri selalu cekcok dengan Saniah yang ingin berkuasa dalam rumah tangga. Melihat keadaan rumah tangga anaknya, Ibu Asri menjadi sedih dan tak lama kemudian meninggal dunia. Sebelum meninggal ia masih sempat memanggil Asri dan Asnah. Di hadapan mereka ia menyatakan penyesalannya karena dahulu ia tidak menikahkan Asri dengan Asnah saja. Makin lama suasana rumah tangga Asri makin genting. Pada suatu hari Saniah cemburu kepada Asnah dan mereka bertengkar sehingga Asnah pergi ke rumah suatu keluarga di Baur. Asri yang tidak senang dengan kelakuan Saniah pergi minta nasihat kepda orang alim, sedangkan Saniah pada malam hari setelah kejadian itu dijemput oleh pesuruh ibunya karena esok harinya ia diajak ke Padang untuk mengunjungi kakaknya yang bernama Kaharuddin. Pada waktu yang telah ditentukan berangkatlah Saniah bersama ibunya dengan mobil. Tetapi, malanglah bagi mereka karena dalam perjalanan itu tiba-tiba mobil yang dinaiki oleh mereka terbalik sehingga menyebabkan Rangkayo Saleah meninggal dunia seketika, sedangkan Saniah terpaksa harus diangkut ke rumah sakit Bukittingi, tetapi tak lama kemudian meninggal pula. Sebelum meninggal, Saniah masih dapat bertemu dengan Asri dan minta maaf atas segala dosanya. Sepeninggal Saniah, Asri bermaksud hendak ke Jawa dengan Asnah. Setelah ia mengembalikan semua harta benda peninggalan Saniah kepada iparnya, berangkatlah Asri dan Asnah ke Jakarta untuk memulai hidup baru. Di sana mereka menikah. Setelah dua tahun di Jakarta, Asri dipanggil pulang ke kampungnya untuk menjabat pangkat kepala negeri yang telah disediakan untuknya. 9 Aktivitas Manusia 159
    • 2. Menentukan Alur Garis besar peristiwa dalam suatu cerita terangkai dalam sebuah jalinan antarperistiwa. Rangkaian peristiwa demi peristiwa itulah yang kita sebut dengan alur. Alur dapat dimulai pada waktu awal dan terus mengalir maju sampai saat tertentu. Alur yang demikian itu kita sebut dengan alur maju (progresif). Akan tetapi, ada pula alur yang dimulai pada waktu sekarang kemudian mundur ke waktu sebelumnya. Alur yang seperti ini kita sebut alur mundur (regresif atau flash back). Setelah kamu mengetahui jenis alur ini, cobalah kamu tentukan alur yang terdapat dalam novel ”Salah Pilih”. Diskusikan pendapatmu itu dengan teman-teman kelompok belajarmu. Setelah itu, simpulkanlah hasil diskusimu mengenai jenis alur yang terdapat pada novel tersebut dan laporkanlah kepada guru bahasa Indonesia kamu. 3. Mengidentifikasi Peristiwa Setelah kamu dapat mengidentifikasi alur yang terdapat dalam ”Salah Pilih”, tentunya kamu dapat mengidentifikasi pula garis besar urutan peristiwanya. Tulislah hasil identifikasi dalam kolom yang tersedia di buku tugas yang modelnya seperti kolom berikut ini. No Garis Besar Urutan Peristiwa 1 Asri kecil yang sudah yatim diasuh ibunya 2 3 4 5 B. Menyimpulkan Gagasan Utama Suatu Teks dengan Membaca Cepat Kurang Lebih 300 Kata per Menit 1. Mencari Informasi Penting dalam Bacaan Bacalah daftar menu makanan dari keempat warung di bawah ini dengan saksama, kemudian ikutilah permainan kecepatan menemukan informasi penting dari daftar menu makanan tersebut! 160 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • A B Nasi Soto Rp6.250,00 Nasi Campur Rp7.350,00 Nasi Sate Kambing Rp6.150,00 Nasi Soto Rp7.150,00 Nasi Campur Rp6.100,00 Nasi Kikil istimewa Rp6.750,00 Nasi Ikan Sunu Rp6.150,00 Nasi Udang Rp6.550,00 Nasi Ayam Goreng Rp6.000,00 Nasi Sate Kambing Rp6.150,00 Nasi Sate Ayam Rp5,750,00 Nasi Cumi-Cumi Rp5.650,00 C D Nasi Sate Ayam Rp7. 250,00 Nasi Ikan Putih Rp9.750,00 Nasi Sate Kambing Rp7. 150,00 Nasi Ikan Boronang Rp9.650,00 Nasi Sate Sapi Rp7.100,00 Nasi Udang Bakar Rp.8.650,00 Nasi Campur Rp6.750,00 Nasi Kepiting Bakar Rp8.500,00 Nasi Cumi-Cumi Rp6.450,00 Nasi Cumi-Cumi Rp5.650,00 Nasi Ikan Kerapu Rp5.350,00 Nasi Bandeng Goreng Rp5.450,00 Ketentuan Permainan a. Siswa dibagi dalam kelompok yang beranggotakan 3—4 orang. b. Setiap kelompok berlomba (adu cepat) mengisi format yang disediakan. c. Format diisi sesuai dengan daftar menu makanan dari keempat warung (A,B,C, dan D). d. Waktu yang digunakan untuk mengisi format maksimal sepuluh menit. e. Kelompok pemenang adalah kelompok yang mampu mengisi format dengan tepat dan cepat. f. Hasil kerja kelompok dibacakan untuk dicocokkan dengan kunci jawaban kemudian dipajang di tempat yang disediakan. Isilah format berikut sesuai dengan daftar menu tersebut! No Jenis Menu Warung Keterangan Harga 1. Nasi Soto ............ termurah 2. Nasi Soto ............ termahal 3. ...................... ............ harganya sama 4. Nasi Ikan Kerapu D ............................. 5. Menu Aneka Laut ............ ............................. 6. Nasi Ikan Putih ............ termahal dari semua jenis masakan 7. Nasi Cumi-cumi ............ termahal dari warung lain 8. Nasi Campur A ............................. 2. Mencatat Hal-hal Penting dari Bacaan Mencatat hal-hal penting dari bacaan sering dilakukan dengan membaca cepat. Kecepatan membaca diukur dengan banyaknya waktu yang digunakan untuk membaca 9 Aktivitas Manusia 161
    • bacaan itu dan memahami isinya dengan baik. Sebagai seorang pelajar, kamu perlu memiliki keterampilan membaca cepat ini. Untuk itu, bacalah bacaan berikut dengan saksama dan catatlah waktu yang kamu gunakan untuk membaca! Berbelanja di Toko Sumber Rejeki Di toko Sumber Rejeki pada hari Minggu tanggal 2 Juli 2008 banyak pembeli berbelanja. Di toko itu terdapat empat pelayan wanita dan dua pelayan pria. Para pelayan di toko itu memakai seragam. Yang wanita mengenakan seragam hijau muda dengan pita kecil di dadanya, yang laki- laki mengenakan seragam hem hijau muda yang sama dengan seragam pelayan wanita ditambah dengan celana panjang hijau tua. Di dalam toko itu sedang berbelanja lima orang ibu rumah tangga, tiga orang remaja, dan dua bapak. Toko Sumber Rejeki menyediakan berbagai bahan tekstil dan jenis pakaian. Ada bahan celana dan bahan baju laki-laki dari berbagai merk, baju jadi untuk laki-laki dan untuk wanita juga tersedia dalam berbagai merk. Demikian juga, baju-baju untuk ukuran remaja banyak tersedia di toko Sumber Rejeki. Harga bahan tekstil dan baju jadi sangat beragam. Satu meter harga bahan tekstil bergerak antara Rp15.000,00—Rp120.000,00. Harga baju jadi pun juga beragam, mulai dari yang paling murah Rp20.000,00 sampai dengan yang paling mahal Rp240.000,00. Harga-harga itu masih dapat ditawar dan sangat bergantung pada jenis dan mutu barang. Untuk menarik pembeli, pihak pengelola toko Sumber Rejeki memberikan berbagai bonus alat tulis dan potongan harga lewat tawar-menawar. Selain itu, para pelayannya pun juga sangat ramah. Bahkan jika seseorang tidak jadi membeli biarpun sudah mencoba barang atau menawarnya, para pelayan itu akan tetap tersenyum dan melayaninya. Hal itu tampaknya menyenangkan para pembeli. Suasana tawar-menawar antara pembeli dan pramuniaga berlangsung sangat ramai. Beberapa pembeli, ibu rumah tangga, remaja putri, dan beberapa bapak melakukan tawar- menawar. Pada umumnya, mereka mendapatkan potongan harga sebesar 20 persen. Keadaan keamanan di sekitar toko Sumber Rejeki terjaga dengan baik. Kendaraan roda dua dapat diparkir berjajar menghadap toko. Halaman parkirnya dapat memuat sekitar 20 kendaraan roda dua dan sekitar 4 mobil. Ada petugas keamanan yang ditugasi khusus untuk menjaga keamanan di toko itu. 3. Mengukur Kecepatan Membaca dan Menjawab Pertanyaan Bacaan Ukurlah kecepatan membacamu secara bergantian dengan anggota kelompok belajarmu menggunakan stopwatch atau yang lain! Bacaan tersebut terdiri atas ± 300 kata, dapatkah kamu menyelesaikan bacaan tersebut dalam satu menit? Setelah membaca, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut! a. Toko Sumber Rejeki mempunyai berapa orang pramuniaga? Jawab: ............................................................................................................. b. Menurut bacaan tersebut, ada berapa orang yang sedang berbelanja? Jawab: ............................................................................................................. c. Apa saja yang dijual di Toko Sumber Rejeki? Jawab: .............................................................................................................. d. Berapa harga tekstil termurah di toko tersebut? Jawab: .............................................................................................................. 162 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • e. Barang apa yang termahal dan berapa harganya? Jawab: .............................................................................................................. f. Apa yang dilakukan pengelola Toko Sumber Rejeki untuk menarik pembeli? Jawab: .............................................................................................................. g. Pada paragraf keberapa terungkap besarnya potongan harga di toko Sumber Rejeki? Jawab: .............................................................................................................. h. Jika seorang pembeli membeli 3 meter kain di toko Sumber Rejeki dengan harga per meter Rp15.000,00 dengan mendapat potongan harga yang berlaku, berapa rupiah yang harus ia bayar? Jawab: .............................................................................................................. Bagaimanakah ketepatan jawabanmu? Tukarkanlah jawabanmu dengan jawaban temanmu untuk dikoreksi! Paling tidak, kamu harus mampu menjawab dengan cepat dan tepat sedikitnya enam pertanyaan yang ada. 4. Menyimpulkan Gagasan Utama Suatu Teks Setelah kamu membaca dan menjawab pertanyaan bacaan, simpulkanlah gagasan utama teks tersebut! Gagasan utama bacaan merupakan intisari bacaan itu! Diskusikanlah hal ini secara berkelompok! C. Menulis Surat Pembaca tentang Lingkungan Sekolah 1. Menentukan Hal-hal Pokok dalam Surat Pembaca Amatilah contoh surat pembaca berikut! Contoh 1: Air PDAM Kotor dan Mampet Sudah lama air PDAM di sekolah saya, SMP Y Jalan Impian No. 4 Surabaya, tidak mengalir dengan lancar. Biasanya, hal itu terjadi setiap pukul 05.00—13.00 dan pukul 16.00— 19.30. Terkadang, seharian air PDAM mati. Ketika mengalir lagi, airnya sangat keruh dan banyak endapan pasir. Terus terang kami di sekolah sangat terganggu dengan kondisi seperti itu. Mohon pihak PDAM cepat dan sigap menanggapi keluhan ini. Agnes Dian C,Siswa kelas VIII B, SMP Y Jalan Impian No. 4 Surabaya 9 Aktivitas Manusia 163
    • Contoh 2: Penjelasan PLN Menanggapi keluhan Saudara Anggraeni di Jawa Pos pada 22 Agustus 2006 tentang disuruh beli meteran baru, dengan ini kami jelaskan sebagai berikut. a. Pada 1997, di rumah Saudara telah dipasang sambungan baru listrik atas nama Kartini Misnah, nomor pelanggan AF 2947400 selaku pengontrak rumah. b. Menurut informasi yang kami terima, permasalahan meter dan saluran listrik rumah hilang karena adanya perbedaan paham antara Saudara dengan pengontrak rumah sehingga perelatan tersebut dibawa oleh pengontrak rumah. c. Sampai saat ini kami tidak menemukan peralatan tersebut. Tidak benar peralatan tersebut dipasang di tetangga Saudara. d. Sesuai dengan ketentuan PLN, pelanggan harus turut menjaga peralatan meter tersebut. Mengingat hilangnya peralatan tersebut tidak dilaporkan dengan surat keterangan dari kepolisian, penggantian kotak OAK, KWH meter, MCB, dan kabel saluran rumah beserta aksesorisnya dibebankan kepada Saudara. e. Saudara juga dibebani BP dan UJL, penambahan daya dari 900VA ke 1.300 VA. Wisnu Kuntjoro Adi, Manager PT PLN (Persero) UP Embong Wungu Contoh 3: Menunggu Perbaikan Jalan Saya salah satu pengguna Jalan Raya Darmo Permai Selatan. Sudah lama kondisi jalan tersebut rusak berat, Namur sampai Semarang tak kunjung dipetrbaiki. Jalan tersebut letaknya di depan ruko-ruko, termasuk yang baru saja dibangun. Sampai pembangunan ruko tuntas, jalan itu tetap Belem diperbaiki. Saya yakin banyak orang yang mengeluh dan merasa kecewa. Apalagi, semua warga di sekitar jalan itu hádala pembayar pajak. Beberapa minggu lalu saya terpaksa naik angkot karena harus melalui jalan itu. Mohon perhatian pemkot untuk segera diperbaiki. (Jovita, Surabaya). Setelah kamu mengamati contoh surat pembaca itu, tentunya kamu dapat menentukan hal-hal pokok dalam surat pembaca. Hal-hal pokok yang ada menyangkut jawaban dari: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana (disingkat: Adik Simba). 164 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Perhatikan tabel berikut ini yang menunjukkan hal tersebut! apa Air PDAM mampet di mana Di SMP Y kapan Sekarang (saat surat pembaca ditulis) siapa Yang mengirim: siswa, Yang dimintai tanggapan: pegawai PDAM mengapa Air yang mampet mengganggu bagiamana Pihak PDAM diharap menanggapi secara cepat dan sigap Selain itu, jika kamu cermati sistematika surat pembaca, ada beberapa hal yang minimal seharusnya ada, yakni: judul, permasalahan/usulan/saran (termasuk pihak yang dituju), harapan, nama dan alamat pengirim. 2. Menentukan Permasalahan/Usulan/Saran yang Akan Disampaikan dalam Surat Pembaca Salah satu hal yang seharusnya ada dalam surat pembaca adalah permasalahan/ usulan/saran yang akan disampaikan. Hal itu dapat berwujud rasa terima kasih, kritikan, pujian, celaan, hinaan, permohonan, penjelasan, dll. Coba sekarang, datalah permasalahan yang ada di lingkungan sekolahmu, kemudian pilihlah satu masalah yang paling mendesak, penting, dan menarik untuk dikemukakan secara tertulis. Jika mungkin, dahulukanlah permasalahan yang bersifat kelompok. Kerjakanlah di buku tugasmu! Setelah memahami contoh-contoh surat pembaca tersebut, berkelompoklah untuk mendiskusikan hal-hal berikut! Berdiskusilah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut! a. Apa tujuan surat-surat pembaca tersebut dibuat? b. Bagaimanakah perbedaan surat permohonan maaf yang berbentuk surat pembaca, surat pribadi, dan surat resmi? c. Bagaimanakah perbedaan surat ucapan terima kasih yang berbentuk surat pembaca, surat pribadi, dan surat resmi? d. Bagaimana sifat hubungan antara yang berkirim surat dengan yang dikirimi surat pada contoh-contoh tersebut? Kelompokkan surat yang bersifat hubungan pribadi dan surat yang bersifat hubungan kerja/formal! e. Apa perbedaan penggunaan ragam bahasa dalam berbagai contoh surat pembaca tersebut! Berilah alasan dan contoh untuk mendukung jawaban kelompokmu! 3. Menulis dan Menyunting Surat Pembaca Tulislah surat pembaca yang berisi hal-hal yang terkait dengan lingkungan sekolah. Buatlah surat pembaca itu dalam bentuk permohonan maaf dan ucapan terima kasih sesuai dengan pengalamanmu! Tukarkan surat pembacamu dengan teman dalam kelompokmu! Lakukanlah penyuntingan dengan berpedoman pada hal-hal berikut. a. Sistematika surat pembaca b. Hal-hal pokok surat pembaca (adik simba) c. Permasalahan/usulan/saran yang akan disampaikan. Perbaikilah surat yang kamu tulis berdasarkan komentar temanmu! 9 Aktivitas Manusia 165
    • Rangkuman Pada kegiatan belajar unit 9 bagian A kamu telah belajar mengenai cara membaca novel atau sinopsis. Jika pembaca dapat membacakannya dengan ekspresif dan menjiwai cerita dan tokoh-tokohnya, mendengarkan pembacaan novel sangat mengasikkan. Jika kita mendengarkan dengan cermat, tentu kita akan dapat menangkap berbagai hal, salah satunya adalah alur peristiwa. Alur sering disebut pula plot yang merupakan rangkaian peristiwa dalam sebuah karya sastra prosa. Alur peristiwa dalam sebuah novel ada yang disusun secara progresif yang disebut alur maju. Selain itu, alur peristiwa dapat pula disusun secara regresif yang disebut alur mundur atau flash back. Pada kegiatan belajar unit 9 bagian B kamu telah belajar tentang membaca cepat untuk mencari informasi penting dalam bacaan. Kegiatan membaca cepat sering kita lakukan, misalnya ketika kita membaca daftar makanan di warung atau restoran, mencari nomor telepon tertentu dalam buku telepon, mencari barang tertentu yang ditawarkan dalam buku daftar barang di pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Kecepatan membaca seseorang dapat dihitung atas dasar jumlah waktu yang diperlukan dan pemahaman isi bacaan. Dalam membaca cepat diperlukan pemusatan pikiran dan tidak perlu membaca kata demi kata. Selain itu, pemahaman kata kunci pada setiap kalimat utama sangat menentukan dalam pemahaman isi bacaan. Pada kegiatan belajar unit 9 bagian C kamu telah belajar tentang penulisan surat pembaca. Jika ingin mengungkapkan sesuatu dengan tujuan agar sesuatu itu dibaca atau ditanggapi secara luas oleh masyarakat, kita dapat mengungkapkannya dengan surat pembaca. Isi surat pembaca ada yang mengkritik, menghina, berterima kasih, memuji, menyarankan, mengimbau dll.. Komponen yang perlu diperhatikan dalam penulisan surat pembaca, yakni hal-hal yang terkait dengan pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Evaluasi A. Jawablah soal latihan berikut dengan memilih salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Alur cerita yang terdapat dalam novel “Salah Pilih” adalah .... A. alur distruktif B. alur regresif C. alur integratif D. alur progresif 2. Ketika seseorang bertujuan untuk mengetahui garis besar harga bahan kebutuhan pokok di toko swalayan, kegiatan membaca yang perlu dilakukan adalah .... A. membaca indah B. membaca bersuara 166 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • C. membaca cepat D. membaca intensif 3. Hal-hal berikut berpotensi ditulis dalam surat pembaca, kecuali .... A. Jalan Kenari becek dan banyak berlubang B. Pedagang kaki lima penyebab kemacetan C. Antrian panjang di stasiun kereta api D. Kalimat langsung dan tidak langsung 4. “PDAM harap segera memperbaiki saluran air yang rusak.” Pernyataan tersebut dapat tercermin dalam surat pembaca yang merupakan komponen jawaban atas pertanyaan .... A. mengapa B. magaimana C. di mana D. untuk apa B. Jawablah pertanyaan/soal berikut secara singkat dan jelas! 1. Dalam karya sastra novel/cerpen terdapat alur peristiwa. Jelaskan alur maju dan alur mundur dalam cerita dan berikan contoh masing-masing! 2. Jelaskan, apa saja yang harus diperhatikan dalam kegiatan membaca cepat dan sebutkan jenis bacaan yang biasanya dibaca secara cepat! 3. Komponen apa saja yang harus diperhatikan dalam penulisan surat pembaca dan tulislah sebuah surat pembaca mengenai hal-hal yang ada di lingkungan sekolahmu! Refleksi Setelah kamu melaksanakan kegiatan dalam pembelajaran ini, cobalah kamu renungkan kembali apa yang telah dan belum kamu kuasai serta bagaimana kesanmu terhadap pembelajaran yang kamu lakukan, dengan memberikan tanda centang (√) pada kotak YA atau TIDAK atas dasar pernyataan panduan berikut ini! No. Pernyataan Pemandu Ya Tidak 1 Saya telah memahami pengertian alur dalam karya sastra cerpen dan novel. 2 Saya dapat menjelaskan perbedaan antara jenis alur maju (progresif) dan alur mundur (flash back) dalam cerpen dan novel. 9 Aktivitas Manusia 167
    • 3 Saya dapat menjelaskan peristiwa-peristiwa yang menunjukkan alur dalam cerpen dan novel. 4 Saya dapat mengenali nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra cerpen dan novel yang saya baca. 5 Dengan membaca cepat, saya dapat menentukan gagasan pokok dalam bacaan. 6 Saya dapat menghitung waktu kecepatan membaca yang saya lakukan. 7 Saya senang dapat mengambil hikmah dan manfaat dalam kegiatan membaca sepat yang saya lakukan. 8 Saya telah memahami ciri-ciri surat pembaca. 9 Saya dapat menulis surat pembaca dengan bahasa yang santun. 10 Saya senang dapat mengambil hikmah dengan membaca dan menulis surat pembaca. 11 Saya dapat mengikuti kegiatan belajar pada bab ini dengan baik. 12 Menurut saya, latihan-latihan dalam bab ini mudah diikuti dan membuat saya senang dan bergairah belajar bahasa dan sastra Indonesia. 168 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 10 Remaja dan Masalahnya www.worcestershire.gov A. Menerapkan Prinsi-prinsip Diskusi B. Mengubah Sajian Grafik, Tabel, atau Bagan Menjadi Uraian Melalui Kegiatan Membaca Intensif C. Menulis Naskah Drama Berdasarkan Peristiwa Nyata 10 Remaja dan Masalahnya 169
    • 10 Remaja dan Masalahnya Baik dalam pergaulan maupun dalam kehidupan bermasyarakat di sekolah, kamu tentu sering menjumpai, bahkan melakukan sendiri kegiatan diskusi. Bagaimanakah berdiskusi yang baik? Untuk itu, ikutilah kegiatan belajar dalam rangka menerapkan prinsip-prinsip diskusi yang baik. Di samping itu, dalam pembelajaran ini, kamu diharapkan dapat membaca grafik/tabel/bagan dan menulis naskah drama. Untuk mencapai tujuan tersebut, ikutilah kegiatan belajar berikut secara sungguh- sungguh. A. Menerapkan Prinsip-prinsip Diskusi Dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat dapat dijumpai berbagai permasalahan yang dapat diambil sebagai bahan diskusi. Pada saat berdiskusi, semestinya kamu juga harus menaati mekanisme dan prinsip-prinsip dalam diskusi di antaranya menyampaikan gagasan, pendapat, dan saran secara runtut di samping harus mampu mengajukan pertanyaan dengan bahasa yang baik dan benar. Bahasa yang baik adalah bahasa sesuai dengan konteks dan situasi pemakaiannya, sedangkan bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah yang baku. Agar kamu dapat menerapkan prinsip-prinsip diskusi dalam kegiatan diskusi, ikutilah kegiatan belajar berikut ini! 170 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 1. Membaca Teks sebagai Bahan Diskusi Bacalah teks yang berisi masalah pendidikan gratis berikut! Pendidikan Kunci Kebangkitan Kebangkitan Jawa Tengah dari dunia pendidikan, sebuah cita-cita yang sudah dan akan terus diperjuangkan oleh pasangan Sukawi-Sudharto. Langkah ini bukan retorika belaka karena perpaduan Sukawi yang sekarang menjabat Walikota Semarang dan Sudharto sebagai Ketua PGRI merupakan pasangan ideal bagi dunia pendidikan. Sejak tahun 2003, Sukawi di depan rapat paripurna DPRD Kota Semarang mencanangkan “suatu saat di Kota Semarang pendidikan harus gratis, mulai dari SD, SMP, SMU yang yang sederajad, baik negeri maupun swasta. Langkah itu dimulai oleh Sukawi dengan memberikan beasiswa dari angka Rp 7,5 Milyar meningkat menjadi Rp 40 Miliar dan akhirnya pada tahun 2008 berhasil membawa Kota Semarang menjadi kota yang memberikan pendidikan gratis pada masyarakatnya. Selain beasiswa, langkah merealisasikan pendidikan gratis dilakukan melalui pemberian buku gratis bagi siswa. Menurut Sukawi, saat ini buku menjadi beban masyarakat. Oleh sebab itu, kalau bukunya gratis dan SPP-nya dibiayai pemerintah, berarti kita berhasil menciptakan pendidikan gratis bagi masyarakar. Sukawi mengungkapkan bahwa APBD Kota Semarang memang belum mampu menutup hal- hal yang bersifat tambahan, seperti pembangunan gedung yang memadai dan lain-lain. Namun, yang menjadi harga mati adalah pendidikan itu dapat dijangkau oleh masyarakat. Setelah itu, setahap demi setahap akan meningkat pada penyempurnaan sarana dan prasarana. “Sekolah yang memiliki kebutuhan di atas kebutuhan pokok, seperti pemakaian AC di kelas, diperbolehkan sepanjang ada orang tua murid yang menyumbang, tetapi orang tua yang tidak mau menyumbang tidak boleh dipaksa untuk menyumbang.” Di sisi lain, masyarakat Jateng melihat Sudharto sebagai tokoh pejuang pendidikan sejati. Ia mendedikasikan hidupnya sebagai guru sekitar 20 tahun dengan meniti karier administratif mulai dari staf pelaksana di Kanwil Depdikbud Jateng tahun 1981 hingga memegang kendali pendidikan di Jateng sebagai Kakanwil Depdikbud tahun 1999—2001. Dia juga berkarier di PGRI mulai dari menjadi anggota biasa sampai menjadi Ketua PGRI Jateng. Dalam kedua posisi tersebut, yang bersangkutan tidak pernah lepas dari pemikiran, kegiatan, dan perjuangan, demi kemajuan pendidikan dan guru. ...................................... Dikutip dengan Perubahan dari Seputar Indonesia, 14 Juni 2008 2. Menyajikan Pokok-pokok Permasalahan yang Akan Didiskusikan Berkelompoklah dengan anggota 5-6 orang! Tunjuklah pemimpin diskusi! a. Secara berkelompok, susunlah daftar pokok-pokok permasalahan yang terdapat dalam teks ”Pendidikan Kunci Kebangkitan” tersebut! b. Secara bermusyawarah, tunjuklah pemimpin dikusi dari kelompokmu! c. Diskusikan dalam kelompokmu pokok-pokok permasalahan itu! 10 Remaja dan Masalahnya 171
    • d. Berdiskusilah dengan menggunakan alasan-alasan yang logis untuk mendukung pendapat! 3. Mengamati Proses Diskusi Setiap kelompok menunjuk wakilnya untuk mengamati diskusi yang berlangsung di kelompok lain. Pengamatan dilakukan pada banyaknya pendapat yang muncul dalam diskusi, kelogisan alasan dalam berpendapat, bahasa yang digunakan, proses mengemukakan pendapat, dan kesesuaian proses diskusi dengan aturan diskusi. 4. Menyampaikan Gagasan, Pendapat, dan Saran secara Runtut Diskusi tidak akan berjalan dengan baik tanpa penyampaian gagasan, pendapat, dan saran. Sampaikanlah gagasan, pendapat, dan saran secara runtut. Keruntutan dapat diamati dari jalinan ketersambungan kalimat yang dikemukakan. Kemukakanlah gagasan, pendapat, dan saran dengan bahasa yang baik dan sikap yang sopan. Penyampaian gagasan, pendapat, dan saran dilakukan setelah dipersilakan oleh pemimpin diskusi. 5. Mengajukan Pertanyaan Saat berdiskusi, anggota diskusi dapat saling mengajukan pertanyaan. Bahkan pemimpin diskusi dapat juga mengajukan pertanyaan untuk menghidupkan suasana diskusi. Pertanyaan dalam diskusi seharusnya diajukan dengan bahasa yang baik dan sopan. Pengajuan pertanyaan dapat dilakukan setelah dipersilakan oleh pemimpin diskusi. 6. Menyimpulkan Mekanisme dan Prinsip-prinsip Diskusi Setelah kamu mempelajari dan mengamati diskusi, tentu kamu dapat menyimpulkan mekanisme diskusi dan prinsip-prinsip diskusi supaya diskusi dapat berjalan dengan lancar. Tuliskanlah simpulanmu dalam format berikut ini. Mekanisme ............................................................................................ Diskusi ............................................................................................ Prinsip-prinsip 1. ................................................................................... Diskusi 2. ................................................................................... 3. ................................................................................... 4. ................................................................................... 5. ................................................................................... dst. 7. Menerapkan Prinsip-prinsip Diskusi di Kelas Simpulan mengenai prinsip-prinsip diskusi tentu membuatmu berpikir kembali, apakah selama ini diskusi yang telah kamu lakukan telah sesuai dengan apa yang telah disimpulkan? Untuk lebih membuatmu terampil berdiskusi, terapkanlah prinsip-prinsip diskusi untuk diskusi kelompok dengan topik ”Pengembangan Prestasi Olahraga di Sekolahmu”. 172 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • B. Mengubah Sajian Grafik, Tabel, atau Bagan Menjadi Uraian Melalui Kegiatan Membaca Intensif Pengungkapan pendapat dalam tulisan sering diperlukan dukungan fakta atau data yang dikemas dalam bentuk tabel, grafik, bagan, atau peta. Penyajian tabel, grafik, bagan, atau peta dalam sebuah tulisan sangat membantu pembaca menggali informasi yang jika disajikan dalam kalimat-kalimat justru sulit dipahami. Biasakanlah untuk menggali informasi dari tabel, grafik, bagan, dan peta. Dalam bagian ini kamu akan dilatih membaca tabel, grafik, bagan, dan peta. 1. Berlatih Memperluas Jangkauan Mata Untuk menemukan secara cepat informasi yang diperlukan, kita harus memperlebar daya jangkau pandangan mata. Pembaca yang baik bukan melihat kata demi kata, melainkan melihat dua kata atau lebih. Berlatihlah memperluas jangkauan pandangan mata! a. Tempatkan pandangan mata kalian pada garis yang ada di tengah deretan kata berikut. Mulailah dari kata pertama, kemudian perluaslah pandangan mata ke deretan kata di bawahnya. Bung Hatta Bola, dibuatnya dari Jadi, setiap orang gemar membaca. Dimasa manik bundar. Hatta yang mengambil kecil, Bung Hatta berkembang memainkan sendiri atau mengusiknya, seperti anak-anak biasa, tetapi permainan sepak bola Hatta selalu tahu. ia kurang memiliki sahabat itu dengan asyiknya. Namun, kalau orang bermain karena tetangga- Hatta termasuk orang meminta dengan tetangga kami hemat. Setiap kali baik dan Hatta tidak mempunyai anak orang tua kami menganggap perlu seusianya dan di keluarga memberi uang belanja diberi, tak segan- kami sendiri Hatta merupakan kepadanya,yang segan ia akan satu-satunya anak lelaki. pada waktu itu memberikan apa Kadang-kadang kami sebenggol, selalu yang dimilikinya. menemukan Hatta bermain uang itu ditabungnya. Sebagai seorang sendiri dengan cara membuat Caranya, uang logam muslim, sejak kecil miniatur lapangan bola, itu disusunnya Hatta rajin salat. sedangkan pemain-pemainnya sepuluh-sepuluh dan Mula-mula ia belajar dibuat dari gabus yang disimpan di atas dari lingkungan dibebani dengan timah. mejanya keluarga kami. Catatan Ketika sampai pada kata ‘sendiri Hatta’, berhentilah! Coba tempatkan titik pandangan mata pada huruf i, apakah kata di ujung kiri (huruf s) dan ujung kanan (huruf a) masih terbaca? Jika, ya, seluas itulah jangkauan matamu. Berlatihlah berulang-ulang! 2. Mengidentifikasi Isi Grafik, Tabel, atau Bagan Data yang disampaikan dalam bentuk tabel, bagan, dan grafik umumnya memang lebih menarik perhatian pembaca. Data mengenai siswa, jumlah lulusan, kependudukan dan sejenisnya akan lebih mudah dilihat bila dinyatakan dalam angka-angka. Angka- angka yang pasti dan rinci tentang suatu peristiwa dapat diperoleh dari tabel statistik. Kita dapat memperoleh informasi dari tabel semacam itu. Dari tabel, bagan, dan grafik 10 Remaja dan Masalahnya 173
    • kita mengetahui secara singkat data mengenai sesuatu. Dari judul tabel saja kita dapat mengetahui apa, di mana, dan bagaimana perkembangan sesuatu. Ikutilah langkah-langkah standar dalam membaca tabel, grafik, bagan, dan peta berikut! (1) Pertama, bacalah judulnya. Ini sebuah keharusan. Resapkanlah isi judul tabel, grafik, bagan, dan peta yang kalian hadapi, karena judul memberikan ringkasan yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. (2) Bacalah keterangan yang ada di atas, di bawah, atau di sisinya. Keterangan itu merupakan kunci penjelasan tentang data yang akan disampaikan. Keterangan itu, misalnya dalam bentuk urutan tahun, persentase, atau angka-angka. (3) Ajukan pertanyaan tentang tujuan tabel, grafik, bagan, dan peta itu. Caranya mudah. Kalian cukup mengubah judulnya menjadi pertanyaan, misalnya di mana, seberapa banyak, berapa kemajuannya, kelompok mana, dan seterusnya. Jawabannya diharapkan ada dalam tabel, grafik, bagan, atau peta tersebut. (4) Langkah terakhir, bacalah tabel, grafik, bagan, atau peta itu. Ketika membaca, selalu ingat tujuan kalian membacanya, dan informasi apa yang akan kalian perlukan. Setelah kamu memahami langkah-langkah membaca tabel, bagan, grafik, atau peta tersebut, sekarang bacalah tabel berikut dan jawablah pertanyaan yang menyertainya! Ikutilah empat langkah seperti yang diuraikan pada awal bab ini : (1) baca judulnya, (2) baca informasi yang ada pada kolom-kolom di atas, samping, dan bawah, (3) ajukan pertanyaan tentang tabel itu, dan (4) dapatkan jawabannya dalam tabel tersebut. JUMLAH KEBUTUHAN GURU Tahun 2001 2002 2003 Bahasa Indonesia 5.352 6.605 8.379 Bahasa Inggris 9.405 11.367 13.792 Bahasa 8.640 9.145 9.703 Matematika 2.948 3.707 5.025 Fisika 1.732 3.071 4.899 Biologi 2.123 2.245 2.013 Kimia 1.137 1.277 1.609 Ekonomi 058 6.961 10.227 Geografi 3.408 3.939 4.663 Seni 14.612 14.624 14.827 Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat! 1) Tabel tersebut berisi apa? 2) Kita tampaknya masih kekurangan guru di berbagai bidang studi! Tunjukkan dalam tabel itu! 3) Tunjukkan tiga bidang studi dengan angka terbesar yang membutuhkan lebih banyak guru! 4) Tunjukkan tiga bidang studi dengan angka terbesar yang membutuhkan guru lebih sedikit! 5) Berapa kebutuhan guru Geografi pada tahun 2002? 174 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Orang sibuk lebih suka mempelajari sesuatu dari grafik statistik. Akan tetapi, tidak semua pendapat disajikan dalam bentuk grafik. Grafik memungkinkan penyampaian ide yang kompleks secara mudah, dapat memberi gambaran suatu data efektif kepada pembaca. Ciri utama grafik adalah sederhana tapi jelas. Lakukan kegiatan berikut! (1) Berkelompoklah lima-lima! Carilah grafik dan bagan di surat kabar! (2) Pelajarilah dengan saksama bagan dan grafik yang kamu temukan itu! (3) Diskusikanlah isinya! 3. Memaparkan Isi Grafik, Tabel, atau Bagan ke dalam Beberapa Kalimat Setelah kamu mendiskusikan hal-hal tersebut, paparkanlah dengan bahasamu sendiri isi grafik atau bagan yang sudah kamu diskusikan, kemudian kemukakan di depan kelas! Berilah kesempatan temanmu untuk bertanya, menanggapi, atau memberi saran mengenai kelengkapan informasi yang kamu kemukakan! 4. Menyusun Kalimat Majemuk Kalimat mejemuk sering disebut kalimat luas atau kalimat kompleks, yakni kalimat yang dibentuk dari gabungan dua kalimat atau lebih. Kalimat majemuk dibedakan atas dua jenis, yakni kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Kata penghubung yang biasa digunakan dalam kalimat majemuk setara, antara lain dan, serta, baik ... maumun ..., atau, tetapi, melainkan. Sementara itu, kata penghubung yang biasanya digunakan dalam kalimat majemuk bertingkat, antara lain karena, sebab, jika, jikalau, kalau, untuk, agar, supaya, apabila, bilamana, ketika, setelah, sesudah. Perhatikan contoh kalimat majemuk berikut! (1) Setelah lebih dari dua bulan tidak menyapa Anda, sekarang kami datang kembali dengan informasi baru. (2) Kita perlu rehat karena ada kegiatan di bulan Ramadan. (3) Kita tidak mungkin dapat menguasai semua ilmi, tetapi kita tidak boleh berpuas diri dengan ilmu kita sekarang. (4) Saya akan mempelajari masalah itu dan akan saya laporkan kepada kepala sekolah. Contoh kalimat (1) dan (2) tersebut merupakan kalimat majemuk bertingkat, sedangkan contoh kalimat (3) dan (4) merupakan kalimat majemuk setara. Kata penghubung (konjungsi) yang digunakan untuk menghubungkan antara klausa pada kalimat (2) adalah setelah yang menunjukkan makna ”hubungan waktu”, sedangkan kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan antara klausa pada kalimat (2) adalah karena yang menunjukkan makna ”hubungan sebab”. Sementara itu, kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan antara klausa pada kalimat (3) adalah tetapi yang bermakna ”hubungan pertentangan” sedangkan kata penghubung yang dipakai untuk menunjukkan hubungan antara klausa pada kalimat (4) adalah dan yang bermakna ”hubungan penjumlahan”. Letak kata penghubung dalam kalimat majemuk bertingkat selalu berada sebelum klausa anak (anak kalimat), sedangkan kata penghubung pada kalimat majemuk setara selalu berada di antara klausa (kalimat) yang membentuknya. Dalam setiap kalimat 10 Remaja dan Masalahnya 175
    • majemuk bertingkat terdapat klausa pokok (induk kalimat) dan klausa bawahan (anak kalimat), sedangkan dalam setiap kalimat mejemuk setara semua klausa atau kalimat yang membentuknya berkedudukan sejajar sdehingga semuanya sebagai klausa induk. Setelah kamu memahami konsep dan ciri kalimat majemuk bertingkat dan kalimat majemuk setara, lakukanlah kegiatan belajar berikut, dengan terlebih dahulu membentuk kelompok belajar masing-masing beranggotakan 5 siswa. 1) Bacalah sebuah tajuk rencana dalam majalah atau surat kabar! 2) Tulislah kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat yang terdapat di dalamnya! 3) Diskusikan makna hubungan antara klausa dalam kalimat majemuk yang kamu temukan! 4) Sampaikan hasil kerja kelompok kamu di depan kelas untuk memperoleh tanggapan dan masukan dari kelompok lain dan guru! 5) Laporkan hasil kerja kelompokmu masing-masing kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia di kelasmu untuk mendapatkan penilaian! C. Menulis Naskah Drama Pada hakikatnya, inti karya sastra yang berupa drama adalah adanya konflik (pertentangan- pertentangan). Konflik-konflik tersebut ditata sehingga membentuk alur dan dikemuakakan dalam bentuk dialog. Bagaimanakah menentukan konflik dan bagaimana menulis naskah drama? Untuk menulis karya sastra drama, kamu dapat memulainya dengan menentukan konflik, menyusun urutan peristiwa dalam satu babak, mengembangkan urutan peristiwa menjadi naskah drama satu babak, melengkapi dialog, mengomentari dan menyunting naskah drama. Untuk itu, ikutilah kegiatan pembelajaran berikut! 1. Menentukan Konflik Tentunya kamu sering melihat konflik atau pertentangan-pertentangan itu di masyarakat, di sinetron, atau dalam kehidupanmu sendiri. Menyusun naskah drama dapat kamu mulai dengan menentukan suatu konflik. Konflik dapat kamu temukan dengan mengamati konflik yang ada di sekitarmu, mengamati konflik dalam sinetron/film, atau membayangkan konflik yang pernah kamu alami. Untuk mengidentifikasi konflik yang dikenal/dialami, tulislah salah satu konflik/pertentangan berdasarkan peristiwa nyata yang kamu sukai! Diskusikan pemilihan konflik dengan kelompokmu! Misalnya konflik yang akan digambarkan adalah pertentangan anak dan orangtuanya karena orangtuanya mempunyai pekerjaan yang tidak sesuai dengan harapannya. 2. Menyusun Urutan Peristiwa untuk Satu Babak Lengkapilah konflik yang telah kamu tentukan menjadi sebuah rangkaian cerita! Berilah nama tokoh-tokoh yang ada dalam rangkaian ceritamu! Nama tokoh tidak harus sama dengan nama tokoh aslinya dalam peristiwa nyata. Amati contoh berikut! 176 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Asri seorang siswa SMP malu memiliki bapak seorang penjual bubur di gerobak. Dia marah karena ketika melihat bapaknya berjualan di sekolahnya, padahal dia pernah meminta ayahnya untuk tidak berjualan di sekolahnya. Sesampai di rumah Asri marah kepada ayahnya. Ayahnya tetap berpendapat bahwa pekerjaannya mulia dan tidak harus ditinggalkan. Asri membandingkan ayahnya dengan ayah Shanti sahabatnya yang seorang pejabat dan selalu dibangga-banggakan Shanti. Ternyata ayah Shanti ditangkap polisi karena korupsi dan masuk koran. Asri di sekolah kaget ketika melihat teman-temannya membicarakan penangkapan ayah Shanti yang dimuat di koran. Reaksi teman Asri di sekolah mencemooh Shanti yang selama ini terlalu membanggga- banggakan jabatan ayahnya. Guru menjelaskan bahwa tidak boleh memvonis Shanti karena kita tidak boleh menilai seseorang dari ayahnya. Dengan peristiwa itu, Asri menjadi sadar bahwa orang dinilai bukan karena orangtuanya tetapi karena prestasinya. Asri bangga meskipun ayahnya hanya seorang penjual bubur di gerobak dorong. Baca sekali lagi rangkaian peristiwa yang akan kamu tulis dalam drama! Pilih bagian peristiwa yang akan kamu gambarkan dalam adegan! Tentukan berapa adegan yang akan kamu gambarkan! Misalnya, dengan rangkaian peristiwa dalam konflik pada kegiatan tersebut dipilihlah peristiwa-peristiwa berikut. (1) Peristiwa di rumah ketika bertemu ayahnya (adegan 1 timbulnya konflik) (2) Peristiwa di sekolah ketika siswa dan guru membicarakan ayah temannya yang ditangkap polisi karena korupsi (adegan 2 penyelesaian). 3. Mengembangkan Urutan Peristiwa Menjadi Naskah Drama Satu Babak Pengembangan naskah drama dapat dilakukan dengan membayangkan dialog- dialog yang mungkin terjadi pada peristiwa yang dipilih. Amati pengembangan naskah drama berikut! Adegan 1 Dialog antara Asri dan Ayahnya mengenai profesi pekerjaan ayahnya yang dianggap oleh Asri ”sangat memalukan”. Asri : Apapun alasannya, aku nggak mau tahu. Ayah : Meskipun kita harus tidak makan? Asri : Kalau begitu aku besok akan berhenti sekolah. Ayah : Mengapa? Asri : Untuk cari makan sendiri. Ayah : Bukan begitu As 10 Remaja dan Masalahnya 177
    • Asri : Pokoknya aku tidak mau, pilih aku berhenti sekolah atau bapak cari pekerjaan lain. Ayah : Kamu tahu aku tidak punya keahlian apa-apa. Sejak ibumu masih hidup aku sudah menjalani pekerjaan ini. 20 tahun As! Asri : Hasilnya … hanya begini-begini saja Ayah : Bagi saya kamu dapat sekolah dan jadi anak yang sholekah itu sudah cukup. Asri : Enak si Shanti. Ayahnya pejabat dan dihormati di mana-mana. Dia dengan Bangga dapat menunjukkan foto ayahnya yang sedang meresmikan sebuah bendungan. Ayah : Terserah pendapatmu, biarlah ayah dengan pendirian ayah sendiri. Bagi Ayah, yang penting pekerjaan itu halal dan dapat digunakan sebagai alat beribadah. Aku mau sembahyang dulu. kamu juga belum sembahyang kan? (Ayah Asri masuk. Asri melemparkan tasnya dengan kesal lalu masuk mengikuti ayahnya) Adegan 2 Kelas sedikit gaduh. Nampak beberapa siswa duduk di kelas. Pelajaran belum dimulai. Siswa- siswa berebutan memegang koran dan menunjuk foto dalam koran. Asri masuk kelas dan sedikit terkejut melihat temannya berebut baca koran. Toni : Nggak nyangka ya ternyata mobil mewah itu …. Agus : Iya ya… nggak nyangka. Asri : Ada apa ini? Dewi : Itu..tuh ratu kelas kita… ternyata bokapnya ……! Asri : Kenapa? Dewi : Baca koran ini! Asri : (menyahut koran yang di pegang Dewi) Kasihan Shanti! Guru : Sudah masuk anak-anak! Segera bersiap! (Ketua kelas memimpin berdoa) Guru : Ibu tahu, apa yang kalian ributkan hari ini. Agus : Iya Bu…! Sekarang kita punya teman anak seorang koruptor! Guru : Tidak boleh begitu Gus! Kita tidak boleh memvonis apa-apa terhadap Shanti. Anak tidak pernah minta dilahirkan dari orangtua yang bekerja sebagai apa pun. Dewi : Tapi dia terlalu membangga-banggakan sebagai anak pejabat, Bu.Guru Guru : Kita jangan pernah memandang anak siapa teman kita, pandanglah bagaimana perilaku dan prestasi teman kita itu. (mata Bu guru melirik Asri) Asri menunduk. Guru : Sekarang kita mulai pelajaran Bahasa Indonesia. Buatlah puisi tentang seseorang yang kamu kagumi! (kelas hening sejenak, guru berjalan mengelilingi siswanya yang sedang membuat puisi) Guru : Yang sudah selesai, saya minta membacakan di depan kelas. Agus : Saya Bu! (Agus menuju ke depan kelas dengan mantap dan membaca puisinya) 178 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Ibuku Pahlawanku Malam buta kau terjaga Membawa bakul tua Menjadi penjaja sayuran Meski bukan pilihan Kau mantap menatap masa depan Ibuku …………….! Bagiku kau adalah pahlawan Guru : Bagus, seorang bakul juga pahlawan. Siapa lagi yang sudah selesai? Asri : Saya ingin mencoba Bu! (Asri berjalan pelan ke depan kelas) Gerobakmu mengoyak sepi semua gang kau susuri Tak peduli orang yang penuh harga diri menatapnya dengan risi demi cita yang terpatri dia yakin Tuhan selalu menemani Guru : Puisimu belum diberi judul As? Apa judulnya? Asri : Ayahku (jawabnya mantap) Toni : Hebat! Ternyata penjual makanan keliling bisa mendidik anaknya selalu juara kelas. (terdengar bel istirahat berbunyi) Guru : Puisi yang lain kita bacakan pada pelajaran berikutnya. Kita istirahat dulu. Kelas : Hoore ! (semua teman-temannya berhamburan keluar) Asri menunduk sendirian, dia bergumam lirih ……… Maafkan aku Ayah! Bandingkan rangkaian cerita dengan drama yang dikembangkan! Apakah semua bagian cerita telah dikembangkan dalam drama? Tandailah bagaian drama yang menunjukkan hal-hal berikut! a. Asri marah dengan ayahnya tetapi ayahnya tetap beranggapan bahwa pekerjaannya adalah pekerjaan mulia. b. Asri menyadari bahwa seseorang akan dinilai dari prestasinya bukan dari pekerjaan ayahnya. 4. Latihan Melengkapi Dialog dari Rangkaian Peristiwa dalam Gambar Selain dengan pancingan konflik seperti yang telah dijelaskan di atas, penulisan naskah drama juga dapat dilakukan dengan mengamati gambar atau peristiwa yang menyentuh perasaan. Ikutilah langkah-langkah penyusunan drama berikut! 10 Remaja dan Masalahnya 179
    • a. Amati gambar di samping! Gambar pengemis kecil di tengah hujan lebat menadahkan tangan kepada penumpang mobil b. Bayangkan apa saja yang bisa terjadi dengan tokoh-tokoh yang terlibat dalam gambar/peristiwa! c. Buatlah rangkaian cerita dengan memikirkan mengapa pengemis kecil itu sungguh-sungguh mencari uang padahal hujan deras mendera? Mengapa tidak menunggu hujan reda? Apa yang bisa terjadi pada pengemis kecil itu dengan terus menadahkan tangan di tengah hujan tersebut? Pilihlah peristiwa yang akan kamu gambarkan dalam dramamu! Misalnya, peristiwa di rumah mewah dan peristiwa di rumah pengemis kecil. Lakukanlah langkah-langkah berikut ini! a. Tulislah dialog-dialog yang mungkin terjadi dalam peristiwa di rumah mewah dan peristiwa di rumah pengemis! Lakukan secara berkelompok! Dialog apa yang kira-kira terjadi sewaktu pengemis kecil berada dirumah mewah? Dialog apa yang kira-kira terjadi sewaktu ibu muda meninggalkan pengemis kecil di ruang tamu? Dialog apa yang terjadi ketika bertemu ibunya di rumah pengemis? Apa yang dikatakan gadis kecil ketika mendapatkan ibunya meninggal? Dialog apa yang terjadi ketika pengemis itu mengembalikan uang hasil penjualan arloji? b. Susunlah dialog-dialog yang telah kamu diskusikan sehingga menggambarkan rangkaian cerita yang digambarkan! Lihat contoh penulisan naskah drama pada kegiatan yang lalu! Beri nama tokoh-tokoh yang akan kamu tampilkan! Tambahkan pula narasi (penjelasan suasana tempat atau lakuan tokoh seandainya drama dipentaskan)! Kerjakan secara berkelompok! 5. Mengomentari Naskah Drama yang Disusun Naskah drama setiap kelompok dipasang di papan tulis! Setiap kelompok akan membaca hasil karya kelompok lain. Komentarilah naskah drama yang disusun dari segi (1) kesesuaian dialog dengan peristiwa yang akan digambarkan, (2) kejelasan bahasa dalam dialog, (3) ketepatan bentuk drama, dan (4) kejelasan narasi (penjelasan) sehingga mudah dipentaskan. 6. Menulis dan Menyunting Naskah Drama Setelah kamu berlatih menyusun naskah drama dengan rangkaian peristiwa yang sudah ditetapkan, sekarang kamu ditugasi menyusun naskah drama dengan menentukan sendiri rangkaian peristiwanya. Tulislah rangkaian cerita dan susunlah sebuah naskah drama secara kelompok berdasarkan rangkaian cerita yang kamu buat! Naskah drama yang kamu susun akan dinilai dari segi (1) keunikan konflik yang diangkat dalam naskah drama, (2) kelogisan penyelesaian konflik, (3) kesesuaian dialog dengan rangkaian peristiwa yang digambarkan, (4) kejelasan isi dialog, dan (5) kejelasan narasi (penjelasan) sehingga mudah dipentaskan. 180 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Setelah selesai menulis, baca kembali naskahmu untuk keperluan penyuntingan atau tukarkanlah hasil pekerjaanmu dengan temanmu. Perbaikilah naskah drama itu berdasarkan hasil penyuntingan. Naskahmu siap untuk dimainkan dan diedarkan. Rangkuman Pada kegiatan belajar unit 10 bagian A kamu telah mempelajari prinsip-prinsip berdiskusi dan belajar berdiskusi. Ketika akan berdiskusi, kamu dapat mengambil pokok permasalahan yang terdapat di sekitarmu. Pada saat berdiskusi, kamu juga perlu menaati mekanisme dan prinsip-prinsip dalam diskusi, antara lain menyampaikan gagasan, pendapat, pertanyaan, dan saran secara runtut kepada kelompok lain. Dalam penyampaian pendapat harus disertai alasan yang logis. Di samping itu, penggunaan bahasa yang runtut dan santun harus diperhatikan dalam berdiskusi. Pada kegiatan belajar unit 10 bagian B kamu telah belajar tentang cara membaca tabel, grafik, bagan, atau peta. Untuk mendukung pendapat dalam sebuah tulisan, seringkali penulis menyertakan tabel, grafik, bagan, atau peta. Penyajian tabel, grafik, bagan, atau peta sangat membantu pembaca dalam penggalian informasi karena jika disajikan dalam kalimat- kalimat justru akan mempersulit pemahaman. Biasakanlah untuk menggali informasi dari tabel, grafik, bagan, dan peta. Pada kegiatan belajar unit 10 bagian C kamu telah belajar tentang penulisan naskah drama. Inti dalam penulisan drama adalah konflik (pertentangan-pertentangan) dalam berbagai peristiwa. Dalam penulisan drama, berbagai peristiwa yang terjadi harus disusun secara runtut sehingga membentuk suatu alur tertentu. Untuk menyusun naskah drama, langkah-langkah yang harus diperhatikan adalah (1) menentukan konflik, (2) menyusun urutan peristiwa untuk satu babak, (3) mengembangkan urutan peristiwa menjadi naskah drama satu babak, dan (4) menyunting naskah drama yang telah selesai ditulis, dengan memperhatikan kesesuaian dialog dengan peristiwa yang digambarkan, kejelasan bahasa dalam dialog, ketepatan bentuk dan isi drama, dan kejelasan narasi. Evaluasi A. Jawablah soal latihan berikut dengan memilih salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Dalam menilai kegiatan diskusi, hal-hal berikut perlu diperhatikan, kecuali .... A. banyaknya pendapat yang muncul B. kesesuaian proses diskusi dengan aturan diskusi C. banyaknya peserta yang hadir dalam diskusi D. kelogisan alasan dalam berpendapat 10 Remaja dan Masalahnya 181
    • Perhatikan tabel berikut! Jumlah Siswa Baru di SMP Negeri Asal Daerah No. Nama Sekolah Dalam Kota Luar Kota Jumlah Pria Wanita Pria Wanita 1 SMPN 1 50 70 100 200 420 2 SMPN 2 70 80 50 120 420 3 SMPN 3 50 70 80 120 320 4 SMPN 4 70 90 60 100 320 5 SMPN 5 80 120 90 130 420 6 SMPN 6 90 110 70 50 320 7 SMPN 7 50 70 120 80 320 8 SMPN 8 90 110 90 130 420 2. Tabel tersebut dapat dibaca bahwa pada umumnya siswa baru pada kedelapan SMP tersebut berasal dari .... A. dalam kota, pria B. dalam kota, wanita C. luar kota, pria D. luar kota, wanita 3. Pada tabel tersebut, sekolah yang jumlah siswa barunya seimbang antara siswa yang berasal dari dalam kota dan dari luar kota adalah .... A. SMP N 4 B. SMP N 8 C. SMP N 5 D. SMP N 1 4. Hal-hal berikut yang tidak tergolong ke dalam langkah-langkah membaca tabel adalah .... A. mencari pembuat tabel B. membaca judul tabel C. membaca keterangan dalam tabel D. mempertanyakan tujuan pembuatan tabel 5. Pengungkapan data dalam bentuk grafik berperan penting untuk .... A. memberikan gambaran data secara efektif B. memperpendek karya tulisan ilmiah C. menambah keindahan karya tulis D. memvariasikan bentuk karya tulis 182 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • 6. Perhatikan kutipan dialog berikut! Asri : “Aku sudah bilang, jangan jualan di sekolahku!” Ayah: “Maaf, aku harus melanggar perjanjian, As.” Asri : “Ayah ingin aku diejek teman-temanku?” Ayah: “Karena di sekolah lain kebetulan sepi, As.” Dalam dialog tersebut tercermin adanya pertentangan yang berupa .... A. koflik batin B. konflik individu C. konflik harga diri D. konflik ekonomi 7. Dalam penulisan naskah drama, selain menentukan konflik, penulis dapat menggunakan cara dengan melakukan .... A. mengamati gambar/peristiwa yang menyentuh perasaan B. mengumpulkan buku drama yang sebanyak-banyaknya C. membaca berbagai jenis puisi dari pengarang terkenal D. mengumpulkan dana untuk pementasan di panggung 8. Dalam penilaian naskah drama, komponen berikut perlu diperhatikan, kecuali .... A. kesesuaian dialog dengan peristiwa yang digambarkan B. kejelasan narasi sehingga mudah dipentaskan C. kejelasan penggunaan bahasa dalam dialog D. jumlah pemain yang akan memerankan tokoh-tokohnya B. Kerjakan tugas berikut! 1. Secara berkelompok (satu kelompok 5—6 orang) pilihlah satu topik yang hangat untuk didiskusikan! Setelah itu, sampaikanlah pendapat/tanggapanmu tentang topik tersebut secara bergiliran!Gunakan bahasa yang lugas dan santun, serta diikuti oleh alasan atau bukti yang mendukung. Penyampaian pendapat itu akan dinilai oleh gurumu. 2. Buatlah sebuah naskah sesuai dengan ilustrasi berikut: Pada saat pelajaran olahraga Galih memang tidak ikut ke lapangan. Kebetulan dia sakit sehingga harus tinggal di dalam kelas. Setelah pelajaran olahraga usai, Arin mendapati uang yang ada di dalam dompetnya hilang. Ia menuduh Galih yang mengambilnya. Alasannya karena Galih satu-satunya orang yang ada di kelas ketika pelajaran olahraga. Galih yang merasa tidak mengambil uang Arin marah dengan tuduhan itu. Mereka berdua terlibat adu mulut. Kemudian datanglah Lusi yang meminta Arin meneliti kembali tasnya, kalau-kalau uang itu terselip di antara isi tas yang lain. Setelah diteliti, ternyata uang Arin memang ada di dalam tas, terselit di antara lembaran buku bahasa Indonesia. Arin pun minta maaf kepada Galih. 10 Remaja dan Masalahnya 183
    • Refleksi Setelah kamu melaksanakan kegiatan dalam pembelajaran ini, cobalah kamu renungkan kembali apa yang telah dan belum kamu kuasai serta bagaimana kesanmu terhadap pembelajaran yang kamu lakukan, dengan memberikan tanda cek (√) pada kotak YA atau TIDAK atas dasar pernyataan panduan berikut ini! No. Pernyataan Pemandu Ya Tidak 1 Saya telah memahami tata cara berdiskusi. 2 Saya dapat memimpin kegiatan diskusi di kelas. 3 Saya dapat memahami pendapat orang lain dalam diskusi, meskipun berbeda dengan pendapat saya. 4 Penyampaian pendapat dalam diskusi harus disertai alasan yang logis dan disampaikan dengan bahasa yang santun. 5 Saya telah memahami perbedaan antara grafik, tabel, peta, dan bagan. 6 Saya dapat menyebutkan empat langkah yang perlu diperhatikan ketika membaca tabel. 7 Saya dapat membaca dan menyimpulkan isi tabel dengan cepat. 8 Saya dapat menentukan konflik dalam penulisan naskah drama. 9 Saya dapat melengkapi dialog dari rangkaian peristiwa dalam gambar. 10 Saya senang dapat mengambil manfaat dengan menulis naskah drama. 11 Saya dapat mengikuti kegiatan belajar pada bab ini dengan baik. 12 Menurut saya, latihan-latihan dalam bab ini mudah diikuti dan membuat saya senang dan bergairah belajar bahasa dan sastra Indonesia. 184 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • D a ft a r Pust aka Abrams, M.H. 1981. A Glossary of Literary Terms. New York: Holt Rinehart and Winston. Alwi, Hasan dkk. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Anwar, H. Rosihan. 1991. Bahasa Jurnalistik dan Komposisi. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Badudu, J.S. 1975. Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Prima Boulton. M. 1966. The Anatomy of Prose. London: Routledge & Kegan Paul Ltd. Brotowijoyo, M.D. 1993. Menulis Karangan Ilmiah. Jakarta: Akamedia Pressindo. Depdikbud. 1987. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Depdikbud. 1997. Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Depdikbud. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahsa Indonesia. Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Depdiknas. Dipodjojo, Asdi S. 1984. Komunikasi Lisan. Yogyakarta: Lukman. Fadli, R. 2001. Terampil Wawancara. Jakarta: Grasindo. Haryati, Nas, dan Mukh Doyin. 2004. Berbicara Sastra. Jakarta: Depdiknas Hidayat, Syamsul. 2004. Peribahasa dan Pantun. Surabaya: Apollo. Jabrohim dkk. 2001. Menulis Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Keraf, Gorys. 1980. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa. Ende Flores: Nusa Indah. Keraf, Gorys. 1985. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia. Laksono, Kisyani. 2003. Berbicara. Jakarta: Depdiknas. Mulyana, Yoyo dkk. 1998. Sanggar Sastra. Jakarta: Depdikbud. Nadia dkk. 2007. The Story of Jomblo. Cet. 5. Bandung: Lingkar Pena. Novaida. 2007. ”Sekolah Sudah Mati” dalam Bulaksumur Pos, Edisi 145, (Srikandini, Ed.). Yogyakarta: SKM Bulaksumur Yogyakarta. Nurhadi. 1987. Membaca Cepat dan Efektif. Bandung: Sinar Baru. Nurgiyantoro, Burhan. 2002. Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjahmada University Press. Parera, Jos Daniel dan Aning Retnaningsih. 1978. Belajar Mengutarakan Pendapat. Jakarta: Erlangga. Daftar Pustaka 185
    • Pradopo, Rachmat Djoko. 1997. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Rifai, Mien A. 1995. Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan, dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Rosidi, Ajip. 1976. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia. Bandung: Rineka Cipta. Rozak, Abdul. 1985. Kalimat Efektif: Struktur, Gaya, dan Variasi. Jakarta: Gramedia. Sudjiman, Panuti. 1988. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya. Sudikan, Setyo Yuwono. 2004. Menulis Sastra. Jakarta: Depdiknas. Sugono, Dendy. 1994. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Puspa Swara. Suharianto, S. 2007a. Apresiasi Puisi. Semarang: Rumah Indonesia. ----------------, 2007b. Dasar-Dasar Teori Sastra. Semarang: Rumah Indonesia. Syafe’i, Imam. 1988. Retorika dalam Menulis. Jakarta. Depdikbud. Tohari, Ahmad. 1989. Senyum Karyamin. Jakarta: Gramedia. Tarigan, Henry Guntur. 1993. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung : Angkasa. Tarigan, Henry Guntur. 1983. Menyimak sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung : Angkasa. Yundiafi, Siti Zahra. dkk. 2002. Antologi Puisi Lama Nusantara. Jakarta: Pusat Bahasa. Zuchdi, Darmiyati. 2007. Strategi Peningkatan Kemampuan Membaca. Yogyakarta: UNY Press. 186 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Ta k a rir adat : tata cara kehidupan yang dianut oleh kelompok masyarakat adegan (drama) : bagian babak dalam lakon/sandiwara/drama alur peristiwa : rangkaian peristiwa yang terjalin dalam waktu pada sebuah antagonis : pelaku cerita yang berperan menentang/melawan artikel : karya tulis ilmiah yang dimuat dalam majalah, surat artikulasi : lafal; pengucapan kata; perubahan rongga dan atau lebih pendek daripada novel babak (drama) : bagian besar dalam suatu drama/lakon yang bagan : skema; gambar rancangan sesuatu hal bloking : pengaturan posisi pemain dalam pementasan drama catatan pustaka : pustaka rujukan kutipan yang ditulis di dalam teks cerita novel/roman/cerpen/drama cerpen : cerita pendek; prosa yang penceritaannya lebih terbatas daftar pustaka : buku sumber pustaka yang disusun secara alfabetis dengan perasaan yang merosot, seperti sedih, depresi : gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dialog interaktif : sejenis wawancara yang dilakukan untuk memperoleh informasi dari narasumber dengan melibatkan penonton atau pendengar dialog : komunikasi timbal balik antara dua orang atau lebih diksi : pilihan kata yang tepat untuk mengungkapkan gagasan sehingga memperoleh efek tertentu drama : cerita prosa yang berbentuk dialog yang melibatkan editor : orang yang pekerjaannya mengoreksi dan memperbaiki karangan yang akan diterbitkan ekspresi : pengungkapan; proses menyatakan maksud, gagasan, ekstemporan : model berpidato/berbicara atas dasar garis besar isi pidato ekstensif : bersigat menjangkau sesuatu secara luas dan cepat fakta : hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan suatu kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi fisik : jasmani; badan; benda; hal yang tampak/lahiriah fragmen : cuplikan atau petikan sebuah cerita/lakon gagasan utama : ide pokok/utama dalam sebuaah paragraf Takarir 187
    • gagasan : ide atau pokok pikiran sesorang grafik : lukisan pasang surut suatu keadaan/hal dengan garis atau gambar gurindam : sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat himbauan, kritikan, permintaan, tanggapan, dll. iklan baris : iklan kecil (singkat) yang terdiri atas beberapa baris saja dalam sebuah kolom imajinasi : daya pikir untuk membayangkan atau menciptakan gambar- gambar kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang impromtu : model berpidato/berbicara tanpa persiapan/rencana indeks : daftar kata/istilah penting yang terdapat di dalam buku cetakan yang tersusun menurut abjad yang memberi informasi tentang halaman tempat kata/istilah ditemukan intensif : secara sungguh-sungguh dan terus menerus dalam intonasi : lagu kalimat; ketepatan penyajian tinggi rendah nada irama : alunan yang terjadi karena pergantian kesatuan bunyi dalam arus panjang pendek, keras lembut, dan tinggi rendah nada kalimat efektif : kalimat yang ditata daengan baik sehingga pembaca atau pendengar dapat menangkap maksud kalimat dengan mudah dan tepat karya ilmiah : tulisan yang disusun secara logis, sistematis, rasional, kata kunci : kata-kata utama yang terdapat dalam karya tulis kerangka (pidato) : garis besar atau pokok-pokok isi pidato kerangka cerita : urutan pokok-pokok peristiwa menurut penyajiannya dalam cerita khotbah : berbicara (pidato) di hadapan orang banyak yang klasifikasi : pengelompokan permasalahan atas dasar kriteria konflik atau emosi konflik : ketegangan atau pertentangan di dalam cerita lafal : pengucapan bunyi bahasa lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas latar : kondisi sosial masyarakat yang mendasari terjadinya peristiwa dalam cerita lirik lagu : kata-kata dalam lagu yang dinyanyikan logis : masuk akal; sesuai dengan logika; benar menurut penalaran makna tersirat : makna yang tersembunyai di balik makna tersurat 188 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • makna tersurat : makna yang ada pada kata/kalimat yang tertulis manuskrip : model berpidato/berbicara dengan membaca naskah membaca intensif : membaca secara sungguh-sungguh dan terus-menerus sehingga memperoleh hasil yang optimal membaca memindai : membaca dengan cermat untuk menemukan informasi yang diperlukan secara cepat dan tepat membicarakan hal yang terkait dengan ajaran agama memoriter : model berpidato/berbicara dengan menghafalkan naskah menghayati : mengalami dan merasakan sesuatu dalam batin mengkritik : memberikan tanggapan disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu karya menyunting : memeriksa dan memperbaiki kesalahan yang terdapat pada suatu tulisan merangkum : menyarikan (buku) dan menuliskannya secara ringkas moving : pengaturan pergerakan pemain dalam pementasan musikalisasi puisi : memusikkan puisi; memadukan puisi dan musik; menyanyikan puisi dengan iringan musik nada : tinggi rendahnya bunyi atau suara narasumber : orang yang menjadi sumber informasi naratif : bersifat narasi atau cerita nilai kehidupan : sifat-sifat atau hal-hal penting yang bermanfaat bagi kehidupan novel : salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa opini : pendapat pantun : puisi lama yang tiap barisnya terdiri atas empat baris, bersajak abab, tiap bait berjumlah empat kata, dan terdiri atas sampiran dan isi paragraf : alinea; bagian dari bab tulisan yang berisi satu gagasan dan penulisannya dimulai pada baris baru pengelola : orang yang mengelola, mengurus, atau mengendalikan pentas : pertunjukan sandiwara/drama peribahasa : kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan maksud tertentu pesan : amanat yang disampaikan lewat orang lain peta : denah; gambar/lukisan yang menunjukkan letak pidato : pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang disampaikan di depan khalayak Takarir 189
    • protagonis : tokoh utama dalam sebuah cerita rekaan/drama psikis : hal yang bersifat kejiwaan pujangga : pengarang hasil sastra, baik puisi maupun prosa rawan : gawat; mudah menimbulkan gangguan/bahaya reformasi : perubahan radikal untuk perbaikan suatu hal resensi : pertimbangan atau ulasan buku untuk memberikan masukan kepada pembaca tentang perlu tidaknya membaca buku yang diresensi rujukan : acuan; referensi; bahan sumber pustaka tempat pengambilan pendapat/ide sampiran : paro pertama pantun yang merupakan persediaan bunyi kata untuk disamakan dengan bunyi kata pada isi pantun santun : sopan; halus dan baik (budi bahasa dan perilakunya) seseorang setting : kondisi dan situasi yang melatari sebuah cerita/drama simulasi : peragaan sesuatu yang dibentuk mirip dengan keadaan sinopsis : ikhtisar suatu tulisan atau cerita yang dikemukakan secara ringkas sistematika (karya ilmiah) : urutan bagian-bagian tulisan secara logis sistematika : urutan penempatan gagasan-gagasan pokok/ide skenario : rencana lakon sandiwara/film sudut pandang : tempat pengarang mengambil posisi di dalam cerita sunting : memetik; mengambil; memilih yang baik/benar surat pembaca : surat yang dimuat di surat kabar yang biasanya berisi himbauan, kritikan, permintaan, saran dll. syair : puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empat baris yang berakhir dengan bunyi yang sama (a a a a) tabel : daftar yang berisi ikhtisar sejumlah data informasi tajuk (rencana) : karangan pokok di dalam surat kabar tema (pidato) : gagasan pokok yang menggambarkan keseluruhan isi pidato tempo : panjang pendeknya bunyi atau suara ungkapan : gabungan kata yang maknanya tidak sama dengan makna tiap kata yang menjadi unsurnya verbal : pengungkapan sesuatu secara lisan, dengan kata-kata volume (suara) : tingkat keras atau lemahnya suara watak : kondisi psikologis yang menggambarkan kepribadian seseorang 190 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX
    • Penjurus A konflik 95,126,136,137,147,176,177,179,180,1 81,183,184,188 adat 113,114,115,118,187 adegan 177,187 L alur 16,18,19,20,90,127,135,136,137,152,158,1 latar 16,18,19,20,46,50,51,53,58,62,64,85,135, 60,166,167,168,176,181,187 136,144,145,152,188 artikel 140,145,148,149,187 M B Majas 91,92 bagan 170,173,174,175,181,184,187 majas 90,91,92,93,95 C membaca cepat 153,154,155,158,160,161,16 6,167 catatan pustaka 148,151,152,153,187 menanggapi 7,8,9,20,58,163,165,175 D mengkritik 82,83,84,85,93,94,96,163,166,189 menilai 15,16,20,70,74,75,77,140,144,177,18 daftar pustaka 148,150,151,152,153,155,156 2,184 ,187 menyunting 16,20,46,58,62,78,90,117,120,15 dialog interaktif 187 2,153,167,176,181,189 diksi 60,62,63,84,187 merangkum 77,80,147,189 drama 25,27,122,124,125,126,127,132,134,13 Metafora 92 5,136,137,138,140,144,145,153,154,155,1 metafora 91,95 56,158,170,176,177,179,180,181,183,184, monolog 98 187,189,190 drama, 122,124,126,135,136,140,153,154,158, N 176,180,181,183 narasumber 2,3,5,20,21,22,25,27,42,44,187,1 F 89 novel 50,88,92,113,114,115,116,117,122 fakta 2,10,13,15,16,20,21,40,83,94,173,187 ,127,128,129,130,131,132,133,135,1 G 36,137,138,140,141,152,156,158,160 gaya 35,87,134,135 ,166,167,168,187,189 grafik 170,173,174,175,181,183,184,188 P K pementasan 122,124,126,127,136,138,140,144 karya ilmiah 140,148,149,150,155,156,188,1 ,145,153,154,156,183,187,189 90 pendapat 2,3,4,5,10,13,22,25,27,42,44,94,149, khotbah 98,101,105,117,119,120,122,123,124, 150,151,153,155,156,170,172,173,175,181 136,188 ,182,184,189,190 Penjurus 191
    • Personifikasi 92 T personifikasi 91,95 tabel 30,41,68,76,90,92,132,165,170,173,174,1 perumpamaan 91,95 81,182,183,184,190 perumpamaan, 91 tajuk 190 pesan 46,47,48,49,62,64,67,70,95,98,100,104,1 tema 16,18,46,47,48,49,50,51,53,58,62,64,67,7 05,106,117,120,122,123,124,136,137,189 0,72,85,95,100,102,104,105,106,117,118,1 pidato 8,10,11,98,100,101,102,104,105,106,10 36,152,153,190 8,109,110,111,112,113,117,119,120,122,1 tokoh 16,18,19,20,25,29,43,50,53,62,75,86,88, 30,136,137,138,187,188,189,190 89,93,102,116,127,129,130,131,132,133,1 pidato, 102,110,117,122 35,136,137,138,140,143,144,145,152,153, R 158,166,171,176,180,183,189 resensi 75,76,77,78,79,80,190 U S ungkapan 30,42,47,48,62,66,77,84,109,190 sinopsis 158,166,190 surat pembaca 158,163,164,165,166,167,168 ,190 syair 46,47,48,49,62,64,66,67,68,69,70,71,78,7 9,80,190 192 Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas IX